Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

TOTAL QUALITY MANAGEMENT KELOMPOK IV MHD MARTIONO S (RRC1B013030)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "TOTAL QUALITY MANAGEMENT KELOMPOK IV MHD MARTIONO S (RRC1B013030)"— Transcript presentasi:

1 TOTAL QUALITY MANAGEMENT KELOMPOK IV MHD MARTIONO S (RRC1B013030)
SISTEM MANAJEMEN KUALITAS INTERNASIONAL TOTAL QUALITY MANAGEMENT KELOMPOK IV MHD MARTIONO S (RRC1B013030) DEDI FERI (RRC1B013086) M.GERI SEPTIAN (RRC1B013088)

2 ISO 9001 Dalam hal bisnis, seringkali kita mendengar istilah ISO 9001
ISO 9001 Dalam hal bisnis, seringkali kita mendengar istilah ISO Mungkin, beberapa di antara Anda ada yang masih belum memahami, apakah yang dimaksud dengan ISO 9001 itu. Untuk itu, kali ini Sudut Bacaan akan membahas pengertian ISO 9001 dan peran pentingnya dalam dunia bisnis. Namun sebelum itu, lebih baik kita pahami terlebih dahulu, arti dari istilah ISO itu sendiri. ISO adalah singkatan dari International Standardization Organization. Sesuai dengan namanya, ISO adalah suatu organisasi internasional yang berwewenang untuk menciptakan ketentuan standar yang berlaku di seluruh dunia. Anggota ISO terdiri dari berbagai warga negara untuk menjamin isi ketentuannya cukup adil. ISO berhak untuk membuat ketentuan standar dalam bidang apapun. Pada awalnya, ISO memiliki nama IOS (International Organization for Standardization) ketika pertama kali diresmikan pada tahun 1947 di Swiss. Namun kemudian namanya dirubah menjadi ISO karena kata “iso” dalam bahasa Yunani memiliki arti “sama” atau “setara”. Sejak awal berdiri hingga saat ini, sudah banyak ketentuan standar yang dibuat oleh ISO. Salah satunya adalah ISO Pengertian ISO 9001 adalah ketentuan standar yang diakui secara internasional untuk sertifikasi Sistem Manajemen Mutu (SMM). Sistem Manajemen Mutu adalah kemampuan suatu perusahaan atau penyedia jasa/produk dalam menjaga kualitas mutu dari produk maupun jasa yang dijualnya. Jika suatu perusahaan sudah memiliki sertifikasi ISO 9001, maka dapat dikatakan bahwa produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan tersebut sudah tentu memiliki mutu yang terjamin.

3 dari ISO 9001 itu sendiri antara lain:
Menjamin kepuasan pelanggan terhadap produk/jasa yang dijual Meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan Menanamkan rasa bangga bagi karyawan sehingga memotivasi mereka untuk bekerja lebih baik lagi Mempermudah perusahaan untuk memperoleh bisnis dan mitra yang lebih baik dan lebih banyak Sebagai materi untuk menganalisa kemampuan suatu perusahaan Meningkatkan manajemen pengendalian resiko sehingga perusahaan lebih stabil Sistem perusahaan jadi semakin rapi dan terarah

