Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

TEORI SOCIAL LEARNING ALBERT BANDURA Psikologi Kepribadian 2 EM Agus Subekti, drs., m.kes., m.psi,, psi Weni endahing warni, m.psi., psi LUTFI ARYA,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "TEORI SOCIAL LEARNING ALBERT BANDURA Psikologi Kepribadian 2 EM Agus Subekti, drs., m.kes., m.psi,, psi Weni endahing warni, m.psi., psi LUTFI ARYA,"— Transcript presentasi:

1 TEORI SOCIAL LEARNING ALBERT BANDURA Psikologi Kepribadian 2 EM Agus Subekti, drs., m.kes., m.psi,, psi Weni endahing warni, m.psi., psi LUTFI ARYA, M.PSI., PSI

2 Who’s Albert Bandura? Albert Bandura lahir tgl 4 Desember di kota kecil Mundare bag.selatan Alberta,Kanada. Lulus sarjana Psikologi dari Univ.of british of Columbia thn 1949. Meraih gelar Ph.D thn 1952 Melanjutkan pendidikan ke tingkat Post- Doktoral di Wichita Guidance Center di Wichita,Kansas. Menikah dgn Instruktur sekolah perawat, Virginia Varns.

3 Tahun 1953 mengajar di Stanford University, disini beliau bekerjasama dgn anak didiknya,Richard Walters dlm menerbitkan buku pertamanya,Adolescent Aggression. Dikenal sebagai Bapak aliran kognitivisme Teorinya yang terkenal yaitu : pembelajaran observasional (modeling) dan regulasi diri. Penelitian : The Bobo Doll Studies

4 Fenomena yang Harus Diperhatikan
Manusia dapat berpikir dan mengatur tingkah lakunya sendiri Banyak aspek fungsi kepribadian melibatkan interaksi orang satu dengan orang lainnya  Teori kepribadian harus memperhatikan konteks sosial.

5 Teori Social Learning - Bandura Berdasarkan Konsep :
Determinis resiprokal Lingkungan membentuk perilaku, perilaku juga membentuk lingkungan Tanpa reinforcement Reinforcement bukan satu-satunya pembentuk tingkah laku manusia Kognisi dan regulasi diri Manusia dapat mengatur diri sendiri (self regulation), mempengaruhi TL dengan cara mengatur lingkungan, menciptakan dukungan kognitif, Mengadakan konsekuensi bagi TLnya sendiri

6 STRUKTUR KEPRIBADIAN Self System Sistem self mengontrol TL dengan mengacu ke struktur kognitif memberi pedoman mekanisme dan seperangkat fungsi-fungsi persepsi, evaluasi, dan pengaturan TL

7 SELF SYSTEM SELF REGULATION/ REGULASI DIRI
SELF EFFICATION/ EFIKASI DIRI

8 1. Self Regulation Kemampuan berpikir manusia Memanipulasi lingkungan
Perubahan lingkungan MENCAPAI TUJUAN , strategi reaktif dan strategi proaktif

9 Hubungan Tingkah Laku (T) – Pribadi (P) – Lingkungan (L) menurut Bandura

10 Self Regulation dipengaruhi oleh :
1. Faktor eksternal - Memberi standar untuk mengevaluasi tingkah laku - Memberikan penguatan / reinforcement 2. Faktor internal, ada 3 bentuk: - Observasi diri (tergantung pada minat&knsp diri) - Proses penilaian/mengadili TL - Reaksi-diri-afektif (self Respon) menghadiahi / menghukum diri sndiri

11 2. Self Effication (Keyakinan/Harapan diri)
Adalah penilaian kemampuan diri, apa dapat melakukan tindakan yang baik/buruk, tepat/salah, bisa atau tidak bisa mengerjakan sesuai dengan yang dipersyaratkan. Bandura menyebut keyakinan/harapan diri sebagai efikasi diri, sedangkan harapan hasilnya disebut ekspektasi hasil.

