Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Assalaamu’alaykum wa rahmatullaahi wa barakaatuh

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Assalaamu’alaykum wa rahmatullaahi wa barakaatuh"— Transcript presentasi:

1 Assalaamu’alaykum wa rahmatullaahi wa barakaatuh
TUGAS PRESENTASI MATA KULIAH TEORI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN SEMOGA BERMANFAAT BAGI SEMUA (^^,) Assalaamu’alaykum wa rahmatullaahi wa barakaatuh 22/04/2018 Kelompok 5

2 MODEL PEMBELAJARAN DAN MODEL PEMPROSESAN INFORMASI
Disusun Oleh : Ramdhani Purnomo ( ) Titi Mustikawati ( ) Nur Dewi Susanah ( ) Meinarti ( ) Kelompok 5 22/04/2018 Kelompok 5

3 MODEL PEMBELAJARAN DAN MODEL PEMROSESAN INFORMASI
22/04/2018 Kelompok 5

4 MODEL PEMBELAJARAN PENGERTIAN CIRI-CIRI RUMPUN 22/04/2018 Kelompok 5

5 PENGERTIAN Pola umum perilaku pembelajaran untuk mencapai kompetensi atau tujuan pembelajaran yang diharapkan. Joyce dan Weil -> suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merancang bahan - bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran dikelas atau yang lain (Joyce dan Weil, 1980 : 1 ). Pengertian Model Pembelajaran Model - model pembelajaran biasanya disusun berdasarkan prinsip dan teori ilmu pengetahuan. Para ahli menyusun model - model pembelajaran berdasarkan prinsip -prinsip pendidikan, teori - teori psikologis, sosiologis, psikiatri, analisissistem atau teori -teori lain ( Joyce dan Weil 1980 ). Joyce dan Weil mempelajari model - model pembelajaran berdasarkan teori yang dikelompokkan menjadi empat model pembelajaran. Model tersebut merupakan pola umum perilaku pembelajaran untuk mencapai kompetensi atau tujuan pembelajaran yang diharapkan. Joyce dan Weil berpendapat bahwa model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merancang bahan - bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran dikelas atau yang lain (Joyce dan Weil, 1980 : 1 ). Model pembelajaran dapat dijadikan pola pilihan, artinya para guru boleh memilih model pembelajaran yang sesuai dan efisien untuk mencapai tujuan pendidikannya. 22/04/2018 Kelompok 5

6 CIRI-CIRI Berdasarkan teori pendidikan dan teori belajar dari ahli tertentu Mempunyai misi atau tujuan pendidikan tertentu. Dapat dijadikan untuk pedoman untuk perbaikan kegiatan belajar mengajar dikelas. Memiliki syntax, prinsip reaksi, sistem sosial, sistem pendukung Memiliki dampak : pembelajaran, dan pengiring. Membuat desain instruksional Ciri - ciri Model pembelajaran Model pembelajaran memiliki ciri - ciri sebagai berikut : 1. Berdasarkan teori pendidikan dan teori belajar dari para ahli tertentu. Sebagai contoh, model penelitian kelompok disusun oleh Herbert Thelen dan berdasarkan teori Jhon Dewey. Model ini dirancang untuk melatih partisipasi kelompok secara demokratis. 2. Mempunyai misi atau tujuan pendidikan tertentu. Misalnya model berfikir induktif dirancang untuk mengembangkan proses berfikir induktif. 3. Dapat dijadikan untuk pedoman untuk perbaikan kegiatan belajar mengajar dikelas. Misalnya model Synectic dirancang untuk memperbaiki kreatifitas dalam pelajaran mengarang. 4. Memiliki bagian -bagian model yang dinamakan : ( 1 ) Urutan langkah - langkah pemebelajaran ( syntax ), ( 2 ) adanya prinsip - rinsip reaksi, ( 3 ) sistem sosial, ( 4 ) sistem pendukung. Keempat bagaian tersebut merupakan pedoman praktis bila guru akan melaksanakan suatu pembelajaran. 5. Memiliki dampak sebagai akibat terapan model pembelajaran. Dampak tersebut meliputi: ( 1 ) dampak pembelajaran, yaitu hasil belajar yang dapat diukur, ( 2 ) dampak pengiring, yaitu dampak belajar jangka panjang. 6. Membuat persiapan mengajar (desain instruksional) dengan pedoman model pembelajaran yang dipilihnya. 22/04/2018 Kelompok 5

