Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

II. Logika dan Bahasa Zainul Maarif, Lc., M.Hum..

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "II. Logika dan Bahasa Zainul Maarif, Lc., M.Hum.."— Transcript presentasi:

1 II. Logika dan Bahasa Zainul Maarif, Lc., M.Hum.

2 Unsur-unsur Penalaran
Silogisme Argumen/pembuktian Penyimpulan/Penalaran (Reasoning) Proposisi Kalimat Berita Putusan (judgement) Term Kata Logika Bahasa Pengertian (concept) Aspek Verbal Aspek Mental

3 Pengertian PENGERTIAN: gambaran abstrak dan umum yang dibentuk dan dimiliki oleh akal budi tentang inti atau hakekat suatu objek yang semakin jelas dengan semakin sering berinteraksi dengan objek itu. ISI PENGERTIAN: semua unsur makna yang terkandung dalam suatu pengertian. LUAS PENGERTIAN: semua objek/benda/realitas/kenyataan yang dapat dikenai atau ditunjuk dengan pengertian tertentu. Contoh: binatang dan kucing. HUBUNGAN ISI DAN LUAS PENGERTIAN: semakin luas wilayah pengertian, semakin sedikit isinya dan semakin abstrak objeknya. Semakin sempit wilayah pengertian, semakin banyak (padat) isinya dan semakin kongkret objeknya.

4 Term Term: kata/kelompok kata yang merupakan ungkapan lahiriah atau ekspresi verbal dari suatu pengertian yang berfungsi sebagai SUBJEK atau PREDIKAT dalam Proposisi. Contoh: Iwan Fals adalah musisi Indonesia legendaris. Jenis-jenis term didasarkan pada jumlah kata, luas sifat, dan penggunaan arti.

5 Jenis term Berdasarkan jumlah katanya
Term Tunggal: term yang terdiri dari satu kata Contoh: manusia, binatang, pohon, rumah. Term Majemuk: term yang terdiri dari dua kata atau lebih. Contoh: rumah makan, meja tulis, toko serba ada.

6 Jenis term berdasarkan luasnya
Term singular: term yang menunjuk pada satu benda/hal/realitas tertentu. Kata kuncinya: nama diri, yang “ter” dan “paling”, kata benda + ini/itu. Term partikular: term yang menunjuk pada sebagian dari seluruh luasnya, minimal satu, tapi tidak tertentu. Kata kuncinya: beberapa, sebagian, banyak, tidak semua, seorang, sebuah Term universal: term yang menunjuk pada seluruh luasnya tanpa kecuali. Kata Kuncinya: semua, setiap, tidak ada, tak satu pun.

7 Jenis Term Berdasarkan Sifatnya
TERM DISTRIBUTIF: pengertiannya dikenakan kepada anggota/satuan/individu, bukan kelompok. Contoh: Manusia, binatang, gunung, sungai, pulau. Term Distributif = singular jika menunjuk pada sesuatu tertentu. Contoh: kakak ipar saya pedagang garmen. Term Distributif = universal/partikular tergantung kontek jika berdiri sendiri tanpa kata-kata yang menunjuk kuantitas Contoh universal: manusia dapat mati. Contoh partikular: orang batak pandai bernyanyi. TERM KOLEKTIF: pengertiannya dikenakan pada kelompok, bukan pada anggota atau individu-individu di dalamnya. Contoh: keluarga, bangsa, kesebelasan, suku. Term Kolektif = singular jika menunjuk pada satu kelompuk tertentu. Contoh: Keluarga Soeharto berharta banyak. Term Kolektif = partikular jika tanpa kata penunjuk kuantitas dan satu kelompok tertentu. Contoh: Para Mahasiswa berdemonstrasi di Bundaran HI. Term Kolektif = universal jika berdiri sendiri tanpa kata-kata yang menunjuk kuantitas. Contoh: keluarga berperan penting pada generasi muda.

