Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT"— Transcript presentasi:

1 PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT
Dalam pembelajaran ini kita akan mempelajari bagaimana caranya menambah dan mengurangi dua bilangan dengan bantuan mobil mainan . Mobil berada di atas garis bilangan , bilangan positif berada disebelah kanan 0 dan bilangan negatif ada disebelah kiri 0.

2 Penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat
Letak mobil berdasarkan aturan berikut ini: 1. Selalu diawali pada angka nol dan menghadap ke kanan.. 2. Jika mobil menunjuk bilangan posistif, mobil akan maju. 3. Jika mobil menunjuk bilangan negatif, mobil akan berjalan mundur. 4. Jika menghadapi tanda tambah , mobil akan melaju terus ke angka berikutnya. 5. Jika menghadapi tanda kurang , maka mobil akan berbalik dan kemudian meneruskan untuk menuju angka berikutnya. Click untuk contoh 1.

3 Contoh 1: 2 + 4 Mobil berangkat dari angka 0 menghadap kanan.
Kemudian mobil akan bergerak 2 satuan ke kanan (click untuk animasi )

4 Contoh 1: 2 + 4 Mobil berangkat dari menghadap ke kanan.
Kemudian bergerak 2 satuan ke kanan

5 Contoh 1: 2 + 4 Mobil berangkat dari 0 menghadap ke kanan
Kemudian bergerak 2 satuan ke kanan

6 Contoh 1: 2 + 4 Mobil beangkat dari 0 menghadap ke kanan.
Kemudian bergerak 2 satuan ke kanan.

7 Contoh 1: 2 + 4 Mobil berangkat dari 0 menghadap ke kanan.
Kemudian bergerak 2 satuan ke kanan. 3. Kemudian mobil bergerak 4 satuan lagi ke kanan (click untuk animasi berikutnya)

8 Contoh 1: 2 + 4 Mobil berangkat dari 0 menghadap ke kanan.
Kemudian bergerak 2 satuan ke kanan. 3. Kemudian mobil akan bergerak 4 satuan lagi ke kanan (click untuk animasi berikutnya.)

9 Contoh 1: 2 + 4 Mobil berangkat dari 0 menghadap ke kanan.
Kemudian bergerak 2 satuan ke kanan. 3. Kemudian mobil bergerak 4 satuan lagi ke kanan Sehingga mobil berhenti pada angka 6, jadi jawaban adalah 6. (click untuk contoh berikutnya)

10 Contoh 2: (-2 ) + 5 Mobil berangkat dari angka 0 menghadap ke kanan.
Kemudian dia akan mundur 2 satuan ke kiri karena ada tanda - . (click untuk animasi )

11 Contoh 2: (-2 ) + 5 Mobil berangkat dari angka 0 menghadap ke kanan.
Kemudian dia akan mundur 2 satuan ke kiri karena ada tanda -

12 Contoh 2: (-2 ) + 5 Mobil berangkat dari angka 0 menghadap ke kanan.
Kemudian dia akan mundur 2 satuan ke kiri karena ada tanda -.

13 Contoh 2: (-2 ) + 5 Mobil berangkat dari angka 0 menghadap ke kanan.
Kemudian dia akan mundur 2 satuan ke kiri karena ada tanda -. Kemudian bergerak 5 satuan ke depan. (click untuk animasi)

14 Contoh 2: (-2 ) + 5 Mobil berangkat dari angka 0 menghadap ke kanan.
Kemudian dia akan mundur 2 satuan ke kiri karena ada tanda -. Kemudian bergerak 5 satuan ke depan

15 Contoh 2: (-2 ) + 5 Mobil berangkat dari angka 0 menghadap ke kanan.
Kemudian dia akan mundur 2 satuan ke kiri karena ada tanda -. Kemudian bergerak 5 satuan ke depan

16 Contoh 2: (-2 ) + 5 Mobil berangkat dari angka 0 menghadap ke kanan.
Kemudian dia akan mundur 2 satuan ke kiri karena ada tanda -. Kemudian bergerak 5 satuan ke depan Sekarang mobil berhenti di angka 3,Sehingga jawaban dari (-2) + 5 adalah 3. Berikut tentang pengurangan.

