Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Riset teknologi informasi

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Riset teknologi informasi"— Transcript presentasi:

1 Riset teknologi informasi

2 Objective Materi kuliah Hari ini : Pengertian Riset Pengetahuan Ilmiah
Kriteria Riset Ilmiah Langkah-langkah Riset

3 Pengertian riset : Webster : riset sebagai suatu kata kerja yang memiliki arti memeriksa atau mencari kembali. Ndraha : riset sebagai suatu pemeriksaan atau pengujian yang teliti dan kritis dalam mencari fakta, atau prinsip-prinsip penyelidikan yang tekun guna memastikan suatu hal.

4 Definisi Penelitian (Research)
Penelitian (Research) dapat didefinisikan sebagai usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan yang dilakukan dengan menggunakan metode-metode ilmiah. Atau, rangkaian kegiatan ilmiah dalam rangka pemecahan suatu permasalahan.

5 Walaupun penelitian merupakan rangkaian kegiatan untuk memecahkan suatu permasalahan, namun hasil penelitian tidak dipergunakan sebagai pemecahan masalah secara langsung. Tugas penelitian adalah untuk mencarikan alternatif penjelasan atau jawaban dari permasalahan yang ada, yang dapat dipergunakan sebagai bagian dari informasi untuk pemecahan masalah.

6 Tugas para pengambil keputusan dan pemakai hasil penelitian untuk mengintegrasikan hasil penelitian yang satu dengan yang lain dalam bidang yang relevan guna memecahkan permasalahan. Peneliti hanya memberikan informasi ilmiah lewat temuan, kesimpulan dan saran penelitian.

7 Definisi Penelitian (Research)
sebagai usaha untuk menemukan suatu hal berdasarkan metode yang ilmiah, riset memiliki tiga hal penting yaitu sasaran, usaha untuk mencapai sasaran, Metode ilmiah.

8 Memperhatikan dan memikirkan suatu fenomena
Rasa ingin tahu Permasalahan atau pertanyaan penelitian (Research Question) Menggunakan metode untuk pembuktian Mendapatkan kesimpulan

9 Tujuan Penelitian (Research)
Untuk menemukan, mengembangkan, atau menguji kebenaran suatu pengetahuan. Menemukan : berusaha mendapatkan sesuatu untuk mengisi kekosongan atau kekurangan. menemukan sesuatu yang baru dalam bidang tertentu Mengembangkan : memperluas dan menggali lebih dalam apa yang sudah ada. Menguji Kebenaran : dilakukan bila apa yang sudah ada masih diragukan kebenarannya. menguji kebenaran sesuatu dalam bidang yang telah ada

10 Fungsi Penelitian Untuk mencarikan penjelasan dan jawaban terhadap suatu permasalahan serta memberikan alternatif bagi kemungkinan-kemungkinan yang dapat dipergunakan untuk pemecahan masalah.

11 Jenis Penelitian Penelitian dapat digolongkan berdasarkan hasil / alasan yang diperoleh : Basic Research (Penelitian Dasar): mempunyai alasan intelektual, dilakukan dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan. Bersifat abstrak dan umum. Untuk memahami permasalahan secara lebih mendalam atau untuk mengembangkan teori yang sudah ada. Contoh : Penelitian untuk menghasilkan suatu algoritma baru. Applied Reseach (Penelitian Terapan) : mempunyai alasan praktis, keinginan untuk mengetahui; bertujuan agar dapat melakukan sesuatu yang lebih baik, efektif, efisien. Bersifat konkret dan spesifik. Penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan informasi yang digunakan untuk memecahkan masalah. Menerapkan teori tertentu untuk memecahkan suatu permasalahan di kehidupan nyata. Penelitian untuk menguji suatu aplikasi internet.

