Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Bayu pratama nugroho, s.kom, m.t

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Bayu pratama nugroho, s.kom, m.t"— Transcript presentasi:

1 Bayu pratama nugroho, s.kom, m.t
Anatomi search engine Bayu pratama nugroho, s.kom, m.t

2 Setiap search engine pasti memiliki sebuah fasilitas dimana para pemakai internet (netter) dapat mengetikkan sebuah kata/kalimat kunci yang akan menjadi referensi pencarian. Misalnya mengetikkan sebuah kata (searching key) pada kotak kosong tersebut, misalnya: seperti yang diperlihatkan pada search engine Altavista berikut ini. Indonesia

3 Jika tombol “search” dipilih, maka aplikasi search engine akan mencari di seluruh komputer yang terhubung ke internet, berbagai jenis data baik dalam bentuk dokumen, gambar, audio, maupun video yang di dalamnya terdapat teks bertuliskan kata “indonesia”. Terlihat dari informasi hasil pencarian tersebut bahwa Altavista menemukan ada sekitar 1,789,594 artikel atau pun dokumen (dalam bentuk beragam format) yang terdapat kata “indonesia” di dalamnya. Tentu saja angka ini akan terus bertambah dari hari ke hari sejalan dengan bertambahnya jumlah file yang diletakkan pada komputer yang terhubung ke internet. Yang ditampilkan oleh search engine adalah link (alamat) keseluruhan situs yang berhubungan dengan hasil dari pencarian terhadap kata “indonesia” tersebut.

4

5

6 Teknik Menyaring Informasi yang Relevan

7 Sedemikian banyaknya kuantitas informasi yang terdapat di internet menyebabkan terjadinya fenomena “information overloaded” (banjir informasi yang tak terkendali). Misalnya seseorang yang ingin mencari informasi dengan kata kunci “toyota” akan terlihat bingung karena hasil pencarian menunjukkan adanya jutaan situs yang berkaitan dengan kata tersebut. Ada dua teknik dasar yang biasa dipergunakan, yaitu dengan menggunakan simbol-simbol matematika dan simbol-simbol boolean.

8 Filterisasi dengan Simbol Matematika
Simbol pertama yang sangat berguna untuk dipakai adalah tanda plus (+). Tanda plus dipergunakan jika seorang netter ingin mencari berbagai dokumen dengan kata kunci lebih dari satu. Contohnya adalah seorang guru yang ingin mencari informasi mengenai profil penduduk di propinsi Riau, maka yang bersangkutan dapat mencarinya dengan menggunakan kata kunci: Yang dilakukan oleh mesin pencari jika menemukan format semacam ini adalah mencari berbagai sumber dokumen maupun artikel yang ada di seluruh internet dimana di dalamnya terdapat kata “profil”, “penduduk”, dan “aceh”. Jika terdapat sebuah dokumen yang mengandung salah satu atau dua kata yang ada, maka yang bersangkutan tidak akan ditampilkan. +profil +penduduk +aceh

9 Cara mencari seperti ini tentu saja jauh lebih efektif dibandingkan dengan hanya menggunakan kata “aceh” atau “profil” saja yang dapat menampilkan jutaan situs sebagai hasilnya. Simbol “+” ini dapat dipergunakan sebanyak-banyaknya, karena prinsip yang dipergunakan dalam melakukan searching adalah bahwa semakin spesifik yang dicari (semakin banyak menggunakan tanda “+”) akan semakin baik, karena search engine akan lebih fokus melakukan pencarian.

10 Untuk mudahnya, simbol tersebut dapat dibaca sebagai “kecuali”.
Contohnya adalah seorang olahragawan yang ingin mengetahui nama-nama pemain basket dari team Boston Celtics di tahun 1970, maka yang bersangkutan dapat menemukan informasi terkait dengan memakai searching key sebagai berikut: Simbol lainnya yang sering dipergunakan mendampingi “+” adalah simbol minus (-). Untuk mudahnya, simbol tersebut dapat dibaca sebagai “kecuali”. Misalnya seorang pelajar ingin mencari beasiswa untuk melanjutkan studi master di luar negeri, namun yang bersangkutan tidak mau pergi ke Singapura maupun Australia; maka yang bersangkutan dapat melakukan pencarian dengan cara sebagai berikut: +boston +celtics +basket +player +name +1970 +master +degree +scholarship +abroad –singapore –australia

11 “persatuan indonesia”
Dengan format di atas maka search engine yang bersangkutan akan mencari di internet seluruh dokumen yang mengandung teks “master”, “degree”, “scholarship”, dan “abroad” namun tidak terdapat kata “Singapore” maupun “Australia” di dalamnya. Satu simbol lagi yang kerap dipakai mendampingi plus dan minus adalah simbol multiplikasi yang direpresentasikan dengan tanda kutip (“). Simbol ini dapat membantu netter untuk semakin memperkecil atau memfokuskan pencarian ke hal yang benar- benar diinginkan. Yang dilakukan oleh tanda kutip adalah memerintahkan search engine untuk mencari dokumen atau informasi yang mengandung teks persis seperti yang ada di dalam tanda kutip terkait. “persatuan indonesia”

12 Contohnya adalah seorang instruktur yang ingin mengetahui definisi dari internet. Dari pada menggunakan searching key: yang akan menghasilkan cukup banyak temuan, maka yang bersangkutan lebih baik menggunakan simbol tanda kutip sebagai berikut: +definisi +internet “definisi internet”

