Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

DAN PERBAIKAN MUTU SECARA TERUS MENERUS

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "DAN PERBAIKAN MUTU SECARA TERUS MENERUS"— Transcript presentasi:

1 DAN PERBAIKAN MUTU SECARA TERUS MENERUS
JUST IN TIME DAN PERBAIKAN MUTU SECARA TERUS MENERUS

2 JUST IN TIME DAN PERBAIKAN MUTU SECARA TERUS MENERUS
SEDANGKAN USAHA MENGADAKAN PERBAIKAN SECARA TERUS MENERUS DAN DILAKSANAKAN SECARA BERKESINAMBUNGAN (CONTINOUS IMPROVEMENT) ATAU DALAM ISTILAH JEPANG MENYEBUTNYA DENGAN “KAIZEN” ADALAH SUATU USAHA PERBAIKAN YANG MELEKAT PADA FILOSOFI TQM ITU SENDIRI

3 JUST IN TIME DAN PERBAIKAN MUTU SECARA TERUS MENERUS
BILA KITA BERBICARA MENGENAI “JUST IN TIME” , KITA HARUS MEMFOKUSKAN PEMBICARAAN MENGENAI “BIG JIT” ATAU “LITTLE JIT” “BIG JIT” MERUPAKAN SUATU FILOSOFI MANAJEMEN OPERASI YANG BERUSAHA UNTUK MENGHILANHGKAN PEMBOROSAN PADA SEMUA ASPEK DARI KEGIATAN-KEGIATAN PRODUKSI PERUSAHAAN SEDANGKAN “LITLLE JIT” LEBIH MENEKANKAN PADA PENJADWALAN , PERSEDIAAN DAN PENYEDIAAN BARANG MAUPUN JASA DIMANA DAN KAPAN DIBUTUHKAN

4 SASARAN UTAMA “JUST IN TIME” ADALAH MENINGKATKAN
PRODUKTIVITAS SISTIM PRODUKSI ATAU OPERASI DENGAN CARA MENGHILANGKAN SEMUA MACAM KEGIATAN YANG TIDAK MENAMBAHN NILAI BAGI SUATU PRODUK MISALNYA KEGIATAN MENUNGGU MESIN YANG SEDANG BEROPERASI, MENCARI ALAT-ALAT PRODUKSI, MENGHITUNG JUMLAH BAHAN BAKU YANG DATANG, KELEBIHAN PERSEDIAAN DAN MASIH BANYAK LAGI

5 ALASAN KITA UNTUK BELAJAR DAN MEMAHAMI “JUST IN TIME” ADALAH
PERUSAHAAN-PERUSAHAAN DI JEPANG MERUPAKAN PERUSAHAAN YANG UNGGUL DALAM PERSAINGAN TERUTAMA DISEBABKAN OLEH KEMAMPUAN PERUSAHAAN TERSEBUT DALAM MENGHILANGKAN PEMBOROSAN PERUSAHAAN DI JEPANG BERHASIL MENGHILANHGKAN PEMBOROSAN KARENA MENANG KONDISI ALAMNYA YANG SERBA TERBATAS

6 “JUST IN TIME” MENDASARKAN PADA
DELAPAN KUNCI UTAMA, YAITU 1. MENGHASILKAN PRODUK SESUAI DENGAN JADWAL YANG DIDASARKAN PADA PERMINTAAN 2. MEMPRODUKSI DALAM JUMLAH KECIL (SMALL LOT SIZE) 3. MENGHILANGKAN PEMBOROSAN 4. MEMPERBAIKI ALIRAN PRODUKSI 5. MENYEMPURNAKAN KUALITAS PRODUK 6. ORANG-ORANG YANG TANGGAP 7. MENGHILANHGKAN KETIDAKPASTIAN 8. PENEKANAN PADA PEMELIHARAAN JANGKA PANJANG

