Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

V. PERTIMBANGAN PERANCANGAN SISTEM SEKUNDER

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "V. PERTIMBANGAN PERANCANGAN SISTEM SEKUNDER"— Transcript presentasi:

1 V. PERTIMBANGAN PERANCANGAN SISTEM SEKUNDER
V-1 PENDAHULUAN PELAYANAN TERHADAP KONSUMEN DILAKUKAN MELALUI SISTEM SEKUNDER Untuk mengurangi panjang saluran sekunder : - transformator distribusi ditempatkan di pusat beban. - Sambungan rumah untuk konsumen rumah individual sependek mungkin. Untuk meningkatkan keandalan untuk beban kritis, seperti: - rumah sakit - pusat komputer - beban industri yang penting dilakukan dengan pemasangan, misalnya: generator darurat, batere, yang dilengkapi dengan penggunaan peralatan sakelar otomatis.

2 V. 2 LEVEL TEGANGAN SEKUNDER
STANDARD : 380 / 220 V

3 V.3 PERANCANGAN PRAKTIS Sistem sekunder adalah bagian antara sistem primer dengan konsumen. Sistem distribusi sekunder termasuk transformator distribusi, rangkaian sekunder (sekunder utama) sambungan rumah dan meter untuk mengukur enersi yang dikonsumsi konsumen. Umumnya sistem distribusi sekunder di rancang : satu fasa tiga fasa Perumahan Konsumen industri & Komersial

4 TIPE SISTEM DISTRIBUSI SEKUNDER
V.3 PERANCANGAN PRAKTIS TIPE SISTEM DISTRIBUSI SEKUNDER 1. Sistem pelayanan terpisah untuk setiap konsumen dengan transformator distribusi dan sambungan sekunder yang terpisah. 2. Sistem Radial dengan sekunder utama bersama yang dicatu oleh satu buah transformator dan mencatu sekelompok konsumen. 3. Sistem secondary-bank dengan sekunder utama bersama yang dicatu oleh beberapa transformator distribusi yang semuanya dicatu dengan saluran primer yang sama. 4. Sistem secondary-network dengan tipe grid utama bersama yang dicatu oleh sejumlah besar transformator distribusi yang mungkin disambung kan ke saluran yang berbeda-beda untuk catunya sendiri.

5 Sistem pelayanan terpisah
jarang digunakan dan melayani industri atau daerah pelayanan tipe pedesaan Kebanyakan sistem sekunder melayani daerah perumahan dan daerah komersial ringan Umumnya dilayani secara radial Gambar : 1

6

7 Gambar 1. Diagram satu garis sistim sekunder radial sederhana

8 V-4 SISTEM DISTRIBUSI SECONDARY BANKING
Transformator distribusi yang dihubungkan paralel, pada sisi sekunder dua atau lebih transformator yang dicatu dari saluran primer yang sama Kadang-kadang praktis pada daerah perumahan dan komersial kecil yang relatip berdekatan (jarak transformator relatip kecil) Secondary banking adalah bentuk khusus dari kofigurasi pada sistem distribusi radial Lebih disukai sekunder dengan transformator terpisah satu sama lain

9 KEUNTUNGAN 1. Memperbaiki regulasi tegangan 2. Mengurangi tegangan dip (voltage dip) atau flicker lampu (light flicker) akibat start motor 3. Memperbaiki kontinuitas pelayanan atau keandalan 4. Memperbaiki fleksibilitas didalam mengakomodasikan pertumbuhan beban Gambar : 2

10

11 Gambar 2. Dua metoda yang berbeda dari banking sekunder

12 Untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi pada sistem secondary banking pada Gambar 2, maka dibuat seperti pada Gambar 3a dan 3b.

13 Gambar 3. Dua metoda tambahan dari banking sekunder

14 KERUGIAN 1. Perlunya kehati-hatian dari sistem sekunder untuk banking transformator didalam mendeteksi fuse / sekring yang terbakar. 2. Kesulitan dalam koordinasi fuse sekunder. 3. Kesulitan untuk mengembalikan pelayanan setelah sejumlah fuse dari transformator yang berdekatan terbakar.

