Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PINTU MASUK DAN SALURAN PENYEBARAN AGAMA ISLAM

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PINTU MASUK DAN SALURAN PENYEBARAN AGAMA ISLAM"— Transcript presentasi:

1 PINTU MASUK DAN SALURAN PENYEBARAN AGAMA ISLAM
PINTU MASUK AGAMA ISLAM DI INDONESIA SALURANPENYEBARAN DAN PERKEMBANGAN AGAMA ISLAM DI INDONESIA

2 Pintu masuk agama islam
Di dalam Sejarah Melayu dan Hikayat Raja-Raja Pasai, terdapat sebuah hadits yang menyebutkan Rasulullah menyuruh para sahabat untuk berdakwah di suatu tempat bernama Samudra, yang akan terjadi tidak lama lagi di kemudian hari. Pada zaman Nabi Muhammad SAW tatkala lagi hajat beliau bersabda pada sahabat baginda di Mekkah, demikian sabda baginda Nabi: “Bahwa sepeninggalku ada sebuah negeri di atas angin samudera namanya. Apabila ada didengar khabar negeri itu maka kami suruh engkau (menyediakan) sebuah kapal membawa perkakas dan kamu bawa orang dalam negeri (itu) masuk Islam serta mengucapkan dua kalimah syahadat. Syahdan, (lagi) akan dijadikan Allah SWT dalam negeri itu terbanyak daripada segala Wali Allah jadi dalam negeri itu“ Kaum sejarawan Melayu memperkirakan negeri samudra yang dimaksud adalah Kerajaan Samudra Pasai

3 PENDAPAT LAIN Namun pendapat ini bukan tidak ada kelemahan, hal ini dikarenakan Kerajaan Samudra Pasai baru muncul 600 tahun setelah wafatnya Rasulullah. Muncul dugaan negeri yang dimaksud adalah sebuah negeri maritim yang dikelilingi samudra, yang mencapai masa ke-emasan sekitar 50 tahun setelah wafatnya beliau, yang dikenal dengan nama Sriwijaya. Sriwijaya dan Dakwah Islam Terlepas apakah memiliki hubungan dengan keberadaan Hadis Rasulullah maupun tidak, Nusantara (yang merupakan daerah dikelilingi Samudra), telah dijadikan lahan dakwah, di masa ketika Rasulullah masih hidup. Hal ini bisa dibuktikan dengan ditemukannya nisan Syeikh Rukunuddin di Barus (Fansur), yang diperkirakan merupakan salah seorang sahabat Rasulullah. Dan ketika negeri maritim, (Sriwijaya) muncul, dakwah Islamiyah semakin di-intensifkan lagi. Salah satu bukti tertulis, adalah ditemukannya surat, yang berisikan korespodensi antara Raja Sriwijaya dengan Khalifah Umar bin Abdul Aziz, pada sekitar tahun 100 H (Sumber : Sriwijaya Pintu Masuk Islam ke Nusantara). Yang isi surat tersebut adalah : ”Dari Raja di Raja (Malik al Amlak) yang adalah keturunan seribu raja, yang isterinya juga cucu seribu raja, yang di dalam kandang binatangnya terdapat seribu gajah, yang di wilayahnya terdapat dua sungai yang mengairi pohon gaharu, bumbu-bumbu wewangian, pala dan kapur barus yang semerbak wanginya hingga menjangkau jarak 12 mil, kepada Raja Arab yang tidak menyekutukan tuhan-tuhan lain dengan Allah. Saya telah mengirimkan kepada Anda hadiah, yang sebenarnya merupakan hadiah yang tak begitu banyak, tetapi sekedar tanda persahabatan. Saya ingin Anda mengirimkan kepada saya seseorang yang dapat mengajarkan Islam kepada saya dan menjelaskan kepada saya tentang hukum-hukumnya”.