7 1. MENGHASILKAN PRODUK SESUAI DENGAN. JADWAL YANG DIDASARKAN PADA
1. MENGHASILKAN PRODUK SESUAI DENGAN JADWAL YANG DIDASARKAN PADA PERMINTAAN UNTUK DAPAT MENGHASILKAN PRODUK YANG SESUAI DENGAN PERMINTAAN PELANGGAN PERUSAHAAN PERLU MENGGUNAKAN SISTIM PRODUK TARIK (PULL SYSTEM) YANG DIBANTU DENGAN MENGGUNAKAN KARTU “KANBAN”

8 BEDA ANTARA “PULL SISTEM” DAN “PUSH SYSTEM”
1. MENGHASILKAN PRODUK SESUAI DENGAN JADWAL YANG DIDASARKAN PADA PERMINTAAN BEDA ANTARA “PULL SISTEM” DAN “PUSH SYSTEM” DAPAT KITA LIHAT DALAM GAMBAR TERSEBUT INI

9

10

11 2. MEMPRODUKSI DALAM JUMLAH KECIL
(SMALL LOT SIZE) BILA JUMLAH PERSEDIAAN TERSEBUT DIKURANGI, AKAN TAMPAK BAHWA PERSEDIAAN YANG ADA TERSEBUT BIASANYA MERUPAKAN PRODUK YANG TERBUANG BAIK KARENA CACAT, KARENA DITOLAK OLEH PELANGGAN , KARENA TIDAK LAKU, KARENA PENJADWALAN YANG TIDAK BAIK DAN SEBAGAINYA SEMUA BENTUK PERSEDIAAN INI SEBENARNYA DAPAT DIHILANGKAN MEMPRODUKSI DALAM JUMLAH KECIL (SMALL LOT SIZE) JUGA AKAN DAPAT MENGHILANGKAN PERSEDIAAN BARANG DALAM PROSES

12 (SMALL LOT SIZE) 2. MEMPRODUKSI DALAM JUMLAH KECIL
SELAIN ITU PERUSAHAAN YANG MENERAPKAN FILOSOFI “JIT” , JUGA MENGGUNAKAN POLA PRODUKSI CAMPUR MERATA (MIXED PRODUCTION SYSTEM) ATAU DALAM ISTILAH BAHASA JEPANG DISEBUT DENGAN “HEIJUNKA” YANG DIMAKSUDKAN DENGAN POLA PRODUKSI MERATA ADALAH MEMPRODUKSI BERMACAM-MACAM PRODUK DALAM SATU LINI PRODUKSI MISALNYA PADA SUATU PERUSAHAAN PERAKITAN MOBIL DI JEPANG MENGHASILKAN MOBIL DENGAN NAMA “TOYOTA” DALAM LINI PERAKITAN MOBIL “TOYOTA” DENGAN BERBAGAI MACAM JENIS SEPERTI “TOYOTA KIJANG , TOYOTA CORONA , TOYOTA COROLLA, TOYOTA STARLET “ DAN SEBAGAINYA SECARA BERURUTAN TUJUANNYA AGAR SELURUH PERMINTAAN PELANGGAN DAPAT TEPENUHI, PENGHEMATAN BAHAN BAKU DAN PENGHEMATAN BIAYA TENAGA KERJA

13 3. MENGHILANGKAN PEMBOROSAN
CARA MENGHILANGKAN PEMBOROSAN DENGAN MENGGUNAKAN KARTU “KANBAN” YANG MENDUKUNG SISTIM PRODUKSI TARIK (PULL SUSYEM), SEHINGGA PERUSAHAAN HANYA MEMPRODUKSI PRODUK YANG DIINGINKAN PELANGGAN SELAIN ITU , PERUSAHAAN HARUS MENERAPKAN FILOSOFI MENGHASILKAN PRODUK DENGAN BAIK SEJAK AWAL, YANG DAPAT DICAPAI DENGAN MENERAPKAN TIGA PANTANGAN DALAM PERUSAHAAN, YAITU PANTANG MENERIMA, PANTANG MEMPROSES DAN PANTANG MENYERAHKAN PRODUK CACAT