17 PENGURANGAN Perbedaan antara penjumlahan dan pengurangan.
Dalam penjumlahan ,mobil selalu menghadap ke kanan Tetapi dalam pengurangan mobil berputar 180 derajat sehingga mobil akan berbalik arah Click jika sudah siap

18 Contoh 3: 5 – 3 Mobil berangkat dari angka 0 menghadap ke kanan.
Kemudian bergerak 5 satuan ke depan. (Click untuk memulai animasi)

19 Contoh 3: 5 – 3 Mobil berangkat dari angka 0 menghadap ke kanan.
Kemudian mobil akan bergerak 5 satuan ke depan.

20 Contoh 3: 5 – 3 Mobil berangkat dari angka 0 menghadap ke kanan.
Kemudian mobil akan bergerak 5 satuan ke depan.

21 Contoh 3: 5 – 3 Mobil berangkat dari angka 0 menghadap ke kanan.
Kemudian mobil akan bergerak 5 satuan ke depan.

22 Contoh 3: 5 – 3 Mobil berangkat dari angka 0 menghadap ke kanan.
Kemudian mobil akan bergerak 5 satuan ke depan. Kemudian dia akan berbalik karena adanya pengurangan yang disimbolkan dengan - Click untuk animasi.

23 Contoh 3: 5 – 3 Mobil berangkat dari angka 0 menghadap ke kanan.
Kemudian mobil akan bergerak 5 satuan ke depan. Kemudian dia akan berbalik karena adanya pengurangan yang disimbolkan dengan -

24 Contoh 3: 5 – 3 Mobil berangkat dari angka 0 menghadap ke kanan.
Kemudian mobil akan bergerak 5 satuan ke depan. Kemudian dia akan berbalik karena adanya pengurangan yang disimbolkan dengan -

25 Contoh 3: 5 – 3 Mobil kita berangkat dari angka 0 menghadap ke kanan .
Kemudian mobil akan bergerak 5 satuan ke depan. Kemudian dia akan berbalik karena adanya pengurangan yang disimbolkan dengan - Akhirnya mobil akan bergerak 3 satuan ke kiri. click untuk animasi.

26 Contoh 3: 5 – 3 Mobil kita berangkat dari angka 0 menghadap ke kanan.
Kemudian mobil akan bergerak 5 satuan ke depan. Kemudian dia akan berbalik karena adanya pengurangan yang disimbolkan dengan - Akhirnya mobil akan bergerak 3 satuan ke kiri.

27 Contoh 3: 5 – 3 Mobil kita berangkat dari angka 0 menghadap ke kanan.
Kemudian mobil akan bergerak 5 satuan ke depan. Kemudian dia akan berbalik karena adanya pengurangan yang disimbolkan dengan -. Akhirnya mobil akan bergerak 3 satuan ke kiri. Maka mobil berhenti di angka 2, jadi 5 – 3 = 2. Click untuk melihat contoh berikunya

28 Contoh 4: (-4) – 2 Mobil selalu berangkat dari 0 dan menghadap ke kanan. Kemudian mobil akan mundur 4 satuan karena ada simbul – di depan angka 4. (Click untuk melihat animasi.)

29 Contoh 4: (-4) – 2 Mobil selalu berangkat dari 0 dan menghadap ke kanan . Kemudian mobil akan mundur 4 satuan karena ada simbul – di depan angka 4

30 Contoh 4: (-4) – 2 Mobil selalu berangkat dari 0 dan menghadap ke kanan . Kemudian mobil akan mundur 4 satuan karena ada simbul – di depan angka 4.

31 Contoh 4: (-4) – 2 Mobil selalu berangkat dari 0 dan menghadap ke kanan. Kemudian mobil akan mundur 4 satuan karena ada simbul – di depan angka 4.

