Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

RANCANGAN STUDI EPIDEMIOLOGI PERTEMUAN 12 DEASY ROSMALA DEWI, SKM,MKES

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "RANCANGAN STUDI EPIDEMIOLOGI PERTEMUAN 12 DEASY ROSMALA DEWI, SKM,MKES"— Transcript presentasi:

1 RANCANGAN STUDI EPIDEMIOLOGI PERTEMUAN 12 DEASY ROSMALA DEWI, SKM,MKES
PRODI REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN

2 KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN
Mengetahui Rancangan Studi Epidemiologi

3

4 PENELITIAN OBSERVASIONAL
Pada penelitian observasional peneliti hanya mengamati suatu fenomena ataupun kejadian dan sama sekali tidak melakukan intervensi. Studi observasional dapat dilakukan dengan pendekatan deskriptif maupun analitik. Penelitian deskriptif bertujuan : Untuk menggambarkan pola distribusi penyakit dan determinan penyakit berdasar populasi, letak geografik, dan waktu.

5 Penelitian deskriptif antara lain dapat berupa :
Laporan kasus (case report) Studi kasus serial (case series) Studi cross-sectional. Data yang dikumpulkan dalam penelitian deskriptif biasanya meliputi : Angka kejadian penyakit pada suatu populasi Penyebaran dan frekuensi penyakit Morbiditas, dan mortalitas dalam suatu populasi. Deskripsi data dapat dikelompokkan menurut : Ciri karakteristik individu (umur, jenis kelamin, pendidikan, agama, pekerjaan, status sosio-ekonomik, status perkawinan, status kesehatan, dsb); Tempat (rumahsakit, puskesmas, kecamatan, pedesaan, dsb); Waktu (musim, siklus, dsb).

6 Penelitian deskriptif dapat memberikan beberapa manfaat yaitu :
Memberikan masukan kepada para pemberi pelayanan kesehatan, perencana kesehatan, administrator kesehatan tentang pengalokasian sumberdaya dalam rangka perencanaan kesehatan yang lebih efisien di masa mendatang, Memberikan petunjuk awal untuk merumuskan hipotesis bahwa suatu variabel adalah faktor risiko penyakit. Hipotesis tersebut kelak akan diuji lebih lanjut pada studi analitik.

7 Contoh penelitian deskriptif adalah penelitian tentang Angka kejadian infeksi di rumahsakit yang berkaitan dengan penggunaan alat medik (Tabel 1)

8 LAPORAN KASUS Adalah laporan tentang pengalaman menarik dari seseorang (kasus) yang berisi detail laporan atau profil dari pasien (kasus) Contoh: laporan kasus pada tahun 1961 tentang wanita berusia 40 tahun yang dalam premenopause menderita emboli paru 5 minggu setelah menggunakan pil kontrasepsi. LAPORAN SERI KASUS Adalah laporan tentang pengalaman menarik dari sekelompok orang (group) dengan diagnosis yang sama berisi detail laporan atau profil pasien (kasus). Laporan ini bisa juga berupa kumpulan laporan kasus yang terjadi dalam waktu singkat. Contoh: laporan kasus pada tahun 1980 tentang 5 pemuda homoseksual yang sebelumnya sehat yang menderita pneumocystic carinii di LA (USA).

9 PENELITIAN CROSS-SECTIONAL/POTONG LINTANG
Studi cross-sectiona/potong lintang  studi prevalensi Status eksposur (paparan) dan status penyakit diukur pada waktu yang bersamaan pada suatu populasi. Studi prevalensi yang menitikberatkan pada etiologi biasanya dilakukan untuk mempelajari kemungkinan faktor risiko dari suatu penyakit yang onsetnya lambat dan durasinya panjang. Dalam penelitian potong lintang, peneliti biasanya “memotret” frekuensi dan karakter penyakit, serta paparan faktor penelitian pada suatu populasi dan pada suatu saat tertentu. Data yang dihasilkan penelitian potong lintang adalah data prevalensi dan bukan insidensi, artinya, seorang penderita yang datang berulang-ulang ke rumahsakit akibat suatu penyakit akan terhitung beberapa kali sesuai dengan jumlah kedatangannya di rumahsakit untuk periksa. Dengan kata lain, semua pasien dengan diagnosis yang sama akan dihitung sebagai numerator tanpa melihat apakah kasus baru atau kasus lama.

10 Perlu diperhatikan dalam penelitian cross sectional
Penentuan populasi dalam penelitian Pengukuran eksposure Pengukuran kejadian penyakit/ prevalensi --- Point prevalens/ Period prevalens Menghitung dan mengukur adanya hubungan antara 2 variabel

11 Latihan Kasus Hitung RR dan buat interpretasinya ?

12 PENELITIAN ANALITIK Penelitian analitik bertujuan untuk memberikan jawaban atas adanya hubungan sebab-akibat antara 2 variabel. Case control study Case-control study selalu dimulai dari kasus. Seorang peneliti yang tertarik pada suatu kasus/penyakit, yang insidensinya relatif jarang dan ingin mengetahui apa saja yang menyebabkan timbulnya suatu penyakit dapat menggunakan design penelitian ini.

13 Dalam studi case control maka kasus harus didefinisikan secara sangat rinci, antara lain adalah:
apa yang dimaksud dengan kasus atau penyakit, bagaimana menegakkan diagnosis penyakit tersebut, kriteria apa saja yang harus ada untuk dapat dikatakan sebagai kasus dari mana dan kapan (periode waktu) kasus diambil bagaimana cara memperoleh kasus dsb Demikian pula halnya dengan kontrol yang juga harus didefinisikan secara rinci. Kontrol harus bersifat independen dari kasus.

14 Bias dan confounding Selection bias Measurement bias Information bias, Recall bias Confounder Mengendalikan risiko bias Restriksi Randomisasi Matching Stratifikasi

15 Penelitian case-control yang dihitung adalah Odds Ratio (OR), yang formulanya adalah sbb:
Odds Ratio ini menyatakan adanya hubungan sebab akibat antara eksposur dan outcome, yang dinyatakan dengan berapa kali risiko untuk terjadinya outcome pada kelompok eksposur dibandingkan dengan kelompok tanpa eksposur.

16 COHORT Jika penelitian case control selalu berawal dari kasus atau penyakit, maka penelitian cohort bermula dari eksposur. Disain Cohort

17 TUGAS Selection bias Measurement bias Information bias, Recall bias
Mencari pengertian tentang : Selection bias Measurement bias Information bias, Recall bias Confounder Restriksi Randomisasi Matching Stratifikasi Hitung RR dan interpretasinya pada kasus osteoartritis dan obesitas


Download ppt "RANCANGAN STUDI EPIDEMIOLOGI PERTEMUAN 12 DEASY ROSMALA DEWI, SKM,MKES"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google