14 3. MENGHILANGKAN PEMBOROSAN
PRINSIP PERSEDIAAN “JUST IN TIME” ADALAH 1. MENGURANGI JUMLAH BARANG YANG DATANG 2. MENGHILANGKAN PERSEDIAAN PENYANGGA ATAU YANG SERING KITA KENAL DENGAN PERSEDIAAN PENGAMAN 3. MENGURANGI BIAYA PEMBELIAN ATAU PEMESANAN BARANG HAL INI DIDUKUNG DENGAN JUMLAH PEMESANAN DALAM JUMLAH BESAR TETAPI BARANG YANG DATANG KE PERUSAHAAN TERSEBUT SESUAI DENGAN KEBUTUHAN PERUSAHAAN TERSEBUT 4. MEMPERBAIKI PENANGANAN BAHAN ATAU BARANG 5. TERCAPAINYA PERSEDIAAN DALAM JUMLAH KECIL 6. MENDAPATKAN PEMASOK YANG DAPAT DIPERCAYA

15 4. MEMPERBAIKI ALIRAN PRODUKSI
UNTUK DAPAT MENATA PROSES PRODUKSI DENGAN BAIK, MAKA PERLU 5(LIMA) DISIPLIN DI TEMPAT KERJA YANG KITA KENAL DENGAN ISTILAH 5 S, YAITU SEIRI, SEITON, SEISO, SEIKETSU DAN SHITSUKE SEIRI ATAU PEMILIHAN YAITU DISIPLIN DI TEMPAT KERJA DENGAN CARA MELAKUKAN PEMISAHAN BERBAGAI ALAT ATAU KOMPONEN DI TEMPATNYA MASING-MASING SEHINGGA UNTUK MENCARINYA NANTI BILA DIPERLUKAN AKAN LEBIH MUDAH ATAU DIKATAKAN MANAJEMEN STRATIFIKASI DAN MENANGANI PENYEBAB KEGIATAN INI MELIPUTI MEMBUANG BARANG YANG TIDAK SIPERLUKAN, MENANGANI PENYEBAB KOTORAN DAN KEBOCORAN, MEMBERSIHKAN RUANGAN, MENANGANI BARANG YANG CACAT DAN RUSAK, MEMBERSIHKAN DAERAH SEKITAR PABRIK, DAN MENGATUR GUDANG

16 4. MEMPERBAIKI ALIRAN PRODUKSI
SEITON ATAU PENATAAN YAITU DISIPLIN DITEMPAT KERJA DENGAN MELAKUKAN PENYIMPANAN FUNGSIONAL DAN MEMBUANG WAKTU UNTUK MENCARI BARANG KEGIATAN INI MELIPUTI MEMBERIKAN TEMPAT KHUSUS PADA SEMUA BARANG, ADA STANDAR PENGARSIPAN, ADANYA PAPAN PENGUMUMAN YANG RAPI, PENEMPATAN FUNGSIONAL UNTUK MATERIAL, SUKU CADANG, KARTU, RAK, PERKAKAS, PERALATAN, DLL SEISO ATAU PEMBERSIHAN YAITU DISIPLIN DI TEMPAT KERJA DENGAN MELAKUKAN PEMBERSIHAN SEBAGAI PEMERIKSAAN DAN TINGKAT KEBERSIHAN MEMBUAT PEMBERSIHAN DAN PEMERIKSAAN LEBIH MUDAH, SETIAP ORANG ADALAH PENJAGA DAN PEMBERSIH GUDANG, MELAKUKAN PEMERIKSAAN KEBERSIHAN DAN KOREKSI MASALAH KECIL, MEMBERSIHKAN TEMPAT YANG TIDAK DIPERHATIKAN ORANG

17 4. MEMPERBAIKI ALIRAN PRODUKSI
SHEIKETSU ATAU PEMANTAPAN ATAU PERAWATAN, YAITU MANAJEMEN VISUAL DAN PEMANTAPAN 5-S KEGIATAN INI MELIPUTI PEMBERSIHAN TANDA, PENGUMUMAN, LABEL, PENGATURAN KABEL, KODE DAN SEBAGAINYA SECARA BENAR SHITSUKE ATAU PEMBIASAAN , YAITU PEMBENTUKAN KEBIASAAN DA TEMPAT KERJA YANG BERDISIPLIN PEMBERSIHAN BERSAMA, MANAJEMEN RUANGAN UMUM, TANGGUNG JAWAB INDIVIDUAL