32 Contoh 4: (-4) – 2 Mobil selalu berangkat dari 0 dan menghadap ke kanan. Kemudian mobil akan mundur 4 satuan karena ada simbul – di depan angka 4. Sekarang mobil akan berbalik karena ada simbol pengurangan. –. (click )

33 Contoh 4: (-4) – 2 Mobil selalu berangkat dari 0 dan menghadap ke kanan. Kemudian mobil akan mundur 4 satuan karena ada simbul – di depan angka 4 . Sekarang mobil akan berbalik karena ada simbol pengurangan –.

34 Contoh 4: (-4) – 2 Mobil selalu berangkat dari 0 dan menghadap ke kanan. Kemudian mobil akan mundur 4 satuan karena ada simbul – di depan angka 4. Sekarang mobil akan berbalik karena ada simbol pengurangan –.

35 Contoh 4: (-4) – 2 Akhirnya dia akan bergerak 2 satuan ke depan.
(click )

36 Contoh 4: (-4) – 2 Akhir mobil akan bergerak 2 satuan ke depan.

37 Contoh 4: (-4) – 2 Akhirnya dia akan bergerak 2 satuan ke depan.

38 Contoh 4: (-4) – 2 Akhirnya dia akan bergerak 2 satuan ke depan.

39 Contoh 4: (-4) – 2 Akhirnya dia akan bergerak 2 satuan ke depan .

40 Contoh 4: (-4) – 2 Akhirnya dia akan bergerak 2 satuan ke depan .
Sekarang mobil berada di angka -6, karena itu jawaban dari (-4) – 2 adalah -6. Click untuk contoh berikutnya

41 Contoh 5: 2 – (-3) Mobil selalu berangkat dari 0 dan menghadap ke kanan . Kemudian bergerak 2 satuan ke kanan (Click untuk animasi)

42 Contoh 5: 2 – (-3) Mobil selalu berangkat dari 0 dan menghadap ke kanan . Kemudian bergerak 2 satuan ke kanan

43 Contoh 5: 2 – (-3) Mobil selalu berangkat dari 0 dan menghadap ke kanan. Kemudian bergerak 2 satuan ke kanan

44 Contoh 5: 2 – (-3) Mobil selalu berangkat dari 0 dan menghadap ke kanan . Kemudian bergerak 2 satuan ke kanan

45 Contoh 5: 2 – (-3) Mobil selalu berangkat dari 0 dan menghadap ke kanan . Kemudian bergerak 2 satuan ke kanan

46 Contoh 5: 2 – (-3) Mobil selalu berangkat dari 0 dan menghadap ke kanan. Kemudian bergerak 2 satuan ke kanan. Sekarang mobil akan berbalik karena adanya tanda tanda pengurangan. (Click untuk animasi berikutnya)

47 Contoh 5: 2 – (-3) Mobil selalu berangkat dari 0 dan menghadap ke kanan. Kemudian bergerak 2 satuan ke kanan. Sekarang mobil akan berbalik karena adanya tanda tanda pengurangan.

48 Contoh 5: 2 – (-3) Mobil selalu berangkat dari 0 dan menghadap ke kanan. Kemudian bergerak 2 satuan ke kanan. Sekarang mobil akan berbalik karena adanya tanda tanda pengurangan

49 Contoh 5: 2 – (-3) Mobil selalu berangkat dari 0 dan menghadap ke kanan. Kemudian bergerak 2 satuan ke kanan . Sekarang mobil akan berbalik karena adanya tanda tanda pengurangan . Kemudian mobil akan mundur 3 langka karena adanya tanda negatif. (click untuk animasi)

50 Contoh 5: 2 – (-3) Mobil selalu berangkat dari 0 dan menghadap ke kanan. Kemudian bergerak 2 satuan ke kanan . Sekarang mobil akan berbalik karena adanya tanda tanda pengurangan Kemudian mobil akan mundur 3 langka karena adanya tanda negatif. .

51 Contoh 5: 2 – (-3) Mobil selalu berangkat dari 0 dan menghadap ke kanan . Kemudian bergerak 2 satuan ke kanan . Sekarang mobil akan berbalik karena adanya tanda tanda pengurangan. Kemudian mobil akan mundur 3 langka karena adanya tanda negatif. .

