Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

OLEH: R.HAPPY YULIASARI S.FARM.,APT

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "OLEH: R.HAPPY YULIASARI S.FARM.,APT"— Transcript presentasi:

1 OLEH: R.HAPPY YULIASARI S.FARM.,APT
PENGOBATAN HERBAL OLEH: R.HAPPY YULIASARI S.FARM.,APT

2 PERLU TAHU : Waktu pengumpulan bahan obat secara umum:
Daun dikumpulkan sewaktu tanaman berbunga dan buah belum masak. Bunga dikumpulkan sebelum atau segera setelah mekar. Buah dipetik dalam keadaan masak. Biji dikumpulkan dari buah yang masak sempurna. Akar, rimpang (rhizoma), umbi (tuber), dan umbi lapis(bulbus) dikumpulkan sewaktu proses pertumbuhannya terhenti.

3 PERLU TAHU : Cara Merebus Ramuan Obat
Perebusan dilakukan dalam pot tanah, pot keramik, atau panci . Panci dari bahan besi, aluminium, atau kuningan sebaiknya tidak digunakan untuk merebus dikarenakan dapat menimbulkan endapan, konsentrasi larutan obat yang rendah, terbentuknya racun, atau menimbulkan efek samping. Gunakan air bersih untuk merebus. Sebaiknya digunakan air tawar , kecuali ditentukan lain. Cara merebus bahan sebagai berikut. Bahan obat dimasukkan ke dalam pot tanah. Masukkan air sampai bahan terendam seluruhnya dan permukaan air berada sekitar 30 mm di atasnya. Perebusan dimulai bila air telah meresap ke dalam bahan ramuan obat.

4 PERLU TAHU : Lakukan perebusan dengan api sesuai petunjuk pembuatan. Apabila nyala api tidak ditentukan, Biasanya perebusan dilakukan dengan api besar sampai airnya mendidih. Selanjutnya api dikecilkan untuk mencegah air rebusan meluap atau terlalu cepat kering. Tumbuhan obat yg mengandung racun, perlu direbus dengan api kecil dalam waktu yg agak lama, 3-5 jam untuk mengurangi kadar racunnya. Nyala api yg besar digunakan untuk ramuan obat yg berkhasiat mengeluarkan keringat(obat influenza atau demam) supaya pendidihan cepat dan penguapan berlebihan dari komponen aktif dapat dicegah. Apabila tidak ditentukan khusus, perebusan dianggap selesai ketika air rebusan tersisa setengah dari jumlah semula. Namun, jika bahan obat yg direbus banyak yg keras seperti biji, batang, dan kulit kayu, maka perebusan selesai setelah air tersisa sepertiganya

5 PERLU TAHU : Berikut ini beberapa cara perebusan dg perlakuan khusus ;
Direbus terlebih dahulu. Dilakukan bila ada bahan obat yg besar atau keras dan sukar diekstrak seperti kulit kerang atau bahan mineral. Bahan tersebut perlu dihancurkan dan direbus terlebih dahulu 10 menit sebelum bahan lain dimasukkan. Direbus paling akhir. Dilaksanakan bila ada bahan obat yg mudah menguap atau bahan aktifnya mudah terurai. Direbus dalam bungkusan. Beberapa bahan obat harus dibungkus terlebih dahulu dengan kain sebelum direbus untuk mencegah kekeruhan, lengket dan terbentuknya bahanyang dapat menimbulkan iritasi tenggorokan.

6 PERLU TAHU : Dididihkan perlahan-lahan atau direbus terpisah untuk menghindari rusaknya zat berkhasiat atau terserapnya zat tersebut bila direbus dengan bahan lain (ginseng). Bahan ini perlu diiris tipis-tipiskemudian direbus terpisah dalam pot tertutup dengan api kecil selama 2-3 jam. Dilarutkan dengan penyeduhan. Dilakukan bila ada obat yg lengket, kental atau mudah terurai bila direbus terlalu lama dengan bahan obat lainnya, atau mudah melekat di dinding pot maupun di bahan obat lain sehingga keluarnya zat aktif obat lain terhambat.

