Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MATERI MASA ORIENTASI PESERTA DIDIK BARU (MOPDB)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MATERI MASA ORIENTASI PESERTA DIDIK BARU (MOPDB)"— Transcript presentasi:

1 MATERI MASA ORIENTASI PESERTA DIDIK BARU (MOPDB)

2 Profile Nama : Nur Shollah, SH.I Profesi : Guru/Dosen
Alamat : Kp. Setu RT 003/002 Kel. Ciganjur Kec. Jagakarsa Jakarta Selatan Organisasi : Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Ciputat Pengurus Besar Gerakan Santri Nusantara (PB GSN) Sekarang Pengurus Pusat Perhimpunan Masyarakat Bantuan Hukum Indonesia (PP PMBHI) Sekarang Majelis Al-Hikmah Nur As-Syabaab (MANSYA) Jakarta Selatan Sekarang

3 WAWASAN WIYATA MANDALA MOS (Masa Orientasi Siswa)
PENDAHULUAN ARTI DAN MAKNA WAWASAN WIYATA MANDALA SEKOLAH DAN FUNGSINYA SEKOLAH SEBAGAI LINGKUNGAN PENDIDIKAN KETAHANAN SEKOLAH DALAM WAWASAN WIYATA MANDALA PENUTUP

4 PENDAHULUAN Dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan nasional, iklim belajar mengajar yang dapat menumbuhkan percaya diri dan budaya belajar dikalangan masyarakat perlu terus dikembangkan agar tumbuh sikap dan perilaku kreatif, inovatif, dan keinginan untuk maju. Sekolah sering dianggap sebagai satu-satunya tumpuan untuk mendidik anak, sehingga lupa pada factor-faktor lain yang menyebabkan beban sekolah menjadi semakin berat. Oleh karena itu perlu diciptakan suatu pandangan atau wawasan yang dipakai untuk mengelola sekolah. Wawasan itu dikenal dengan istilah wawasan wiyata mandala. Dalam mencipatakan wawasan wiyata mandala perlu diciptakan kondisi yang dinamis dan iklim yang menguntungkan disekolah agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan tertib, aman dan dalam suasana kekeluargaan. Oleh karena itu partisipasi seluruh komponen baik kepala sekolah, guru maupun karyawan

5 Arti dan makna Wawasan Wiyata Mandala
Secara harfiah kata wawasan mengandung arti pandangan, penglihatan, tinjauan atau tanggapan inderawi. Secara lebih luas dapat diartikan suatu pandangan atau sikap mendalam terhadap hakikat. Selain menunjukkan kegiatan untuk mengetahui isi, juga melukiskan cara pandang, cara lihat, cara tinjau atau cara tanggap inderawi.

6 Arti dan makna Wawasan Wiyata Mandala
Kata Wiyatamandala terdiri dari dua bagian kata, yaitu “Wiyata” dan “Mandala”. Kata “Wiyata” mempunyai arti pelajaran atau pendidikan, sedangakan kata “mandala” mengandung arti bulatan, lingkaran, lingkungan daerah atau kawasan. Jadi kata “Wiyatamandala” mengandung arti lingkungan pendidikan/pengajaran. Dengan demikian “Wawasan Wiyatamandala” diartikan sebgai suatu pandangan atau tinjauan mengenai lingkungan pendidikan/pengajaran. Sekolah merupakan Wiyatamandala bearti bahwa sekolah adalah lingkungan pendidikan.

7 Arti dan makna Wawasan Wiyata Mandala
Berdasarkan pokok pengertian tersebut, maka “wawasan Wiyatamandala” adalah cara pandang kalangan pendidikan pada umumnya dan perangkat atau warga sekolah pada khususnya tentang keberadaan sekolah sebagai pengemban tugas pendidikan di tengah lingkungan masyarakat yang membutuhkan pendidikan.

8 Arti dan makna Wawasan Wiyata Mandala
Berdasarkan pengertian bahwa Wawasan Wiyatamandala adalah suatu pandang atau tinjauan mengenai lingkungan pendidikan/pengajaran, maka wawasan wiyatamandala mempunyai makna yang sangat dalam dan strategis sebagai lingkungan pendidikan.

