Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Peran Orangtua dalam Perlindungan Anak untuk Membentuk Karakter Generasi Z diana_setiyowati@yahoo.com.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Peran Orangtua dalam Perlindungan Anak untuk Membentuk Karakter Generasi Z diana_setiyowati@yahoo.com."— Transcript presentasi:

1 Peran Orangtua dalam Perlindungan Anak untuk Membentuk Karakter Generasi Z

2 PENGERTIAN GENERASI “Z”
Sering disebut juga dengan istilah “Net Generation”. Muncul setelah “Generasi Y” atau yang lebih dikenal dengan “Generasi Milenium” Beberapa pendapat menyatakan yang tergolong dalam Generasi Z adalah anak-anak yang terlahir sesudah tahun 1994 atau bisa juga dimulai dari yang lahir tahun 1990. Mereka yang hidup dalam masa digital. Sering disebut juga dengan istilah “Silent Generation”

3 CIRI KHAS Selalu menggunakan earphone atau headphone yang menempel di telinganya baik di rumah, perjalanan maupun tempat umum. Terkesan cuek dengan lingkungan sekitarnya. Memiliki akses yang cepat terhadap informasi dari berbagai sumber. Mampu melakukan tugas ganda atau melakukan beberapa aktivitas secara bersamaan. Lebih tertarik dengan hal-hal yang terkait dengan multimedia

4 Lanjutan Lebih menyukai interaksi di dunia maya atau jejaring sosial. Tertarik dengan metode pembelajaran yang aplikatif dan mengasyikkan. Sangat mudah beradaptasi dengan perkembangan era digital.

5 SISI POSITIF Tidak perlu kursus untuk menguasai piranti digital atau sering disebut dengan “Melek Teknologi”. Mampu melakukan tugas dengan cepat. Terampil dalam membuat jaringan secara luas di media sosial. Menumbuhkan kreativitas dan inovasi. Memiliki rasa percaya diri yang berlebih. Mudah beradaptasi dengan hal-hal baru. Memiliki wawasan pengetahuan dan informasi yang lebih luas. Mampu menciptkan peluang bisnis Menyukai tantangan.

6 SISI NEGATIF Tidak sabaran karena ingin semua serba instant.
Kurang tertarik dan kurang paham dengan proses yang terjadi. Memiliki tingkat ketergantungan yang lebih tinggi. Kurang terampil dalam berkomunikasi secara verbal. Konsumerisme meningkat. Sulit membedakan antara realitas nyata dengan realitas maya.

7 Lanjutan Kurang peka terhadap lingkungan dan orang lain. Daya juang cenderung rendah. Kemudahan akses Pornografi. Tingkat agresivitas meningkat. Rawan terhadap kekerasan.

8 Sebagai SUMBER INFORMASI
PERAN ORANGTUA! Sebagai SUMBER INFORMASI Sebagai PENDAMPING 3. Sebagai ROLE MODEL

9 3 Kunci untuk mendekati anak:
Diri sendiri Komunikasi efektif Pengetahuan

10 DIRI Tampilkan diri anda apa adanya
Tidak perlu bertindak terlalu keras Berikan yang terbaik untuk mereka Tumbuhkan kepercayaan. Menumbuhkan kehangatan, kebersamaan dan keakraban.

11 KOMUNIKASI EFEKTIF Komunikasi 2 arah (ada umpan balik)
Membuka Pintu, menumbuhkan keterbukaan  anak merasa diterima dan dihargai Mendengar Aktif Komunikasi empatik

12 KOMUNIKASI EFEKTIF Komunikasi 2 arah (ada umpan balik) Perhatikan isyarat verbal dan non verbal respon yang dapat menghambat komunikasi dengan anak: memerintah, mengancam, mendesak, memberi nasehat dengan ceramah, menilai-mengkritik, menyelidiki, mencemooh- malu … HAL TERSEBUT AKAN MEMBUAT ANAK : berhenti bicara, mempertahankan diri, menyerang, rendah diri, benci-marah, merasa bersalah, diperlakukan tidak adil, tidak dimengerti, merasa diinterogasi….

13 Membuka Pintu, menumbuhkan keterbukaan
 anak merasa diterima dan dihargai Contoh : “Ya, Ibu mengerti…; Coba ceritakan lebih banyak…; Ibu tertarik…; Kelihatannya kamu senang…; wah..menarik ya…” Menggunakan kalimat langsung yang positif : Langsung : Bisa ndak kamu ndak telat lagi? Tidak langsung : Ibu senang jika kamu berangkat tepat waktu.

14 Mendengar Aktif : Memberikan perhatian penuh
Komunikasi empatik : Kuncinya “Berusaha mengerti dahulu, baru dimengerti” Berusaha untuk mendengar tidak hanya dengan telinga tetapi dengan mata dan hati

15 PENGETAHUAN Mencari sumber pengetahuan yang benar dan terpercaya
Update perkembangan informasi terbaru dalam dunia nyata dan maya Menguasai teknologi

16 TIPS Anggap anak sebagai teman.
Hargai perbedaan pendapat dan ajak berdiskusi. Tegas pada agama dan nilai yang dianut. Berikan ruang untuk mencoba berbagai peran. Ajak anak melakukan aktivitas bersama- sama. Sering mengajak anak berkumpul dalam acara keluarga. Kenali teman-temannya.

17 Penutup Jika anak hidup dengan rasa bangga, dia akan belajar menghargai Jika anak hidup dengan kritikan, dia akan belajar untuk menghukum Jika anak hidup dengan penuh penerimaan, dia akan belajar untuk mencintai Jika anak hidup dengan rasa hina dia akan belajar merasa malu Jika anak hidup dengan penuh kejujuran, dia akan belajar untuk berkata sejujurnya

18 Penutup Jika anak hidup dengan kekerasan dia akan belajar untuk bertengkar Jika anak hidup dengan penuh keterbukaan, dia akan belajar keadilan Jika anak hidup dengan rasa iri dia akan belajar untuk merasa iri Jika anak hidup dengan berbagi, dia akan belajar kebaikan hati Jika anak hidup dengan toleransi, dia akan belajar kesabaran Jika anak hidup dengan perhatian, dia akan belajar menghormati

19 TERIMA KASIH Face book : Diana Setiyowati
HP :


Download ppt "Peran Orangtua dalam Perlindungan Anak untuk Membentuk Karakter Generasi Z diana_setiyowati@yahoo.com."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google