Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

DASAR ILMU TANAH Unsur Hara Tanah.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "DASAR ILMU TANAH Unsur Hara Tanah."— Transcript presentasi:

1 DASAR ILMU TANAH Unsur Hara Tanah

2 Tanaman, termasuk semua jazad hidup, membutuhkan makanan untuk energi dalam proses-proses pertumbuhan

3 Darimana tanaman mendapatkan makanan / nutrisinya?
Sebagian besar biomasa tanaman TIDAK diperoleh dari tanah, umumnya < 5% berat kering tanaman berasal dari hara mineral di dalam tanah Sekitar 95% berat kering tanaman berasal dari Udara (O2, CO2, & H2O) Air (H2O).

4 Klasifikasi Unsur Esensial untuk pertumbuhan tanaman
Atas dasar jumlah yang diperlukan tanaman (bukan jumlahnya dalam tanah ) Unsur Makro Dari Udara dan Air: C, H, O Dari Tanah: N, P, K, Ca, Mg, S Unsur Mikro (dari tanah) Fe, B, Mn, Cu, Zn, Mo, Cl primer sekunder

5 Unsur hara esensial Produktivitas tanaman dipengaruhi:
defisiensi unsur hara  pembatas utama kelebihan unsur harapada kondisi tertentu (misalnya lingkungan tanah masam), konsentrasi unsur hara esensial dan unsur hara lain dalam tanah dapat bersifat toksik untuk pertumbuhan beberapa tanaman.

6 Klasifikasi Unsur Hara Esensial
Atas dasar jumlah yang diperlukan tanaman (bukan jumlahnya dalam tanah ) Unsur Hara Makro Dari Udara dan Air: C, H, O Dari Tanah: N, P, K, Ca, Mg, S Unsur Hara Mikro (dari tanah) Fe, B, Mn, Cu, Zn, Mo, Cl, Co primer sekunder

7 Unsur Hara Esensial Unsur Simbol Bentuk tersedia Konsentrasi Relatif
Hidrogen H H2O Oksigen O CO2, H2O, O2. Karbon C CO2 Nitrogen N NH4+ dan NO3- Kalium K K+ Kalsium Ca Ca 2+ Magnesium Mg Mg2+ Fosfor P H2PO4- dan HPO4 2- 30.000 Sulfur S SO4 2- Khlorin Cl Cl - 3.000 Besi Fe Fe2+ dan Fe 3+ 2.000 Boron B H2BO3 Mangan Mn Mn2+ 1.000 Seng Zn Zn2+ 3.00 Tembaga Cu Cu + dan Cu2+ 100 Molibdenum Mo MoO4 2- 1

8 Kriteria Esensial Tanaman tidak bisa menuntaskan siklus hidupnya jika tidak ada unsur esensial. Unsur esensial berperan spesifik yang tidak bisa diganti unsur lain. Unsur hara harus terlibat langsung dalam nutrisi tanaman; berperan dalam metabolisme atau paling tidak diperlukan untuk aktivitas ensim.

9 Bagaimana Unsur hara tanah masuk ke tanaman?
Intersepsi Akar – Ion di ‘ambil’ oleh akar ketika akar tumbuh di dalam tanah Aliran Masa – Ion diangkut ke akar dalam aliran air yang saling berhubungan. Aliran air ini ada di dalam tanah disebabkan oleh tanaman yang menstranspirasikan air (yang semula diserap oleh akar) melalui daun via stomata Difusi – Pergerakan ion disepanjang kisaran konsentrasi dari titik konsentrasi tinggi ke titik konsentrasi rendah

10 Mekanisme Aliran Massa

11 Mekanisme Difusi high Root surface Concentration Nutrient
Bulk soil Diffusion toward root Diffusion away from root Concentration Nutrient high low

12 Mekanisme kontak akar

13 Proses penyerapan unsur hara oleh tanaman berkaitan dengan transfer ion-ion unsur hara menyeberangi permukaan akar tanaman masuk ke dalam sel.

