Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KEANEKARAGAMAn HAYATI

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KEANEKARAGAMAn HAYATI"— Transcript presentasi:

1 KEANEKARAGAMAn HAYATI

2 Pengertian Keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman yang ditunjukkan dengan adanya variasi makhluk hidup yang meliputi bentuk, penampilan, jumlah,serta ciri lain

3 Tingkatan Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman Gen Keanekaragaman Spesies Keanekaragaman Ekosistem

4 1. Keanekaragaman Gen

5 Keanekaragaman tingkat gen : keanekaragaman yang timbul karena adanya variasi susunan gen dalam dalam suatu spesies. Contoh : Perbedaan warna pada spesies mawar pada spesies kucing terdapat variasi seperti kucing anggora berbulu panjang, kucing siam, dan kucing bainese

6 2. Keanekaragaman Spesies
Aren Kelapa Pinang

7 Keanekaragaman hayati tingkat jenis menunjukkan keanekaragaman atau variasi yang terdapat pada berbagai jenis atau spesies makhluk hidup dalam genus yang sama atau familia yang sama. Contoh : Variasi pada suku Felidae, seperti kucing, singa, harimau.

8 3. Keanekaragaman Ekosistem
Hutan Gugur Gurun Padang Rumput

9 Contoh keanekaragaman ekosistem
Ekosistem gurun Ekosistem hutan Ekosistem rawa Ekosistem air tawar

10 Keanekaragaman tingkat ekosistem : keanekaragaman yang timbul karena adanya interaksi antara lingkungan abiotik tertentu dengan sekumpulan makhluk hidup tertentu. Contoh : ekosistem sungai, ekosistem terumbu karang, ekosistem hutan.

11 Alfred Russell Wallace membagi wilayah biogeorafi menjadi enam bagian, yaitu :
1. Nearktik : Amerika Utara 2. Palearktik : Asia sebelah utara Himalaya, Eropa dan Afrika, Gurun Sahara sebelah utara. 3. Neotropikal : Amerika Selatan bagian tengah 4. Oriental : Asia, Himalaya bagian selatan 5. Ethiopia : Afrika 6. Australia : Australia dan pulau pulau sekitarnya

12

13 KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA
Keunikan keanekaragaman hayati Indonesia ditandai oleh : Adanya flora dan fauna bertipe Oriental, Australis dan peralihan Memiliki hewan dan tumbuhan yang endemik Memiliki hewan dan tumbuhan yang langka

14 Tipe Fauna di Indonesia
Tipe Oriental/Asiatis Tipe Peralihan Tipe Australis

15 Ciri-ciri Daerah Oriental (sumatera, jawa, bali, kalimantan)
Mamalia berukuran besar.Misalnya : gajah Sumatra (Elephas maximus sumatrensis), banteng (Bos sondaicus), harimau sumatra (Panthera tigris sondaicus) Banyak jenis primata.Misalnya : orang utan sumatra (Pongo pygmaeus obelii), orang utan Kalimantan (Pongo pygmaeus pygmaeus), kera (Macaca fascicularis) Warna bulu burung kurang menarik dan tidak beragam.Misalnya : burung Rangkong (Rhinoplax vigil), murai (Myophoneus sp)

16 Ciri Hewan daerah Australis\ (Papua, Maluku)
Mamalia berukuran lebih Kecil. Memiliki mamalia berkantong. Misalnya walabi kecil (Dorcopsulus)vanheurni), walabi semak (Thylogale bruijni), kanguru pohon (Dendrolagus ursinus) Warna bulu burung lebih menarik dan beragam.Misalnya burung cendrawasih (Paradisaea minor), burung kasuari (Casuarius casuarius)

17 Ciri Hewan Daerah Peralihan
Pada daerah peralihan atau transisi Oriental-Australis (Sulawesi dan Nusa Tenggara) terdapat hewan-hewan dengan ciri khas tersendiri. Misalnya : komodo (Varanus komodoensis) di Pulau Komodo (NTT), babi rusa (Babyrousa babyrussa), anoa (Bubalus depressicornis), dan burung maleo (Macrocephalon maleo) di Sulawesi

18 TIPE FLORA DI INDONESIA
A. Flora di Indonesia bagian Barat (oriental). Flora di wilayah Indonesia bagian Barat didominasi oleh vegetasi hutan hujan tropis yang selalu basah. Hal ini dikarenakan pada kawasan ini mempunyai curah hujan dan kelembapan yang cukup tinggi. Ciri-ciri Flora bagian Barat: 1. Memiliki berbagai jenis tumbuhan kayu yang berharga, misalnya jati, meranti, kruing, mahoni 2. Selalu hijau sepanjang tahun 3. Bersifat heterogen. Terdapat tumbuhan endemik, seperti Raflesia Arnoldi di Sumatra Banyak kawasan hutan mangrove (hutan bakau), antara lain di pantai Timur Sumatra, pantai Barat dan Selatan Kalimantan, serta pantai Barat dan Utara Jawa.

