Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SISTEM OPERASI PERTEMUAN IV.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SISTEM OPERASI PERTEMUAN IV."— Transcript presentasi:

1 SISTEM OPERASI PERTEMUAN IV

2 Perkembangan Sistem Operasi
Open Shop Operation Komputer pada masa ini tidak memiliki operating system (sistem operasi). Setiap orang yang ingin memakai komputer harus mendaftarkan jadwal rencana pakai kepada pengelola komputer, sehingga jadwal pemakaian dapat disusun. Pada saat jadwal pakai tiba maka pemakai komputer harus mempersiapkan komputer secara manual (seperti hubungan kabel dan saklar yang perlu diatur dsb)

3 Perkembangan Sistem Operasi
Operator Driven Shop Operation Pada jaman ini persiapan terhadap komputer dilakukan oleh operator khusus. Operator melakukan persiapan komputer sesuai dengan kebutuhan calon pemakai yang akan memakai komputer pada jadwalnya.

4 Perkembangan Sistem Operasi
Off-line Operation Komputer pada masa ini sudah menggunakan kartu lubang (puch card). Puch card merupakan kartu berlubang. Lubang pada kartu tersebut merupakan data – data setting dari komputer, sehingga persiapan komputer sebelum digunakan oleh pemakai lebih cepat.

5 Perkembangan Sistem Operasi
Buffer Operation Disini alat masukan dilengkapi dengan memory buffer (penampung). Data dari pita magnetik dibaca dan dimasukkan ke dalam memory buffer, dan dari pita kemudian memory buffer data masuk ke olahan komputer. Aliran data dari memory buffer ke olahan komputer jauh lebih cepat daripada aliran data dari pita magnetik ke ke memory buffer. Sehingga pada saat komputer sedang mengolah data pekerjaan pertama dari dalam memory buffer, maka pada saat yang sama pula data pekerjaan kedua dibaca dari pita magnetik ke memory buffer, demikian seterusnya.

6 Perkembangan Sistem Operasi
Spool operation Spool = Simultaneous Peripheral Operation On-Line. (Operasi periferal secara simultan pada saat online). Berarti kerja alat periferal berjalan secara serentak dan simultan dengan kerja olahan di dalam komputer. Contohnya : pada saat dilakukan pencetakan melalui printer, komputer tetap melakukan pengolahan pekerjaan.

7 Perkembangan Sistem Operasi
Batch multiprogramming operation Batch multiprogramming operation, sistem operasi dapat melayani lebih dari satu program dalam bentuk tumpukan (batch). Ini berarti sistem operasi komputer harus mengatur penjadwalan prosessor dalam melayani program – program. Selama ini sistem operasi melayani pekerjaan demi pekerjaan, hanya ada satu pekerjaan yang dilayani oleh pengolahan di dalam komputer.

8 Perkembangan Sistem Operasi
Time Sharing Operation Hampir sama dengan multiprogramming operation. Perbedaan sistem operasi time sharing operation ini dengan batch multiprogramming operation adalah pada kecepatan giliran prosessor untuk melayani semua pemakai.

9 Perkembangan Sistem Operasi Time sharing vs Multiprogramming
Time sharing operation jadwal antara pekerjaan berlangsung dengan singkat dan sesuai dengan prioritas dan pemakaian. Multiprogramming operation jadwal antara pekerjaan berlangsung lama, karena suatu pekerjaan harus di layani sampai selesai baru melayani pekerjaan berikutnya. Sedangkan urutannya tergantung posisi pekerjaan tersebut pada tumpukan

10 Perkembangan Sistem Operasi
Real-time programming operation Pada real-time programming operation, begitu ada data masuk maka prosessor harus segera mengolah data itu. Sedangkan pada operasi batch multiprogramming operation dan time sharing operation data yang masuk tidak langsung diolah, tergantung apakah pekerjaan pengolahannya sedang berada pada posisi dimana prosessor harus mengerjakannya. Realtime programming operation banyak digunakan pada operasi pengendalian dan pembacaan informasi secara langsung (realtime).

11 PENGELOLAAN PROSESSOR
Kerja Prosesor Pekerjaan  User  Komputer + Program (Tataolah) Program (tataolah) yang dikerjakan itu disebut task (tugas) dan disebut juga process (proses). Pelaksanaan task dan process terjadi di processor Pada program yang paling dasar (yaitu dalam bahasa mesin), kerja prosessor berlangsung melalui instruksi dalam siklus jemput dan siklus kerja.

