Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Tosan Aji, Senjata Tradisional Indonesia

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Tosan Aji, Senjata Tradisional Indonesia"— Transcript presentasi:

1 Tosan Aji, Senjata Tradisional Indonesia
Marcopolo saat berkunjung ke Jawa, menulis bahwa penduduk asli mempunyai ciri gelap, rambut keriting, mata lebar, bibir tebal, dan pendek. Jauh berbeda dari penduduk Indonesia sekarang. Hal ini menunjukkan penduduk kita campuran berbagai bangsa, seperti: India, Cina, Arab, Belanda, Inggris, Portugis, dan bangsa-bangsa lain. Berbagai bangsa tadi membawa kebiasaan, budaya, agama, yang kemudian menyebabkan asimilasi. Begitu pula dengan pembuatan senjata. Pada awalnya senjata digunakan untuk berburu, kemudian beralih fungsi untuk melindungi diri atau menyerang lawan. Pada zaman primitif, senjata tradisional berupa alat untuk berburu terbuat dari kayu atau bambu. Di zaman batu, maka batulah yang digunakan sebagai senjata yang bertangkai kayu. Memasuki zaman perunggu mulai dikenal logam sebagai dasar senjata tradisional yaitu tosan aji. Tosan aji antara lain berupa tombak, keris, pedang, wedung, rencong, badik, dll. Tosan aji merupakan perpaduan antara seni dan budaya yang tinggi dan teknologi metalurgi yang canggih. Sampai sekarang, proses pembuatannya masih misteri. Bayangkan, dengan peralatan sederhana leluhur kita dapat mengolah bermacam-macam logam seperti titanium yang memiliki titik lebur tinggi hampir derajat Celcius dan sangat ringan. Saat ini titanium digunakan untuk peluru kendali, roket, dan pesawat ruang angkasa. Tosan aji bisa menimbulkan rasa keberanian yang luar biasa kepada pemilik atau pembawanya. Orang menyebut itu sebagai piyandel, penambah kepercayaan diri, bahkan keris pusaka atau tombak pusaka yang diberikan oleh raja terhadap bangsawan keraton itu mengandung kepercayaan raja terhadap bangsawan unggulan itu. Namun manakala kepercayaan raja itu dirusak oleh perilaku buruk sang adipati yang diberi keris tersebut, maka keris pusaka pemberian itu akan ditarik/diminta kembali oleh sang raja. Hubungan keris dengan sarungnya secara khusus oleh masyarakat Jawa diartikan sebagai hubungan akrab, menyatu untuk mencapai keharmonisan hidup di dunia. Maka lahirlah filosofis “manunggaling kawula - Gusti“, bersatunya abdi dengan rajanya, bersatunya insan kamil dengan penciptanya, bersatunya rakyat dengan pemimpinnya, sehingga kehidupan selalu aman damai, tenteram, bahagia, sehat sejahtera. Selain saling menghormati satu dengan yang lain masing-masing juga harus tahu diri untuk berkarya sesuai dengan porsi dan fungsinya masing-masing secara benar. Demikianlah makna yang dalam dari tosan aji sebagai karya seni budaya nasional yang mengandung berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat Jawa pada umumnya. Berikut beberapa senjata asli Indonesia tersebut: Kujang Kujang adalah sebuah senjata unik dari daerah Jawa Barat. Kujang mulai dibuat sekitar abad ke-8 atau ke-9 yang terbuat dari besi, baja, dan bahan pamor dengan panjang sekitar 20 sampai dengan 30 cm dan beratnya kurang lebih sekitar 300 gram. Kujang merupakan perkakas yang merefleksikan ketajaman dan daya kritis dalam kehidupan juga melambangkan kekuatan dan keberanian untuk melindungi hak dan kebenaran. Menjadi ciri khas, baik sebagai senjata, alat pertanian, perlambang, hiasan, atau pun tanda mata. Pada zaman dulu perkakas ini hanya digunakan oleh kelompok tertentu yaitu para raja, Prabu Anom, golongan pangiwa, panengen, golongan agamawan, para putri serta golongan kaum wanita tertentu, dan para kokolot (orang yang dituakan). Keris Berdasarkan dokumen-dokumen purbakala, keris dalam bentuk awal telah digunakan sejak abad ke-9. Kuat kemungkinannya bahwa keris telah digunakan sebelum masa tersebut. Penggunaan keris sendiri tersebar di masyarakat rumpun Melayu. Pada masa sekarang, keris umum dikenal di daerah Jawa, Madura, Bali/Lombok, Sumatra, Kalimantan serta Sulawesi, Malaysia, Brunei, Thailand dan Filipina (khususnya di daerah Mindanao). Di Mindanao, bentuk senjata yang juga disebut keris tidak banyak memiliki kemiripan meskipun juga merupakan senjata tikam. Keris memiliki berbagai macam bentuk, misalnya ada yang bilahnya berkelok-kelok (selalu ganjil) dan ada pula yang berbilah lurus. Orang Jawa menganggap perbedaan bentuk ini memiliki efek yang berbeda. Selain digunakan sebagai senjata, keris juga sering dianggap memiliki kekuatan supranatural. Senjata ini sering disebut-sebut dalam berbagai legenda tradisional, seperti Keris Mpu Gandring dalam legenda Ken Arok dan Ken Dedes. Tata cara penggunaan keris berbeda-beda di masing-masing daerah. Di daerah Jawa dan Sunda misalnya, keris ditempatkan di pinggang bagian belakang pada masa damai tetapi ditempatkan di depan pada masa perang. Sementara itu, di Sumatra, Kalimantan, Malaysia, Brunei dan Filipina, keris ditempatkan di depan. Mandau Mandau adalah senjata tajam sejenis parang berasal dari kebudayaan Dayak di Kalimantan. Mandau memiliki ukiran-ukiran di bagian bilahnya yang tidak tajam. Sering juga dijumpai tambahan lubang-lubang di bilahnya yang ditutup dengan kuningan atau tembaga dengan maksud memperindah bilah mandau. Menurut literatur di Museum Balanga, Palangkaraya, bahan baku mandau adalah besi (sanaman) matikei yang terdapat di hulu Sungai Matikei, Desa Tumbang Atei, Kecamatan Sanaman Matikai, Sambas, Kotawaringin Timur. Besi ini bersifat lentur sehingga mudah dibengkokan. Rencong Rencong adalah senjata tradisional Aceh, bentuknya menyerupai huruf L, dan bila dilihat lebih dekat bentuknya merupakan kaligrafi tulisan Bismillah. Rencong termasuk dalam kategori belati (bukan pisau ataupun pedang). Rencong memiliki tingkatan, untuk raja atau sultan biasanya terbuat dari gading (sarung) dan emas murni (bagian belatinya). Sedangkan rencong-rencong lainnya biasanya terbuat dari tanduk kerbau ataupun kayu sebagai sarungnya, dan kuningan atau besi putih sebagai belatinya.


Download ppt "Tosan Aji, Senjata Tradisional Indonesia"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google