Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PERWAKILAN Pokok bahasan : Asal mulanya perwakilan

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PERWAKILAN Pokok bahasan : Asal mulanya perwakilan"— Transcript presentasi:

1 PERWAKILAN Pokok bahasan : Asal mulanya perwakilan
Timbulnya perwakilan Perkembangan badan perwakilan di negara lain Hakekat lembaga perwakilan Tinjauan dari hubungan yang diwakili dan yang mewakili

2 Dari sini berkembang menjadi politik negara yang kemudian dapat dijumpai Badan yang bernama ‘Magnum Consikum’ atau ‘Parlementum’. Dari sini lah dianggap awal mula perwakilan dalam pengertian modern Selanjutnya perwakilan menjadi 2 Majelis yaitu majelis yang bersifat sebagai penasehat Juridis yang disebut House of Lord dan majelis dari lapisan masyarakat dan disebut House of Commons. Kekuasaan tersebut kemudian berpindah pada Parlemen setelah adanya penghapusan kekuasaan raja yang absolut.

3 Asal mulanya perwakilan
Diawali dari praktek kenegaraan romawi yang dalam hal ini juga menganut teori Yunani yang terkenal dengan istilah Lex Regia berasal dari seorang sarjana ulpianus yaitu berupa penyerahan kekuasaan rakyat kepada kaisar. Dan menurut sarjana bentuk penyerahan kekuasaan pada kaisar ini dianggap sudah menunjukkan adanya ‘perwakilan’ Tetapi Jellinek menyebut perwakilan kekuasaan kepada kaisar tersebut sebagai perwakilan bukan sebenarnya atau suatu perwakilan yang meng’absorsir’ segala hak-hak kenegaraan yang diwakili ( absortieven Representation)

4 Timbulnya perwakilan Perwakilan atau badan perwakilan timbul pada sistem feodal (abad menengah). Hal tersebut sejalan dengan yang pernah disampaikan seorang sarjana bernama A.F Pollard dalam bukunya The Evoilution of Parliament: “Yaitu bahwa dalam sistem feodal ini dapat dijumpai dimana tuan tanah memberikan pinjaman tanah pada bangsawan-bangsawan dan kemudian mereka menjadi tuan tanah didaerah sendiri dengan rakyat dilingkungan daerah tersebut. Dalam saat tertentu mereka yang meminjam tanah ada kalanya diundang oleh tuan tanah untuk kepentingan-kepentangan tertentu, kemudian peminjam tanah berkumpul dan mewakli orang-orang yang tinggal diwilayah yang didudukinya itu, yang kemudian dapat dijumpai suatu badan yang kemudian dikenal dengan nama badan perwakilan”. Menurut Jellinek timbulnya Konstruksi badan Perwakilan adalah : Sifat dari hukum perdata, pengaruh hukum perdata Romawi di abad menengah Adanya hak rakyat dan hak raja (sistem dualistis) yang dimaksudkan untuk mencerminkan hak rakyat

5 Perkembnangan badan perwakilan di negara lain
DI INGGRIS, adalah pertama kali negara yang mengembangkan sistem perwakilan dibidang ketatanegaraan. Timbulnya perwakilan pada abad pertengahan dimulai diadakannya wakil-wakil di tiap wilayah. Wakil ini adalah orang yang akan mendampingi raja dalam menjalankan tindakannya, wakil biasanya memiliki tanah (peminjam) yang kemudian menjadi pembesar suatu wilayah yang disebut LORD. Tugas pokok LORD adalah memberi petunjuk/laporan perkembangan apabila raja mengadiIi suatu masalah. perkembangan tersebut juga meliputi bidang hukum. Disinilah muncul tugas LORD untuk membuat peraturan-peraturan, yang tidak hanya masalah negara saja, tetapi juga termasuk persoalan anggaran.