12 PENGELOLAAN PROSESSOR
Pekerjaan dan Program Throughput  Banyaknya pekerjaan yang dapat diselesaikan oleh sistem komputer dalam satu satuan waktu. Throughput sangat bergantung pada kecepatan kerja alat serta ketepatan pengelolaan berbagai sumber daya komputer. Berarti throughput juga bergantung pada sistem operasi yang digunakan pada sistem komputer Program terdiri atas serangkaian instruksi dan data dengan tujuan untuk mengolah data itu

13 Task dan Process Process adalah task yang telah dijadwalkan untuk di olah prosessor Task yang belum dijadwalkan belum bisa dibilang proses. Prosessor Task Process Penjadwalan

14 Task dan Process Untuk dapat memproses suatu proses, prosesor melaksanakan sejumlah kegiatan. Kegiatan prosessor ini memanfaatkan register dan bus pada sistem prosessor, serta memanfaatkan instruksi yang terdapat di dalam memory kerja. Dengan kata lain, setiap proses terdiri atas sejumlah instruksi dengan kegiatan jemput dan kegiatan kerjanya.

15 Bus dan Register AX  accumulator register ALU  Arithmetic Logic Unit
BX PC IR Control Unit (CU) MDR MAR M E O R Y Address Bus Datal Bus Control Bus AX  accumulator register ALU  Arithmetic Logic Unit BX  Base register PC  Program Counter IR  Instruction Register MAR  Memory Address Register MDR  Memory Data Register MEMORY  Memory Kerja

16 Bus dan Register Data Bus  jalur tempat informasi data berlalu lintas di antara register. Address Bus  jalur tempat informasi alamat memori berlalu lintas diantara register. Karena setiap kali hanya boleh ada satu informasi di dalam jalur itu, maka lalu lintas di dalam jalur diatur oleh clock. Pada selang- waktu tertentu, ada informasi yang keluar dari salah satu register dan masuk ke bus serta kemudian informasi itu keluar dari jalur dan masuk ke register lain.

17 Bus dan Register AX  merupakan register serba-guna yang dapat menerima berbagai informasi. BX  merupakan register lain yang menerima informasi yang akan diolah bersama dengan isi register AX. Program Counter  counter yang menunjukkan letak program di dalam memory

18 Bus dan Register Program terletak di dalam memori-kerja pada alamat memori tertentu. Mereka tersusun dalam bentuk stack sesuai alamat memori. Pada saat diolah prosesor alamat memori itu diterima oleh register PC, bahkan register PC itu akan menyaring dan menentukan alamat memori mana saja yang isinya akan dibawa ke prosesor. Namun hanya isi memori yang alamatnya sesuai dengan program yang dibolehkan oleh PC untuk masuk ke prosesor.

19 Bus dan Register MAR  mencatat alamat memori yang isinya akan dicapai oleh prosesor. Alamat itu diperolehnya dari register PC dengan memasukkan alamat memori tertentu itu ke MAR, maka prosesor itu akan mencapai alamat itu di memori-kerja. Selanjutnya akan terjadi 2 (dua) kemungkinan, yaitu : Kemungkinan Pertama : pada pembacaan data dari memori- kerja, data atau isi memori-kerja itu dibaca dengan disalin ke register data MDR (Memori Data Register) Kemungkinan Kedua : pada penulisan data ke memori-kerja, isi RD disalin ke alamat memori-kerja itu. Kedua register itu, MAR dan MDR terus bekerja sama dalam kegiatan pengambilan dan pengiriman data dari dan ke memori-kerja.

20 INSTRUCTION REGISTER IR  Menampung instruksi atau informasi yang akan diperiksa jenisnya. Informasi program yang diambil dari memori- kerja dibawa melalui register MDR ke dalam IR. Di dalam IR, informasi itu diperiksa, manakala informasi itu berbentuk instruksi program maka instruksi itu diteruskan ke Control Unit (CU). Selanjutnya, sesuai dengan isi instruksi itu, CU akan mengendalikan semua kegiatan di dalam prosesor.

21 Siklus Kerja prosesor terdiri atas 2 (dua) siklus, yaitu :
Siklus Jemput Siklus Kerja Pada siklus jemput yang dijemput adalah bagian program yang ada dalam memori-kerja dan akan diolah prosesor. Siklus kerja terjadi menyusul siklus jemput. Dengan demikian terjadilah urutan panjang berupa siklus jemput dan siklus kerja yang terjadi berulang-ulang dan pada akhir program kegiatan itupun terhenti

22 Siklus Urutan kerja siklus jemput :
Isi PC diatur agar sama dengan alamat memori awal program didalam memori- kerja. Alamat memori dari PC itu diteruskan ke MAR. Melalui alamat di MAR isi program itu diteruskan ke IR. PC akan menambah satu bilangan sehingga siap untuk melayani siklus jemput berikutnya.

23 Siklus Siklus Kerja: Siklus kerja dimulai dari IR. Biasanya isi program yang disalin ke IR itu berisikan instruksi untuk pelaksanaan sesuatu. Instruksi itu diteruskan ke Control Unit (CU), selanjutnya CU ini akan mengendalikan seluruh kegiatan di dalam prosesor sehingga kerja yang diproses dapat dirampungkan.


Download ppt "SISTEM OPERASI PERTEMUAN IV."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google