7 MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa)

8 MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa)
Kandungan Kimia : daun mengandung antihistamin, alkaloid, saponin, dan polifenol (lignan) Bagian yang digunakan : Daun bisa digunakan segar atau yang telah dikeringkan MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa)

9 MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa
R/ EKSIM DAN GATAL-GATAL : Cuci daun mahkota dewa segar secukupnya, lalu giling sampai halus tempelkan pada bagian yang sakit dan balut. Ganti 2-3 kali sehari MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa

10 PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban)

11 PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban)
Sifat dan Khasiat Herba rasanya manis, sifatnya sejuk, berkhasiat tonik, antiinfeksi, antitoksik, antirematik, penghenti perdarahan (hemostatis), peluruh kencing (diuretik ringan), pembersih darah, memperbanyak pengeluaran empedu, pereda demam (antipiretik), penenang (sedatif), mempercepat penyembuhan luka, dan melebarkan pembuluh darah tepi (vasodilator perifer). Khasiat sedative terjadi melalui mekanisme kolinergik di susunan saraf pusat.

12 PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban)
Diduga, senyawa glikosida triterpenoida yang disebut asiaticoside berperan dalam berbagai aktivitas penyembuhan penyakit. Asiaticoside dan senyawa sejenis juga berkhasiat anti lepra (kusta). Secara umum, pegangan berkhasiat sebagai hepatoprotektor, yaitu melindungi sel hati dari berbagai kerusakan akibat racun dan zat berbahaya.

13 PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban)
Bagian yang Digunakan Bagian yang digunakan adalah herba (seluruh bagian tanaman, kecuali akar).

14 PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban)
Cara Pemakaian Untuk obat yang diminum, cuci g herba segar, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa menjadi 1 gelas. Cara lain, giling herba sampai halus, lalu peras dan air perasaannya diminum. Bisa juga, seduh 1-2 g bubuk kering dengan air panas. Setelah dingin, minum sekaligus. Untuk mengobati keracunan, jus g herba pegangan segar, lalu minum sekaligus.

15 PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban)
Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian Rebusan daun pegangan 10% yang diberikan pada anjing sebagai binatang percobaan mempunyai daya diuresis (pengeluaran air kemih) yang baik dibanding rebusan daun pegangan 0,5% dan 5% (Malawat Salim, JF FMIPA UNHAS, 1981). Secara in vitro, infus dan ekstrak alkohol daun pegangan mempunyai daya antimikroba, khususnya terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Dalam bentuk ekstrak alkohol, harga kadar hambat minimum (KHM) ataupun kadar bunuh minimum (KBM) terhadap kedua jenis bakteri tersebut lebih besar dibandingkan dalam bentuk infus. Daya anti bakteri daun pegangan terhadap S. aureus lebih besar dibandingkan terhadap E. coli. Daya antimikotik terhadap Candida albicans tidak nyata (Endang Adriyani, Fakultas Farmasi UGM, 1987).

16 PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban)
Infus daun pegangan dengan kadar 7,5% paling baik untuk melarutkan batu ginjal kalsium (Sri Endah Suhartatik, Fakultas Farmasi UGM, 1989). Ekstrak pegangan dapat menghambat pertumbuhan bakteri enteric, seperti Pseudomonas aeruginosa, Enterobacter aerogenes, dan Salmonella typhi (Syahnida, JF FMIPA UNAND, 1993). Asiaticocide dan thankuniside dapat mengurangi kesuburan (fertilitas). Dalam dosis yang tinggi, pegangan dapat menurunkan kadar gula darah (berkhasiat hipoglikemik). Asiaticoside efektif untuk mengobati lepra (kusta).

17 DAUN SENDOK (Plantago mayor L.)
Kandungan Kimia Aukubinberkhasiat sebagai hepatoprotektor. Kalium yang bersifat sebagai peluruh kencing Zat lainnya jg mangandung plantagin, D-galaktosa, L-arabinosa, dan L-rhamnosa.

18 DAUN SENDOK (Plantago mayor L.)
Efek farmakologis dan Hasil Penelitian Infus daun sendok 10% dan 20% mempengaruhi kelarutan Ca dan Mg dari batu ginjal secara in vitro (Ismedsyah, Jurusan FMIPA USU, 1991) Ekstrak daun sendok pada konsentrasi 1-3 g/ml menunjukkan daya antibakteri thd Staphylococcus aureus dan Shigella sonnei (Meriana Sugiarto, Fak. Farmasi UKWM)

19 TEMPUYUNG (Sonchus arvensis L.)
Kandungan Kimia Alpha laktuserol, beta laktuserol, manitol, inositol, kalium, flavonoid, dan taraksasterol

20 TEMPUYUNG (Sonchus arvensis L.)
Efek farmakologis dan Hasil penelitian Ekstrak air daun tempuyungmemiliki daya melarutkan batu ginjal secara in vitro (Giri Hardiyatmo, Fak. Farmasi UGM, 1988)

21 THANK U by: ummu Abdurrohman


Download ppt "OLEH: R.HAPPY YULIASARI S.FARM.,APT"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google