52 Contoh 5: 2 – (-3) Kemudian bergerak 2 satuan ke kanan.
Sekarang mobil akan berbalik karena adanya tanda tanda pengurangan Kemudian mobil akan mundur 3 langka karena adanya tanda negatif. Mobil selalu berangkat dari 0 dan menghadap ke kanan. maka mobil berhenti di angka 5 sehingga jawaban 2 – (-3) adalah 5. Click untuk contoh berikutnya.

53 Contoh 6: (-3) – (-5) Mobil selalu berangkat dari 0 dan menghadap ke kanan. Mobil mundur 3 satuan karena ada tanda – di depan angka 3 (click untuk animasi)

54 Contoh 6: (-3) – (-5) Mobil selalu berangkat dari 0 dan menghadap ke kanan . Mobil mundur 3 satuan karena ada tanda – di depan angka 3 .

55 Contoh 6: (-3) – (-5) Mobil selalu berangkat dari 0 dan menghadap ke kanan. Mobil mundur 3 satuan karena ada tanda – di depan angka 3 .

56 Contoh 6: (-3) – (-5) Mobil selalu berangkat dari 0 dan menghadap ke kanan. Mobil mundur 3 satuan karena ada tanda – di depan angka 3 .

57 Contoh 6: (-3) – (-5) Mobil selalu berangkat dari 0 dan menghadap ke kanan. Mobil mundur 3 satuan karena ada tanda – di depan angka 3 .

58 Contoh 6: (-3) – (-5) Mobil selalu berangkat dari 0 dan menghadap ke kanan . Mobil mundur 3 satuan karena ada tanda – di depan angka 3 . Berikutnya mobil berbalik karena tanda penguragan. (click untuk animasi)

59 Contoh 6: (-3) – (-5) Mobil selalu berangkat dari 0 dan menghadap ke kanan. Mobil mundur 3 satuan karena ada tanda – di depan angka 3 . Berikutnya mobil berbalik karena tanda penguragan .

60 Contoh 6: (-3) – (-5) Mobil selalu berangkat dari 0 dan menghadap ke kanan . Mobil mundur 3 satuan karena ada tanda – di depan angka 3 . Berikutnya mobil berbalik karena tanda penguragan.

61 Contoh 6: (-3) – (-5) Mobil selalu berangkat dari 0 dan menghadap ke kanan . Mobil mundur 3 satuan karena ada tanda – di depan angka 3 . Berikutnya mobil berbalik karena tanda penguragan. Akhirnya mobil mundur 5 satuan karena bilangan berikutnya adalah -5. (click untuk melihat animasi)

62 Contoh 6: (-3) – (-5) Mobil selalu berangkat dari 0 dan menghadap ke kanan . Mobil mundur 3 satuan karena ada tanda – di depan angka 3. Berikutnya mobil berbalik karena tanda penguragan . Akhirnya mobil mundur 5 satuan karena bilangan berikutnya adalah -5 .

63 Contoh 6: (-3) – (-5) Mobil selalu berangkat dari 0 dan menghadap ke kanan . Mobil mundur 3 satuan karena ada tanda – di depan angka 3. Berikutnya mobil berbalik karena tanda penguragan. Akhirnya mobil mundur 5 satuan karena bilangan berikutnya adalah -5 .

64 Contoh 6: (-3) – (-5) Mobil selalu berangkat dari 0 dan menghadap ke kanan . Mobil mundur 3 satuan karena ada tanda – di depan angka 3 . Berikutnya mobil berbalik karena tanda penguragan . Akhirnya mobil mundur 5 satuan karena bilangan berikutnya adalah -5 .

65 Contoh 6: (-3) – (-5) Mobil selalu berangkat dari 0 dan menghadap ke kanan . Mobil mundur 3 satuan karena ada tanda – di depan angka 3 . Berikutnya mobil berbalik karena tanda penguragan. Akhirnya mobil mundur 5 satuan karena bilangan berikutnya adalah -5 . Jadi (-3) – (-5) = +2.

