Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pengaturan Suhu Imran Tumenggung.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pengaturan Suhu Imran Tumenggung."— Transcript presentasi:

1 Pengaturan Suhu Imran Tumenggung

2 Pendahuluan Suhu tubuh normal 36-37,5ºC (97-99,5ºF).
Perubahan suhu rendah pada pagi hari dan tinggi pada siang hari, pola tsb khas pada tiap individu dan tdk dipengaruhi musim, maupun bekerja pada malam hari. Pada wanita terjadi variasi bulanan, setengah siklus pertama menstruasi suhu menjadi rendah dibandingkan dengan selama setengah siklus kedua. Terdapat kenaikan yg tiba-tiba sekitar 0,5ºC saat terjadinya ovulasi. Aktivitas enzimatik berfungsi dalam rentang suhu tubuh normal.

3 Pendahuluan Faktor yg mempengaruhi suhu tubuh : irama diurnal, jenis kelamin, dan usia. Pengaturan keseimbangan suhu tubuh antara penutup perifer (kulit, subkutan, otot) dan inti bagian dalam (kandungan dada, perut, tengkorak) dilakukan oleh mekanisme homeostatik yg menstabilkan panas yg didapat dan kehilangan panas. Panas yg didapat, melalui : Pembentukan panas dalam tubuh. Pengambilan panas dari lingkungan

4 Pembentukan panas Produksi panas berlangsung melalui reaksi katabolisme makanan dan aktivitas otot. Dalam kondisi basal, hati memproduksi 20% panas tubuh, otak 15%, jantung 12%, dan otot sisanya. Jumlah panas yg dihasilkan otot-otot skeletal bervariasi dari sedikit pada saat istirahat sampai dalam jumlah yg banyak selama latihan. Terdapat hubungan antara panas yg dihasilkan dengan luas permukaan tubuh.

5 Panas dari lingkungan Tubuh menerima panas dari benda-benda yg lebih panas dari dirinya sendiri. Radiasi langsung dari matahari. Radiasi yg direfleksikan dari langit. Makanan panas, minuman panas, mandi air panas. Udara panas pada iklim yg panas. Tanah yg hangat yg berhubungan dengan tubuh.

6 Pengeluaran panas Pengeluaran panas ke udara atau ke obyek yg berdekatan terjadi melalui proses-proses fisik seperti : radiasi, konduksi, konveksi, dan evaporasi. 80% panas dikeluarkan melalui kulit, sisanya melalui membran mukosa saluran pencernaan, pernapasan, dan saluran urinaria.

7 Pengeluaran panas Radiasi
adalah pemindahan panas dalam bentuk sinar infra merah antar obyek yg tidak bersentuhan. Lebih dari setengah panas yg dikeluarkan tubuh adalah melalui radiasi. b. Konduksi adalah pemindahan panas antar obyek yg bersentuhan .

8 Pengeluaran panas c. Konveksi adalah pemindahan panas ke media bergerak seperti udara atau air saat temperatur udara atau air lebih rendah dari suhu tubuh. b. Evaporasi adalah pemindahan dan pengeluaran panas melalui difusi molekul air yg menembus permukaan tubuh ke udara

9 Pengaturan suhu tubuh 1. Pusat termoregulator hipotalamus adalah sekelompok saraf pada area preoptik dan hipotalamus posterior yg berfungsi sebagai termostat. 2. Termoreseptor perifer adalah reseptor suhu yg terletak dalam kulit, mendeteksi perubahan suhu kulit atau membran mukosa tertentu serta mentransmisi informasi tsb ke hipotalamus. 3. Termoreseptor sentral adalah reseptor suhu yg terletak di antara hipotalamus anterior, medula spinalis, organ abdomen, dan organ internal lainnya, juga mendeteksi perubahan suhu darah.

10 Mekanisme penahanan panas
1. Vasokonstriksi pembuluh darah perifer, akibat stimulasi simpatis, akan mengurangi aliran darah dan pengeluaran panas melalui kulit, serta menahan darah hangat pada bagian inti tubuh. 2. Peningkatan aktivitas muskular, seperti kontraksi otot volunter dan penggigilan involunter, akan meningkatkan produksi panas. 3. Mekanisme hormon, yg meliputi peningkatan produksi epinefrin, norepinefrin, tiroksin, dan glukokortikoid, meningkatkan metabolisme dan produksi panas.

11 Mekanisme pengeluaran panas
1. Vasodilatasi pembuluh darah perifer, akibat inhibisi saraf simpatis, menyebabkan peningkatan aliran darah kepermukaan tubuh untuk memperbesar pengeluaran panas dan mengurangi tonus otot sehingga produksi panas berkurang. 2. Peningkatan sekresi kelenjar keringat, meningkatkan pengeluaran panas melalui evaporasi.

12 Demam adalah peningkatan suhu tubuh di atas normal akibat stres fisiologis seperti reaksi alergi, trauma jaringan, dehidrasi, lesi SSP, atau infeksi bakteri atau virus. Demam termasuk pertahanan nonspesifik terhadap infeksi. Pirogen eksogen (pencetus demam) yg dilepas bakteri dan pirogen endogen yg dilepas berbagai leukosit, bekerja pada hipotalamus untuk mengatur kembali kendali termoregulator normal ke suhu yg lebih tinggi.


Download ppt "Pengaturan Suhu Imran Tumenggung."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google