Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

METODE SAMPLING METODE PENELITIAN HUKUM FAKULTAS HUKUM

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "METODE SAMPLING METODE PENELITIAN HUKUM FAKULTAS HUKUM"— Transcript presentasi:

1 METODE SAMPLING METODE PENELITIAN HUKUM FAKULTAS HUKUM
Edy Ikhsan Mahmul Siregar Bahan Ajar METODE PENELITIAN HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2010

2 METODE SAMPLING Idealnya data penelitian dikumpulkan dari seluruh populasi yang dipermasalahkan. Sulit dilaksanakan karena keterbatasan waktu dan biaya penelitian. Oleh karena itu, dalam suatu penelitian umumnya hanya dipergunakan sebagian saja dari keseluruhan populasi penelitian.

3 METODE SAMPLING POPULASI DAN SAMPLE
Populasi adalah keseluruhan atau himpunan objek dengan ciri yang sama. Populasi dapat berupa himpunan orang, benda, kejadian-kejadian, kasus-kasus, putusan-putusan atau tempat yang memiliki cirri yang sama. Sample adalah himpunan bagian atau sebagian dari populasi yang menjadi sumber pengumpulan data penelitian.

4 METODE SAMPLING target population sampled population
POPULASI DAN SAMPLE Kategori Populasi target population sampled population problem population data populasi

5 METODE SAMPLING POPULASI DAN SAMPLE Target population adalah populasi kepada siapa kesimpulan akan diberlakukan atau digeneralisasikan. Sampled population adalah darimana sample diambil. Idealnya dalam sebuah penelitian, target population identik dengan sampled population.

6 METODE SAMPLING POPULASI DAN SAMPLE
Problem population adalah populasi yang menjadi objek penelitian, kepada siapa hasil penelitian diberlakukan atau digeneralisasikan. Populasi ini pada umumnya sudah tercermin dalam rumusan masalah penelitian. Data populasi adalah populasi darimana data diperoleh melalui sample populasi tersebut. Idealnya problem population identik dengan data populasi.

7 METODE SAMPLING TEHNIK SAMPLING
Beberapa pengambilan sample penelitian : apabila pengambilan sample didasarkan atas asas probabilitas, maka penggunaan data dari sample untuk pengambilan kesimpulan tentang populasi dapat dipertanggungjawabkan ; apabila populasi homogen, maka sample adalah identik dengan populasinya ; apabila observasi atau eksperimentasi bersifat merusak unit sample, maka apabila dipergunakan populasi akan sangat merusak ; apabila populasi jumlahnya tak terbatas, pemakaian populasi adalah sesuatu yang tidak mungkin ; apabila diperlukan adanya control atau pengaturan terhadap variable tertentu atas populasi ; lingkup penelitian dapat diperluas dan diperdalam oleh karena jumlah yang diobservasi dan diberi perlakuan lebih sedikit, dengan demikian informasi yang diperoleh akan lebih teliti

8 METODE SAMPLING 1. Random Sampling simple random sampling
TEHNIK SAMPLING 1. Random Sampling simple random sampling systematic random sampling stratified random sampling cluster random sampling multistage random sampling 2. Non random sampling (non probability sampling)

9 1. simple random sampling
METODE SAMPLING TEHNIK SAMPLING Random Sampling 1. simple random sampling dipergunakan apabila populasi dianggap homogen. Tersedia daftar dari seluruh unit populasi, berikut nomor urut dari seluruh unit populasi tersebut. Pengambilan unit sample dapat dilakukan dengan melalui cara lotre atau dengan bilangan random.

10 METODE SAMPLING Keuntungan dan kelemahan simple random sampling
Keuntungan tehnik ini adalah harga rata-rata sample merupakan estimator rata-rata populasi yang “unbias” dan pelaksanaannya mudah. Sedangkan kelemahannya adalah sample dapat menyebar pada jarak yang jauh atau justru akan mengumpul pada area tertentu saja, memerlukan daftar populasi yang lengkap

11 2. systematic random sampling
METODE SAMPLING TEHNIK SAMPLING Random Sampling 2. systematic random sampling dipergunakan untuk populasi yang dianggap homogen. Tersedia daftar seluruh populasi berikut nomor urutnya. Pengambilan sample pertama dilakukan dengan sama dengan cara simple random sampling, sedangkan untuk sample kedua, ketiga dan seterusnya, ditentukan secara sistematis, yaitu meloncat ke nomor berikutnya dengan jarak tertentu.