66 Latihan Tentukan nilai dari : 1. 5 + (-2) = …. 2. -4 + 2 = ….
(-2) = …. = …. (-2) = …. = …. = ….

67 Jawaban Terimah kasih 1. 5 + (-2) = 3 2. -4 + 2 = -2 3. -3 + (-2) = -5
(-2) = 3 = -2 (-2) = -5 = -6 = -4 Terimah kasih

68 Operasi Bilangan Bulat
1. Penjumlahan a. Tertutup  a + b  bilangan bulat b. Komutatif  a + b = b + a c. Asosiatif  (a + b) + c = a + (b + c) 2. Pengurangan Lawan (invers)  a – b = a + (-b)

69 3. Perkalian a. Tertutup  a x b  bilangan bulat b. Komutatif  a x b = b x a c. Asosiatif  (a x b) x c = a x (b x c) d. Unsur identitas  a x 1 = a e. Distributif  a (b + c) = ab + ac a (b - c) = ab – ac

70 4. Pembagian Kebalikan (invers) dari perkalian a : b = a x 1/b

71 KPK dan FPB KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil)
KPK dari 2 bilangan atau lebih dapat diperoleh dengan :

72 Dari anggota himpunan kelipatan persekutuan bilangan-bilangan tersebut yang terkecil dan bukan nol, atau Dengan cara mengalikan faktor-faktor prima yang berbeda dengan pangkat tertinggi.

73 Contoh : Tentukan KPK dari 8 dan 12 ! KP dari 8 dan 12 = {0, 24, 48, 72, …}, maka KPK dari 8 dan 12 adalah 24. Dengan faktor prima : 8 = 2 x 2 x 2 = 23 12 = 2 x 2 x 3 = 22 x 3 KPK dari 8 dan 12 adalah 23 x 3 = 24

74 FPB (Faktor Persekutuan Terbesar)
FPB dari 2 bilangan atau lebih dapat diperoleh dengan :

75 Dari anggota himpunan faktor persekutuan bilangan-bilangan tersebut yang terbesar atau,
Dengan cara mengalikan faktor-faktor prima yang sama dengan pangkat terendah.

76 Contoh : Tentukan FPB dari 8 dan 12 ! FP dari 8 dan 12 = {1, 2, 4}, maka FPB dari 8 dan 12 adalah 4. Dengan faktor prima : 8 = 2 x 2 x 2 = 23 12 = 2 x 2 x 3 = 22 x 3 FPB dari 8 dan 12 adalah 22 = 4

77 Jika dari 25 soal, Andi menjawab dengan benar 18 soal dan 5 soal salah serta sisanya tidak dijawab, maka nilai yang diperoleh Andi adalah… a b. 65 c d. 82

78 Contoh Soal 1 Dalam suatu tes, jawaban yang benar diberi nilai 4, yang salah diberi nilai -2, dan untuk soal tidak dijawab diberi nilai 0.

79 Pembahasan Benar (b) = 4, Salah (s) = -2, dan Kosong (k)=0
Rumus nilai siswa adalah: N = 4b – 2s + 0k Nilai Andi ; b = 18, s = 5, dan k = 2 adalah; N = 4(18) – 2(5) + 0(2) = 72 – = 62 Jadi, jawaban yang benar adalah A

80 Contoh Soal 2 Dalam sebuah lomba, terdapat 17 orang ikut lomba busana dan 11 orang ikut lomba melukis. Jika jumlah peserta lomba seluruhnya ada 25 orang, maka persentase banyak peserta yang hanya mengikuti lomba melukis saja adalah … a. 20 % b. 25 % c. 32 % d. 44 %

81 Pembahasan n (M) = 11 n (B) = 17 n(M  B) = = n(M) + n(B) – n(M  B)
8 3 14 S n (M) = 11 n (B) = 17 n(M  B) = = n(M) + n(B) – n(M  B) = – 25 = 3 n (M) saja = 11 – 3 = 8 Persentasenya = 8/25 x 100% = 32 %

82 Contoh Soal 3 Seorang petani memiliki lahan seluas 1 ha dan 3/5 nya akan digunakan untuk menanam jagung, setiap 1 m2 lahan memerlukan bibit jagung sebanyak 11/2 ons.