4 1. Surat dakwah yang disebarkan Rasulullah ke seluruh pelosok negeri, bisa jadi ada yang ditujukan kepada Raja Sriwijaya. Mengingat telah adanya hubungan perdagangan antara Sriwijaya dengan bangsa Arab, yang ditandai dengan keberadaan perkampungan Arab di Sriwijaya, tahun 625M. 2. Dakwah ke Nusantara, semakin intensif dilakukan pada masa Khalifah Muawiyah I. Dan tidak menutup kemungkinan Syeikh Rukunuddin, adalah salah seorang sahabat Rasulullah, yang dikirim Bani Umayyah, untuk menjadi salah seorang juru dakwah di Nusantara. 3. Ketika masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz, Islam sudah sangat dikenal. Kuat dugaan, Raja Sriwijaya (Sri Indravarman), adalah seorang Muslim. Dan beliau sangat berkeinginan untuk mempelajari Islam secara lebih mendalam.

5 Saluran masuk dan penyebaran agama Islam
1. Perdagangan. Jalinan hubungan perdagangan antara Indonesia dengan para pedagang Islam dari Arab, Persia, dan India telah terjalin sejak abad ke-7 Masehi. Di samping berdagang, pada pedagang Islam tersebut juga menyampaikan dan mengajarkan agama dan budaya Islam kepada orang lain, termasuk kepada orang-orang Indonesia. Kemudian banyak pedagang dari Indonesia yang memeluk Islam dan mereka turut menyebarkan ajaran agama Islam kepada masyarakat. 2. Perkawinan. Para pedagang yang melakukan kegiatan perdagangan dalam waktu yang lama memungkinkan mereka berinteraksi dengan penduduk setempat. Perkawinan antara putri pribumi dengan ulama atau pedagang Islam, antara lain pernikahan Sunan Ampel dengan Nyai Manila, pernikahan Sunan Gunung Jati dengan Putri Kawunganten, dan sebagainya. Selanjutnya, putra hasil pernikahan tersebut ikut mendukung proses syiar agama Islam di Kepulauan Nusantara.

6 3. Kesenian. Penyebaran agama Islam melalui kesenian dilakukan, antara lain melalui seni wayang kulit, seni tari, seni ukir, dan seni musik. Para penyebar Islam menciptakan seni kaligrafi, seni sastra, dan lagu-lagu dolanan untuk menarik minat penduduk agar memeluk agama Islam. Seni gamelan dan wayang kulit digunakan oleh Sunan Bonang untuk mengumpulkan massa kemudian mereka diberi nasehat-nasehat agama Islam. Cara ini tidak membuat masyarakat dipaksa dan mereka secara sadar mempelajari agama Islam. 4. Politik. Pengaruh kekuasaan seorang raja sangat besar peranannya dalam proses Islamisasi Nusantara. Ketika seorang raja memeluk Islam, maka rakyatnya akan mengikuti tindakan raja tersebut. Setelah tersosialisasinya agama Islam, maka kepentingan politik mulai dilaksanakan dengan perluasan wilayah kerajaan yang diikuti dengan penyebaran agama Islam. Contohnya Sultan Demak mengirimkan pasukannya untuk menduduki wilayah Jawa Barat dan memerintahkan untuk menyebarkan agama Islam di sana.

7 5. Pendidikan. Peran ulama, guru-guru, ataupun para kyai juga memiliki fungsi yang cukup penting dalam penyebaran agama dan kebudayaan Islam. Mereka mendirikan pondok-pondok pesantren sebagai sarana penyebaran agama Islam melalui pendidikan. Contoh pondok pesantren yang digunakan untuk menyebarkan agama Islam pada masa perkembangan Islam adalah Pondok Pesantren Ampel Denta di Surabaya yang didirikan oleh Raden Rahmat (Sunan Ampel) dan Pondok Pesantren di Giri Kedaton yang didirikan oleh Sunan Giri di Gresik, Jawa Timur. 6. Tasawuf. Salah satu saluran Islamisasi yang tak kalah pentingnya adalah tasawuf. Tasawuf adalah pengajaran agama Islam yang disesuaikan dengan alam pikiran masyarakat setempat. Para ahli taswuf hidup dalam kesederhanaan. Mereka selalu berusaha menghayati kehidupan masyarakat dan hidup di tengah-tengah masyarakat. Para ahli tasawuf yang mengajarkan agama Islam antara lain Hamzah Fansuri dari Aceh dan Sunan Panggung dari Jawa.

8 THANKS


Download ppt "PINTU MASUK DAN SALURAN PENYEBARAN AGAMA ISLAM"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google