18 5. MENYEMPURNAKAN KUALITAS PRODUK
PENILAIAN AKAN KUALITAS SUATU PRODUK HANYA DINILAI OLEH PELANGGAN UNTUK ITULAH MAKA FILOSOFI “TOTAL QUALITY MANAGEMENT” HARUS DIGUNAKAN SECARA BERSAMA-SAMA DENGAN PENERAPAN FILOSOFI “JUST IN TIME” INI BAIK “TQM” MAUPUN “JIT” AKAN MENEKANKAN PADA PERBAIKAN PROSES DENGAN MENEKANKAN PADA PERBAIKAN PERSONILNYA DENGAN MENGADAKAN PERUBAHAN BUDAYA

19 5. MENYEMPURNAKAN KUALITAS PRODUK
PRINSIP MANAJEMEN MUTU “JUST IN TIME” ANTARA LAIN 1. MEMELIHARA PENGENDALIAN PROSES DAN MEMBUAT SEMUA ORANG BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP TERCAPAINYA MUTU 2. MENINGKATKAN PANDANGAN MANAJEMAN TERHADAP MUTU 3. TERPENUHINYA PENGENDALIAN MUTU PRODUK OLEH PARA KARYAWAN 4. MEMBERIKAN WEWENANG KEPADA KARYAWAN UNTUK MENGADAKAN PENGENDALIAN MUTU PRODUK 5. MENGHENDAKI KOREKSI TERHADAP CACAT PRODUK OLEH PARA KARYAWAN 6. TERCAPAINYA INSPEKSI 100% TERHADAP MUTU PRODUK 7. TERPENUHINYA PEMELIHARAAN SECARA RUTIN OLEH KARYAWAN 8. PERBAIKAN MUTU SECARA TERUS-MENERUS 9. TERCAPAINYA KOMITMEN TERHADAP PENGENDALIAN MUTU JANGKA PANJANG

20 6. ORANG-ORANG YANG TANGGAP
DALAM PROSES MAKA PERUSAHAAN YANG MENGANUT FILOSOFI “JUST IN TIME” INI SELALU MENGGUNAKAN TANDA TERTENTU, YAITU DENGAN MENGGUNAKAN LAMPU ANDON INI MENYALA, KEMUDIAN PROSES SEGERA DIHENTIKAN SETELAH ITU MAKA SELURUH KARYAWAN AKAN MEMUSATKAN PERHATIAN PADA PERBAIKAN PROSES TERSEBUT KEGIATAN INI SERING DISEBUT DENGAN “JIDOKA” ATAU OTONOMASI, YAITU BAHWA SEMUA KARYAWAN BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP TERCAPAINYA PRODUK YANG BAIK DAN MENCEGAH TERJADINYA KESALAHAN

21 7. MENGHILANGKAN KETIDAKPASTIAN
“JUST IN TIME” YANG HANYA BERPRODUKSI SESUAI DENGAN PERMINTAAN PELANGGAN DAN HANYA MENYEDIAKAN BAHAN BAKU YANG SESUAI DENGAN KEBUTUHAN PROSES PRODUKSI, MEMANG MEMBUTUHKAN SUATU KETELITIAN DAN KEPASTIAN UNTUK MENGATASI KETIDAKPASTIAN YANG TIMBUL DARI SISI PEMASOK, PEUSAHAAN DAPAT MENJALIN HUBUNGAN DENGAN SATU PEMASOK UNTUK SATU MACAM BAHAN BAKU

22 7. MENGHILANGKAN KETIDAKPASTIAN
SEDANG KEIDAKPASTIAN DALAM PROSES PRODUKSI DAPAT DIHILANGKAN DENGAN MENERAPKAN SISTIM PRODUKSI TARIK (PULL PRODUCTION SYSTEM) DENGAN BANTUAN KARTU “KANBAN” KETIDAKPASTIAN DALAM PENYEDIAAN BARANG JADI BAGI PELANGGAN JUGA DAPAT DIATASI, YAITU DENGAN POLA RODUKSI CAMPUR MERATA (MIXED PRODUCTION SYSTEM) ATAU DALAM BAHASA JEPANG ISTILAHNYA ADALAH “HEIJUNKA”

