Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Sesi-7…. STIE Dewantara By Dewi Sri Wulandari

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Sesi-7…. STIE Dewantara By Dewi Sri Wulandari"— Transcript presentasi:

1 Sesi-7…. STIE Dewantara By Dewi Sri Wulandari
TEORI STRUKTUR MODAL Sesi-7…. STIE Dewantara By Dewi Sri Wulandari

2 STRUKTUR MODAL (CAPITAL STRUCTURE),
DEFINISI STRUKTUR MODAL (CAPITAL STRUCTURE), Menggambarkan susunan keseluruhan sisi kredit neraca yang terdiri atas utang jangka pendek, utang jangka panjang, dan modal sendiri. Mencerminkan bagaimana aktiva-aktiva perusahaan dibelanjakan.

3 (FINANCIAL STRUCTURE)
LANJUTAN… STRUKTUR KEUANGAN (FINANCIAL STRUCTURE) Menggambarkan pembiayaan permanen perusahaan yang terdiri atas utang jangka panjang dan modal sendiri. Jika utang sesungguhnya (realisasi) berada dibawah target, pinjaman perlu ditambah. Jika rasio utang melampaui target jual saham.

4 LANJUTAN… Kebijakan struktur modal trade off antara risk & return.
utang meningkat risk meningkat return meningkat risk meningkat harga saham menurun return meningkat harga saham meningkat

5 Definisi struktur modal optimal
adalah struktur modal yang mengoptimalkan keseimbangan antara risk dan return sehingga memaksimalkan harga saham. Ada dua jenis risiko, yaitu: Risiko bisnis (business risk) Tingkat risiko dari operasi perusahaan jika tidak menggunakan utang. Risiko keuangan (financial risk) Risiko tambahan bagi pemegang saham biasa karena perusahaan menggunakan utang.

6 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRUKTUR MODAL
Business Risk Makin besar business risk, makin rendah rasio utang. Tax Position adalah bunga utang mengurangi pajak. Makin tinggi tarif pajak, makin besar keuntungan dari penggunaan utang. Manager Conservatism or Aggresiveness Manajer yang konservatif akan menggunakan banyak modal sendiri, sedangkan manajer yang agresif akan menggunakan banyak utang.

7 DAMPAK DARI LEVERAGE KEUANGAN
Jika EPS dengan financial leverage > EPS tanpa financial leverage, perusahaan dikatakan menghasilkan leverage yang menguntungkan (favorable financial leverage). Jika EPS dengan financial leverage < EPS tanpa financial leverage, perusahaan dikatakan menghasilkan leverage yang tidak menguntungkan (unfavorable financial leverage).

8 CONTOH 1: Perusahaan Universal memerlukan dana sebesar Rp Dana tersebut dapat dipenuhi dengan 2 alternatif, yaitu sebagai berikut: Bunga pinjaman 10% per tahun, pajak = 40%, harga per lembar Rp 10,00 EBIT = Rp 6.000,00 PERTANYAAN: Hitunglah EPS? Utang Saham 0% 20% 100% 80%

9 JAWAB: Alternatif I Utang = 0% Saham = 100% Alternatif II Utang =20%
Jumlah dana yang dibutuhkan dipenuhi dengan: Utang (i = 10%) Saham (Rp /lembar) Jumlah lembar saham Rp 1000 lembar Rp Rp 800 lembar EBIT Interest (10%) EBT Tax (40%) EAT Rp - Rp Rp 2.000 Rp Rp Rp EPS = EAT ∑ lembar saham Rp 3.600 Rp 4.350 EPS = (EBIT – I) (I – T) Shares outstanding

10 INDIFFERENCE POINT Tingkat EBIT yang dapat menghasilkan EPS yang sama besarnya pada beberapa alternatif pembelanjaan/ financial mix. a. Indifference point antara utang dengan saham biasa. Perusahaan sebelumnya belum punya obligasi. Formula = X(1 – t) = (x – c)(1 – t) S S2 Keterangan: X = EBIT pada indifference point

11 LANJUTAN… c = jumlah bunga obligasi dinyatakan dalam nilai mata uang.
t = tingkat pajak perseroan S1 = Jumlah lembar saham biasa yang beredar bila kebutuhan dan dana seluruhnya dibiayai/dibelanjai dengan saham biasa. S2 = Jumlah lembar saham biasa yang beredar bila sumber dana dari saham biasa + obligasi.

12 CONTOH 2: a) Alternatif I & II: x(1 – 0.4) = (x – 200)(1 -0,4)
480x = 600(x – 200) 480x = 600x – 120x = x = 1000

13 JAWAB: Jika EBIT Perusahaan > EBIT pada indifference point Pakai utang Alternatif I Alternatif II EBIT I (10%) EBT T (40%) EAT EPS Rp - Rp Rp Rp Rp Rp Rp

14 LANJUTAN… b. Perusahaan sebelumnya sudah punya obligasi.
Formula = (x – c1)(1 – I) = (x – c2)(1 – t) S S2 Keterangan: X = EBIT pada indifference point C1 = Bunga pinjaman (dalam nilai mata uang) yang dibayarkan untuk utang yang telah ada. C2 = Jumlah bunga pinjaman lama dan baru

15 LANJUTAN… S1 = Jumlah lembar saham biasa yang beredar bila
tambahan dana dipenuhi dengan menerbitkan saham biasa baru. S2 = Jumlah lembar saham biasa yang beredar kalau tambahan dana dipenuhi dengan hanya mengeluarkan obligasi baru bersama-sama dengan pengeluaran saham baru.

16 CONTOH 3: Suatu perusahaan mempunyai modal sebesar Rp ,00 yang terdiri atas saham biasa sebesar Rp ,00 (8.000 lembar) dan 4% obligasi sebesar Rp ,00. Perusahaan merencanakan mengadakan perluasan usaha dan untuk itu diperlukan tambahan dana sebesar Rp ,00 Tambahan dana itu akan dapat dipenuhi dengan emisi saham baru atau dengan mengeluarkan obligasi baru dengan bunga 6%tahun, tax rate = 50%. PERTANYAAN: Berapa besarnya EBIT pada titik indifference point?

17 JAWAB: C1 = 4% x Rp ,00 = Rp 8.000,00 C2 = (4% x Rp ,00) + (6% x ,00) = Rp ,00 S1 = Rp ,00 = lembar Rp 100,00

18 LANJUTAN… S2 = 8.000 Harga/lembar saham = Rp 800.000,00 Rp 100,00
(X – 8000)(1 – 0,5) = (X – )(1 – 0,5) 0,5X – 4000 = 0,5X – 4000X – = 5000X – 1000x = x = ,00

19 BUKTI: Saham Biasa Baru Obligasi Baru
EBIT Interest EBT Tax (50%) EAT Jumlah Lembar Saham EPS Rp ,00 8.000,00 60.000,00 30.000,00 10.000,00 Rp 3,00 20.000,00 48.000,00 24.000,00

20 LATIHAN SOAL: Perusahaan Santosa memerlukan dana sebesar Rp Dana tersebut dapat dipenuhi dengan 2 alternatif, yaitu sebagai berikut: Bunga pinjaman 20% per tahun, pajak = 35%, harga per lembar Rp 20, EBIT = Rp 7.500,00 PERTANYAAN: Hitunglah EPS? Utang Saham 5% 30% 95% 70%

21 THANK YOU See U Next Week….


Download ppt "Sesi-7…. STIE Dewantara By Dewi Sri Wulandari"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google