12 Jenis Penelitian (2) Dilihat dari sudut pandang pendekatan analisisnya : Penelitian Kuantitatif Menekankan analisisnya pada data-data numerikal (angka) yang diolah dengan metode statistika. Melakukan pengujian (retest) terhadap teori yang sudah ada, sehingga hasilnya bisa berupa penguatan, bantahan, atau modifikasi terhadap teori tersebut. Penelitian Kualitatif Menekankan analisnya pada proses penyimpulan deduktif dan induktif serta pada analisis terhadap dinamika hubungan antar fenomena yang diamati, dengan menggunakan logika ilmiah. Menghasilkan suatu konsep, teori atau metode penelitian.

13 Jenis Penelitian (3) Berdasarkan Bidang yang diteliti:
Penelitian Sosial : Secara khusus meneliti bidang sosial seperti bidang ekonomi, pendidikan, hukum, dsb; Penelitian Eksakta : Secara khusus meneliti bidang eksakta seperti bidang Kimia, Fisika, Teknik, Teknologi Informasi, dsb;

14 Jenis Penelitian (4) Berdasarkan Tempat Penelitian :
Field Research (Penelitian Lapangan / Kancah): Penelitian yang dilakukan langsung di lapangan; Library Research (Penelitian Kepustakaan) : Penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan literatur (kepustakaan) dari penelitian sebelumnya; Laboratory Research (Penelitian Laboratorium) : Penelitian yang dilaksanakan pada tempat tertentu / lab , biasanya bersifat eksperimen atau percobaan;

15 Jenis Penelitian (5) Berdasarkan kedalaman analisisnya (taraf) :
Penelitian Deskriptif Melakukan analisis hanya sampai taraf deskripsi, menganalisis dan menyajikan fakta secara sistematik Uraian kesimpulan didasari oleh angka yang diolah tidak terlalu dalam, seperti analisis persentase dan kecenderungan (trend). Penelitian Inferensial Analisis hubungan antar variabel dengan pengujian hipotesis. Kesimpulan penelitian lebih dari data kuantitatif. Dalam mengambil kesimpulan dapat memperhitungkan faktor peluang kesalahan.

16 Pengetahuan Ilmiah Pengetahuan yang benar dapat diperoleh dengan beberapa cara, salah satunya dengan menggunakan ilmu. Sesuatu yang bersifat ilmu adalah ilmiah Ilmu yang diperoleh dari hasil penelitian atau studi disebut ilmu pengetahuan

17 Ilmiah itu harus memiliki kebenaran.
Kebenaran ilmiah harus dapat dilihat dari sisi bahwa ia sesuai dengan fakta dan aturan, obyektif, masuk akal dan memiliki asumsi-asumsi. Kebenaran ilmiah harus memiliki metode Metode ilmiah bersifat empiris, keputusan-keputusan diambil berdasarkan data empiris (pengalaman yang benar)

18 Syarat Pengetahuan ilmiah
Pengetahuan disebut ilmiah apabila memenuhi syarat-syarat : Bersifat obyektif, Bersifat luas, Bersifat dalam, Bersifat relatif, Dapat diabstraksikan, Dapat dikongkritisasi, Berupa sistem, Berkembang, Memiliki disiplin dan metode instrumentalis

19 Syarat Pengetahuan ilmiah
Pengetahuan disebut ilmiah apabila memenuhi syarat- syarat : Bersifat obyektif, Sesuai dengan kenyataan Bersifat luas, Jika ia bersifat sempit maka jika diperlluas dapat terjadi bahwa kesimpulan-kesimpulan menjadi keliru, tetapi tidak sebaliknya. Bersifat dalam, Misalnya suatu masalah timbul, cara berpikir untuk mengatasi masalah tersebut tidak hanya pada cara pragmatis, tetapi mampu sampai kepada penyebab masalah dan mencari alternatif-alternatif pemecahannya.