15 Sistem sekunder umumnya adalah : Radial
V-5 Sekunder Network Sistem sekunder umumnya adalah : Radial Kecuali untuk daerah pelayanan yang spesifik : - daerah perdagangan - instalasi militer - rumah sakit Dimana keandalan & kontinuitas lebih penting dari pada pertimbangan ekonomi dan biaya.

16 Digunakan sistem kabel bawah tanah untuk menghindari kepadatan
Sistem sekunder : Grid atau Mesh network Digunakan sistem kabel bawah tanah untuk menghindari kepadatan Gambar : 4

17 Gambar 5. Diagram satu garis segmen kecil dari sistem network sekunder

18 V- 5 Sekunder Network V-5-1 Sekunder Utama
Sistem Sekunder utama diusulkan bahwa susunan dan ukurannya hendaknya memiliki : Pembagian beban yang merata diantara network transformer Pembagian arus gangguan yang merata diantara network transformer Regulasi tegangan yang bagus untuk semua konsumen Burning dari hubung singkat atau pembumian pada tiap titik tanpa menghentikan pelayanan

19 Sistem 3 fasa 4 kawat Hantaran Udara (overhead) Kabel Tanah (underground cable)

20 V-5-2 Limiter Untuk konduktor sekunder network untuk melebur pada tegangan rendah (220V) memberikan hasil yang baik. Untuk konduktor sekunder network untuk melebur pada tegangan rendah (380V) kurang berhasil karena arus gangguan tidak cukup untuk melebur. Menimbulkan kerusakan : Kabel Kebakaran pada manholes Pelayanan terputus

21 Untuk memiliki clearing yang cepat dari gangguan disebut Limiter
Fuse limiter atau karakteristik waktu-arus di rancang untuk embolehkan arus beban normal network lewat tanpa melebur tetapi untuk bekerja dan meng clear kan bagian yang terganggu dari saluran utama sebelum isolasi kabel rusak oleh panas didalam kabel yang disebabkan angguan.

22 V-5-3 Network Protectors
Network Protector terdiri dari : Air circuit breaker dengan mekanisme kontrol untuk menutup dan membuka dengan network master dan phasing relay. Back up Fuse. Fungsi Network Protectors termasuk : 1. Dilengkapi isolasi otomatik gangguan yang terjadi di network transformator atau pada sistem primer. 2. Dilengkapi penutup otomatik dibawah kondisi yang ditentukan. 3. Dilengkapi reverse power relay yang sensitif untuk men trip circuit breaker dengan arus sekecil arus peguatan transformator. 4. Dilengkapi proteksi melawan aliran daya balik dalam beberapa saluran yang dihubungkan ke sumber yang terpisah. Gambar : 5

23 Setiap network berisi backup fuse, satu/fasa.
Fuse mempersiapkan backup proteksi untuk network transformator jika breaker network protector gagal bekerja. Gambar 5. Koordinasi ideal dari peralatan proteksi arus lebih network sekunder

24 V-5-5. Network Transformers
Pada Jaringan sekunder network, dipasang : - Diatas tiang atau platform (tergantung besarnya), misalnya : - 75 atau 150 kVA dipasang diatas tiang - 300 kVA dipasang diatas platform - Fasanya : satu fasa atau tiga fasa Catatan : Network sekunder yang di tanam, transformator di pasang didalam lobang (vault). Untuk penghematan biaya instalasi dan ruang lobang (vault) transformator dibuat 3 fasa Umumnya network transformator adalah tipe submersible dan pendingin minyak atau askarel Tergantung dari lokasi instalasi network transformator dapat juga didinginkan dry-tipe atau sealed dry-type atau submersible


Download ppt "V. PERTIMBANGAN PERANCANGAN SISTEM SEKUNDER"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google