23 8. PENEKANAN PADA PEMELIHARAAN JANGKA PANJANG
SUATU PERUSAHAAN YANG TELAH MELAKSANAKAN “JUST IN TIME” BAIK “BIG JIT” MAUPUN “LITTLE JIT” AKAN MAMPU MENINGKATKAN PRODUKTIVITASNYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS INI AKAN MENYERUPAI MATA RANTAI YANG TIDAK TERPUTUS SEPERTI TERSEBUT DALAM GAMBAR TERSEBUT INI

24

25 STRATEGI PENERAPAN “JUST IN TIME”
STRATEGI PENERAPAN PEMBELIAN “JUSI IN TIME” MENGUBAH SISTIM YAITU MENGUBAH CARA PENGADAAN PEMBELIAN YAITU DENGAN MEMBUAT KONTRAK JANGKA PANJANG DENGAN PEMASOK, SEHINGGA PERUSAHAAN CUKUP HANYA MEMESAN SEKALI UNTUK JANGKA PANJANG, SELANJUTNYA BARANG AKAN DATANG SESUAI DENGAN KEBUTUHAN ATAU PROSES PRODUKSI PERUSAHAAN KITA

26 STRATEGI PENERAPAN “JUST IN TIME”
PEMILIHAN PEMASOK YAITU DENGAN MEMILIH PEMASOK YANG DAPAT BEKERJA SAMA DENGAN PERUSAHAAN KITA MEMBANGUN HUBUNGAN YANG MELIPUTI ASPEK, YAITU a). MUTU PRODUK YANG DIPASOK DAN KEMAUAN PEMASOK UNTUK SELALU MENGADAKAN PERBAIKAN SECARA TERUS MENERUS DAN BERKESINAMBUNGAN b). ALIRAN INFORMASI YANG MENDUKUNG KECEPATAN TANGGAPAN PEMASOK PADA PEMBELI c). ALIRAN ATAU KEDATANGAN BARANG DARI PEMASOK UNTUK MENYESUAIKAN DENGAN JADWAL PEMBELI d). PENGURANGAN “LEAD TIME” e). HARGA YANG SESUAI DENGAN MUTU PRODUK

27 STRATEGI PENERAPAN “JUST IN TIME”
DALAM SISTIM PRODUKSI a). PERLU PERSIAPAN DAN DUKUNGAN DARI SEMUA PIHAK YANG TERLIBAT DALAM KEGIATAN OPERASIONAL PERUSAHAAN b). PENEMUAN SISTIM PRODUKSI YAITU DENGAN SISTIM TARIK (PULL SYSTEM) YANG BERTUJUAN MENGHILANGKAN SEBANYAK MUNGKIN PEMBOROSAN c). SUSUNAN LINI PRODUKSI YAITU DALAM SATU LINI PRODUKSI HARUS DIBUAT BERMACAM-MACAM BARANG SEHINGGA SEMUA KEBUTUHAN PELANGGAN YANG BERBEDA-BEDA ITU DAPAT DIPENUHI d). SELAIN ITU LINI PRODUKSI TERSEBUT MENGHEMAT BIAYA, BIAYA BAHAN , BIAYA PERSEDIAAN, DAN SEBAGAINYA e). SUSUNAN SEL-SEL KERJA YANG MENGHEMAT BIAYA, TENAGA, PERHATIAN DAN WAKTU PEMBUATAN BARANG YAITU “U-CELL”