7 Model Pemprosesan Informasi Model Interaksi Sosial
RUMPUN Model Pemprosesan Informasi Model Personal Model Behavioral Model Interaksi Sosial 22/04/2018 Kelompok 5

8 Model Personal # Bertitik tolak dari teori humanistik, yaitu berorientasi terhadap pengembangan diri individu. # Perhatian utama -> emosional siswa untuk mengembangkan hubungan yang produktif dengan lingkungannya. # Menjadikan pribadi siswa yang mampu membentuk hubungan yang harmonis serta mampu memproses informasi secara efektif. Model Personal (Personal Models) Model personal menekankan pada pengembangan konsep diri setiap individu. Hal ini meliputi pengembangan proses individu dan membangun serta mengorganisasikan dirinya sendiri. Model memfokuskan pada konsep diri yang kuat dan realistis untuk membantu membangun hubungan yang produktif dengan orang lain dan lingungannya. Model ini bertitik tolak dari teori Humanistik, yaitu berorientasi pada pengembangan individu. Perhatian utamanya pada emosional peserta didik dalam mengembangkan hubungan yang produktif dengan lingkungannya. Model ini menjadikan pribadi peserta didik mampu membentuk hubungan harmonis serta mampu memproses informasi secara efektif. Tokoh humanistik adalah Abraham Maslow (1962), R. Rogers, C. Buhler dan Arthur Comb. Menurut teori ini, guru harus berupaya menciptakan kondisi kelas yang kondusif, agar peserta didik merasa bebas dalam belajar mengembangkan dirin baik emosional maupun intelektual. Teori humanistik timbul sebagai cara untuk memanusiakan manusia. Model Model Personal 1. Pengajaran non-Directif -> Carl Rogers • Menekankan pada pembentukan kemampuan untuk perkembangan pribadi dalam arti kesadaran diri, pemahaman diri, kemandirian dan konsep diri. 2. Latihan -> Fritz Perls Willian Schutz • Meningkatkan kemampuan seseorang untuk kesadaran eksplorasi diri dan • Banyak menekankan pada perkembangan kesadaran dan pemahaman antarpribadi 3. Sinerktik -> William Gordon • Mengembangkan pribadi dalam kreativitas dan pemecahan masalah kreatif 4. Penemuan Konsep -> Jerome Bruner • Sistem-sistem David Hun dirancang untuk meningkatkan kekomplekan Konseptual dan keluwesan pribadi. 5. Pertemuan Kelas -> Willian Glasser • Mengembangkan pemahaman diri dan tanggung jawab kepada diri sendiri serta kelompok sosial. 22/04/2018 Kelompok 5

9 Model Behavioral Bagian dari Stimulus-Respon
Tugas-tugas harus diberikan dalam suatu rangkaian yang kecil, berurutan, dan mengandung perilaku tertentu Bertitik tolak dari Teori Belajar Behavioristik -> memanipulasi penguatan (reinforcement) Model Modifikasi Tingkah Laku (Behavioral) Model behavioral menekankan pada perubahan perilaku yang tampak dari peserta ddik sehingga konsisten dengan konsep dirinya. Sebagai bagian dari teori stimulus-respon. Model behaviorial menekankan bahwa tugas-tugas harus diberikan dalam suatu rangkaian yang kecil, berurutan dan mengandung perilaku tertentu. Model ini bertitik tolak dari teori belajar behavioristik, yaitu bertujuan mengembangkan sistem yang efisien untuk mengurutkan tugas-tugas belajar dan membentuk tingkah laku dengan cara memanipulasi penguatan (reinforcement). Model ini lebih menekankan pada aspek perubahan perilaku psikologis dan perlilaku yang tidak dapat diamanti karakteristik model ini adalah penjabaran tugas-tugas yang harus dipelajari peserta didik lebih efisien dan berurutan. Ada empat fase dalam model modifikasi tingkah laku ini, yaitu: • fase mesin pengajaran. • penggunaan media. • pengajaran berprograma (linier dan branching) • operant conditioning, dan operant reinforcement. Implementasi dari model modifikasi tingkah laku ini adalah meningkatkan ketelitian pengucapan pada anak. Guru selalu perhatian terhadap tingkah laku belajar peserta didik. Modifikasi tingkah laku anak yang kemampuan belajarnya rendah dengan reward, sebagai reinforcement pendukung. Penerapan prinsip pembelajaran individual dalam pembelajaran klasikal. 22/04/2018 Kelompok 5

