Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KARBOHIDRAT.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KARBOHIDRAT."— Transcript presentasi:

1 KARBOHIDRAT

2 5/20/2018 Karbohidrat (CHO) Senyawa organik yang dibentuk dari carbon,( C ), Hydrogen (H), & Oxygen (O). Setiap molekul C2H2O terdiri atas 40% C, 7% H dan 53% O2. Ditemukan dalam jaringan hewan dan tanaman Merupakan komponen struktural dari tanaman Dibentuk dari hasil fotosintesis 6CO2 + 6H2O + 686kcal = C6H12O6 + 6O2

3 Karbohidrat termasuk pati, gula sederhana, hemiselulosa,
Karbohidrat yang terdapat pada tanaman termasuk pati, gula sederhana, hemiselulosa, selulosa dan lignin. Gula sederhana paling mudah dicerna, sedangkan selulosa dan lignin paling sukar dicerna. Karbohidrat pada pakan berubah menjadi bentuk yang lebih sederhana.

4 Karbohidrat 75% dari bahan kering pakan terdiri dari karbohidrat.
Bentuk karbohidrat yang mudah tercerna terutama tersimpan dalam biji-bijian, akar dan umbi dari tanaman. Hemiselulosa dan selulosa diubah menjadi glukosa. Karena hemiselulosa dan selulosa memerlukan lebih banyak energi, maka kurang efisien sebagai sumber energi bagi ternak.

5 Karbohidrat Karbohidrat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu: Serat Kasar dan Bahan ekstrak tanpa Nitrogen (BETN). Karena adanya lignin, selulosa, dan hemiselulosa, serat kasar kurang efisien sebagai pakan dibandingkan BETN. Kelompok BETN termasuk gula, pati, dan hemiselulosa.

6 Karbohidrat Pakan serat yang sukar dicerna (mengandung selulosa/ bagian dinding sel tanaman) Hay, alfalfa, dedak Cepat tersedia/tercerna, tinggi energi (pati dari biji-bijian) Jagung, gandum

7 Karbohidrat Gula, pati, dan selulosa
Karbohidrat sederhana, seperti pati dapat dicerna dengan mudah dan memasok sumber energi utama, terutama bagi unggas Karbohidrat yang lebih kompleks, seperti selulosa tidak mudah dicerna dan memerlukan interaksi mikroba untuk penggunaannya yang efektif Ruminansia yang digembala dapat memanfaatkan hijauan dengan efektif

8 Karbohidrat Pati terbentuk dari sejumlah molekul glukosa.
Biji-bijian mempunyai feeding value/nilai pakan yang tinggi karena pati mudah dicerna. Ternak ruminansia dapat menggunakan sejumlah besar hijauan kasar karena adanya aktivitas bakteri dalam rumen. Non-ruminansia memiliki kemampuan yang terbatas dalam menggunakan energi dari serat. Hewan-hewan muda dari semua spesies membutuhkan pakan yang lebih mudah dicerna.

9 Biji gandum

10 Klasifikasi Karbohidrat
5/20/2018 Klasifikasi Karbohidrat Monosakarida: gula sederhana Hexosa(6 C) Glukosa Fruktosa Galaktosa Mannosa Pentoses (5 C) Arabinosa Xylosa

11 Klasifikasi Karbohidrat
5/20/2018 Klasifikasi Karbohidrat Disakarida: 2 molekul gula terikat bersama Sukrosa (glukosa & fruktosa) Maltosa(2 glukosa) Lactosa (glukosa & galaktosa) Polisakarida: Banyak molekul gula yang terikat bersama Pati: segera tercerna Selulosa: memerlukan aktivitas bakteri untuk pemecahannya

12 Nutrisi Karbohidrat Polisakarida berukuran besar (mis:kitin) berperan sebagai penopang struktur dan bentuk sel. Selulosa pada tanaman merupakan serat diet untuk ternak (yang tidak dapat mencerna komponen tsb). Cadangan energi (glikogen) berperan sebagai cadangan glukosa. Namun berperan juga dalam mengatur tekanan osmotik sel. Beberapa mono dan disakarida merupakan molekul karier.

13 Karbohidrat Metabolisme Energi
Katabolisme glukosa selama respirasi sel menghasilkan ATP untuk aktivitas yang memerlukan energi. Cadangan glukosa disimpan sebagai glikogen dalam hati dan serat jaringan otot.

14 Karbohidrat Serat diet
Serat yang tidak larut dalam air meningkatkan massa feses sehingga memudahkan laju eliminasi/ pembuangannya dari sistem pencernaan. Serat yang larut air dapat menyerap kolesterol dari makanan, sehingga menurunkan penyerapannya oleh saluran pencernaan.