28 STRATEGI PENERAPAN “JUST IN TIME”
f). MERANCANG TATA LETAKNYA (LAY OUT) YANG TEPAT UNTUK PROSES PRODUKSI YANG MENGAHUT FILOSOFI “JUST IN TIME” g). PENGURANGAN LEAD TIME YAITU JARAK ANTARA PEMESANAN BARANG SAMPAI DENGAN BARANG DATANG SEHINGGA PERUSAHAAN HARUS MEMPERHATIKAN JADUAL PRODUKSI h). MEMBANGUN STABILITAS SISTIM YANG NBERTUJUAN AGAR PRODUK YANG DIHASILKAN STANDAR i). MENGGUNAKAN SISTIM TARIK (PULL SISTIM) j). BERSAHABAT ATAU BEKERJASAMA DENGAN PEMASOK k). MENGADAKAN PERBAIKAN SECARA TERUS MENERUS DAN BERKESINAMBUNGAN

29 STRATEGI PENERAPAN “JUST IN TIME”
MANFAAT UTAMA SETELAH DAPAT MENERAPKAN “JUST IN TIME INI ANTARA LAIN, a). PERSEDIAAN BERKURANG “JUST IN TIME” BUKAN “ZERO INVENTORY” MELAINKAN “SAMALL LOT SIZE” ATAU MINIMASI PERSEDIAAN b). PERBAIKAN MUTU YAITU MEMBUAT HANYA PRODUK YANG SESUAI DENGAN KEBUTUHAN DAN HARAPAN PELANGGAN c). PENGURANGAN BIAYA YAITU MENGURANGI BIAYA-BIAYA YANG TIMBUL AKIBAT MELAKUKAN KEGIATAN YANG TIDAK MENAMBAH NILAI ATAU MANFAAT BAGI SUATU PRODUK d). PENGURANGAN RUANG YANG DIBUTUHKAN PERBEDAAN LAYOUT UNTUK “JUST IN TIME” YANG BUKAN (LIHAT TABEL DIBAWAH INI)

30 STRATEGI PENERAPAN “JUST IN TIME”
e). PENGURANGAN “LEAD TIME” (JANGKA WAKTU PEMESANAN BARANG SAMPAI DENGAN KEDATANGAN BARANG) f). PENINGKATAN PRODUKTIVITAS (LIHAT GAMBAR SIKLUS PENINGKATAN PRODUKTIVITAS) g). FLEKSIBILITAS LEBIH BESAR YAITU DALAM KE-AKHLI-AN KARYAWAN , JUMLAH UNIT YANG DIHASILKAN, JUMLAH BAHAN BAKU YANG HARUS DATANG, DAN SEBAGAINYA h). HUBUNGAN DENGAN PEMASOK AKAN LEBIH BAIK i). KEGIATAN PENJADUALAN DAN PENGENDALIAN LEBIH SEDERHANA , KARENA SANGAT TERGANTUNG PADA KEINGINAN PELANGGAN j). PENINGKATAN KAPASITAS YANG DAPAT DILAKUKAN SETELAH PANGSA PASAR MENINGKAT DAN PROFIT T TINGGI k). PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA SEMAKIN BAIK DENGAN FILOSOFI MUTU MENGADAKAN PERBAIKAN SECARA TERUS MENERUS DAN BERKESINAMBUNGAN l). VARIASI PRODUK LEBIH BANYAK MENGIKUTI KEINGINAN PELANGGAN

31

32

33 PERBAIKAN SECARA TERUS MENERUS (KAIZEN)
“KAIZEN” ADALAH SUATU ISTILAH DALAM BAHASA JEPANG YANG DAPAT DI ARTIKAN SEBAGAI PERBAIKAN SECARA TERUS MENERUS (CONTINOUS IMPROVEMENT) “KAIZEN” MERUPAKAN SUATU KESATUAN PANDANGAN YANG KOMPREHESNSIF DAN TERINTEGRASI YANG MELIPUTI, a). BERORIENTASI PADA PELANGGAN b). PENGENDALIAN MUTU SECARA MENYELURUH (TOTAL QUALITY MANAGEMENT) c). ROBOTIK d). GUGUS KENDALI MUTU (GKM) e). SISTIM SARAN (SS) f). OTOMATISASI g). DISIPLIN DI TENAGA KERJA h). PEMELIHARAAN PRODUKTIVITAS SECARA MENYELURUH DAN TERPADU i). KANBAN j). PENYEMPURNAAN DAN PERBAIKAN MUTU k). TEPAT WAKTU l). TANPA CACAT m). KEGIATAN KELOMPOK-KELOMPOK KECIL n). PENGEMBANGAN PRODUK BARU