12 2. systematic random sampling
METODE SAMPLING 2. systematic random sampling Contoh akan diambil 20 sample dari 100 unit sample dalam populasi. Dalam hal ini jarak besar loncatan ditetapkan sebesar 100 : 20 = 5. misalnya sample pertama jatuh ke unit nomor 5 (pengambilan dengan lotre), maka sample kedua dan seterusnya akan jatuh pada nomor 10 (5 + 5), 15 (10+5), demikian seterusnya sampai diperoleh 20 unit sample. Perhatikan tabel berikut :

13 METODE SAMPLING 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100

14 3. stratified random sampling
METODE SAMPLING TEHNIK SAMPLING Random Sampling 3. stratified random sampling digunakan apabila populasinya heterogen. Dalam populasi yang heterogen tersebut ternyata terdiri dari lapisan/ tingkatan yang bersifat homogen. Apabila jumlah unit tiap tingkatan sama, maka digunakan cara simple stratified random sampling, akan tetapi apabila jumlah unit untuk tiap tingkatan tidak sama, maka dipergunakan proportional stratified random sampling. Cara ini diambil dalam rangka meningkatkan derajat keterwakilan sample yang akan diambil terhadap populasinya.

15 4. cluster random sampling
METODE SAMPLING TEHNIK SAMPLING Random Sampling 4. cluster random sampling Cara ini dipergunakan apabila populasinya heterogen, dimana di dalamnya terdiri dari kelompok-kelompok (cluster) yang di dalamnya masih mengandung unit populasi yang heterogen. Dari cluster-cluster diambil secara acak dan selanjutnya dari cluster terpilih diambil unit populasi secara random sehingga diperoleh sample. Dalam hal ini heterogenitas sample diharapkan sama dengan heterogenitas populasinya.

16 4. cluster random sampling
METODE SAMPLING 4. cluster random sampling Cluster random sampling sering juga disebut area random sampling. Area dalam hal ini dapat berupa suatu area administratif, misalnya kecamatan, kelurahan, kabupaten, RT/RW dan lain sebagainya. Dapat juga area dalam artian geografis, seperti pantai, sungai, dataran tinggi, dataran rendah dan lain sebagainya. Kelemahan cara ini adalah sulit diperoleh cluster dengan heterogenitas yang benar-benar sama, sehingga sample yang diperoleh merupaka estimator yang kasar untuk populasinya. Sedangkan keuntungannya adalah penyebaran unit populasi dapat ditekan, dan tidak diperlukan daftar dari seluruh unit populasi, akan tetapi cukup daftar unit populasi dalam cluster atau area terpilih.

17 5. multistage random sampling
METODE SAMPLING TEHNIK SAMPLING Random Sampling 5. multistage random sampling Cara ini merupakan kombinasi dari cara-cara diatas, yaitu kombinasi antara simple stratified – cluster random sampling, dengan urutan-urutan bervariasi

18 METODE SAMPLING TEHNIK SAMPLING
Non random sampling (non probability sampling) tehnik sampling ini menyebabkan kesempatan setiap unit populasi untuk menjadi sample tidak sama. Contoh penggunaan tehnik ini, misalnya tehnik purposive sampling, yang banyak dipergunakan dalam penelitian kualitatif. Tehnik ini tidak mengutamakan derajat keterwakilan populasi dari sample, akan tetapi sample dipilih sesuai dengan keperluan penelitian dan yang dianggap peneliti paling tepat untuk memberikan informasi, data, atau pandangan yang terpercaya.


Download ppt "METODE SAMPLING METODE PENELITIAN HUKUM FAKULTAS HUKUM"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google