14 Suatu unsur hara dianggap esensial jika:
defisiensi unsur hara tersebut menyebabkan tanaman tidak mungkin dapat menyelesaikan stadium vegetatif dan reproduktifnya defisiensi adalah bersifat spesifik pada unsur yang dimaksudkan, dan hanya dapat dihindari atu diperbaiki dengan menambahkan unsur tersebut unsur tersebut terlibat langsung dalam nutrisi tanaman

15 Tetapi: definisi di atas sangat terbatas, karena dapat juga terjadi bahwa unsur tidak esensial dapat mengganti esensialitas unsur tersebut: Contoh, pada konsentrasi yang tinggi, bromin dapat menggantikan klorin, sehingga berdasar definisi butir (2) diatas, klorin tidak dekelompokkan dalam kelas esensial.

16 UNSUR HARA MAKRO PRIMER N,P,K

17 NITROGEN Bentuk N tanah Anorganik - NO3-, NH4+
Organik – tidak tersedia bagi tanaman: 97-98% total N tanah dalam bentuk organik. 1-2% per tahun di mineralisasi

18 Nitrogen (N): 1-5% Digunakan dalam jumlah besar, melebihi unsur lainnya mobil dalam tanaman Fungsi dalam tanaman Komponen molekul klorofil Komponen asam nukleat (DNA dan RNA) Terus menerus digunakan karena protein digunakan

19 Nitrogen (N): 1-5% Gejala Defisiensi (kekahatan)
Tanaman menjadi kerdil dan/atau menjadi kuning pada daun yang tua N bersifat mobil dalam tanaman, jadi daun baru dapat tetap hijau Kelebihan N menghambat pemasakan, tanaman sukulen dan mudah terserang hama-penyakit

20 Mineralisasi N organik
mineralisasi terjadi dalam tiga tahap - aminisasi, amonifikasi dan nitrifikasi Faktor penting perlu diingat sehubungan dengan nitrifikasi Nitrifikasi memerlukan oksigen. Reaksinya melepaskan H+ yg menyebabkan kemasaman Melibatkan mikroorganisme, oleh karena itu proses ini dipengaruhi kondisi lingkungan tanah

21

22 Faktor Mempengaruhi Konversi NH4+ ke NO3-
Suhu tanah pH tanah (nitrifikasi lambat pada pH ) Aerasi tanah - O2 diperlukan untuk konversi Air tanah – tdk terjadi nitrifikasi jika tanah jenuh air atau sangat kering. Konsentrasi NH4+ dan adanya organisme nitrifikasi Rasio C/N tinggi.

23 Kehilangan N Tanah Pencucian NO3- -- penting pada tanah berpasir di Indonesia. Denitrifikasi – kehilangan N pada kondisi tergenang (tdak ada O2) NO3- => NO2- => N2 Disebabkan oleh mikroorganisme anaerobik Volatilisasi – N hilang dalam bentuk gas, masalah tanah berpasir Urea NH4+ fertilizers Anhydrous Ammonia (NH3)

24 Reaksi N Organik dalam Tanah
Amonium - NH4+ - kation yang dijerap olehj kompleks pertukaran dalam tanah (BO dan liat). Tahan pencucian selama dalam bentuk NH4+ . Tapi, pada kondisi tertentu amonium dikonversi menjadi nitrat. Nitrat - NO3- - anion dan tidak dijerap dan bergerak dalam air tanah; dapat tercuci menyebabkan kehilangan N tanah dan masalah pencemaran

25 Fiksasi Nitrogen Secara Biologi Secara Fisikokimia
Fiksasi N simbiosis- mikroorganisme yang tumbuh beraosiasi dengan tanaman, keduanya memperoleh manfaat . Fiksasi N non-simbiosis- bakteri dan ganggang hijau biru yang hidup bebas dalam tanah Secara Fisikokimia Oksidasi alami – panas petir mengkombinasikan N2 dan O2. Dibawa ke tanah oleh hujan atau salju Industri – pabrik pupuk N2 + 3H+ ==> 2NH3 Nitrogen dari udara Hidrogen dari gas alam – harga minyak bumi mempengaruhi harga pupuk

26 Fosfor Karakteristik dalam Tanah
P bergerak lambat dalam tanah; pencucian bukan masalah, kecuali pada tanah yang berpasir. P lebih banyak berada dalam bentuk anorganik dibandingkan organik Di dalam tanah kandungan P total bisa tinggi tetapi hanya sedikit yang tersedia bagi tanaman. Tanaman menambang P tanah dalam jumlah lebih kecil dibandingkan N dan K