10 Model Interaksi Sosial
Menekankan pada hubungan personal dan sosial kemasyarakatan diantara peserta didik. Berfokus pada peningkatan kemampuan peserta didik. untuk berhubungandengan orang lain, terlibat dalam proses-proses yang demokratis dan bekerja secara produktif dalam masyarakat. Didasari oleh teori belajar Gestalt (field-theory). Menitikberatkan pada hubungan yang harmonis antara individu dengan masyarakat (learning to life together). Model interaksi sosial menekankan pada hubungan personal dan sosial kemasyarakatan diantara peserta didik. Model tersebut berfokus pada peningkatan kemampuan peserta didik. untuk berhubungandengan orang lain, terlibat dalam proses-proses yang demokratis dan bekerja secara produktif dalam masyarakat. Model ini didasari oleh teori belajar Gestalt (field-theory). Model interaksi sosial menitikberatkan pada hubungan yang harmonis antara individu dengan masyarakat (learning to life together). Teori pembelajaran Gestalt dirintis oleh Max Wertheimer (1912) bersama dengan Kurt Koffka dan W. Kohler. Pokok pandangan Gestalt adalah objek atau peristiwa tertentu akan dipandang sebagai suatu keseluruhan yang terorganisasikan. Makna suatu objek/peristiwa adalah terletak pada keseluruhan bentuk (Gestalt) dan bukan bagian-bagiannya. Pembelajaran akan lebih bermakna bila materi diberikan secara utuh bukan bagian-bagian. Aplikasi teori Gestalt dalam pembelajaran adalah sebagai berikut. • Pengalaman insight. Dalam proses pembelajaran peserta didik hendaknya memiliki kemampuan insight yaitu kemampuan mengenal keterkaitan unsur-unsur dalam suatu objek. Guru hendaknya mengembangkan kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah dengan insight. • Pembelajaran yang bermakna. Kebermaknaan unsur-unsur yang terkait dalam suatu objek akan menunjang pembentukan pemahaman dalam proses pembelajaran. Content yang dipelajari peserta didik hendaknya memiliki makna yang jelas baik bagi dirinya maupun bagi kehidupannya di masa yang akan datang. • Perilaku bertujuan. Perilaku terarah pada suatu tujuan. Perilaku di samping ada kaitan dengan SR-bond, juga terkait erat dengan tujuan yang hendak dicapai. Pembelajaran terjadi karena peserta didik memiliki harapan tertentu. Oleh sebab itu, pembelajaran akan berhasil bila peserta didik mengetahui tujuan yang akan dicapai. • Prinsip ruang hidup (Life space). Prinsip ini dikembangkan oleh Kurt Lewin (teori medan field theory). Prinsip ini menyatakan bahwa perilaku peserta didik terkait dengan lingkungan/medan tempat ia berada. Materi yang disampaikan hendaknya memiliki kaitan dengan situasi lingkungan tempat peserta didik berada (CTL). 22/04/2018 Kelompok 5

