Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

AKUNTANSI BIAYA TENAGA KERJA

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "AKUNTANSI BIAYA TENAGA KERJA"— Transcript presentasi:

1 AKUNTANSI BIAYA TENAGA KERJA
BAB IV AKUNTANSI BIAYA TENAGA KERJA

2 Biaya Tenaga kerja didefinisikan sebagai pembayaran-pembayaran kepada pada pekerja yang didasarkan pada jam kerja atau dasar unit yang diproduksi. Istilah yang digunakan utk biaya tenaga kerja ini adalah biaya tenaga kerja langsung, atau utk membayar yg dinamakan “upah”. Gaji merupakan pembayaran kepada tenaga kerja/karyawan yg didasarkan pada rentang waktu seperti gaji mingguan, bulanan dan lain sebagainya. Upah dibebankan melalui rekening biaya tenaga kerja langsung, sedangkan gaji dibebankan melalui rekening biaya overhead pabrik. Akuntansi biaya tenaga kerja dimulai dgn pembayaran upah, diteruskan pd distribusi upah tersebut pada “Job”, produk atau pusat biaya (departemen produksi). Didalam upah tersebut sudah termasuk pengurangan atau potongan terhadapnya seperti pajak penghasilan, iuran astek dan lain-lain.

3 PERHITUNGAN UPAH KOTOR
Ada 3 metode dasar dalam penentuan upah kotor karyawan : Dasar tarif per jam kerja Dasar tarif per unit produksi Dasar rencana insentif

4 PENENTUAN TARIF BIAYA OVER HEAD PABRIK (BOP)
Apabila perusahaan mempunyai lebih dari satu departemen (bagian) produksi maka proses penentuan tarif BOP adalah sebagai berikut : a. Ditentukan anggaran BOP utk masing-masing departemen produksi tersebut. b. Ditentukan dasar pembebanan BOP tersebut, sesuai dgn sifat departemen produksi yg bersangkutan.

5 Dasar Pembebanan BOP antara lain :
Jumlah bahan baku, tarif BOP persentase tertentu terhadap biaya bahan baku (%.....dari biaya bahan baku). Jumlah tenaga kerja langsung, tarif BOP persentase tertentu terhadap biaya tenaga kerja langsung (%.....dari biaya tenaga kerja langsung). Kwantitas bahan baku, tarif BOP sebesar rupiah tertentu setiap pemakaian bahan baku (Rp /unit bahan baku). Jam kerja langsung, tarif BOP ditetapkan besarnya tiap jam kerja langsung (Rp. ..../perjam kerja langsung) Jam kerja mesin, tarif BOP ditetapkan besarnya tiap jam mesin (Rp /perjam kerja mesin). c. Ditetapkan tarif BOP berdasarkan : Anggaran BOP dibagi dgn dasar pembebanan. Catatan : Apabila perusahaan hanya mempunyai satu departemen, proses penentuan tarif BOP sama dgn cara diatas.

6 Contoh : Perusahaan Industri PT. Elang Jaya berproduksi melalui 2 (dua) departemen produksi. BOP dibebankan berdasarkan tarip yang ditentukan dimuka . Berikut ini keterangan-keterangan utk penentuan tarif BOP : Dept I Dept II Anggaran BOP untuk 1 tahun Rp Rp Biaya tenaga kerja langsung 1 tahun Rp Rp Pemakaian bahan baku 1 tahun Rp Rp Kwantitas pemakaian 1 tahun Kg Jumlah jam kerja langsung 1 tahun jam jam Jumlah jam kerja mesin 1 tahun jam jam Diminta : Biaya tenaga kerja langsung (BTKL) Biaya bahan baku Kwantitas bahan baku Jam kerja langsung Jam kerja mesin

7 Jawab : a. Tarif BOP berdasarkan biaya tenaga kerja langsung : - Untuk Dept I = X 100% = 50% dari BTKL - Untuk Dept II = X 100% = 40% dari BTKL b. Tarif BOP berdasarkan biaya bahan baku : - Untuk Dept I = X 100% = 66,67% dari biaya bahan c. Tarif BOP berdasarkan kwantitas bahan baku : - Untuk Dept I = : = 666,67/kg bahan d. Tarif BOP berdasarkan jam kerja langsung : - untuk Dept I = : = Rp. 500/jam kerja langsung - untuk Dept II = : = Rp. 500/jam kerja langsung e. Tarif BOP berdasarkan jam kerja mesin : - untuk Dept I = : = Rp. 400/jam kerja mesin - untuk Dept II = : = Rp. 250/jam kerja mesin

8 DISTRIBUSI BIAYA UPAH DAN GAJI KOTOR
Setelah dihitung, upah kotor harus didistribusikan atau dicatat pada rekening-rekening yg bersangkutan dgnnya. Catatan dilakukan baik pada buku besar maupun pada buku pembantu. Buku pembantu ada 2 yaitu : Metode pengumpulan harga pokok proses Metode pengumpulan harga pokok pesanan. Jurnal : Keterangan Debet Kredit Barang dalam proses XXXX Biaya overhead pabrik Biaya gaji Biaya tenaga kerja langsung dicatat pada barang dalam proses. Biaya tenaga kerja tdk langsung dicatat pada biaya overhead pabrik.