4 Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence
Malcolm Baldridge Criteria for Performance Excellence (MBCfPE), adalah seperangkat ukuran penilaian kinerja suatu organisasi yang pada awalnya digunakan oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk memberikan Malcolm Baldridge National Quality Award kepada berbagai organisasi di negara tersebut. Anugerah tersebut diberikan oleh Nasional Institute of Standards and Technology (NIST) Departemen Perdagangan AS melalui Baldridge Performance Excellence Program sejak tahun Nama “Baldrige” diberikan sebagai penghargaan terhadap Malcolm Baldridge yang menjabat sebagai Menteri Perdagangan AS periode 1981–1987 atas dukungannya terhadap peningkatan manajemen kualitas di AS. Perusahaan-perusahaan di Indonesia mulai menggunakan MBCfPE pada sekitar akhir 1990-an, dengan antara lain dimotori oleh PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui program Telkom-2001 mereka. Pada tahun 2004, Telkom membagikan pengalaman mereka dengan MBCfPE kepada sejumlah BUMN lain di Indonesia. Pertemuan ini melahirkan Forum Mutu BUMN (selanjutnya berubah menjadi Forum Ekselen BUMN, FEB) sebagai media berbagi pengalaman implementasi MBCfPE di lingkungan BUMN. FEB dan BUMN Executive Club (BEC) membentuk Indonesian Quality Award Foundation (IQAF) yang bertujuan untuk “membangun kinerja ekselen dan daya saing global para pelaku ekonomi dan yang mengatur pranata ekonomi, dalam upaya mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan”

5 ”. Sejak tahun 2005, IQAF menyelenggarakan Indonesian Quality Award (IQA) yang memberikan penghargaan terhadap kinerja organisasi profit dan nonprofit berdasarkan MBCfPE. Kegiatan ini didukung oleh beberapa kementerian seperti BUMN, Perindustrian, Perdagangan, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan Ristek, serta berbagai institusi lainnya seperti KADIN Indonesia dan perguruan tinggi (UI, IPB, ITB, UGM, dll.). Dalam era persaingan industri global disertai perkembangan teknologi yang pesat, industri-industri terus berusaha meningkatkan kualitas produk yang dihasilkannya. Perkembangan hasil industri yang semakin meningkat secara terus-menerus memerlukan dukungan proses produksi yang lancar. Dalam hal ini pihak perusahaan menginginkan agar pengawasan akan Kualitas produk dan layanan selalu prima. Untuk menjaga kondisi kualitas tersebut agar berada dalam keadaan yang optimal sehingga meningkatkan kepuasa pelanggan (customer satisfaction) maka diperlukan pengawasan (controlling) dan perbaikan berkelanjutan (Continous Improvement), dimana semuanya tergabung dalam Total Quality Management (TQM).  Perkembangan variable-variable penilaian costomer terhadap suatu kualitas sangatlah pesat. Perusahaan semakin terdorong untuk menghasilkan barang sesuai spesifikasi yang diinginkan customer. Inilah tantangan bagi perusahaan, terutama perusahaan branded dengan nama besar, yang sudah memiliki reputasi baik dimata masyarakat luas.

6 Malcolm Baldrige Criteria for Performance Exellence (MBCfPE) hadir sebagai salah satu metode untuk menjawab tantangan tersebut. Metode ini pertama kali diciptakan oleh U.S. Congress pada tahun 1987, dibawah Public Law , sebagai penghormatan kepada Malcolm Baldrige, Commerce Departement Secretary, yang meninggal dalam kecelakaan olahraga berkuda pada tahun 1987. Di Negara asalnya, Amerika Serikat, Malcolm Baldrige Award diberikan setiap tahun dan diberikan langsung oleh Presiden Amerika Serikat. Sampai Tahun 2007, Malcolm Baldrige Criteria for Performance Exellence (MBCfPE) telah diadopsi oleh puluhan ribu perusahaan di lebih dari 70-an Negara, termasuk Indonesia yang mengadopsi MBCfPE menjadi Indonesia Quality Awards (IQA) for BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Seperti Informasi yang diperoleh oleh penulis bahwa PT Astra Daihatsu Motor terdaftar sebagai salah satu nominasi Perusahaan penerima penghargaan dari Indonesia Quality Awards (IQA). Hal tersebutlah yang melatarbelakangi penulis untuk melakukan penelitian tentang penerapan Metode Malcolm Baldrige Criteria for Performance Exellence (MBCfPE) di PT Astra Daihatsu Motor.

