Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENDIDIKAN KEJURUAN PENDIDIKAN KEJURUAN Abd. Malik Rauf

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENDIDIKAN KEJURUAN PENDIDIKAN KEJURUAN Abd. Malik Rauf"— Transcript presentasi:

1 PENDIDIKAN KEJURUAN PENDIDIKAN KEJURUAN Abd. Malik Rauf 1429040053
Amalia Utami Ridwan Ulfa Nahda

2 Pengertian Pendidikan Kejuruan
Pendidikan kejuruan didefinisikan sebagai “vocational educational is simply training for skills, training the hands” (Vocational Instructional Service, 1989). Pendidikan kejuruan merupakan latihan sederhana untuk menguasai suatu keterampilan, yaitu keterampilan tangan. Schippers (1994), mengemukakan bahwa pendidikan kejuruan adalah pendidikan non akademis yang berorientasi pada prakik-praktik dalam bidang pertukangan, bisnis, industri, pertanian, transportasi, pelayanan jasa, dan sebagainya. Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) No. 20 tahun 2003 pasal 15 menyatakan bahwa pendidikan kejuruan adalah pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Pendidikan kejuruan adalah bagian dari sistem pendidikan nasional yang bertujuan mempersiapkan tenaga yang memiliki keterampilan dan pengetahuan sesuai dengan kebutuhan persyaratan lapangan kerja dan mampu mengembangkan potensi dirinya dalam mengadopsi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

3 B. Landasan Pendidikan Kejuruan
Landasan Yuridis Landasan yuridis pendidikan Indonesia adalah  seperangkat konsep peraturan perundang-undangan yang menjadi titik tolak  sistem pendidikan Indonesia, yang menurut  Undang-Undang  Dasar 1945. UUD 1945  UU Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 pasal 15 dan pasal 38 Kepmendikbud No. 323/U/1997 PP No. 19 Tahun 2005 Permendiknas No. 22 Tahun 2006 Permendiknas No. 23 Tahun 2006 Permendiknas No. 24 Tahun 2006 Permendiknas No. 22 dan No. 23

4 Lanjutan... 2. Landasan Filosofis Dalam pendidikan kejuruan ada dua aliran filsafat yang sesuai dengan keberadaanya, yaitu eksistensialisme dan esensialisme. Eksistensialisme berpandangan bahwa pendidikan kejuruan harus mengembangkan eksistensi manusia untuk bertahan hidup, bukan merampasnya. Sedangkan esensialisme berpandangan bahwa pendidikan kejuruan harus mengaitkan dirinya dengan sistem-sistem yang lain seperti ekonomi, politik, sosial, ketenaga kerjaan serta religi dan moral. Charles Prosser beranggapan bahwa 16 butir falsafah merupakan kriteria dasar yang sangat esensial dalam penyelenggaraan pendidikan kejuruan. Maksudnya adalah pendidikan kejuruan akan dikatakan dengan klasifikasi baik apabila mampu memenuhi 16 kriteria falsafah pendidikan kejuruan.

5 C. Model Penyelenggaraan Pendidikan Kejuruan Berdasarkan Sistem Perundang-undangan Republik Indonesia Tujuan pendidikan kejuruan sceara umum adalah untuk mempersiapkan peserta didik memasuki dunia kerja dengan dibekali kompetensi yang sesuai dengan bidangnya masing-masing.. Terdapat beberapa Model Sistim Pendidikan Kejuruan, yaitu : Model Pasar Merupakan sistim pendidikan yang merupakan tanggung jawab industri dan di jalankan sepenuhnya oleh industri. Model Sekolah Model sekolah adalah model pendidikan dimana pemerintah berperan merencanakan, mengorganisasikan, dan memantau pelaksanaan pendidikan kejuruan. Model Sistim Ganda Merupakan perpaduan antara model pasar dan model sekolah dalam hal ini pemerintah berperan sebagai pengawas model pasar

6 Model Pendidikan Koperatif
Lanjutan... Model Pendidikan Koperatif Pendidikan kejuruan yang diselenggarakan bersama antara sekolah dan perusahaan. Informal Vocantional Education Sistim pendidikan yang lahir dengan sendirinya, atas inisiatif pribadi atau kelompok untuk memenuhi ketrampilan yang tidak dapat dipenuhi di pendidikan formal. Semua model pendidikan di atas sebetulnya bertujuan sama, yaitu menciptakan tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan pengetahuan sesuai tuntutan kerja selain itu mampu mengembangkan potensi diri dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