6 Di perancis di jumpai 2 aliran yang besar yaitu :
DI PERANCIS, perwakilan di perancis tidak banyak berbeda dengan yang di inggris. Mula-mula adanya parlemen (Etats Generaux), mula-mula fungsinya sebagai penasehat Raja. Di perancis di jumpai 2 aliran yang besar yaitu : Yang mewakili mendapat instruksi dari yang diwakili atau disebut “imperatif Mandaat”. Disini perwakilan terbatas hanya menentukan Anggaran Belanja. Wakil tidak mewakili lapisan masyarakatnya saja tetapi mewakili rakyat secara keseluruhan sehingga sebagai wakil rakyat dianggap sudah mengetahui kebutuhan rakyatnya, tanpa menunggu instruksi sehingga ada kebebasan untuk menentukan apa yang akan diputuskan dalam perwakilan. Atau disebut “Teori Mandaat Bebas”

7 Thomas Hobbes mengatakan sebenarnya dalam perwakilan itu memberikan wewenang kepada seseorang untuk mewakilinya, sehingga memungkinkan orang tersebut menjalankan pemerintahan dan hendaknmya pemerintahan itu dijalankan dengan baik. Hobbes mengatakan “to give authority to one man, to represent them every one”, oleh karena itu di Yunani tidak kita jumpai adanya demokrasi langsung, sebab pada waktu di Yunani, tidak ada dewan Perwakilan. Jadi sistem perwakilan timbulnya bukan dari sistem demokrasi, tetapi berasal dari sistem feodal dalam abad menengah (ingat pendapat A.F Pollard)

8 Di Amerika Serikat Perwakilan disini mempunyai arti yang agak berlainan. Sebelum merdeka terjadi kelompok koloni tertentu dalam wilayah tertentu dan dikepalai seorang gubernur, gubernur-gubernur menurut tradisi ditunjuk oleh raja inggris, sehingga ada 2 kepentingan yang saling bertentangan yaitu badan Eksekutif dan legislatif. Kekuasaan eksekutif terdiri dari gubernur dan stafnya, ditunjuk oleh raja inggris dengan tujuan mempertahankan kedudukan raja dan tidak tunduk pada kolonis yang ada. Kekuasaan legislatif terdiri dari kolonis yang berlainan kepentingan dan memisahkan diri dari inggris. Dari sini jelas ajaran pemisahan kekuasaan sudah mulai ada.

9 Dalam bukunya The Federalist, Alexander Hamilton dan James Medison mengatakan bahwa rakyat mewakilkan wewenang pada tiga badan : Eksekutf wewenangnya pada presiden Perundang-undangan wewenangnya pada kongres Pengadilan wewenangnya pada Mahkamah Agung, atau Supreme Court

10 Hakekat lembaga perwakilan
Thomas Hobbes mengatakan bahwa dilihat dari ajaran teori perjanjian , maka perwakilan adalah absolut. Robert von Mohl mengatakan tentang perwakilan : Bahwa yang penting perwakilan adalah suatu cara dimana rakyat mempengaruhi penguasa, jadi badan yang dibentuk berdasarkan sistem perwakilan tidak perlu terbatas pada suatu badan legislatif yang selalu terikat pada tugas perundang-undangan saja. Adanya ketegasan tentang tugas-tugas kenegaraan baik dalam bidang perundang-undangan, eksekutif maupun lainnya. Dalam hal ini meskipun rakyat tidak berpartisipasi dalam pemilu akan tetapi perwakilan itu memungkinkan rakyat ikut serta memberikan pengaruhnya. Bahwa dalam perwakilan si wakil tidak usah menunggu instruksi khususnya dalam bidang hukum publik.

11 Tinjauan dari hubungan yang diwakili dan yang mewakili
Teori Mandat duduknya wakil-wakil dalam perwakilan (dianggap) memperoleh mandat dari yang diwakili, timbulnya teori ini karena sifat hakekat pada waktu lampau dimana lapisan masyarakat pada waktu itu masing-masing diwakili dalam perwakilannnya dan tak mungkin bagi yang mewakili bertindak semaunya, ataupun menyimpang dari kehendak yang mewailkan. Teori semacam ini disebut teori mandat imperatif

12 Ajaran mandat bebas merupakan perlawanan dari ajaran mandat imperatif yang di eropa kontinental dipelopori oleh Abbe Sioyes. Di Inggris diteruskan oleh Black Stone yang menganjurkan teori mandat bebas, teori ini dimaksudkan adanya ketidakterikatan dengan instruksi yang diwakili, wakil berarti mewakili seluruh rakyat Krabbe dan Thorbekke memberikan pembenaran yang lain yaitu yang penting tugas wakil rakyat dalam menentukan norma-norma hukum dan yang menjadi pegangan bukan instruksi, tetapi kesadaran hukum yang mewakili


Download ppt "PERWAKILAN Pokok bahasan : Asal mulanya perwakilan"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google