Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Tim Departemen Psikologi Industri dan Organisasi Universitas Airlangga

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Tim Departemen Psikologi Industri dan Organisasi Universitas Airlangga"— Transcript presentasi:

1 Tim Departemen Psikologi Industri dan Organisasi Universitas Airlangga
Pengantar Manajemen Tim Departemen Psikologi Industri dan Organisasi Universitas Airlangga

2 Manajemen? Upaya organisasi untuk mencapai tujuannya secara efektif dan efisien melalui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengontrolan. the Art of getting something done through other people.

3 Proses Manajemen

4 Manajemen: Perspektif Alternatif
Fungsi manajer adalah memberikan support agar anggota organisasi dapat memberikan pelayanan yang terbaik

5 Mencapai Kepuasan kerja Orang-orang yang ada di organisasi (QWL)
Manajer yang Efektif Manajer yang efektif adalah: Mencapai Tujuan Organisasi Mencapai Kepuasan kerja Orang-orang yang ada di organisasi (QWL)

6 Peran Manajer

7 Keterampilan seorang Manajer

8 Keterampilan seorang Manajer
Conceptual: Kemampuan untuk berpikir secara kritis, analitis dan strategis. Technical: pemahaman dan kemampuan untuk melakukan beberapa hal teknis yang spesifik. Human: kemampuan untuk berinteraksi atau bekerja sama dengan orang lain, dapat memotivasi, berkomunikasi dan menjalin relasi dengan orang lain.

9 Manajer yang Efektif Mengambil Keputusan Sendiri
Berpikir sebagai Boss Mengikuti alur komando Mengambil Keputusan Sendiri Menyimpan informasi sendiri Ahli dalam satu hal yang spesifik Berpikir menjadi bagian dari timnya Bersepakat dengan siapapun Melibatkan orang lain dalam pengambilan keputusan Berbagi informasi Menguasai beberapa hal

10 Manajer yang Efektif: Kecerdasan Emosi
“Anyone can become angry – that is easy, but to be angry with the right person, to the right degree, at the right time, for the right purpose, and in the right way – this is not easy” - Aristotle-

11 Apa itu Emotional Intelligence
Emotional Intelligence is “the capacity for recognizing our own feelings and those of others, for motivating ourselves, and for managing emotions well in ourselves and in our relationships.” (Goleman, 1998)

12 Why Emotional Intelligence?
Pintar saja tidak cukup untuk bisa berhasil di tempat kerja, perspektif SDM saat ini juga menekankan pentingnya individu yang bisa “click” dengan lingkungannya, akan dapat menunjang kesuksesannya di tempat kerja.

13 Emotional Intelligence Mixed Model (Goleman, 1998)
Self-Awareness Self-Management Personal Competence Social awareness Social-Skills Social Competence Emotional Intelligence Mixed Model (Goleman, 1998)

14 DAMPAK MENJADI MANAJER YANG EFEKTIF
Iklim/ lingkungan kerja yang lebih hangat, sehat, nyaman dan kolaboratif. Keterlibatan bawahan lebih baik, terutama dalam menggali pendapat atau ide Membantu orang-orang untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensinya Memperkuat nilai/ budaya organisasi Menjadi tempat kerja terbaik yang pernah ada

15 Manajemen Konflik dan Stress Di Tempat Kerja
Tim Departemen Psikologi Industri dan Organisasi Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

16 Konflik? Konflik dapat didefinisikan adanya perbedaan antara individu satu dengan lainnya, yang lebih disebabkan karena perbedaan pendapat, ide, keyakinan, kebutuhan dan juga tujuan.

17 Kenapa Konflik Terjadi?
Dua individu yang berbeda, termasuk sudut pandang berbeda dalam melihat masalah Kemampuan komunikasi yang buruk Perbedaan ideologi Perbedaan pendekatan dalam penyelesaian masalah Kompetisi atas sumber daya yang terbatas Perbedaan nilai, keyakinan dan tujuan

18 Dampak Konflik Dampak Positif Dampak Negatif
Menjadi triger untuk berpikir kreatif dan kritis Menjadi lebih belajar Meningkatkan kohesivitas kelompok Dampak Negatif Mengurangi produktivitas Proses pengambilan keputusan menjadi terhambat

19 Tabel Strategi Konflik
I win I lose Win-Win Lose-Win Win-Lose Lose-Lose You win You lose

20 Strategi Manajemen Konflik
Competition (win-lose situation) Accommodation (lose-win situation) Avoidance (lose-lose situation) Compromise (win some-win some situation) Collaboration (win-win situation)

21 Bagaimana mengatasi Konflik di Tempat Kerja?
Negosiasi Selesaikan permasalahan Kemampuan komunikasi Asertive Manajemen emosi Saling menghargai

22 Bagaimana Mencegah Terjadinya Konflik di Tempat Kerja?
Komunikasi yang terbuka Menetapkan tujuan bersama (sharing objectives/goals) Distribusi tugas dan sumber daya sesuai proporsinya/ adil Hindari menyalahkan orang lain di depan umum Menjadi role model

23 Mengelola stress di tempat kerja

24 Stress Di Tempat Kerja Stress di tempat kerja muncul ketika individu merasa ketidakseimbangan antara tekanan dan tuntutan atas pekerjaannya dengan sumberdaya dan kemampuannya untuk menyelesaikan tuntutan tersebut.