13 +”Nokia 9210” +price –indonesia
Demikian pula seorang manajer yang ingin mencari harga handphone Nokia tipe 9210 yang dijual di luar pasar Indonesia dapat menggunakan searching key sebagai berikut: +”Nokia 9210” +price –indonesia

14 Ada satu hal yang patut dicatat sehubungan dengan teknik pencarian.
Jika netter menggunakan tanda spasi yang memisahkan antara kata-kata yang ada, maka spasi tersebut dapat dibaca sebagai “atau”. Contohnya adalah pencarian dengan searching key: berarti akan menghasilkan daftar dokumen yang didalamnya terdapat kata “mata”, kata “ikan”, atau keduanya. Mata ikan

15 Filterisasi dengan Simbol Boolean
Simbol-simbol boolean banyak dipergunakan oleh mereka yang memiliki latar belakang ilmu komputer atau terbiasa dengan cara mengakses sistem basis data (database) konvensional. Kelebihan dari simbol boolean adalah dapat merepresentasikan jenis pencarian yang tergolong kompleks karena adanya simbol-simbol tambahan. Berikut adalah beberapa simbol penting yang kerap dipergunakan oleh para netter untuk membantu proses pencarian. Simbol pertama adalah penggunaan kata OR (mengandung pengertian “atau” dalam bahasa Indonesia). Simbol ini bekerja dengan cara yang sama dengan karakter spasi pada simbol matematika. Jika seseorang melakukan pencarian dengan searching key sebagai berikut:

16 kepulauan OR nusantara
maka search engine akan mencari seluruh dokumen yang mengandung kata “kepulauan”, atau “nusantara”, atau yang mengandung kedua kata tersebut.

17 raja OR presiden OR pemimpin OR dinasti
Di dalam satu event pencarian, sebuah kata OR dapat dipergunakan beberapa kali, seperti: yang akan menampilkan daftar dokumen yang memiliki satu atau lebih dari kata-kata “raja”, “presiden”,“pemimpin”, atau “dinasti” (termasuk kombinasi antara 2-4 kata tersebut). Simbol berikutnya yang memiliki fungsi kurang lebih sama dengan tanda plus pada simbol matematika adalah AND, yang dapat diterjemahkan sebagai kata “dan” di dalam bahasa Indonesia. Contoh dari penggunaan simbol ini adalah sebagai berikut: raja OR presiden OR pemimpin OR dinasti partai AND agama AND indonesia

18 populasi AND pulau AND jawa NOT surabaya
akan mencari seluruh dokumen di internet yang di dalamnya terkandung tiga buah kata, yaitu “partai”, “agama”, dan “indonesia”. Jika di dalam model simbol matematika terdapat tanda minus (untuk merepresentasikan kecuali), maka dalam model simbol boolean terdapat sebuah kata NOT untuk merepresentasikan hal yang serupa. Jadi jika seorang netter ingin mencari seluruh dokumen yang berhubungan dengan informasi populasi di Pulau Jawa tetapi tidak ingin mengikutsertakan kota Surabaya, maka dapat dipergunakan perintah sebagai berikut: populasi AND pulau AND jawa NOT surabaya

19 pahlawan AND (diponegoro OR surapati)
Sebuah simbol lainnya yang sering dipergunakan untuk merepresentasikan sebuah searching key yang kompleks adalah tanda kurung atau nesting. Contohnya adalah sebagai berikut: memiliki makna agar search engine terlebih dahulu mencari dokumen yang di dalamnya terdapat kata “diponegoro” atau “surapati” atau keduanya, dan hasil temuan tersebut harus pula mengandung kata “pahlawan”. pahlawan AND (diponegoro OR surapati)

20 (pahlawan AND diponegoro) OR (pahlawan AND surapati)
Karena di dalam metode boolean dikenal pula hukum distribusi, maka penggunaan tanda kurung jelas mempersingkat penulisan dibandingkan dengan cara lainnya, yaitu: Contoh lainnya adalah seorang mahasiswa jurusan bahasa yang ingin mengetahui definisi kata “bisa” atau “dapat” maka yang bersangkutan dapat mencarinya dengan searching key sebagai berikut: (pahlawan AND diponegoro) OR (pahlawan AND surapati) definisi AND (bisa OR dapat)

21

22 (nusantara OR (majapahit AND sriwijaya)) khatulistiwa
Seperti halnya pada metode yang menggunakan simbol matematika, simbol-simbol dalam boolean dapat saling dikombinasikan membentuk sebuah searching key yang kompleks seperti yang dicontohkan berikut ini: Atau (nusantara OR (majapahit AND sriwijaya)) khatulistiwa ((pelangi OR rainbow) AND (color OR warna)) NOT lagu NOT spektrum

23 Untuk mengetahui search engine mana saja yang memiliki fasilitas pencarian dengan menggunakan simbol-simbol boolean, tabel berikut dapat dipergunakan sebagai referensi.

24 Tugas Bagaimana langkah dalam pencarian situs melalui alta vista?
Adakah perbedaan pencarian situs melalui web search? Subject : Tugas PI_2_B Lampiran File : Microsoft Word


Download ppt "Bayu pratama nugroho, s.kom, m.t"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google