Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

III4. Kelembaban udara A. Definisis

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "III4. Kelembaban udara A. Definisis"— Transcript presentasi:

1 III4. Kelembaban udara A. Definisis
Kelembaban Udara = kandungan uap air di udara Macam kelembaban udara Kelembaban mutlak = kandungan air/satuan volume atau masa uap air/volume atau tekanan uap air/volume (g/m3). Kelembaban spesifik adalah perbandingan antara masa uap air yang ada di udara dan satuan masa udara Contoh 1000 gr udara berisi 12 g uap air. (12 g uap air/1000 g udara) Kel. Nisbi adalah perbandingan antara jumlah uap air yang ada di udara (aktual) dan jumlah maksimum uap air yang dikandung (keadaan jenuh uap air) pada suhu dan tekanan ttt. KN = {ea/es} x 100 %. Defisit tekanan uap = (es-ea). Bila defisit besar?  kering Bila defist kecil?  lembab Kelemban udara yang sering digunakan  kelembaban nisbi (KN)

2 B. Pembangkitan kelembaban udara
Kelembaban adalah jumlah uap air di udara. Uk + Ul maka uap air dari Ul  Uk Jumlah uap air ditentukan oleh kemampuan udara menampung uap air. Kemampuan menampung uap air diukur dari tekanan uap air : ea ea = nRT/V = mvRT/(18,016 V) kemampuan maksium menampung uap air adalah tekanan uap jenuh air : es es = 6,1078E[17,239 T/(T+237,3)] (es-ea) = o  ea = es  lembab (es-ea) besar  kering Uk Udara kering (Uk =konsentrasi air rendah) Ul Udara lembab (Ul = konsentrasi air tinggi)

3 C. Cara mengukur KN udara
Alat pengukur KN Udara adalah higrometer atau psikhrometer. Satuannya KN  %. Prinsip higrometer adanya uap air diudara dapat menambah panjang dan masa benda yang dapat memegang air.  bahan ini adalah rambut  bahan ini adalah silika gel Psikhrometer menggunakan prinsip termodinamika, terdiri atas dua buah termometer yang berbeda tekanan uapnya, yaitu t-bola basah dan t-bola kering. t-bk menunjukkan suhu udara t-bb menunjukkan ruangan lembab dengan KN 100 %. Pertambahan kelembaban dari keadaan sebenarnya menjadi 100 % disebabkan oleh penambahan uap airyang berada pada kain pembasah termometer.

4 C. Cara mengukur kelembaban udara (KN)

5 D. Karakteristik Kelemban Nisbi (KN)
Bila suhu udara meningkat, maka kapasitas maksimum memegang uap air (es) meningkat, maka K N menurun, sebalik-nya bila suhu udara menurun maka es menurun  KN meningkat es = 6,1078 e(17,239t/(t+237,3) mb KN tinggi = lembab KN rendah = kering Suhu (oC) Cap. (g/m3) 5 10 15 20 25 30 35 4,480 6,797 9,407 12,832 17,300 23,049 30,371 39,599 40 51,117 Kap. memegang uap air suhu

6 D. Karakteristik Kelemban Nisbi ….
Contoh: Bila di udara terdapat 4,847 g/cm3 pada suhu 10oC, maka KN udara 51 %, dan bila suhu naik dari 10oC menjadi 20oC tanpa penambahan air KN udara turun menjadi 28 %. Sebaliknya bila suhu turun KN udara meningkat ea = n/V RT, n = m/Mv, Mv = 18,016 gram ea = Mv RT/(18,016 V) ea = 0,056 ρv RT, (T = oC), (R = tetapan gas (8,3143 k/K/mol) Titik embun Pada tek uap (ea) tatap maka pendinginan udara meningkatkan KN  100 %, bila es = ea. Suhu saat ea = es disebut titk embun. Bila suhu menurun lagi maka uap air akan mencair (kondensasi). Proses kondensasi ini terjadi pada awan dengan suhu titik embun

7 E. Agihan KN udara Sebaran menurut waktu Kap udara memegang uap air makin tinggi bila suhu mening-kat, maka ea yang tetap antara siang dan malam menyebab-kan KN pada siang hari > pada malam hari. Sebaran secara menurut tempat KN = {ea/es} x 100 %, ea tgt pada: suhu, ketersediaan air, dan energi penguapan Contoh di Pontianak  banyak air dan suhu hangat, maka penguapan besar, KN tinggi dan KM besar. Baturaden  suhu rendah, maka kap. megang air rendah, KN tinggi. Secara makro KN umumnya tinggi pada pusat tek rendah (suhu tinggi) berkaitan dengan naiknya udara lembab yang merupakan syarat terbentuknya awan dan hujan

8 E. Agihan KN udara … Sebaran menurut waktu
Kap udara memegang uap air makin tinggi bila suhu meningkat, maka ea yang tetap antara siang dan malam menyebab-kan KN pada siang hari > pada malam hari. Sebaran secara menurut tempat KN = {ea/es} x 100 %, ea tgt pada: suhu, ketrsediaan air, dan energi penguapan contoh di Pontianak  banyak air dan suhu hangat, maka penguapan besar, KN tinggi dan KM besar. Baturaden  suhu rendah, maka kap. megang air rendah, KN tinggi. Secara makro KN umumnya tinggi pada pusat tek rendah (suhu tinggi) berkaitan dengan naiknya udara lembab yang merupakan syarat terbentuknya awan dan hujan

9 F. Pengaruh KN udara terhadap tanaman
Kelembaban udara akan berpengaruh lansung pada transpirasi tanaman. Transpirasi adalah hilangnya air (uap air) dari tanah melalui tubuh tanaman ke ruangan sekelilingnya dan berusaha menjenuhi ruangan. Transpirasi terjadi melalui (pada) stomata (mul. daun) dan membutuhkan energi. Stomata membuka bila ada intensitas RM yang cukup di siang hari. Malam hari?? Tiadak ada trans pirasi. Faktor berlangsungnya transpirasi: stomata membuka, panas, kec. angin, KELEMBABAN UDARA, dan radiasi mthr. Kelembaban jenuh transpirasi menurun  berhenti Kelembaban belum jenuh transpirasi lancar.

10 F. Pengaruh KN terhadap OPT
Secara tak langsung KN berpengaruh thd popolasi serangga hama melalui pertumbuhan tanaman Secara langsung KN berpengaruh terhadap water balance tubuh serangga hama Pada KN rendah (20 %) atau tinggi (80 %) beberapa parasit tidak mencari inang (host) Kepekaan serangga hama terhadap serangan penyakit jamur, bakteri, ataupun virus juga berubah pada lingkungan lembab. Kondisi lembab memungkinkan menyebarnya patogen serangga dan juga mempengaruhi survival dan virulensinya. Sabetan hujan secara langsung menyebabkan kematian telur dan larva serangga hama. Air menggenang, banjr, serangga hama tidak bisa menghindar, maka lemah dan mati

11 . Terima kasih


Download ppt "III4. Kelembaban udara A. Definisis"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google