Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Gangguan Jiwa dalam Kehamilan

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Gangguan Jiwa dalam Kehamilan"— Transcript presentasi:

1 Gangguan Jiwa dalam Kehamilan
OLEH : SILVIA PRADIPTA 2b

2 1.   Gangguan Kecemasan pada Kehamilan
Gangguan ini di tandai dengan rasa cemas dan ketakutan yang berlebihan, terutama sekali terhadap hal-hal yang masih tergolong wajar.  Semua  wanita  hamil  mempunyai  pengalaman peristiwa kecemasan. Cemas terhadap perubahan fisik, kesukaran  persalinan  dan  kesehatan  janin  yang dikandungnya. a. Gangguan cemas menyeluruh Gambaran utama gangguan ini kekhawatiran dan kecemasan  yang  berlebihan tentang  kehidupankehamilan,  misalnya  komplikasi  kehamilan, sekalipun kehamilan itu normal, yang ditandai dengan keteganga motorik dan hiperaktifitas motorik dan otonom misalnya: gemetar, gugup, gelisah, cepat  lelah;  gejala hiperaktifitas otonom misalnya nafas: nafas pendek, palpitasi, keringat, kaki dan tangan dingin pusing, mual, gangguan menelan.Kewaspadaan yang berlebihan perasaan terancam, iritabel, insomnia.

3 b. Gangguan Panik Bermanifestasi dengan  ciri-ciri  utama  adanya periode  kekhawatiran yang mendalam  atau  perasaan tidak  enak  yang berlangsung  beberapa  menit  dan sifatnya  berulang  secara  tak  terduga.  c.Gangguan obsesif kompulsif Gangguan  ini  ditandai  oleh  dorongan  dan obsesi  berulang  yang  cukup  berat  dan  menyebabkan tekanan  emosi  yang  nyata.  Obsesi  adalah  ide  yang menetap,  pikiran  atau  impuls  yang  tidak  masuk  akal, misalnya keinginan.  Tingkah  laku  kompulsif  dan  pikiran  obsesif menyebabkan  tekanan  mental  yang  nyata  pada  wanita hamil.

4 d.     Penanganan Dari Gangguan Kecemasan Pada Ibu Hamil
Di bawah ini ada beberapa penanganan kecemasan pada ibu hamil : 1).   Psikoterapi  membantu  wanita  hamil  yang mengalami kecemasan untuk mengatasi ketakutan dan kecemasan  yang  berhubungan  dengan kehamilannya. Dengan  mendiskusikan  pikiran  dan  perasaan  yang mengganggu  menyebabkan dapat lepas dari tekanan.Pengurangan gejala kecemasan membuat wanita tersebut dapat berfungsi efektif dalam hubungan pribadi dan keluarga dengan sendirinya kecemasan itu akan hilang. 2). Bila  kecemasan berlebihan  dan  mengganggu  dapat  diberikan  obat  anti cemas golongan benzodiazepin dan non benzodiazepine.                

5 2. Gangguan Afektif pada Kehamilan
Gejala  utamanya  adalah  gangguan  mood disertai dengan sindrom manik atau depresi yang bukan disebabkan  oleh  gangguan  mental  atau  penyakit  fisik. Pada gangguan ini terbagi 2 macam depresi yaitu : a.Depresi mayor Ditandai  oleh  mood  yang  disforik,  tidak  peduli pada lingkungan, kenaikan atau penurunan berat badan, insomnia  atau  hipersomnia,  kelelahan,  perasaan  tidak berharga  dan  pada  kasus  yang  berat  ada  ide  yang menetap  untuk  bunuh  diri.

6 b.Gangguan bipolar Gangguan   bipolar   atau   gangguan   manic ditandai  oleh  periode  euforia,  atau  iritabel  yang jelas, hiperaktifitas, insomnia, banyak bicara, tidak bisa  memusatkan  perhatian  dan  harga  diri  yang berlebihan.  Baik  gangguan  depresi  maupun episode  manik  bisa  disertai  gambaran  psikotik, misalnya  :  halusinasi  auditorik  maupun  ide-ide delusi, 15 – 25% diantara wanita pernah mengalami depresi  selama  hidupnya. Gejala  gangguan  depresi  yang  lain  adalah  :wajah  murung,  cengeng,  gelisah  dan  iritabilitas meningkat,  sulit  konsentrasi,  ragu-ragu,  sering lupa,  timbul  ide  kematian  dan  bunuh  diri  biasa ditemukan  pada  depresi  mayor.  Gejala  umum mania  adalah  :  ketidakstabilan  mood  dengan adanya peralihan mood yang cepat dari kemarahan dan depresi. Cara bicara mania sangat cepat, keras dan  sulit  dipotong.

