Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Tahapan Menulis (2).

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Tahapan Menulis (2)."— Transcript presentasi:

1 Tahapan Menulis (2)

2 D-S-D PMT 5W + 1H T-A-S Dll 4. Perancangan Tulisan
Merancang tulisan diartikan sebagai kegiatan penilaian kembali informasi dan data, pemilihan sub topik, penetapan bentuk / panjang tulisan, serta penulisan outline / bagan atau plot karangan atau tulisan. Bagan, outline atau plot dari tulisan ini dapat menggunakan beberapa pola, antara lain : D-S-D PMT 5W + 1H T-A-S Dll

3 Pola D-S-D Pola ini mengungkapkan suatu ide atau gagasan berdasarkan pembabakan waktu, dari masa / keadaan dahulu (D), perkembangannya pada masa sekarang (S), serta kemungkinannya pada masa depan (D). Contoh: Dahulu: Malas belajar Menjelaskan sikap, perilaku, dan kebiasaan para mahasiswa yang malas belajar. Sekarang: Memiliki nilai dan prestasi yang buruk menjelaskan dampak yang dari malas belajar Masa depan: Sulit memperoleh pekerjaan yang layak Menjelaskan betapa sulitya memperoleh pekerjaan karena tidak memiliki kemampuan dan keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja.

4 Pola PMT Menurut pola ini, tahap pertama dengan menulis sesuatu yang menarik perhatian (P) calon pembaca. Caranya dengan membuat kalimat Menarik. Usahakan untuk terus memikat perhatian pembaca sekaligus membangkitkan minat (M) mereka agar terus membacanya. Cara yang bisa dilakukan seperti menyinggung rasa ingin tahu, kebutuhan, keinginan, dan harapan pembaca. Selanjutnya pengaruhilah afar mereka melakukan tindakan (T) tertentu. Contoh: Perhatian (P): Tahukah Anda mengapa banyak sarjana yang sulit memperoleh pekerjaan sesuai minat mereka? Membangkitkan Minat (M): Hanya ada satu cara bagi kita agar setelah lulus dan memperoleh gelar sarjana, kita siap bersaing memasuki dunia kerja yang kita sukai Mendorong Tindakan (T): Tidak ada cita-cita yang akan tercapai tanpa usaha untuk meraihnya. Begitu pula cita-cita untuk memperoleh pekerjaan yang diminati dan sesuai disiplin ilmu yang dipelajari di bangku kuliah. Semakin kita berusaha keras dan membekali diri dengan beragam pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan,

5 Pola 5 W+1 H Pola ini biasa digunakan dalam penulisa berita. Namun pola tersebut dapat dikembangkan menjadi suatu tulisan yang lebih mendalam dan tidak harus mengacu pada suatu peristiwa yang baru. Pola ini berisikan tulisan yang merupakan jawaban dan atau uraian atas pertanyaan: who, where, whwn, what, why (5 W) dan how (1H) Contoh: Demo Mahasiswa UMT Apa peristiwa / kejadian / kasusnya ?  what Siapa yang yang melakukan?  who Kapan terjadinya ?  when Dimana peristiwanya  where Bagaimana berlangsungnya  how

6 Pola T-A-S Biasanya digunakan untuk menyusun tulisan yang bersifat argumentatif, dengan mengemukakan Tesis, Antitesis, dan Sintesis. Contoh untuk tema “Ideologi Ekonomi Kebangsaan” : Tesis : Ideologi marxisme (sosialisme) yang dianut negara-negara komunis, pada dasarnya tidak mengakui hak kepemilikan secara pribadi, dan semua hak milik adalah milik negara. Masyarakat sebagai individu kehilangan Antitesis : Berbeda dengan marxisme, kapitalisme mengakui hak milik pribadi dan campur tangan negara relatif kecil. Mekanisme pasar sangat berperan dalam Sintesis : Kedua jenis ideologi di atas memiliki dampak negatif masing-masing. Pemerintah tetap harus menunjukkan perannya yang cukup besar dalam menjaga keseimbangan ekonomi namun tidak mematikan potensi individu dan mengakui hak- hak individu. Sistem ekonomi Pancasila merupakan jawakan dari praktik....

7 Perancangan tulisan lainnya
Deduktif, yaitu penjelasan/penguraian yang menyempit: urutannya diawali dari hal yang luas/umum dilanjutkan ke hal yang sempit/spesifik/khusus. Induktif, penjelasan atau penguraian yang meluas, yaitu uraian/penjelasan yang dimulai dari hal yang sempit/spesifik/khusus ke hal yang luas/umum. Topikal, penjelasan disusun menurut topik cakupan pembahasannya. Spasial, uraian/penjelasan mengacu pada urutan lokasi, ruangan, atau tempat. Logis, uiran/penjelasan mengacu pada susunan berdasarkan sebab-akibat atau akibat dan penyebabnya. Kronologis, menjelaskan suatu persoalan menurut urutan waktu kejadian atau rencana.

8 Perancangan tulisan lainnya
Deduktif, yaitu penjelasan/penguraian yang menyempit: urutannya diawali dari hal yang luas/umum dilanjutkan ke hal yang sempit/spesifik/khusus. Contoh: Cita-citaku dahulu dan sekarang Induktif, penjelasan atau penguraian yang meluas, yaitu uraian/penjelasan yang dimulai dari hal yang sempit/spesifik/khusus ke hal yang luas/umum. Contoh: Cita-citaku sekarang dan dahulu Topikal, penjelasan disusun menurut topik cakupan pembahasannya. Contoh: Memilih kuliah di fakultas ilmu komunikasi Humas Periklanan Penyiaran

9 Perancangan tulisan lainnya
Spasial, uraian/penjelasan mengacu pada urutan lokasi, ruangan, atau tempat. Contoh: Sistem pencernaan makanan Mulut Kerongkongan Usus Lambung Logis, uraian/penjelasan mengacu pada susunan berdasarkan sebab-akibat atau akibat dan penyebabnya. Contoh: Penyebab Banyaknya Sarjana yang Menganggur Kronologis, menjelaskan suatu persoalan menurut urutan waktu kejadian atau rencana. Contoh: Proses Pembentukan Bayi dalam Rahim

10 TUGAS MENULIS KARYA ILMIAH
5. Penulisan Dalam tahap ini perhatikan tujuan penulisan, sasaran pembaca, pemilihan kata yang tepat, kalimat yang efektif, penggunaan tanda baca yang benar, sumber rujukan dan sebagainya. 6. Editing/Revisi Editing dan atau revisi sangat berguna agar tulisan kita menjadi lebih berkualitas. TUGAS MENULIS KARYA ILMIAH


Download ppt "Tahapan Menulis (2)."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google