Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

NAMA: ELITHA PUSPITA CITRA INDAH PRATIWI NIM:

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "NAMA: ELITHA PUSPITA CITRA INDAH PRATIWI NIM: "— Transcript presentasi:

1 NAMA: ELITHA PUSPITA CITRA INDAH PRATIWI NIM: Breakfasts Higher in Protein Increase Postprandial Energy Expenditure, Increase Fat Oxidation, and Reduce Hunger in Overweight Children from 8 to 12 Years

2 © 2015 American Society for Nutrition
Sarapan Tinggi Protein Meningkatkan Pengeluaran Postprandial Energi, Meningkatkan Lemak Oksidasi, dan Mengurangi Kelaparan di Kegemukan Anak 8-12 Tahun © 2015 American Society for Nutrition

3 Latar Belakang Saat ini 1 dalam setiap 3 anak-anak berusia 2-19 tahun kelebihan berat badan atau obesitas. Sarapan adalah komponen kunci dari diet yang sehat dan memiliki potensi untuk mempengaruhi kesehatan anak-anak.

4 TUJUAN Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan apakah konsumsi dari berbasis protein sarapan (PRO) meningkatkan metabolisme energi postprandial dan oksidasi substrat, mengurangi rasa lapar, dan mengurangi asupan makanan saat makan siang dibandingkan dengan berbasis karbohidrat sarapan (CHO) dalam yang normal berat (NW) obesitas anak-anak kelebihan berat badan / (OW).

5 Metode Sebuah penelitian acak, Crossover-desain dilakukan di NW (n = 16; 33 ± 1 kg) dan OW (n = 13; 46 ± 2 kg) anak-anak (10 ± 1 y). Peserta disajikan baik PRO [344 kkal, protein 21% (18 g), 52% karbohidrat, dan 27% lemak] atau CHO [327 kkal, 4% protein (3 g), 67% karbohidrat, dan 29% lemak] . Pengeluaran energi (EE), oksidasi substrat, nafsu makan, dan glukosa darah diukur selama periode 4 jam. 4 jam postprandial peserta diberikan akses untuk makan siang prasmanan dan makanan asupan tercatat.

6 HASIL Setelah sarapan, anak-anak OW dalam kelompok PRO memiliki tinggi (P <0,0001) EEs dan oksidasi lemak selama periode 4 jam daripada anak-anak NW di CHO dan kelompok PRO. Tidak ada perbedaan dalam EE postprandial atau oksidasi karbohidrat antara CHO dan kelompok PRO selama periode 4 jam. Namun, oksidasi lemak adalah 16% lebih tinggi (P <0,05) setelah PRO daripada CHO dan karbohidrat oksidasi postprandial pada 4 jam itu 32% lebih tinggi setelah PRO daripada CHO (P <0,01), independen dari kelompok berat badan. Semua peserta mengalami penurunan rasa lapar (-14%; P <0,01) dan peningkatan kepenuhan (+ 32%; P <0,05) setelah PRO daripada CHO. Akhirnya, tidak ada perbedaan dalam asupan makanan dalam kelompok NW dan OW.

7 KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa komposisi makronutrien sarapan mempengaruhi respon postprandial baik NW dan OW anak. Sebuah PRO meningkatkan postprandial EE dan oksidasi lemak, mengurangi rasa lapar, dan meningkatkan rasa kenyang bila dibandingkan dengan berbasis karbohidrat sarapan


Download ppt "NAMA: ELITHA PUSPITA CITRA INDAH PRATIWI NIM: "

Presentasi serupa


Iklan oleh Google