11 Model Pemprosesan Informasi
Model pemrosesan informasi ditekankan pada pengambilan, penguasaan, dan pemrosesan informasi. Model ini lebih memfokuskan pada fungsi kognitif peserta didik. Model ini didasari oleh teori belajar kognitif (Piaget) dan berorientasi pada kemampuan peserta didik memproses informasi yang dapat memperbaiki kemampuannya. Pemrosesan Informasi merujuk pada cara mengumpulkan/menerima stimuli dari lingkungan, mengorganisasi data, memecahkan masalah, menemukan konsep, dan menggunakan simbol verbal dan visual. Teori pemrosesan informasi/kognitif dipelopori oleh Robert Gagne (1985). Asumsinya adalah pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. Perkembangan merupakan hasil komulatif dari pembelajaran. Dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi yang kemudian diolah sehingga menghasilkan output dalam bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan informasi terjadi interaksi antara kondisi internal (keadaan individu, proses kognitif) dan kondisi-kondisi eksternal (rangsangan dari lingkungan). Interaksi antar keduanya akan menghasilkan hasil belajar. Pembelajaran merupakan keluaran dari pemrosesan informasi yang berupa kecakapan manusia (human capitalities) yang terdiri dari: (1) informasi verbal, (2) kecakapan intelektual, (3) strategi kognitif, (4) sikap, dan (5) kecakapan motorik. Pandangan pemrosesan informasi mencoba memperbaiki beberapa kekurangan teori belajar atau behaviorisme tradisionall dan gagasan perkembangan kognitif piaget. Pandangan ini menguraikan proses-proses mental dan mengajukan penjelasan rinci mengenai cara kerja proses-proses tersebut dalam situasi yang konkret (Siegler,1995) bila dimungkinkan, langkah yang diperluukan untuk menyelesaikan suatu tugas proses-proses mental khusus yang diperlukan pada langkah-langkah tersebut dan perkitaan tepat mengenai “seberapa berat” atau “seberapa lama” otak harus bekerja untuk melaksanakan langkah-langkah tersebut.

12 Model Pemprosesan-Informasi
G K U A E F T O R S P GENERATOR RESPONS KONTROL EKSEKUTIF D HARAPAN MEMORI JANGKA PENDEK PANJANG Dalam model ini, informasi dalam bentuk energi fisik tertentu (sinar untuk bahan tulis, bunyi untuk ucapan, tekanan untuk sentuhan, dan lain-lain) diterima oleh reseptor yang peka terhadap energi dalam bentuk-bentuk tertentu itu. Reseptor-reseptor ini mengirimkan tanda-tanda dalam bentuk impuls-iimpuls elektronika, ke otak. Jadi transformasi pertama yang dialami informasi ialah dari berbagai bentuk energi ke satu bentuk yang sama. Impuls-impuls efektor masuk ke seuatu registor penginderaan yang terdapat dalam sistem saraf pusat. Sangat singkat sekali, menurut Sperling (1960) hanya selama seperempat detik dari seluruh informasi yang masuk ini sebagian kecil disimpan untuk selanjutnya diteruskan ke memori jangka-pendek, sedangkan selebihnya hilang dari sitem. Proses reduksi tersebut persepsi selektif. Informasi dalam memori kerja dikode, kemudian disimpan dalam memori jangka-panjang menyimpan informasi yang akan digunakan di kemudian hari. Informasi yang telah disimpan di memori jangka-panjang, bila akan digunakan lagi harus dipanggil. Informasi yang telah dipanggil merupakan dasar generasi respons. Dalam pikiran sadar informasi mengalir dari memori jangka-panjang ke memori jangka-pendek, dan kemudian ke generator respons, tetapi untuk respons otomatis, informasi mengalir langsung dari memoru jangka-panjang ke generator respons selama pemanggilan. Generator repons mengatur urutan respons, dan membimbing efektor-efektor. Aliran informasi dalam sitem manusia ternyata bertujuan, dan diatur oleh harapan dan kontrol eksekutif. Khususnya harapan-harapan tentang hasil kegiatan mental mempengaruhi pemrosesan-informasi,seperti prosedur pengontrolan dan strategi-strategi mempengaruhi pencapaian tujuan-tujuan. Seorang guru di smp bertanya pada seorang siswa yang bernama Hadi,”bagaimana rumus massa jenis?” Hadi menjawab,”tidak tahu, pak”. Pada waktu yang sama Hadi sudah mempunyai harapan bahwa ia akan mempelajari rumus massa jenis, yang menyebabkan ia memberikan perhatian pada pelajaran yang akan diberikan. Guru itu kemudian berkata,”rumus massa jenis ialah massa/volum”. Telinga Hadi menerima pesan ini bersama dengan suara-suara lainnya, misalnya percakapan teman-temannya dan suara kendaraan di jalan. Semua suara yang didengar Hadi diubah menjadi impuls-impuls elektrokimia, dan dikirim ke register penginderaan. Pola bahwa rumus massa jenis ialah massa/volum terpilih dalam memori kerja, tetapi pola-pola suara yang lain tidak masuk. Hadi kemudian mengkode fakta bahwa rumus massa jenis ialah massa/volume dengan cara menghubungkan fakta ini dengan fakta-fakta lain yang telah diketahui tentang massa jenis (misalnya massa jenis air = 1 kg/m3) proses pengkodean ini menyebabkan fakta yang baru itu masuk kedalam momori jangka-panjang. Bila Hadi telah mengembangkan stratgi-strategi memori khusus, maka proses-proses kontrol eksekutif Hadi akan mengarahka proses pengkodean agar menggunakan strategi-strategi khusus ini. Dalam pelajaran berikutnya, guru bertanya pada Hadi,”bagaimana rumus massa jenis, Hadi?” pertanyaan ini diterima dan dipilih untuk masuk ke dalam momori kerja. Di sini pertanyaan itu menyediakan isyarat-isyarat untuk memanggil jawaban dari memori jangka-panjang. Kopi dari jawaban digunakan oleh generator respons untuk mengatur alat-alat suara yang menghasilakan suara: “rumus massa jenis ialah massa/volume”. Pada saat ini harapan Hadi, bahwa ia akan mempelajari rumus massa jenis, terpenuhi.

