Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pahlawan Nasional: Cut Nyak Dien

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pahlawan Nasional: Cut Nyak Dien"— Transcript presentasi:

1 Pahlawan Nasional: Cut Nyak Dien
Cut Nyak Dien (ejaan lama: Tjoet Nja’ Dien) dilahirkan dari keluarga bangsawan yang taat beragama di Lampadang, wilayah VI Mukim pada tahun Ayahnya bernama Teuku Nanta Setia, seorang uleebalang VI Mukim, yang juga merupakan keturunan Machmoed Sati, perantau dari Sumatera Barat. Machmoed Sati mungkin datang ke Aceh pada abad ke 18 ketika kesultanan Aceh diperintah oleh Sultan Jamalul Badrul Munir. Oleh sebab itu, Ayah dari Cut Nyak Dien merupakan keturunan Minangkabau. Ibu Cut Nyak Dien adalah putri Uleebalang Lampagar. Di usia muda, ia menikah dengan Teuku Ibrahim Lamnga, putra dari Uleebalang Lamnga XIII. Mereka memiliki satu anak laki-laki. Pada Desember 1875, Lampadang diduduki oleh Belanda. Lalu Cut Nyak Dien mengungsi ke daerah lain dan berpisah dengan suami serta ayahnya. Ibrahim Lamnga sendiri tewas di Gle Tarum pada tanggal 29 Juni 1878 yang menyebabkan Cut Nyak Dien sangat marah dan bersumpah hendak menghancurkan Belanda. Ia juga bersumpah hanya akan menikah lagi dengan laki-laki yang bersedia membantunya menuntut balas kematian mendiang suaminya. Di tahun 1880, ia menikah dengan Teuku Umar. Teuku Umar sendiri gugur dalam pertempuran Meulaboh pada 11 Februari 1899, sehingga ia berjuang sendirian di pedalaman Meulaboh bersama pasukan kecilnya. Cut Nyak Dien saat itu sudah tua dan memiliki penyakit encok dan rabun, sehingga satu pasukannya yang bernama Pang Laot melaporkan keberadaannya karena iba. Ia akhirnya ditangkap dan dibawa ke Banda Aceh. Di sana ia dirawat dan penyakitnya mulai sembuh. Namun, keberadaannya menambah semangat perlawanan rakyat Aceh. Ia juga masih berhubungan dengan pejuang Aceh yang belum tertangkap. Akibatnya, Dien dibuang ke Sumedang. Cut Nyak Dien meninggal pada tanggal 6 November 1908 dan dimakamkan di Gunung Puyuh, Sumedang. Untuk menghormati jasa-jasanya, berdasarkan SK Presiden RI No.106 Tahun 1964 pada tanggal 2 Mei 1964, Cut Nyak Dien diangkat sebagai pahlawan nasional. Perjuangan Cut Nyak Dien diinterpretasi dalam film drama epos berjudul Tjoet Nja’ Dhien pada tahun 1988 yang disutradarai oleh Eros Djarot dan dibintangi Christine Hakim sebagai Tjoet Nja’ Dhien, Piet Burnama sebagai Pang Laot, Slamet Rahardjo sebagai Teuku Umar dan juga didukung Rudy Wowor. Film ini memenangkan Piala Citra sebagai film terbaik, dan merupakan film Indonesia pertama yang ditayangkan di Festival Film Cannes (tahun 1989). Biografinya juga pernah dituangkan dalam bentuk cerita bergambar secara berseri dalam majalah anak-anak Ananda.


Download ppt "Pahlawan Nasional: Cut Nyak Dien"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google