7 Malcolm Baldrige itu sebenarnya nama Menteri Perdagangan Amerika Serikat pada tahun 80-an, jamannya Ronald Regan. Mengapa nama Malcolm Baldrige sampai menjadi nama sebuah konsep atau model pengelolaan perusahaan, karena Malcolm Baldrige telah berhasil mengembangkan sebuah model pengelolaan perusahaan berkinerja unggul (performance excellence). Sebagai Menteri Perdagangan AS, Malcolm Baldrige merasakan bahwa banyak produk perusahaan Jepang telah mengancam produk-produk perusahaan AS. Padahal 40 tahun sebelumnya, Jepang pernah di bom oleh Sekutu (AS). Proses pemikiran dan pembelajaran Malcolm Baldrige sampai pada suatu kesimpulan bahwa AS perlu mengembangkan sebuah model pengelolaan perusahaan yang mampu menjadikan perusahaan-perusahaan di AS berkinerja unggul. Sehingga secara lengkap model pengelolaan perusahaan berkinerja unggul yang dikembangkan oleh Malcolm Baldrige disebut Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCfPE). Berdasarkan proses dan tujuan penciptaannya, pengertian MBCfPE secara singkat adalah merupakan konsep atau model pengelolaan perusahaan agar perusahaan tersebut mampu menjadi perusahaan yang berkinerja unggul.

8 Lean six sigma Pengertian Lean Six SIgma Six sigma adalah suatu metodologi sistematis yang berfokus pada faktor kunci yang mengendalikan performansi suatu proses, mengaturnya pada tingkat yang paling baik dan menjaganya agar tetap pada level tersebut. Lean adalah suatu metodologi sistematik untuk mengurangi kompleksitas dan melancarkan proses dengan mengidentifikasi dan mengeliminasi sumber dari pembrosan (waste) dalam proses, karena pemborosan bisa mengakibatkan macetnya aliran. Lean six sigma merupakan kombinasi antara Lean dan Six sigma dapat didefinisikan sebagai suatu filosofi bisnis, pendekatan sistemik dan sistematik untuk mengidentifikasi dan menghilangkan pemborosan atau aktivitas-aktivitas yang tidak bernilai tambah (non value added activities) melalui peningkatan terus-menerus untuk mencapai tingkat kinerja enam sigma, dengan cara mengalirkan produk (material, work-in-process, output) dari pelanggan internal dan external untuk mengejar keunggulan dan kesempurnaan berupa hanya memproduksi 3.4 cacat untuk setiap satu juta kesempatan atau operasi (3.4 DPMO).

9 Pendekatan Lean bertujuan untuk menghilangkan pemborosan, memperlancar aliran material, produk dan informasi serta peningkatan terus-menerus. Sedangkan pendekatan Six sigma untuk mengurangi variasi proses, pengendalian proses dan peningkatan terus menerus. Integrasi antara Lean dan Six sigma akan meningkatkan kinerja melalui peningkatan kecepatan dan akurasi (zero defect). Pendekatan Lean akan memperlihatkan non value added (NVA) dan value added (VA) serta membuat value added mengalir secara lancar sepanjang value stream process, sedangkan six sigma akan mereduksi variasi dari value added itu. Lean six sigma lebih memfokuskan pada perbaikan proses, dengan menggunakan data yang diperoleh maka dapat diketahui apa yang salah dengan sistem kerja perusahaan, sehingga bisa diidentifikasi letak dan penyebab masalah dan dapat dengan segera diambil tindakan untuk menghilangkannya

10 Integrasi Lean dan Six Sigma
Integrasi antara Lean dan Six Sigma dapat dilakukan melalui 2 pendekatan yang berbeda. Umumnya dua metode ini digabungkan dengan mengintegrasikan tools yang digunakan, yang disebut Partial Integration. Pendekatan kedua adalah komprehensi, atau dikenal dengan Total Integration. [quote]Tertarik mempelajari bagaimana Lean dan Six Sigma dapat meningkatkan kinerja perusahaan Anda? Pelajari bagaimana SSCX membantu Astra Honda Motor, Danone, Frina Lestari Nusantara, atau Bank Mandiri di link ini.[/quote] Integrasi ini dilakukan sebelum proyek dimulai. Contoh sederhananya adalah pada saat tim melakukan project selection, maka project akan terbagi menjadi project Six Sigma (yang umumnya menggunakan metodologi DMAIC atau DMADV), maupun project non-Six Sigma.