83 Jika harga bibit jagung Rp 2000,- per kilogram maka biaya untuk membeli jagung seluruhnya adalah…
a. Rp ,- b. Rp ,- c. Rp ,- d. Rp ,-

84 Pembahasan Lahan yang digunakan untuk menanam jagung = 3/5 x m2 = m2 Tiap 1 m2 lahan memerlukan jagung 11/2 ons = 0,15 kg

85 Banyak jagung seluruhnya
= 6000 x 0,15 kg = 900 kg Biaya membeli jagung = Rp 2.000,- x 900 = Rp ,- Jadi, jawaban yang benar adalah B

86 BILANGAN PECAHAN

87 Bentuk dan Macamnya a disebut pembilang
Bentuk umum bilangan pecahan adalah a/b a disebut pembilang b disebut penyebut , b bilangan bulat dan b  0

88 Bentuk-bentuk pecahan ;
a. pecahan biasa, contoh : ½ , 3/5, 4/7 b. pecahan campuran, contoh : 1 ½ , 2 ¼ c. pecahan desimal, contoh : 0,5 ; 0, 25 d. persen, contoh : 25%, 32%, 76%

89 Mengubah bentuk suatu pecahan ke pecahan lain
Pecahan biasa ke persen. a. ½ = ½ x 100% = 50% b. ¼ = ¼ x 100% = 25%

90 Pecahan desimal ke persen.
a. 0,5 = 0,5 x 100% = 50% b. 0,62 = 0,62 x 100% = 62%

91 Pecahan biasa ke desimal
a. ½ = ½ x 50/50 = 50/100 = 0,5 b. ¼ = ¼ x 25/25 = 25/100 = 0,25

92 Pecahan desimal ke persen
a. 0,4 = 4/10 x 100% = 40% b. 0,7 = 7/10 x 100% = 70%

93 Operasi bilangan pecahan
1. Penjumlahan a + b = a + b c 2. Pengurangan - a - b

94 3. Sifat Komutatif a + c = b d f d b e + c a = 4. Sifat Asosiatif

95 b x d d b a x c = c x a 5. Perkalian c b d x a = : 6. Pembagian

96 Contoh Soal - 1 Luas daerah yang diarsir pada gambar dibawah ini adalah . . . a. 2/8 b. 3/8 c. 3/5 d. 5/12

97 Pembahasan Luas daerah yang diarsir = 2 dari 8 bagian Maka ditulis :
= 2/8 Jadi, jawaban yang benar A

98 Contoh Soal - 2 c. 14/15 > 11/12 d. 8/9 < 11/15
Pecahan berikut yang benar adalah . . . a. 5/9 > 4/7 b. 7/12 > 11/18 c. 14/15 > 11/12 d. 8/9 < 11/15

99 Pembahasan 5/9 > 4/7  35 > 36 ( S )
Jadi, jawaban yang benar C

100 Cotoh soal 3 Pecahan yang tidak senilai dengan 15/40 adalah . . .
a. 0,375 b. 37,5% c. 6/ d. 5/12

101 Pembahasan 15/40 = 15/40 x 25/25 = 375/1000 = 0,375 = 15/40 x 100% = 37,5% = 15/40 = 3/8 = 6/16 5/12 tidak senilai dengan 15/40 Jadi, jawaban yang benar D

102 Contoh soal 4 Ubahlah bentuk pecahan dibawah ini kedalam bentuk pecahan desimal dan persen. a. 2/5 b. 7/8 C. 4/5

103 Pembahasan a. 2/5 = 2/5 x 2/2 = 4/10 = 0,4 = 2/5 x 100% = 40 %
b. 7/8 = 7/8 x 125/125 = 875/1000 = 0,875 = 7/8 x 100% = 87,5% C. 4/5 = 4/5 x 2/2 = 8/10 = 0,8 = 4/5 x 100% = 80%