7 D. Karakteristik Pendidikan Kejuruan
Pendidikan kejuruan memiliki karakteristik yang berbeda dengan satuan pendidikan lainnya. Perbedaan tersebut dapat dikaji dari tujuan pendidikan kejuruan. Pendidikan kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan peserta didik untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan program kejuruannya. Berdasarkan pada tujuan pendidikan kejuruan di atas, maka untuk memahami filosofi pendidikan kejuruan perlu dikaji dari landasan penyelenggaraan pendidikan kejuruan sebagai berikut : Asumsi tentang anak didik Konteks sosial pendidikan kejuruan Dimensi ekonomi pendidikan kejuruan Konteks Ketenagakerjaan Pendidikan Kejuruan

8 E. Jenis Pendidikan Kejuruan di Indonesia
Sekolah menengah kejuruan (SMK) adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari SMP/MTs atau bentuk lain yang sederajat atau lanjutan dari hasil belajar yang diakui sama/setara SMP/MTs. SMK sering disebut juga STM (Sekolah Teknik Menengah). Terdapat berbagai program keahlian dalam sekolah menengah kejuruan (SMK) seperti Penerbangan, Perkapalan, Tata Boga (Memasak), Tata Rias (Kecantikan), Tata Busana (Desain Baju), Akutansi, teknik, arsitektur, dsb. Madrasah aliyah kejuruan (MAK) adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal dalam binaan Menteri Agama yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan dengan kekhasan agama Islam pada jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari SMP, MTs, atau bentuk lain yang sederajat atau lanjutan dari hasil belajar yang diakui sama/setara SMP/MTs.

9 F. Kelebihan dan Kekurangan Sekolah Kejuruan
Kelebihan Sekolah Kejuruan Bisa langsung bekerja dan bahkan bisa kerja sambil kuliah Bakat bisa dikembangkan secara optimal esuai dengan bakat, minat, dan kemampuan dalam rangka memenuhi kebutuhan/kesempatan kerja yang sedang dan akan berkembang pada daerah tersebut. Lulusan SMK merupakan tenaga terdidik, terlatih, dan terampil. Mampu mengikuti pendidikan lanjutan dan atau menyesuaikan dengan perubahan teknologi. Berdampak sebagai pendukung pertumbuhan industri (kecil atau besar). Mengurangi angka pengangguran dan kriminalitas. Pertumbuhan ekonomi dan pendapatan negara melalui pajak penghasilan dan pertambahan nilai.

10 Kekurangan Sekolah Kejuruan
Lanjutan... Kekurangan Sekolah Kejuruan Pelajarannya kurang detail dan tidak bervariatif Pelajaran yang diajarkan hanya mengarah pada jurusan tertentu Sekolah kejuruan yang berbentuk yayasan/swasta akan mempengaruhi pendanaan dan administrasi sekolah sehingga sarana dan prasarananya kurang memadai. Sekolah kejuruan yang mempunyai program, akan tetapi program tersebut kurang diminati oleh masyarakat karena tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat terkini

11 G. Hambatan Pendidikan Kejuruan
Tidak jarang pihak sekolah mengalami kesulitan untuk menetapkan jenis pekerjaan dan materi yang akan diberikan kepada peserta didik yang bisa sesuai dan diterima oleh dunia kerja. Pelaksanaan penempatan siswa yang akan melakukan praktik kerja industri sering tidak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki siswa. Sarana dan prasarana pendidikan di Indonesia belum memadai, fasilitas belajar dan peralatan laboratorium banyak yang rusak/tidak layak dan tidak sesuai lagi dengan peralatan yang ada di dunia kerja. Faktor kompetensi dan profesionalisme guru yang kurang memadai, sehingga pembelajaran tidak bisa berjalan secara efektif. Terdapat kesenjangan yang mencolok antara SMK yang ada di kota-kota besar dengan daerah, sehingga kita tidak bisa memacu pendidikan dengan cepat.

12 H. Penampilan Sekolah Pendidikan Kejuruan Masa Depan
SMK memiliki ciri umum dengan penampilannya yang terbuka  formal dan berskala manusia. Secara khusus, sekolah kejuruan harus mengekspresikan ciri jenis industri atau kejuruan yang ditanganinya. SMK berperan sebagai agen perkembangan/ perubahan budaya selain sebagai tempat pencetakan tenaga kompeten. Untuk itu, bengkel atau studio atau ruang praktik tempat siswa belajar dan berlatih juga harus menampilkan ciri-ciri suatu industri. Ciri Arsitektur daerah yang ditampilkan, diharapkan dapat memberi aksen pada pembangunan dan lingkungan sekolah dan ditempatkan pada daerah yang bersifat umum, terutama yang bisa terlihat  dari luar lingkungan sekolah.

13 Terima kasih


Download ppt "PENDIDIKAN KEJURUAN PENDIDIKAN KEJURUAN Abd. Malik Rauf"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google