Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KENDALA PADA PELAKSANAAN STS :

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KENDALA PADA PELAKSANAAN STS :"— Transcript presentasi:

1 KENDALA PADA PELAKSANAAN STS :
Untuk setiap 2500 m2 lahan, petani kehilangan penghasilan dari tan. Palawija/pangan sebesar 900m2 (Stratum1) menanam rumput/legum di barisan tan. Pangan (spt jagung) Petani peternak menunggu satu tahun untuk menghasilkan HMT yg baik & berkesinambungan Biaya investasi pertama cukup besar 1

2 PERSIAPAN LAHAN Pengolahan lahan pada awal musim hujan (pembajakan & penggaruan) Sekeliling batas STS dibuat lubang sedalam 30 cm setiap 5 m untuk legum.pohon Diantara lubang tersebut,dibuat larikan setiap 10 cm (lamtoro dan akasia), untuk gamal dibuat lubang stek sedalam 20 cm 2

3 Bag. Selimut dibuat petakan-petakan selebar 5 m, kemudian dibuat larikan berjarak 10 cm untuk menanam biji rumput & legum Untuk lahan miring berteras, rumput & legum ditanam di tampingan teras, legum semak di bibir teras setiap 1 m 3

4 PENANAMAN Stratum tiga
- Stek pohon berukuran panjang 2-2,5 m, diameter 5 – 10 cm - Tanaman waru hanya dapat ditanam pada musim hujan - Stek ditanam pada lubang yang disediakan, kemudian ditutup dan tanah dipadatkan 4

5 - Stek gamal berukuran panjang 1 –1,5 m,
Stratum dua - Stek gamal berukuran panjang 1 –1,5 m, diameter 3-4 cm, ditanam dgn kedalaman 10-20 cm setiap 10 cm dan dijepit agar tidak miring - Benih akasia/lamtoro direndam air selama 24 jam sebelum ditanam ditanam sedalam 2- 3 cm setiap 10 cm 5

6 - Biji legum disiram air panas sebatas terendam
- Penanaman bisa berurutan / selang-seling - Dilakukan pada awal musim hujan Stratum satu - Biji legum disiram air panas sebatas terendam dan dibiarkan selama 24 jam baru siap ditanam - Biji rumput dicelupkan air hangat kurang lebih 30 menit kemudian ditanam 6

7 Penanaman rumput & legum bisa campuran / sendiri-sendiri
Tampingan (dinding) teras ditanami campuran rumput dan legum Sekeliling selimut disebari dedak padi / disetiap pojok diberi ¼ butir kelapa parut untuk mencegah serangan semut 7

8 Dilakukan setelah 3 hari hujan / bila kedalaman tanah basah 3-5 cm
- Setelah ditanam biji ditutup dengan tanah Penanaman bisa bersamaan dengan tanaman pangan / palawija 8

9 Dilakukan 2 bulan setelah penanaman
PEMELIHARAAN Penyulaman Dilakukan 2 bulan setelah penanaman Pohon-pohonan dan gamal yang ditanam dengan stek, disulam apabila tidak tumbuh tunas, batang mengering (coklat) dan mati Lamtoro disulam apabila 25 % yang ditanam di tiap larikan tidak tumbuh 9

10 rumput dan legum disulam apabila 25 % yang
ditanam di tiap larikan tidak tumbuh Gulma tidak perlu dicabut, pada musim kering akan mati dengan sendirinya.Bila perlu dicabut, hindari tanaman yang ditanam ikut tercabut Tanaman yang kosong ditanami kembali - rumput pada tahun ke delapan - legum pada tahun kelima 10

11 Gangguan hama & penyakit pada HMT tidak
banyak, jika terjadi perlu dikendalikan Pemangkasan - stratum satu dan dua tidak dipangkas selama satu tahun - rumput dan legum dipangkas 15 cm dari permukaan tanah 11

12 Gamal dipangkas 2 m dari permukaan tanah,
lamtoro dan akasia 1 m dr permukaan tanah Cabang tan. Stratum 2 yang tumbuh ke arah rumput & legum dipangkas agar tdk menaungi Pada tahun ke 4 bonggol cabang dipangkas (kayu api) - stratum tiga tidak dipangkas selama 2 tahun 12

13 Pemangkasan pohon dilakukan 1 m dari batang,
cabang utama untuk kayu api, daunnya untuk makanan ternak 13

14 TANAMAN PANGAN DAN PALAWIJA
Ditanam awal musim hujan Jenis disesuaikan dengan kebiasaan Waktu panen disesuaikan dengan umur tanaman dan kebiasaan Jerami yang dihasilkan bisa dikeringkan dan disimpan (pakan cadangan) 14

15 Bila yang ditanam ketela pohon, sebelum dicabut pucuknya dapat digunakan untuk pakan, batang untuk bibit 15

16 TERNAK Dapat diintegrasikan pada tahun kedua
1 unit STS (selama 1 tahun) dpt menampung : - Sapi : 2 ekor 100 kg) 1 ekor (200 kg) - Domba/kambing : 12 ekor 15 kg) 8 ekor 25 kg) 4 ekor 50 kg) 16

17 KANDANG Pembuatan menggunakan bahan yang tersedia di daerah setempat
Ditempatkan di dekat unit STS. Untuk daerah miring, kandang ditempatkan di bagian atas Kandang harus cukup sinar,terlindung dari angin, tidak lembab, cukup sejuk dan terjaga kebersihannya 17

18 Kotoran dan sisa makanan ditempatkan di pojok kandang sebagai pupuk
Pupuk kandang disebar di STS setiap 6 bulan sekali 18

19 Campuran rumput, legum,daun semak dan daun pohon
PEMBERIAN PAKAN Campuran rumput, legum,daun semak dan daun pohon Dilakukan 2- 3 kali sehari Pada tahun pertama dan kedua, pakan hijauan hanya terdiri dari stratum satu dan dua 19

20 Bila tan. Stratum satu,dua,tiga habis, ternak diberi jerami tanaman pangan/palawija yang telah disimpan 20

21 Jumlah pakan hijauan yang diberikan per hari (% berat hidup)
Musim hujan Musim Kering Sapi 12 % 10 % Kambing /domba 20 % 15 % 21

22 Proporsi masing-masing hijauan untuk sapi dengan bobot 200 kg
Pakan Hijauan Ms. hujan Awal Ms. Kering Akhir Ms. Kering % kg Rumput & Legum 70 16.8 10 2 Daun semak 20 4.8 14 4 Daun Pohon 2.4 Jumlah 24 22

23 Proporsi masing-masing hijauan untuk kambing/domba dengan bobot 50 kg
Pakan Hijauan Ms. hujan Awal Ms. Kering Akhir Ms. Kering % kg Rumput & Legum 70 7 10 1 Daun semak 20 2 5 1.5 Daun Pohon Jumlah 7.5 23

24 Pengawetan dan penyimpanan
Tan. Stratum 1,2 dan 3 yang berlebihan pada akhir musim hujan Pengawetan secara kering (hay)  dijemur di bawah matahari sampai kering. Cabang utama semak bisa digunakan untuk menjepit & melindungi hay 24

25 Pengawetan secara basah (silase)  hijauan dicampur dedak (2kg setiap 100 kg), dimasukkan silo (plastik/lubang di bawah tanah), kemudian dipadatkan dan ditutup rapat. 25

26


Download ppt "KENDALA PADA PELAKSANAAN STS :"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google