12 Self Effication Efikasi diri dapat diperoleh, diubah, ditingkatkan ataupun diturunkan melalui salah satu atau kombinasi dari 4 sumber: - Pengalaman performansi (prestasi masa lalu) - Pengalaman vikarius (diperoleh melalui model sosial) - Persuasi sosial - Keadaan emosi (cemas, takut &stres mengurangi efikasi diri)

13 Self Effication (kombinasi efikasi-lingkunganprediktor TL)
Prediksi hasil TL Tinggi Responsif Sukses, melaksanakan tugas sesuai kemampuannya Rendah Tidak Responsif Depresi, melihat orang lain sukses pada tugas yang dianggapnya sulit Berusaha keras mengubah lingkungan mjd responsif,melakukan protes, aktifitas sosial,memaksakan perubahan Menjadi apatis, pasrah, merasa tidak mampu

14 Psikologi Health Terjadi bila Efikasi diri tinggi + Lingk.Responsif Sukses melaksanakn tugas ssi kemampuan

15 MOTIVASI Harapan mendapat reinforcement Memotivasi tk laku ttt & menetapkan tujuan / Tk Performansi Evaluasi Performansi Termotivasi untuk bertingkah laku ttt

16 PETA KOGNITIF MANUSIA R C S O

17 Dari respon seseorang akan menghasilkan efikasi diri seseorang sehingga individu mampu meregulasi dirinya dan pada akhirnya akan membentuk karakteristik individu

18 DINAMIKA KEPRIBADIAN Bandura setuju bahwa penguatan menjadi penyebab belajar. Namun orang juga dapat belajar dengan : 1. Penguat yang diwakilkan (vicarious reinforcement) 2. Penguatan yang ditunda (expectation reinforcement) 3. Tanpa penguatan (beyond reinforcement)

19 PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN
Belajar melalui observasi Menurut Bandura, kebanyakan belajar terjadi tanpa reinforcement yang nyata Orang dapat mempelajari respon baru dengan melihat respon orang lain Belajar tetap terjadi tanpa ikut melakukan hal yang dipelajari

20 Inti dari belajar melalui observasi adalah
modeling (peniruan). Macam – macam modeling : Modeling TL baru Modeling mengubah TL lama Modeling simbolik Modeling conditioning

21 DAMPAK BELAJAR Pemberi informasi
Memotivasi tingkah laku yang akan datang Penguat tingkah laku

22 PSIKOPATOLOGI Terapi TL efektif untuk mengurangi kecemasan
Perubahan TLperlu self efficacy TL patologis dipengaruhi oleh Faktor kognitif, proses neurofisiologis, pengalaman masa lalu + penguatan, nilai fasilitatif dari lingkungan Psikopatologi mencakup: - Reaksi Depresi - Fobia - Agresi

23 Reaksi Depresi Standar pribadi dan penetapan tujuan yang terlalu tinggi, membuat orang rentan mengalami kegagalan dan berakibat orang mengalami depresi. Penilaian rendah terhadap prestasi diri sehingga keberhasilan tetap dipandang sebagai kegagalan. Penderita depresi melakukan regulasi diri – pengamatan diri, proses penilaian, reaksi diri - dengan cara yang salah. Penderita meremehkan (underestimate) keberhasilan sendiri, dan melebih – lebihkan (overestimate) kegagalannya.

24 FOBIA Perasaan takut yang sangat kuat dan mendalam, sehingga berdampak buruk terhadap kehidupan sehari-hari seseorang. Bandura mengemukakan bahwa media, seperti TV, surat kabar tanpa sengaja menciptakan fobia. Cerita seram perkosaan, kekejaman perampok, pembunuhan berantai, meneror masyarakat sehingga mereka merasa tidak aman walau pintu rumah sudah terkunci rapat.

25 AGRESI Menurut Bandura, agresi diperoleh melalui pengamatan, pengalaman langsung dengan reinforcemet positif dan negatif, latihan atau perintah, dan keyakinan yang ganjil. Observasi terhadap perilaku agresif akan menghasilkan respon peniruan yang berlebih. Pengamat akan bertingkah laku lebih agresif dibanding modelnya.

26 PSIKOTERAPI Psikoterapi untuk mengubah TL dapat dilakukan dengan vicarious learning (melalui terapi sosial kognitif)untuk memperbaiki self regulasi Bandura mengusulkan 3 pendekatan treatment : Latihan penguasaan Modeling terbuka Modeling simbolik

27 EVALUASI Teori kognitif sosial Bandura mengembangkan hipotesis & riset yg paling banyak jumlahnya Topik yang paling luas diteliti adalah efikasi diri & modeling kekerasan Penelitian penting : pengaruh dampak kekerasan & agresi dalam film & bioskop, hasilnya mempengaruhi 10% penonton.


Download ppt "TEORI SOCIAL LEARNING ALBERT BANDURA Psikologi Kepribadian 2 EM Agus Subekti, drs., m.kes., m.psi,, psi Weni endahing warni, m.psi., psi LUTFI ARYA,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google