15 Pencernaan karbohidrat
5/20/2018 Pencernaan karbohidrat Hanya Monosakarida yang dapat diserap

16 Pencernaan karbohidrat pada non-ruminansia
5/20/2018 Pencernaan karbohidrat pada non-ruminansia Amilase dari saliva Amilase dari pankreas Beberapa enzim pemecah karbohidrat tidak dapat memutus ikatan selulosa karena ikatan glucose 1-4--glucoside Terbentuk jika–OH group pada carbon anomeric berada pada sisi yang sama dengan cincin terminal –CH2OH

17 Ikatan Alpha vs beta

18 Penyerapan karbohidrat pada non-ruminansia
5/20/2018 Penyerapan karbohidrat pada non-ruminansia Glukosa dan galaktosa segera diserap. Sebagian besar monosakarida diubah menjadi glukosa dalam mukosa usus halus. Persentase penyerapan yang paling tinggi berlangsung pada dua bagian pertama dari usus halus.

19 Pencernaan karbohidrat pada ruminansia
5/20/2018 Pencernaan karbohidrat pada ruminansia Apa perbedaannya dengan non-ruminansia?

20 Pencernaan karbohidrat pada ruminansia
5/20/2018 Pencernaan karbohidrat pada ruminansia Amilase saliva jumlahnya sangat kecil. Amilase pankreas jumlahnya sedikit. Bakteri rumen meghasilkan enzim selulase. Konversi karbohidrat (CHO) menjadi VFA % energi ruminansia berasal dari VFA

21 Metabolisme VFA Ada 3 VFA utama
5/20/2018 Metabolisme VFA Ada 3 VFA utama Asetat Propionat Butirat Konsentrasi relatif dari VFA dapat berubah karena: Meningkatnya biji-bijian dalam ransum dapat meningkatkan kons. Propionat. Meningkatnya serat dalam diet dapat meningkatkan kons. Asetat dan butirat.

22 Sumber energi dari konsentrat
Sumber utama energi dari nutrisi berasal dari biji-bijian dan byproductnya. Pakan jenis ini disebut konsentrat sumber energi atau pakan basal bila kand. protein kasar < 18% berdasarkan bahan kering

23 Sumber energi Hijauan kasar (roughages) dapat memasok Forages) kebutuhan energi pada ransum ternak, meskipun energinya tidak setinggi konsentrat. Nilai hijauan pakan sangat bergantung pada waktu pemanenan. Hijauan tua, kandungan serat kasar (selulosa dan lignin) meningkat, mengakibatkan rendahnya kecernaan pakan. Bila hijauan dipanen sebagai silase, maka nilai nutrisinya dapat dipertahankan.

24 Sumber energi--- Molases
Molases yang biasa digunakan berasal dari tanaman tebu. Molases digunakan dalam ransum sapi, domba, kambing, dan kuda. Fungsi molases memperbaiki palatabilitas, aktivitas mikroba rumen, mengurangi debu dan sebagai bahan pengikat pada pemeletan pakan. Penggunaan molases dalam ransum dibatasi 10-15%.

25 Fungsi energi Energi dibutuhkan untuk mempertahankan kehidupan ternak.
Mempertahankan metabolisme basal. Metabolisme basal yaitu produksi panas pada saat ternak beristirahat dan tidak mencerna makanan. Detak jantung, mempertahankan tekanan darah, transmisi impuls saraf, bernafas, aktivitas organ internal.

26 Fungsi energi Jika ternak kenyang, suhu tubuh dapat dipertahankan kecuali temperatur sangat dingin. Setelah kebutuhan energi untuk hidup pokok terpenuhi, barulah ternak menggunakan energi pakan untuk tumbuh dan berproduksi. Ternak yang digemukkan membutuhkan sejumlah besar energi pakan. Energi yang tidak digunakan untuk keperluan lain disimpan sebagai lemak dalam jaringan tubuh.

27 Dampak defisiensi energi
Pertumbuhan terhambat pada ternak muda. Awal pubertas tertunda. Penurunan produksi susu pada ternak laktasi. Periode laktasi memendek. Bobot tubuh menurun Menyebabkan beberapa masalah reproduksi, termasuk penurunan fertilitas dan tertundanya estrus/masa birahi.

28 Dampak defisiensi energi
Pada domba, terjadinya penurunan kualitas dan kuantitas wol. Tingginya laju mortalitas. Rendahnya ketahanan tubuh terhadap penyakit. Lemah, kondisi dan tampilan yang buruk. Hypoglycemia. Hilangnya lemak subkutan. Penurunan kadar glukosa darah, kalsium, dan natrium.


Download ppt "KARBOHIDRAT."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google