27 Bentuk P tanah P organik P anorganik
% dari P total dalam tanah dalam bentuk bahan organik Rasio C:N:P dalam bahan organik tanah sekitar P anorganik Mineral tanah - apatit [ Ca3(PO4)2] * CaF2 Hidroksida Fe dan Al – pada tanah masam, P bereaksi dengan Fe dan Al  tidak larut dan tidak tersedia bagi tanaman; “fiksasi P “ (problem utama pada tanah masam) Kalsium Phosphate dibentuk dalam tanah dengan pH > 7. Phosphor dalam larutan tanah Konsentrasi rendah 0.05 to 0.2 ppm Konsentrasi larutan dipengaruhi oleh kelarutan dan jumlah fase padat

28

29 Faktor Mempengaruhi Kapasitas Fiksasi P
Jumlah dan tipe liat – liat kaolinit biasanya berasosiasi dengan kandungan oksida Fe dan Al yang tinggi. Kemasaman Tanah – pada pH dibawah 5 ada sejumlah besar Al dapat dipertukarkan Level P dalam tanah. Jika telah terbentuk bertahun- tahun, kapasitas fiksasi P sudah mantap.

30 Fosfor (P) : 0.1-0.5 % P Bentuk diserap tanaman
H2PO4- - orthophosphate primer H2PO4= - orthophosphate sekunder Mobil dalam tanaman Fungsi dalam tanaman Memacu pemasakan, merangsang pertumbuhan akar yg baik, meningkatkan toleransi thd kekeringan, meningkatkan daya kecambah biji, penting untuk pembentukan biji dan buah Penting dalam cadangan dan transfer energi (ADP+ATP) Komponen asam nukleat (DNA dan RNA)

31 Fosfor (P) : 0.1-0.5 % P Gejala Defisiensi Reduksi pertumbuhan, kerdil
Warna hijau tua – becak ungu pada daun jagung, Menunda pemasakan Penbentukan biji gagal

32 KALIUM Soil K Origin of soil K is primary minerals from which soil is formed. K-feldspars mica clay- illite, vermiculite and chlorite Plants take up K in the ionic form (K+)

33 Availability of K in the soil
Relatively unavailable K (90-98%)                          part of the crystal structure of minerals Slowly available (1-10%) K that is bonded in the interlayer position of clays. Readily available - 1-2%  - K on cation exchange sites and K in soil solution. weathering usually moves K towards the available forms.  However, applying large amounts of fertilizer K can reverse this

34 Soil K K fixation -- Trapped in the innerlayer of illite and vermiculite (2:1 clays) Factors affecting availability of K Soil parent material feldspars and micas are high in K. If these minerals are present the soil will be high in K. Soil texture - Fine textured soils have more K than coarse textured soils Intensity of weathering - High temperature and rainfall cause faster breakdown of minerals but also more leaching loss. Although soils contain large total amounts of K it is usually necessary to add K with fertilizers

35 Effect of pH on Retention of Applied K
Leaching loss of K from a sandy soil was greatly reduced when the soil was limed at pH 5.1 a large portion of the exchange complex is occupied by Al3+ which is held more tightly than K. Therefore,  K is blocked from the exchange site. When limed Ca2+ occupies the exchange sites and K can displace the Ca2+ and be held in the soil

36 Kalium (K): 0.5-6% K Bentuk diserap tanaman: Fungsi dalam tanaman K+
Mobil dalam tanaman Fungsi dalam tanaman Katalisator berbagai reaksi; metabolisme karbohidrat, pati dan N Membantu resistensi terhadap penyakit Meningkatkan kualitas buah dan sayuran Penting dalam serapan dan kesimbangan air melalui pengaruhnya terhadappotensiual osmotik Kesimbangan kation untuk transpor anion

37 Kalium (K): 0.5-6% K Gejala defisiensi
Ujung dan tepi daun menjadi coklat, terutama pada daun bagian bawah. Jerami tanaman berbiji menjadi lunak

38


Download ppt "DASAR ILMU TANAH Unsur Hara Tanah."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google