13 Rumpun model pemrosesan informasi
Model Berfikir Induktif Model Latihan Inkuiri Inkuiri Ilmiah Penemuan Konsep Pertumbuhan Kognitif Model Penata Lanjutan Memori Model Berfikir Induktif oleh Hilda Taba • Dirancang untuk pengembangan proses mental induktif dan penalaran akademik atau pembentukan teori. 2. Model Latihan Inkuiri oleh Richard Suchman • Dirancang untuk mengajar peserta didik menghadapi penalaran kausal dan untuk lebih fasih serta tepat dalam mengajukan pertanyaan, membentuk konsep, dan hipotesis. • Model ini pada mulanya digunakan dalam sains, tetapi kemampuan-kemampuan ini berguna untuk tujuan-tujuan pribadi dan sosial. 3. Inkuiri Ilmiah oleh Joseph J. Schwab • Dirancang untuk mengajarkan sistem penelitian dari suatu disiplin, tetapi juga diharapkan mempunyai efek dalam kawasan-kawasan lain (metode-metode sosial mungkin diajarkan dalam upaya meningkatkan pemahaman sosial dan pemecahan masalah sosial). 4 Penemuan Konsep oleh Jerome Bruner • Dirancang terutama untuk mengembangakan penalaran induktif, dan perkembangan dan analisis konsep. 5 Pertumbuhan Kognitif oleh Jean Piaget Irving Sigel Edmund Sulivan Lawrence Kohlberg • Dirancang untuk meningkatkan perkembangan intelektual, terutama penalaran logis, dan dapat diterapkan pada perkembangan sosial dan moral. 6 Model Penata Lanjutan oleh David Ausubel • Dirancang untuk meningkatkan efisiensi kemampuan pemrosesan informasi untuk menyerap dan mengaitkan bidang-bidang pengetahuan. 7 Memori oleh Harry Lorayne Jerry Lucas • Dirancang untuk meningkatkan kemampuan mengingat.

14 22/04/2018 Kelompok 5

15 PERTANYAAN Kel 8;ihsan : model pembelajaran yang mana yang cocok dengan indonesia? kel1.;bene : inkuiri dan inkuiri ilmiah? Kel4;ekasyita: model apa yang cocok zaman sekarang? Kel2;randy: teori belajar gestal? 22/04/2018 Kelompok 5


Download ppt "Assalaamu’alaykum wa rahmatullaahi wa barakaatuh"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google