20 Syarat Pengetahuan ilmiah
Bersifat relatif, Maksudnya ia bersandar pada asumsi-asumsi tertentu, dimana bila asumsinya berubah maka nilai-nilainya pun ikut berubah. Contoh, jika anda berjalan didalam kereta api yang sedang melaju kearah belakang. Dilihat dari dalam kereta api memang anda bergerak mundur, tetapi kalau dilihat dari luar kereta maka akan terlihat anda sedang bergerak maju. Hal ini terjadi karena perubahan asumsi cara pandang. Dapat diabstraksikan, Maksudnya adalah seperti diketahui bahwa suatu ilmu tertentu sebagai suatu sistem tidak akan terlepas dari ilmu lainnya, sehingga ilmu-ilmu ini akan menjadi satu kesatuan ilmu pengetahuan. Oleh karenanya satu ilmu dengan ilmu lainnya harus dapat diatur atau dipisahkan sebagai satu ilmu yang berbeda.

21 Syarat Pengetahuan ilmiah
Dapat dikongkritisasi, Artinya kalau ada pertanyaan mengenai ilmu tertentu walaupun dengan pola pertanyaan 5W-1H (what, why, where, who dan how), maka akan dapat dijawab secara kongret. Berupa sistem, Artinya suatu ilmu akan memiliki kaitan dengan ilmu lain. Ia juga melakukan transformasi, memiliki input dan output sesuai dengan definisi sistem. Berkembang, Maksudnya adalah bahwa dunia yang semakin maju dan berkembang ini menjadikan masalah-masalah menjadi lebih kompleks, oleh karena itu ilmu tertentu yang dibuat pada masa lalu dan berasumsi pada situasi masa lalu perlu disesuaikan dengan situasi saat ini dan situasi akan datang

22 Syarat Pengetahuan ilmiah
Memiliki disiplin dan metode instrumentalis Dalam hal disiplin, misalkan ilmu x akan dipakai oleh ilmu y untuk mengaplikasikan suatu riset. Maka hendaknya pelu diperhatikan terminologi ilmu x pada ilmu y. Misalnya istilah yang sama di ilmu X dan ilmu Y ternyata mempunyai arti yang berbeda tetapi oleh periset dianggap sama, maka hal ini akan berakibat fatal.

23 Ilmiah itu harus memiliki kebenaran.
Kebenaran ilmiah harus dapat dilihat dari sisi bahwa ia sesuai dengan fakta dan aturan, obyektif, masuk akal dan memiliki asumsi-asumsi. Kebenaran ilmiah harus memiliki metode Metode ilmiah bersifat empiris, keputusan-keputusan diambil berdasarkan data empiris (pengalaman yang benar)

24 Kriteria Riset ilmiah Berdasarkan pada fakta Bebas dari prasangka
Menggunakan analisis Menggunakan hipotesis Menggunakan ukuran yang obyektif Menggunakan teknik kuantifikasi

25 Kriteria Riset ilmiah Berdasarkan pada fakta Bebas dari prasangka
Maksudnya berdasarkan faktayang nyata bukan kira-kira, legenda dan semacamnya. Bebas dari prasangka Maksudnya bebas dari sudut pandang yang subyektif tetapi benar-benar berdasarkan alasan dan bukti yang lengkap dengan pembuktian yang obyektif. Menggunakan analisis Maksudnya masalah harus dicari sebab-sebabnya serta pemecahannya dengan menggunakan analisis yang logis.

26 Kriteria Riset ilmiah Menggunakan hipotesis
Sebenarnya hipotesis ini hanya berguna dalam hal membantu peneliti dalam hal menuntun jalan pikirannya untuk mencapai hasil penelitiannya. Menggunakan ukuran yang obyektif Maksudnya selama melakukan proses penelitian, tahapan- tahapan hasil yang dicapai dapat diukur dengan alat ukur obyektif. Menggunakan teknik kuantifikasi Maksudnya dalam pemakaian data yang masih dapat dikuantifikasikan harus dilakukan pengkuantifikasian itu. Jauhi ukuran-ukuran seperti sejauh mata memandang, menurut hati nurani dan sebagainya.