25 Dampak Stres bagi Individu:
1 Emosional: merasa lelah, cemas & kurang termotivasi 2 Kognisi: munculnya banyak kesalahan & kecelakaan karena pikiran bermasalah Perilaku: perubahan perilaku yang memberikan dampak negatif; misal: merokok, makan berlebihan/tidak makan, relasi sosial yang negatif 3 “Mari kita lihat secara mendalam mengenai dampak stres supaya kita belajar bahwa perlu sekali untuk mengelola stres. Berikut ini adalah dampak stres bagi individu” Psikologis: Meningkatnya keluhan akan kepala pusing, sakit perut & sakit otot. Hal ini akan mengarah pada naiknya tekanan darah, penyakit jantung, rendahnya resistensi terhadap infeksi & alergi kulit 4

26 Dampak Stres bagi Keluarga:
1 Meningkatnya konflik keluarga 2 Rendahnya komitmen untuk mencari solusi terbaik 3 Munculnya emosi negatif yang dapat ditularkan pada anggota keluarga Jelaskan satu per satu 4 Menurunnya relasi yang positif dengan anggota keluarga

27 Dampak Stres bagi Organisasi:
1 Meningkatnya komplain dari pelanggan 2 Hilangnya komitmen terhadap organisasi 3 Naiknya tingkat kecelakaan kerja, absenteisme & tingkat turnover Jelaskan satu per satu. “Secara keseluruhan apabila stres berkepanjangan terjadi, performa individu akan menurun.” 4 Menurunnya kinerja individual serta kelompok

28 Namun, Stres bisa menimbulkan dampak positif & negatif pada diri & performa kita, tergantung pada cara pandang dan bagaimana respon kita terhadap stresor. Fasilitator menekankan hal diatas PENTING bagi proses pengelolaan stress.. Cara pandang & respon merupakan hal yang utama

29 TEKNIK MENGHADAPI STRESS
The Four A’s. Tekankan pada peserta bahwa teknik menggunakan 4 A’s ini tergantung pada situasi yang terjadi ataupun stressor yang dihadapi

30 A void Ambil kendali atas lingkungan Anda Hindari orang yang tidak Anda sukai Belajar untuk asertif – learn to say No Buatlah daftar prioritas kegiatan Anda Metode ini TIDAK tepat digunakan apabila merugikan diri sendiri atau berdampak buruk bagi kesehatan Anda. Pendekatan ini cocok untuk situasi stres tingkat ringan, dimana tidak memiliki dampak negatif bagi orang lain.

31 A lter Komunikasikan perasaan Anda secara terbuka Dengan respek, meminta orang lain untuk merubah perilaku mereka Mengelola waktu dengan efektif Buatlah batas kegiatan Anda Pendekatan ini TIDAK tepat untuk situasi dimana Anda malah men-transferkan stres Anda pada orang lain. Pendekatan ini cocok untuk situasi stres tingkat sedang, misal: menghadapi rekan kerja yang agresif.

32 A ccept Berbicara dengan teman Praktekkan positive self talk Memaafkan
Belajar dari kesalahan Anda – carilah insight Beberapa orang berpendapat bahwa accept the situation membuat mereka powerless. Hal ini tidak benar karena dengan accept, kita sebenarnya memiliki kekuatan untuk menerima dengan terbuka. Bahkan kita bisa memperoleh beberapa keuntungan, misal: respek dari atasan, respek terhadap diri sendiri, lebih percaya diri. Pendekatan ini TIDAK tepat apabila Anda hanya ingin menyenangkan orang lain atau Anda accept karena tidak ada pilihan lain. Pendekatan ini cocok untuk situasi stres tingkat menengah ke tinggi, dimana memiliki dampak negatif bagi orang lain & harus diselesaikan.

33 A dapt Sesuaikan standar Anda Praktekkan thought-stopping Reframe isu yang ada Gunakan mantra – “I can do it!” Ciptakan kolom aset yang Anda miliki – Keluarga, pekerjaan, dll Look at the big picture Pendekatan ini cocok untuk situasi stres yang tinggi, dimana Anda mengalami life change events yang cukup besar.


Download ppt "Tim Departemen Psikologi Industri dan Organisasi Universitas Airlangga"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google