7 penanganan Rawat inap sebaiknya dipikirkan sebagai pilihan pengobatan  psikofarmakologis  pada  trimester  I untuk  kasus  kehamilan  yang  tidak  direncanakan, dimana  pengobatan  harus  dihentikan  segera  dan apabila  terdapat  riwayat  gangguan  afektif  rekuren. Penggunaan  antidepresan  trisiklik  sebaiknya hanya  pada  pasien  hamil  yang  mengalami  depresi berat  yang  mengeluhkan  gejala  vegetatif  dari depresi,  seperti  :  menangis,  insomnia,  gangguan nafsu    makan  dan  ada  ide-ide  bunuh  diri. Psikoterapi  harus  digunakan  bila  ada  konflik intrapsikis  yang  berhubungan  dengan  kehamilan.Terapi  perilaku  kognitif sangat  menolong  pasien depresi  dan dapat digunakan bersama antidepresan.   Terapi elektrokompulsif (ECT) digunakan  pada  pasien  depresi  psikotik  untuk mendapatkan  respon  yang  lebih  cepat,  bila kehidupan  ibu  dan  anak  terancam.  Belum  ada hubungan yang jelas antara penggunaan nortriptilin, desipramin  atau  golongan  Selective  Serotonin Reuptake Inhibitors (SSRIs) adalah antidepresan pilihan untuk wanita hamil,  mencakup  fluoksetin dan  sertralin,  tidak  menyebabkan  hipotensi ortostatik,  konstipasi  atau  sedasi

8 3.   Gangguan Kepribadian Gangguan   kepribadian   adalah   hasil   dari penggunaan  mekanisme  pertahanan  yang  tidak cukup, stereotipi dan mal adaptasi yang kronis. The Diagnostic  and  Statistical  Manual  membagi  3  jenis gangguan  kepribadian : a.Paranoid,  skizoid  dangangguan  kepribadian  skizotipal  khas  diketahui dari keganjilan atau keeksentrikannya; b.Histerik, narkistik,  antisosial dan gangguan borderline ciri khasnya timbul secara dramatis; c.menghindar,tergantung,  kompulsif  dan  kepribadian  pasif-agresif ditandai  dengan  ketakutan  dan  kecemasan.  Faktor genetik dan lingkungan penting dalam timbulnya penyakit ini, dimana prevalensinya mungkin setinggi 20% individu yang  menderita  mengenali  masalahnya  dan  berobat.

9 4.   Psikosa Psikosa adalah tingkah laku secara keseluruhan dalam kepribadiannya berpengaruh tidak ada kontak dengan realitas.suatu gangguan jiwa dengan khilangan rasa kenyataaan(sense of reality). psikosa umumnya terbagi dalam dua golongan besar yaitu: a)     Psikosa fungsional,factor penyebabnya adalah terletak pada aspek kejiwaan, disebabkan kaarena sesuatu yang berhubungan dengan bakat keturunan. b)     Psikosa organic,disebakan oleh kelainan atau gangguan pada aspek tubuh.

10 a. Tanda tanda psikosa: Halusinasi Sejumlah kelainan peilaku,sepeti aktivitas yang meningkat ,gelisah, dan retardasi psikomotor. b.     Gejala psikosis adalah: Abnormal menampilkan emosi Kebingungan Depresi dan kadang kadang pikiran bunuh diri Kacau berpikir dan berbicara Kegembiraan Keyakinan palsu Salah persepsi Melihat,mendengar,merasakan,atau memahami hal hal yang tidak ada Berdasarkan ketakutan/kecurigaan

11 c.      Penyebab psikosa: Internal(perubahan tubuh dan hormonal ibu hamil)  Ekstenal(kehamilan yang tidak diinginkan,kehamilan beresiko,dan jark kehamilan yang terlalu dekat riwayat keguguran) d.    Pencegahan psikosa Informasiakan kepada pasien tentng penyakit yang dialaminya ANC rutin Pemenuhan nutrisi Aktivitas yang dilakukan Latihan pernafasan Senam hamil  

12 e.    Penatalaksanaan psikosa
Pengobatan tergantung pada penyebab psikosis.perawatan dirumah sakit sering kali diperlukan untuk menjamin keselamatan pasien.   Konsultasikan dengan dokter, psikiater, psikolog, dan dengan tenaga kesehatan lainnya. Sejak pemeriksaan kehamilan pertama kali dengan tenaga medis haus dengan kesabaran meyakinkan calon ibu bahwa peristiwa kehamilan dan persalinan merupakan hal yang normal dan wajar. Ajarkan dan berikan latihan latihan untuk dapat menguasai otot otot istirahat dan pernafasan Hindari kata kata dan komentar yang dapat mematahkan semangat si ibu. Hindari komentar   suatu kasus dan gelak tawa


Download ppt "Gangguan Jiwa dalam Kehamilan"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google