27 Langkah-langkah Riset
Mendefinisikan dan merumuskan masalah Menyusun landasan teori atau melakukan studi kepustakaan Memformulasikan hipotesis Menentukan model Mengumpulkan data Mengolah dan menyajikan data Menganalisis dan menginterpretasi Membuat generalisasi (kesimpulan) dan rekomendasi (saran) Membuat laporan

28 Langkah-langkah Riset
1. Mendefinisikan dan merumuskan masalah Hal-hal yang dapat dipermasalahkan dalam penelitian adalah masalah atau peluang, dimana pendefinisiannya harus jelas baik keluasannya maupun kedalamannya. Masalah diartikan sebagai suatu situasi dimana suatu fakta yang terjadi sudah menyimpang dari batas-batas toleransi yang diharapkan. Sedangkan peluang merupakan suatu kondisi eksternal yang menguntungkan jika dapat diraih dengan usaha- usaha tertentu, tetapi juga dapat menjadi ancaman bila peluang itu dapat dimanfaatkan oleh pesaing.

29 Contoh statement masalah
Adanya gejala penurunan kepuasan kerja karyawan Penjualan suatu produk tidak meningkat dan menurun dari waktu ke waktu padahal biaya promosi meningkat. Contoh peluang Adanya pasar lain yang potensial tetapi belum dimanfaatkan Adanya tawaran SDM yang menguasai teknologi tertentu yang ternyata dibutuhkan perusahaan. Penggunaan sistem yang terkomputersasi akan mempercepat proses transaksi

30 Rumusan permasalahan :
Setelah masalah diketahui, selanjutnya dibuat suatu rumusan masalah yang tujuannya adalah agar peneliti maupun pengguna hasil penelitian mempunyai persepsi yang sama dengan penelitian yang dihasilkan. Ditinjau dari pertanyaan- pertanyaan yang berpola 5W+1H (what, why, where, who dan how) Contoh : Rumusan permasalahan : Menggunakan desain deskriptif yang sulit dihipotesiskan Menganalisis aspek-aspek kepuasan kerja karyawan dan karyawati bagian penjualan produk sepatu di PT. X Menggunakan desain kausal yang mudah dihipotesiskan Menganalisis pengaruh biaya promosi terhadap penjualan produk sepatu di PT. X

31 Langkah-langkah Riset
2. Menyusun landasan teori atau melakukan studi kepustakaan Untuk melakukan penelitian seperti pembuatan suatu model atau ingin membandingkan apa yang seharusnya terjadi dengan kejadian sebenarnya maka digunakanlah teori. Penggunaan teori dapat mengacu pada buku-buku teks ataupun penelitian orang lain. Hal ini merupakan keharusan.

32 Langkah-langkah Riset
3. Memformulasikan hipotesis Hipotesis merupakan anggapan sementara tentang suatu fenomena tertentu yang akan diselidiki. Kegunaannya untuk membantu peneliti untuk mencapai hasil penelitiannya. Tidak semua riset menggunakan hipotesis, khususnya riset yang menggunakan desain deskriptif dan desain eksploratori.

33 Contoh : Rumusan masalah : Formula Hipotesis :
Menganalisis pengaruh biaya promosi terhadap penjualan produk sepatu di PT. X Formula Hipotesis : Tidak ada pengaruh antara biaya promosi terhadap penjualan.

34 Langkah-langkah Riset
4. Menentukan model Model merupakan contoh mengandung unsur yang bersifat menyederhanakan untuk ditiru. Model dipergunakan untuk membayangkan kemungkinan-kemungkinan setelah mengetahui data serta asumsi-asumsinya, sehingga keadaan menjadi lebih jelas dan kemungkinan apa yang dapat terjadi juga dapat dibayangkan.

35 Pentingnya pemakaian model dalam analis adalah untuk :
Mengetahui hubungan antara masalah yang dipecahkan dengan unsur-unsur yang terkait Mengetahui hubungan antar unsur-unsur tadi Merumuskan hipotesis mengenai hakikat hubungan antar unsur.