9 Arti dan makna Wawasan Wiyata Mandala
Makna itu menuntut sekolah untuk : Memiliki sarana dan prasarana yang cukup dan baik ; Memiliki tenaga edukatif berpribadi teladan, terampil serta berpengalaman/berwawasan luas; Terciptanya lingkungan aman, bersih, tertib, indah, sejuk dan segar; Tumbuhnya partisipasi, kerjasama, dan dukungan masyarakat sekitar; Adanya hubungan harmonis secara timbal balik antara orang tua dengan para warga sekolah; Terciptanya disiplin para warga sekolah mentaati segala peraturan dan tata tertib sekolah; Adanya hubungan kekeluargaan para warga sekolah yang akrab dan harmonis; dan Tumbuhnya semangat peserta untuk maju, bekerja keras dan bekerja keras.

10 SEKOLAH DAN FUNGSINYA Sekolah sebagai tempat penyelenggara proses belajar mengajar, menanamkan dan mengembangkan berbagai nilai, Iptek, keterampilan dan wawasan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Hal ini berarti bahwa sekolah merupakan lembaga formal yang utuh dan bulat, yang memiliki makna sebagai suatu kesatuan yang didalamnya terdiri dari bagian-bagian yang saling berperan dan berkaitan teranyam menjadi satu.

11 SEKOLAH DAN FUNGSINYA Apabila terjadi kekurangan atau tidak berfungsinya bagian-bagian itu maka akan menyebabkan fungsi sekolah akan terganggu sehingga akan menghambat pencapaian tujuan. Bagian-bagian itu antara lain gedung, perabot, bangku, meja, papan tulis, perpustakaan, laboratorium, aula (bentuk fisik dan kurikulum peserta didik, instruktur dan karyawan).

12 SEKOLAH DAN FUNGSINYA Keadaan fisik sekolah perlu dirawat dan dijaga dengan baik serta digunakan sesuai dengan fungsinya. Siswa dapat merawat dan menjaganya dengan berpedoman pada prinsip 5K yaitu Kebersihan, Keamanan, Ketertiban, Keindahan dan Kekeluargaan.

13 SEKOLAH DAN FUNGSINYA Sekolah pada dasarnya mempunyai fungsi dan tugas menyelenggarakan proses pendidikan secara terencana, tertib dan teratur. Sekolah juga dapat dipandang sebagai masyarakat belajar yang utuh dan bulat yang memiliki kepribadian tersendiri. Sebagai masyarakat belajar maka sekolah tidak dapat dilepaskan dengan kehidupan masyarakat pada umumnya, karena sekolah sebenarnya merupakan sub system dari kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

14 SEKOLAH SEBAGAI LINGKUNGAN PENDIDIKAN
Dikarenakan sekolah sebagai Wiyata Madala atau lingkungan pendidikan maka sekolah tidak boleh digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang memiliki tujuan yang bertentangan dengan tujuan pendidikan. Sekolah merupakan tempat siswa belajar dan guru mengajar, tempat untuk menuntut ilmu, tempat membina dan mengembangkan pandangan hidup dan kepribadian bangsaa, tata karma, nilai-nilai agama, Iptek serta berbagai macam keterampilan siswa.

15 SEKOLAH SEBAGAI LINGKUNGAN PENDIDIKAN
Oleh karena itu sudah sewajarnya kita mempunyai kewajiban moral untuk senantiasa menjunjung tinggi nama baik sekolah, menghormati sekolah, serta menjaga dan melindungi sekolah dari segala macam unsure yang dapat menganggu proses pendidikan. Disini diperlukan kemanunggalan, persatuan dan kesatuan warga sekolah untuk menghadapi segala kemungkinan yang dapat mengganggu jalannya proses belajar mengajar disekolah. Setiap warga sekolah harus dapat menunjukan loyalitas atau pengabdian kepada sekolah.