8 Klasifikasi Term Berdasarkan Pengunaan Arti
TERM UNIVOK: term untuk dua/lebih realitas dalam arti sama. Contoh: bagi saya buah pir lebih segar dari pada buah apel. TERM EKUIVOK: term untuk dua/lebih realitas dalam arti berbeda. Contoh: bisa ular bisa mengakibatkan kematian. TERM ANALOG: term untuk dua/lebih realitas dalam arti sama sekaligus beda yang digunakan untuk membandingkan atau mengkiaskan. Contoh: Getaran alat musik yang dimainkannya mencerminkan getaran hatinya.

9 Klasifikasi Pengertian Term
Klasifikasi Pengertian Term: Pembagian logis suatu pengertian/term/istilah ke dalam bagian-bagian (subklas2) yang lebih kecil berdasarkan satu norma yang sama. Jenis-jenis klasifikasi: Klasifikasi Sederhana (dikotomis): jumlah subklas hanya dua. Contoh: kendaraan = bermesin atau tanpa mesin. Klasifikasi Komplek: jumlah subklasnya lebih dari dua. Contoh: Benda = padat, cair, gas.

10 Hukum Klasifikasi Pengertian Term
Harus lengkap. Semua subklas dalam lingkup pengertian harus disebutkan semua dan semua anggotanya masuk dalam subklasnya masing-masing. Contoh: Alat transportasi darat, air atau udara. Nasabah berpenghasilan < Rp. 50 jt/thn atau berpenghasilan > Rp. 50, 1 jt/thn Harus memisah-misahkan: dengan batas antar subklas yang jelas,tidak tumpang tindih dan bukan dikotomi semena-mena. Contoh tumpang tindih: nasabah berpenghasilan < Rp. 50 jt/thn dan > Rp. 50 jt/thn (di mana klas nasabah berpenghasilan Rp. 50 jt/thn?) Contoh dikonomi semena-mena: orang pancasilais dan manusia komunis. (di mana kelas orang bukan kedua-duanya?) Harus berdasarkan satu norma/prinsip yang sama. Contoh: Organisasi Masyarakat Sipil + sumber dananya = profit, non, profit, berdonor asing, berdonor dalam negeri, berswadaya-gotong royong, pribadi. Harus sesuai dengan tujuan yang dikehendaki. Contoh: untuk mengetahui jumlah karyawan berijazah S1, klasifikasi tidak mungkin dibuat dengan klas jabodetabek dan luar jabodetabek. Harus dilakukan dengan rapih. Dilakukan secara berurutan dari klas induk sampai subklas paling kecil tanpa ada yang terlewati.

11 Fungsi Bahasa INFORMATIF: menyampaikan fakta objektif dalam bentuk kalimat berita atau kalimat tanya. Contoh: (1) RS. Omni Internasional melakukan malpraktek terhadap Prita Mulyasari. (2) Bukankah Rumah Sakit wajib memberikan pelayanan terbaik kepada pasiennya? EKSPRESIF: mengungkapkan emosi/perasaan dan sikap tertentu dalam bentuk kalimat seru, kalimat berita, atau kalimat tanya. Contoh: (1) Jangan sekali pun kau datang ke sini lagi! (2) Kaulah pujaanku. (3) Masih belum puaskah kau mengecewakanku? DIREKTIF: mengarahkan orang melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam bentuk kalimat perintah dan larangan. Contoh: belajarlah yang rajin! Jangan berisik! Hormatilah orang lain! Meyakinkan orang tentang kebenaran untuk bertindak. Persuasi ini dalam bentuk kalimat berita. Contoh: Lebih Cepat, Lebih Baik. Bersama kita bisa. PERFORMATIF: mengatakan sekaligus melakukan sesuatu yang disebutkan dalam kalimat berita dengan ciri-ciri persona pertama, waktu sekarang, bentuk aktif dan kategoris. Contoh: dengan ini, rapat saya buka. Gedung ini saya beri nama ISTORA.

12 Bentuk/Format/Kemasan
Kalimat Berita Kalimat Seru Kalimat Perintah Kalimat Larangan Kalimat Tanya Isi/Muatan/Maksud/ Nuansa Informatif Ekspresif/Emotif Direktif/Imperatif/Persuasif Performatif


Download ppt "II. Logika dan Bahasa Zainul Maarif, Lc., M.Hum.."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google