Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

IPTV Modul 7 Pengantar Sistem Telekomunikasi Institut Manajemen TELKOM

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "IPTV Modul 7 Pengantar Sistem Telekomunikasi Institut Manajemen TELKOM"— Transcript presentasi:

1 IPTV Modul 7 Pengantar Sistem Telekomunikasi Institut Manajemen TELKOM
SM Pengantar Sistem Telekomunikasi Semester genap

2 SM241013 - Pengantar Sistem Telekomunikasi Semester genap 2008-2009
Definisi IPTV Merupakan layanan yang menyediakan konten program televisi (sport, news, film, etc) dan konten entertainment interaktif lainnya (video, musik, game, advertising) melalui suatu jaringan broadband IP network yang secure dan di manage secara akurat /end to end. End terminal yang digunakan dapat berupa PC/notebook maupun monitor televisi yang terhubung dengan set top box. IPTV tidak hanya sekedar layanan yg menampilkan tayangan broadcast/Live TV spt pada operator TV cable atau satelit, tapi juga personalized/on-demand services dan interactive entertainments. Perbedaan Cable/Satelit TV dgn IPTV : Cable/Satelite TV : Pasif, Single Service, “You Broadcast I Watch”. IPTV : Interaktif, Many Services, “I Order You Broadcast”. SM Pengantar Sistem Telekomunikasi Semester genap

3 SM241013 - Pengantar Sistem Telekomunikasi Semester genap 2008-2009
Konsep (ADSL) Asymmetric Digital Subscriber Line adalah suatu teknologi komunikasi data yang memungkinkan transmisi data dengan kecepatan tinggi, melalui saluran telepon. Istilah asymmetric digunakan untuk menjelaskan bahwa kecepatan data yang dikirimkan dari node ke CPE (downstream) berbeda dengan kecepatan data yang dikirimkan dari CPE ke node (upstream). Modulasi yang digunakan adalah CAP (Carrierless Amplitude Phase) dan DMT (Discrete Multi-Tone). Frekuensi yang digunakan oleh ADSL SM Pengantar Sistem Telekomunikasi Semester genap

4 Konsep (Broadcast..Unicast) (1)
Broadcast: pengiriman paket data yang dapat diterima oleh setiap perangkat yang ada di dalam jaringan. Implementasi biasanya terbatas untuk LAN, spesifik untuk ethernet dan token ring, hal ini dimaksudkan untuk mengurangi implikasi adanya burst data. Broadcast domain: lojik segmen jaringan dimana setiap komputer yang terhubung dapat mengirimkan data ke komputer lain di dalam domain tanpa melewati suatu perangkat ruting. Dalam implementasinya biasa dikenal dengan VLAN. Gambaran broadcast: SM Pengantar Sistem Telekomunikasi Semester genap

5 Konsep (Broadcast..Unicast) (2)
Unicast: pengiriman paket informasi hanya untuk satu tujuan saja. Unicast merupakan lawan dari broadcast. Pada saat pengiriman informasi, sumber harus menerima permintaan dari pengguna. Alamat dari pengguna akan digunakan sebagai tujuan dari pengiriman paket data. Gambaran unicast: SM Pengantar Sistem Telekomunikasi Semester genap

6 Konsep (Broadcast..Unicast) (3)
Multicast: atau multiplexed broadcast adalah pengiriman informasi ke suatu grup tujuan secara bersamaan dengan menggunakan suatu strategi ruting dan duplikasi, sehingga hanya tujuan yang membutuhkan saja yang mendapatkan pengiriman informasi. Pengiriman menggunakan grup alamat sebagai tujuan alamat IP di dalam paket datanya. Penerima menggunakan grup alamat untuk menginformasikan perangkat jaringan bahwa mereka butuh untuk menerima paket data yang dikirimkan untuk grup tersebut. Gambaran multicast: SM Pengantar Sistem Telekomunikasi Semester genap

7 Konsep (Protokol Multicast)
Dalam multicast, beberapa protokol yang digunakan adalah distance vector multicast routing protocol (DVMRP), protocol independent multicast (PIM), multicast border gateway protocol (MBGP) dan IGMP (Internet Group Management Protocol) Tugas protokol tersebut adalah memastikan shortest path forwarding antara multicast source dan multicast receiver, free forwarding duplikasi dan quality of service. Peran penting lainnya adalah menjaga informasi dinamis membership grup di jaringan lokal. SM Pengantar Sistem Telekomunikasi Semester genap

8 Konsep (Protokol Multicast)
IGMPv3 dapat melakukan query 3 tipe informasi menggunakan query message: General query untuk menginfokan status multicast reception berhubungan dengan host. Group-specific query untuk menginfokan status multicast reception untuk multicast grup tertentu berhubungan dengan host. Group-and-source-specific query untuk menginfokan status multicast reception untuk grup multicast tertentu dan satu kelompok sumber, berhubungan dengan host. Host dari IGMPv3 akan mengirimkan pesan untuk mengindikasikan status multicast reception, dimana hal ini dilakukan untuk merespon query atau ketika mereka akan mengindikasikan suatu perubahan status. Status reception information yang berhubungan dengan grup ditempatkan sebagai bagian dari group record (GR), dimana report dari IGMPv3 dapat berisi beberapa GR. SM Pengantar Sistem Telekomunikasi Semester genap

9 Konsep (Protokol Multicast)
Dalam implementasi multicast di layer 2, perlu suatu pembatasan agar paket yang dikirimkan hanya diterima oleh port yang membutuhkan. Saat ini muncul perangkat layer 2 yang mendukung IGMP snooping (IGS), yang menggunakan informasi multicast dalam IGMP report message yang dipertukarkan antara host dan router, dan menggunakannya untuk membangun database multicast forwarding/filtering sendiri. Perangkat IGS biasanya melakukan pembelajaran melalui port dimana router terhubung dan port dimana host terhubung. Ketika report diterima dalam port tersebut, report akan diteruskan ke port yang terhubung ke router saja. Ketika terdeteksi port baru, perangkat akan meneruskan IGMP query message ke port yang baru untuk melihat apakah terdeteksi IGMP host. SM Pengantar Sistem Telekomunikasi Semester genap

10 Konfigurasi Jaringan (Konsep)
SM Pengantar Sistem Telekomunikasi Semester genap

11 SM241013 - Pengantar Sistem Telekomunikasi Semester genap 2008-2009
Terima Kasih SM Pengantar Sistem Telekomunikasi Semester genap


Download ppt "IPTV Modul 7 Pengantar Sistem Telekomunikasi Institut Manajemen TELKOM"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google