9 PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI
Biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik yg telah dihimpun dan dicatat sebagaimana telah diuraikan pada unit-unit yg lalu tujuan utamanya adalah utk menetapkan harga pokok produksi. Contoh 1 : Hitunglah harga pokok produksi dgn data-data dibawah ini : Biaya bahan baku Rp Biaya tenaga kerja Rp Biaya overhead pabrik diperhitungkan 40% dari biaya langsung. Jawab : Harga pokok produksi : Biaya bahan baku Rp Biaya tenaga kerja Rp Biaya langsung Rp BOP = 40% X = Rp Rp + +

10 Contoh 2 : Perusahaan mempunyai data produksi sebagai berikut : Produk A Produk B Produk C Biaya bahan BTKL Besarnya biaya overhead pabrik (BOP) Rp Diminta : Tentukan tarif BOP jika didasarkan : a. Biaya bahan b. Biaya tenaga kerja langsung (BTKL) c. Biaya langsung 2. Tentukan besarnya harga pokok masing-masing produk, jika BOP dibebankan berdasarkan : b. BTKL

11 Jawab 2 : a X 100% = 50% b X 100% = 75% c X 100% = 30% Produk A Produk B Produk C a. Biaya bahan BTKL BOP 50% Harga Pokok 2. b. Biaya bahan BOP 75% Harga Pokok

12 Lanjutan Jawab 2 : Produk A Produk B Produk C c. Biaya bahan BTKL Biaya langsung BOP 30% Harga Pokok

13 Latihan Soal 1 : Data-data dibawah ini diperoleh dari PT. Sinar Jaya pada bulan Okt 2014 : Dept I Dept II Anggaran BOP untuk 1 tahun Rp Rp Biaya tenaga kerja langsung 1 tahun Rp Rp Pemakaian bahan baku 1 tahun Rp Rp Kwantitas pemakaian 1 tahun Kg Jumlah jam kerja langsung 1 tahun jam jam Jumlah jam kerja mesin 1 tahun jam jam Diminta : Biaya tenaga kerja langsung (BTKL) Biaya bahan baku Kwantitas bahan baku Jam kerja langsung Jam kerja mesin

14 Jawab : a. Tarif BOP berdasarkan biaya tenaga kerja langsung : - Untuk Dept I = X 100% = 200% dari BTKL - Untuk Dept II = X 100% = 133% dari BTKL b. Tarif BOP berdasarkan biaya bahan baku : - Untuk Dept I = X 100% = 40% dari biaya bahan c. Tarif BOP berdasarkan kwantitas bahan baku : - Untuk Dept I = : = 240/kg bahan d. Tarif BOP berdasarkan jam kerja langsung : - untuk Dept I = : = Rp /jam kerja langsung - untuk Dept II = : = Rp /jam kerja langsung e. Tarif BOP berdasarkan jam kerja mesin : - untuk Dept I = : = Rp. 600/jam kerja mesin - untuk Dept II = : = Rp /jam kerja mesin

15 Latihan Soal 2 : PT. Ambarawa bergerak dalam bidang Industri. Data-data produksi Bulan Okt 2014 : Produk D Produk E Produk F Biaya bahan = BTKL = Besarnya biaya overhead pabrik (BOP) Rp Diminta : Tentukan tarif BOP jika didasarkan : a. Biaya bahan b. Biaya tenaga kerja langsung (BTKL) c. Biaya langsung 2. Tentukan besarnya harga pokok masing-masing produk, jika BOP dibebankan berdasarkan : b. BTKL

16 Latihan Soal 2 : PT. Ambarawa bergerak dalam bidang Industri. Data-data produksi Bulan Okt 2014 : Produk D Produk E Produk F Biaya bahan = BTKL = Biaya langsung = Besarnya biaya overhead pabrik (BOP) Rp Diminta : Tentukan tarif BOP jika didasarkan : a. Biaya bahan b. Biaya tenaga kerja langsung (BTKL) c. Biaya langsung 2. Tentukan besarnya harga pokok masing-masing produk, jika BOP dibebankan berdasarkan : b. BTKL

17 Jawab 2 : a X 100% = 50% b X 100% = 62,5% c X 100% = 27,78% Produk A Produk B Produk C a. Biaya bahan BTKL BOP 50% Harga Pokok Produk A Produk B Produk C 2. b. Biaya bahan BTKL BOP 62,5% Harga Pokok

18 Lanjutan Jawab 2 : Produk A Produk B Produk C 2c. Biaya bahan BTKL Biaya langsung BOP 27,78% Harga Pokok

19 TERIMA KASIH


Download ppt "AKUNTANSI BIAYA TENAGA KERJA"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google