36 Contoh: Dalam ilmu komputer, model pengujian (testing) dapat dipakai untuk menguji beban suatu server Dalam ilmu ekonomi manajemen, model matematis dapat dipakai untuk menguji hubungan antar fenomena.

37 Langkah-langkah Riset
5. Mengumpulkan data Data merupakan bahan baku informasi yang sangat penting dalam melakukan penelitian. Dalam melakukan pengumpulan data harus menggunakan teknik-teknik yang tepat. Jika pengumpulan data dilakukan dengan cara yang salah, maka akan mengakibatkan informasi menjadi salah, sehingga hasil penelitianpun tidak dapat dipertanggungjawabkan.

38 Langkah-langkah Riset
6. Mengolah dan menyajikan data Setelah data dikumpulkan, selanjutnya data diolah sehingga dapat menyajikan informasi yang lebih mudah untuk diinterpretasikan dan dianalisis lebih lanjut. Seperti dalam bentuk tabel, grafik dan nilai statistik. Untuk kemudahan, dapat dipergunakan program komputer yang mendukung.

39 Langkah-langkah Riset
7. Menganalisis dan menginterpretasi Setelah data diolah, kemudian informasi hasil olahan di analisis lebih lanjut dengan menggunakan alat- alat analisis yang sesuai dengan tujuan riset agar menghasilkan kajian yang cukup tajam, mendalam dan luas. Alat-alat analisis kuantitatif maupun kualitatif dapat dipilih sesuai dengan bidangnya, tujuannya dan desain penelitiannya.

40 Langkah-langkah Riset
8. Membuat generalisasi (kesimpulan) dan rekomendasi (saran) Setelah melakukan analisis dan interpretasi, selanjutnya peneliti membuat generalisasi (kesimpulan umum) berdasarkan batasan-batasan penelitian yang ada dan sesuai dengan hipotesis yang diajukan. Selain itu juga perlu menyajikan saran, karena penelitian biasanya memiliki keterbatasan- keterbatasan atau asumsi-asumsi.

41 Jika riset merupakan riset terapan, maka agar hasil riset dapat diterapkan dengan baik maka bisa saja ada saran- saran yang perlu dipertimbangkan oleh pelaksana hasil riset. Jika riset merupakan riset dasar, artinya riset yang bertujuan untuk kepentingan teori, dengan adanya keterbatasan penelitian biasanya disarankan agar peneliti yang selanjutnya untuk menindaklanjuti hasil riset ini dengan menggunakan asumsi-asumsi yang lain. Sehingga dapat dihasilkan suatu scientific law yang berlaku umum.

42 Langkah-langkah Riset
9. Membuat laporan Akhirnya hasil kerja dari penelitian harus dibuat dalam bentuk suatu laporan tertulis sesuai dengan teknik atau aturan-aturan penulisan tertentu. S1 skripsi, S2 tesis, S3 disertasi. Selanjutnya, laporan tersebut akan dikaji secara bersama-sama untuk diputuskan apakah hasil kajian ini perlu diubah, diperbaiki, dilanjutkan atau ditolak menjadi sebuah karya yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

43 Untuk menilai kualitas penelitian yang baik ada beberapa kriteria:
Memiliki tujuan yang jelas, berdasarkan pada permasalahan tepat. Menggunakan landasan teori yang tepat dan metode penelitian yang cermat dan teliti. Mengembangkan hipotesis yang dapat diuji. Dapat didukung (diulang) dengan menggunakan riset-riset yang lain, sehingga dapat diuji tingkat validitas dan reliabilitasnya . Memiliki tingkat ketepatan dan kepercayaan yang tinggi Bersifat obyektif, artinya kesimpulan yang ditarik harus benar- benar berdasarkan data yang diperoleh dilapangan Dapat digeneralisasikan, artinya hasil penelitian dapat diterapkan pada lingkup yang lebih luas


Download ppt "Riset teknologi informasi"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google