34 HIRARKI KETERLIBATAN “KAIZEN”
No. MANAJEMEN PUNCAK MADYA SUPERVISOR KARYAWAN 1. Mengintroduksi KAIZEN sebagai Strategi Perusahaan Menyebarluaskan dan meng-implementasikan sasaran KAIZEN sesuai pengarahan manajemen puncak melalui penyebarluasan kebijakan Menggunakan KAIZEN dalam peranan fungsional Melibatkan diri dalam KAIZEN melalui Sistim Saran (SS) dan aktivitas kelompok kecil (GKM) 2. Memberikan dukungan dan pengarahan untuk KAIZEN dengan mengalokasi Sumber Daya Mempergunakan KAIZEN dalam kemampuan fungsional Menyempurnakan komunikasi dengan Karyawan dan mempertahankan moral yang tinggi Mempraktekkan disiplin di tempat kerja

35 HIRARKI KETERLIBATAN “KAIZEN”
No. MANAJEMEN PUNCAK MADYA SUPERVISOR KARYAWAN 3. Menetapkan kebijakan KAIZEN dan sasaran fungsional silang Menetapkan, memelihara dan menetapkan standar Menyempurnakan komunikasi dengan karyawan dan mempertahankan moral yang tinggi Melibatkan diri dalam pemngembangan diri secara terus menerus sehingga mampu memecahkan masalah secara lebih baik 4. Merealisasikan sasaran KAIZEN melalui penyebarluasan kebijakan dan audit Mengusahakan karyawan sadar KIZEN melalui program pelatihan secara intensif Mendukung aktivitas kelompok kecil (GKM) dan Sistim Saran (SS) individual Meningkatkan ketrampilan dan keakhlian melalui pendidikan dan latihan

36 HIRARKI KETERLIBATAN “KAIZEN”
No. MANAJEMEN PUNCAK MADYA SUPERVISOR KARYAWAN 5. Membentuk sistim menyusun prosedur dan struktur yang membantu KAIZEN Membantu karyawan memperoleh ketrampilan dan alat untuk memecahkan masalah Menegakkan disiplin di tempat kerja Memberikan saran KAIZEN

37 PERBAIKAN SECARA TERUS MENERUS (KAIZEN)
“KAIZEN” MERUPAKAN ISTILAH DARI PERBAIKAN SECARA TERUS MENERUS DAN BERKESINAMBUNGAN KITA JUGA SERING MENDENGAR ISTILAH “RE-ENGINEERING” YANG BERARTI MENGADAKAN PEROMBAKAN PROSES BISNIS SECARA TOTAL SAMPAI KE AKAR-AKARNYA “RE-ENGINEERING” INI DIMUNCULKAN OLEH ORANG AMERIKA UNTUK MENYAINGI KONSEP “KAIZEN” DI JEPANG DAN UNTUK MELONCAT DARI KETINGGALAN AMERIKA DARI JEPANG KALAU AMERIKA JUGA IKUT MENGGUNAKAN “KAIZEN” BERARTI POSISINYA SELALU MELAKUKAN KEGIATAN “RE-ENGINEERING” INI SETELAH DIADAKAN PEROMBAKAN TOTAL MAKA PEMELIHARAAN DAN PENINGKATAN SECARA TERUS MENERUS DAN BERKESINAMBUNGAN DAPAT DILAKSANAKAN HAL INI SAMA DENGAN ISTILAH “BENCHMARKING” YANG JUGA KITA KENAL SEBAGAI CARA UNTUK MENGADAKAN PERBAIKAN DENGAN MENIRU PRAKTEK BISNIS YANG TERBAIK DI KELASNYA, BAIK UNTUK PRODUK, JASA, MAUPUN PROSES DAN SISTIMNYA


Download ppt "DAN PERBAIKAN MUTU SECARA TERUS MENERUS"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google