11 Integrasi Lean dan Six Sigma
Integrasi antara Lean dan Six Sigma dapat dilakukan melalui 2 pendekatan yang berbeda. Umumnya dua metode ini digabungkan dengan mengintegrasikan tools yang digunakan, yang disebut Partial Integration. Pendekatan kedua adalah komprehensi, atau dikenal dengan Total Integration. [quote]Tertarik mempelajari bagaimana Lean dan Six Sigma dapat meningkatkan kinerja perusahaan Anda? Pelajari bagaimana SSCX membantu Astra Honda Motor, Danone, Frina Lestari Nusantara, atau Bank Mandiri di link ini.[/quote] Integrasi ini dilakukan sebelum proyek dimulai. Contoh sederhananya adalah pada saat tim melakukan project selection, maka project akan terbagi menjadi project Six Sigma (yang umumnya menggunakan metodologi DMAIC atau DMADV), maupun project non-Six Sigma.

12 hambatan Standardisasi internasional dibentuk untuk berbagai teknologi yang mencakup berbagai bidang, antara lain bidang informasi dan telekomunikasi, tekstil, pengemasan, distribusi barang, pembangkit energi dan pemanfaatannya, pembuatan kapal, perbankan dan jasa keuangan, dan masih banyak lagi. 8al ini akan terus berkembang untuk kepentingan berbagai sektor kegiatan industri pada masa-masa yang akan datang.Perkembangan ini diperkirakan semakin pesat antara lain karena hal-hal sebagai berikut Kemajuan dalam perdagangan bebas di seluruh dunia penetrasi teknologi antar sektor  Sistem komunikasi di seluruh dunia Standar global untuk pengembangan teknologi pembangunan di negara-negara berkembang Standardisasi industri adalah suatu kenyataan yang diperlukan di dalam suatu sektor industri tertentu bila mayoritas barang dan jasa yang dihasilkan harus memenuhi suatu standar yang telah dikenal. Standar seperti ini perlu disusun dari kesepakatan-kesepakatan melalui konsensus dari semua pihak yang berperan dalam sektor tersebut, terutama dari pihak produsen, konsumen, dan seringkali juga pihak pemerintah. #ereka menyepakati berbagai spesifikasi dan kriteria untuk diaplikasikan secara konsisten dalam memilih dan mengklasifikasikan barang, sarana produksi, dan persyaratan dari jasa yang dita6arkan. "ujuan penyusunan standar adalah untuk memfasilitasi perdagangan, pertukaran, dan alih teknologi melalui

13 peningkatan mutu dan kesesuaian produksi pada tingkat harga yang layak
peningkatan kesehatan, keamanan dan perlindungan lingkungan, dan pengurangan limbah pesesuaian dan keandalan inter-operasi yang lebih baik dari berbagai komponen untuk menghasilkan barang maupun jasa yang lebih baik Penyederhanaan perancangan produk untuk peningkatan keandalan kegunaan barang dan jasa Peningkatan efisiensi distribusi produk dan kemudahan pemeliharaannya7engguna (konsumen) lebih percaya pada barang dan jasa yang telah mendapatkan  jaminan sesuai dengan standar internasional. :aminan terhadap kesesuaian tersebut dapat diperoleh baik dari pernyataan penghasil barang maupun melalui pemeriksaan oleh lembaga independen

14 T h a n k Y o u


Download ppt "TOTAL QUALITY MANAGEMENT KELOMPOK IV MHD MARTIONO S (RRC1B013030)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google