Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KE – ORTOM - AN Oleh : M. Yusup.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KE – ORTOM - AN Oleh : M. Yusup."— Transcript presentasi:

1 KE – ORTOM - AN Oleh : M. Yusup

2 ORGANISASI “PERSYARIKATAN” Nama Lain PERSYARIKATAN atau PERKUMPULAN
Muhammadiyah menggunakan nama “PERSYARIKATAN” Arti : “Sekelompok manusia yang Bekerja Sama Untuk mencapai Tujuan”

3 OTONOM ( OTO – NOM ) OTO berasal dari kata AUTO artinya “Sendiri”
NOM berasal dari kata NOMOS artinya “Peraturan” OTONOM artinya “Mengatur Dirinya Sendiri” Organisasi Otonom Muhammadiyah ialah organisasi atau badan yang dibentuk oleh Persyarikatan Muhammadiyah yang dengan bimbingan dan pengawasan, diberi hak dan kewajiban untuk mengatur rumah tangga sendiri

4 STRUKTUR ORTOM MUHAMMADIYAH
TINGKAT WILAYAH PIMPINAN PUSAT NEGARA PIMPINAN WILAYAH PROVINSI PIMPINAN DAERAH KABUPATEN / KOTA PIMPINAN CABANG KECAMATAN PIMPINAN RANTING DESA/UNIT SEKOLAH/PERTI

5 ORGANISASI OTONOM MUHAMMADIYAH
AISYIYAH NASYIATUL AISYIYAH ( NA ) PEMUDA MUHAMMADIYAH IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH ( IPM ) IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH ( IMM ) TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH ( TS ) HIZBUL WATHAN ( HW )

6 1. AISYIYAH Didirikan di Yogyakarta pada 27 Rajab 1335 H bertepatan dengan 19 Mei 1917 oleh Nyai Ahmad Dahlan. 

7 2. PEMUDA MUHAMMADIYAH

8 Awal berdirinya Pemuda Muhammadiyah secara kronologis dapat dikaitkan dengan keberadaan Siswo Proyo Priyo (SPP), suatu gerakan yang sejak awal diharapkan K.H. Ahmad Dahlan dapat melakukan kegiatan pembinaan terhadap remaja/pemuda Islam. Dalam perkembangannya SPP mengalami kemajuan yang pesat, hingga pada Konggres Muhammadiyah ke-21 di Makasar pada tahun diputuskan berdirinya Muhammadiyah Bagian Pemuda, yang merupakan bagian dari organisasi dalam Muhammadiyah yang secara khusus mengasuh dan mendidik para pemuda keluarga Muhammadiyah. 26 Dzulhijjah 1350 H bertepatan dengan 2 Mei 1932 secara resmi Pemuda Muhammadiyah berdiri sebagai ortom.

9 3. NASYIATUL AISYIYAH

10 Bermula dari ide Soemodirdjo, seorang guru Standart School Muhammadiyah. Dalam usahanya untuk memajukan Muhammadiyah, ia menekankan pentingnya peningkatan mutu ilmu pengetahuan, baik pada aspek spiritual, intelektual, maupun jasmani. Ide Soemodirdjo tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk menambah pelajaran praktik bagi para muridnya yang diwadahi dalam kegiatan bersama. Dengan bantuan Hadjid, seorang kepala guru agama di Standart School Muhammadiyah, maka pada tahun 1919, Soemodirdjo berhasil mendirikan perkumpulan yang anggotanya terdiri dari para remaja putra-putri siswa Standart School Muhammadiyah. Perkumpulan tersebut diberi nama Siswa Praja (SP). Tujuan dibentuknya Siswa Praja adalah menanamkan rasa persatuan, memperbaiki akhlak, dan memperdalam agama.

11 4. IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH (IPM)

12 1960 PP Muhammadiyah dalam konferensi Pemuda Muhammadiyah tanggal Muharram 1330 H/18-20 Juli 1960 M di Jakarta. PP Muhammadiyah Majlis Pendidikan dan Pengajaran menyarankan konfrensi untuk membentuk Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) pada tanggal 4 Safar 1381 H/18 Juli 1961 M (Surakarta).Perkembangan IPM akhirnya bisa memperluas jaringan sehingga bisa menjangkau seluruh sekolah-sekolah Muhammadiyah yang ada di Indonesia. Pimpinan IPM (tingkat ranting) didirikan di setiap sekolah Muhammadiyah. Berdirinya Pimpinan IPM di sekolah-sekolah Muhammadiyah ini akhirnya menimbulkan kontradiksi dengan kebijakan pemerintah Orde Baru dalam UU Keormasan, bahwa satu-satunya organisasi siswa di sekolah-sekolah yang ada di Indonesia hanyalah Organisasi Siswa Intra-Sekolah (OSIS). Sementara di sekolah- sekolah Muhammadiyah juga terdapat organisasi pelajar Muhammadiyah, yaitu IPM. Dengan demikian, ada dualisme organisasi pelajar di sekolah- sekolah Muhammadiyah. Bahkan pada Konferensi Pimpinan Wilayah IPM tahun 1992 di Yogyakarta, Menteri Pemuda dan Olahraga saat itu (Akbar Tanjung) secara khusus dan implisit menyampaikan kebijakan pemerintah kepada IPM, agar IPM melakukan penyesuaian dengan kebijakan pemerintah.

13 5. IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH (IMM)

14 Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) adalah gerakan Mahasiswa Islam yang beraqidah Islam bersumber Al-Qur’an dan As-Sunah. IMM didirikan pada tanggal 29 Syawal 1384 H bertepatan dengan tanggal 14 Maret 1964 M di Yogyakarta untuk waktu yang tidak terbatas.

15 6. TAPAK SUCI (TS)

16 Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci Putera Muhammadiyah atau disingkat Tapak Suci, adalah sebuah aliran, perguruan, dan organisasi pencak silat yang merupakan anggota IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia). Tapak Suci termasuk dalam 10 Perguruan Historis IPSI, yaitu perguruan yang menunjang tumbuh dan berkembangnya IPSI sebagai organisasi. Tapak Suci berasas Islam, bersumber pada Al Qur'andan As-Sunnah, berjiwa persaudaraan, berada di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah sebagai organisasi otonom yang ke-11. Tapak Suci berdiri pada tanggal 10 Rabiul Awal 1383 H, atau bertepatan dengan tanggal 31 Juli 1963 di Kauman, Yogyakarta. Motto dari Tapak Suci adalah "Dengan Iman dan Akhlak saya menjadi kuat, tanpa Iman dan Akhlak saya menjadi lemah".

17 7. HIZBUL WATHAN (HW)

18 HW didirikan pertama kali di Yogyakarta pada 1336 H (1918 M) atas prakarsa KH Ahmad Dahlan, yang merupakan pendiri Muhammadiyah. Prakarsa itu timbul saat dia selesai memberi pengajian diSolo, dan melihat latihan Pandu di alun-alun Mangkunegaran. Gerakan ini kemudian meleburkan diri ke dalam Gerakan Pramuka pada 1961, dan dibangkitkan kembali oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan SK Nomor 92/SK-PP/VI-B/1.b/1999 tanggal 10 Sya'ban 1420 H (18 November 1999 M) dan dipertegas dengan SK Nomor 10/Kep/I.O/B/2003 tanggal 1 Dzulhijjah 1423 H (2 Februari 2003)

19 TERIMA KASIH


Download ppt "KE – ORTOM - AN Oleh : M. Yusup."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google