16 SEKOLAH SEBAGAI LINGKUNGAN PENDIDIKAN
Untuk itu maka peran aktif siswa dan guru dalam proses belajar mengajar sangat diperlukan. Tugas guru dan siswa adalah menciptakan suasana kelas sedemikian rupa sehingga terjadi interaksi yang mendorong para siswa untuk belajar interaktif. Dalam hal ini yang mendapat perhatian adalah : Bentuk pengaturan perabot disesuaikan dengan situasi kelas. Jumlah kelompok dalam kelas Jumlah siswa dalam kelompok

17 SEKOLAH SEBAGAI LINGKUNGAN PENDIDIKAN
Keaktifan siswa dapat tercipta dengan langkah sebagai berikut : Siswa ikut secara aktif dalam pelajaran Sikap positif siswa dalam mengikuti pelajaran Menggunakan kesempatan baik dalam mengambil keputusan Sikap guru yang positif dalam mengambil keputusan Dalam hal ini perlu juga dukungan dari semua pihak untuk berlangsungnya kegiatan ekstrakurikuler disamping kegiatan kurikuler.

18 SEKOLAH SEBAGAI LINGKUNGAN PENDIDIKAN
Kondisi yang mendukung kegiatan Wawasan Wiyata Mandala : Menaati tata tertib sekolah Tata tertib sekolah disusun secara operasional untuk mengatur tingakah laku dan sikap siswa dan guru serta karyawan. Dalam tata tertib sekolah dikemukakan tentang hal-hal yang diharuskan, dianjurkan dan yang tidak boleh dilakukan dalampergaulan di lingkungan sekolah. Hormat dan taat pada guru Guru memiliki tugas professional yaitu mendidik dalam rangka mengembangkan keterampilan. Tugas berat guru adalah tugas kemasyarakatan yaitu ikut serta mengembangkan terbentuknya masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Kerjasama antar warga sekolah Antara warga sekolah dan masyarakat harus ada saling pengertian dan kerjasama yang erat untuk mengembangkan tugas pendidikan. Kerjasama ini akan menimbulkan saling pengertian dan akan lebih membuka cakrawala pandangan oran tua siswa tentang hal-hal yang menjadi tugas dan tanggungjawab dalam mendidika anaknya.

19 DALAM WAWASAN WIYATA MANDALA
KETAHANAN SEKOLAH DALAM WAWASAN WIYATA MANDALA Ketahanan sekolah adalah suatu kondisi dinamis yang berisi kemampuan dan ketangguhan dlam menghadapi tantangan dan hambatan yang timbul dari dalam dan dari luar sekolah yang langsung ataupun tidak langsung dapat mengganggu proses belajar mengajar. Kondisi dinamik yang dimaksud adalah suatu keadaan yang menunjukan adanya kekuatan positif yang sumbernya antara lain dari siswa yang aktif melaksanakan tugasnya sesuai dengan fungsi masing-masing, maupun unsru kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, staf tata usaha dan anggota masyarakat di lingkungan sekolah.

20 DALAM WAWASAN WIYATA MANDALA
KETAHANAN SEKOLAH DALAM WAWASAN WIYATA MANDALA Untuk mencipta ketahanan sekolah maka perlu dicipta : Menaati dan memenuhi tata tertib sekolah Menjaga nama baik diri sendiri, orang tua, keluarga dan sekolah Menghormati kepala sekolah, guru dan karyawan Belajar keras, teratur dan terencana Melaksanakan upacara bendera dengan tertib, disiplin, khidmat dan penuh kesungguhan. Memelihara 7 K

21 PENUTUP Seperti telah diuraikan diatas bahwa Wawasan Wiyata Mandala diartikan sebagai suatu pandangan atau tinjauan mengenai lingkungan pendidikan. Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan secara ideal harus mempunyai kelengkapan yang memadai. Suasana kondusif dan dinamis dukungan partisipasi keluarga, masyarakat dan pemerintah yang lebih positif juga sangat diperlukan. Disamping itu semua komponen harus memiliki rasa memiliki dan rasa tanggungjawab terhadap terpeliharanya dan terbinanya lebaga pendidikan sehingga terjamin kelancaran proses belajar mengajar yang mendukung masukan yang diharapkan.

22 “Tuntutlah Ilmu Dari Ayunan
Sampai ke Liang Lahat” RAJIN PANGKAL PANDAI

23 PERJALANAN MASIH PANJANG
RAIHLAH CITA-CITA SETINGGI LANGIT “Selamat Menempuh Jenjang Pendidikan Yang Lebih Tinggi” PERJALANAN MASIH PANJANG


Download ppt "MATERI MASA ORIENTASI PESERTA DIDIK BARU (MOPDB)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google