104 3

105 Latihan 1 3 hari b. 5 hari c. 7 hari d. 8 hari
Ibu memberi uang kepada Tika Rp 5.000,- dan Tika membelanjakan uang tersebut Rp 600,- tiap hari. Jika sekarang sisa uangnya Rp 200,- maka Tika telah membelanjakan uangnya selama… 3 hari b. 5 hari c. 7 hari d. 8 hari

106 Pembahasan Jumlah uang = Rp 5.000,00 Sisa uang = Rp 200,00
Yang dibelanjakan = Rp 4.800,00 Belanja tiap hari = Rp 600,00 Lamanya Tika membelanjakan uang : = Rp 4.800,00 : Rp 600,00 = 8 hari Jawaban yang benar D

107 Latihan 2 Suhu dipuncak gunung -15oC dan suhu dikota A 32oC. Perbedaan suhu kedua tempat itu adalah… a. 17oC b. 32oC c. 47oC d. 57oC

108 Pembahasan Suhu di gunung = -15 0C Suhu di Kota = 32 0C
Perbedaan suhu : = 15 0C C = 47 0C Jawaban yang benar C

109 Latihan 3 Tiga orang yaitu A, B, dan C melakukan jaga (piket) secara berkala. A tiap 3 hari sekali, B tiap 4 hari sekali, dan C tiap 5 hari sekali. Pada hari Selasa 2 November 2004 mereka berjaga bersama.

110 Kapankah mereka akan tugas bersamaan lagi pada kesempatan berikutnya?
a. Sabtu, 1 Januari 2005 b. Minggu, 2 Januari 2005 c. Senin, 3 Januari 2005 d. Rabu, 5 Januari 2005

111 Pembahasan Tugas I bersama : 2 Nopember 2004
KPK dari 3, 4 dan 5 = 60 hari Tugas bersama lagi untuk kedua kalinya adalah 60 hari kemudian. Nop = 30 hari , Des = 31 hari 60 Hari setelah 2 Nopember 2004 adalah tanggal 1 Januari 2005. Jawaban yang benar A

112 Latihan 4 FPB dari 18 x2y5z3 dan 24 x3y2z5 adalah…
18 x3y5z5 b. 18 x2y2z3 c. 6 x3y5z5 d. 6 x2y2z3

113 Pembahasan FPB dari 18 x2y5z3 dan 24 x3y2z5 FPB 18 dan 24 = 6
FPB x2 dan x3 = x2 FPB y5 dan y2 = y2 FPB z3 dan z5 = z3 Maka FPB = 6 x2y2z3 Jawaban yang benar D

114 Latihan 5 KPK dari bilangan 6, 8, dan 12 adalah… a. 24 b. 48
c d. 96

115 Pembahasan Kelipatan 6 = 6,12,18,24,30,36,42, 48,…
Maka KPK 6, 8, dan 12 = 24 Jawaban yang benar A

116 Latihan 6 Dari 20 siswa yang mengikuti lomba Matematika, 5 orang berhak maju ke babak final dan 3 orang berhasil menjadi juara. Persentase siswa yang menjadi juara adalah . . . a. 3% b. 6% c. 15% d. 30%

117 Pembahasan. Jumlah peserta = 20 orang Peserta yang juara = 3 orang
Persentase Juara adalah : = 3/20 x 100% = 15% Jadi, jawaban yang benar C

118 Latihan 7 Dalam ruang perpustakaan terdapat 40 siswa, 20 siswa membaca puisi 15 siswa membaca novel, sedangkan sisanya membaca surat kabar, persentase siswa yang senang membaca koran adalah . . . a. 50% b. 37,5 % c. 12,5% d. 5%

119 Pembahasan Baca surat kabar = 40 – (20 + 15 ) = 5 siswa.
Persentase SK = 5/40 x 100% = 12,5% Jadi, jawaban yang benar C

120 Terima Kasih ,,, Sampai Jumpa !!


Download ppt "PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google