19 TIPE FLORA DI INDONESIA
B. Flora di Indonesia bagian Tengah (Peralihan) Jenis hutan yang ada hanyalah hutan semusim atau hutan homogen yang tidak begitu lebat, bahkan di kawasan Nusa Tenggara kita hanya akan menjumpai adanya sabana dan stepa. Kondisi ini terjadi karena di wilayah Nusa Tenggara memiliki curah hujan yang relatif lebih sedikit bila dibandingkan pulau-pulau lain di Indonesia. Jenis tumbuhan yang mendominasi di wilayah Indonesia bagian tengah, antara lain, jenis palma, cemara, dan pinus.

20 TIPE FLORA DI INDONESIA
C. Flora di Indonesia bagian Timur (Australasia) Flora di wilayah Indonesia bagian Timur didominasi oleh hutan hujan tropis. Akan tetapi, jenis tumbuhannya berbeda dengan jenis tumbuhan di wilayah Indonesia bagian Barat. Jenis flora di wilayah hutan hujan tropis bagian Timur memiliki kesamaan dengan flora di kawasan Benua Australia, sehingga jenis floranya bersifat Australis. Salah satu flora ciri khas di kawasan Indonesia Timur adalah anggrek. Ciri-ciri Flora bagian Timur: 1. Biasanya berupa padang rumput, terdapat semak belukar, pohonnya rendah. 2. Tanaman yang sering dijumpai adalah jenis conifera.

21 Hewan dan Tumbuhan Endemik
Hewan Endemik: komodo (Varanus komodoensis) di Pulau Komodo Badak bercula satu (Rhinoceros sondaicus) di Ujung Kulon-Banten Babi rusa Musang Sulawesi Tarsius Tumbuhan Endemik : Bunga Raflesia (Rafflesia arnoldii) di hutan-hutan Bengkulu, Sumatera Barat an Jambi. Rafflesia borneensis di Kalimantan Matoa (Pometia pinnata) Ratu slur permata hijau (Strongylodon macrobotrys)

22 Hewan dan Tumbuhan Langka
Hewan Langka : Badak Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis) Harimau sumatra (Panthera tgris sumatrae) Tapir (Tapirus indicus) komodo (Varanus komodoensis) Tumbuhan Langka : Matoa (Pometia pinnata) Gandaria (Bouea macrophylle) Badali (Raermachera gigantea) Sawo kecik (Manilkara kauki) Bendo (Artrocarpus elasticus)

23 Manfaat Keanekaragaman Hayati
Penghasil SDA Hayati Sumber sandang ; Sumber pangan Sumber bahan bangunan dan alat rumah tangga Sumber obat-obatan dan kosmetika Sumber plasma nutfah (sumber gen) Sumber perikanan

24 Sebagai sarana pengembangan Ilmu pengetahuan, pendidikan, rekreasi dan wisata
Manfaat dari aspek sosial dan budaya masyarakat

25 Penyebab Hilangnya Keanekaragaman Hayati
1. Hilangnya Habitat dan fragmentasi Hilangnya habitat adalah menyusutnya materi pada tempat yang sesuai (cocok) untuk hidup Fragmentasi habitat adalah pemisahan suatu habitat menjadi lebih kecil lagi

26 2. Spesies-spesies eksotik (introduksi spesies) Introduksi spesies adalah suatu upaya mendatangkan spesies asing ke suatu wilayah yang telah memiliki spesies lokal. Misal : di Indonesia, penggunaan padi unggul telah menyebabkan punahnya padi tradisional 3. Degradasi habitat Degradasi habitat adalah kerusakan habitat karena polusi, miisalnya hujan asam, eutrofikasi, efekrumah kaca.

27 4. Eksploitasi secara berlebihan 5
4. Eksploitasi secara berlebihan 5. Industrialisasi Kehutanan dan perikanan 6. Perubahan Iklim Global

28

29 Usaha Pelestarian Keanekaragaman Hayati
A.MELALUI KONSERVASI/ PERLINDUNGAN ALAM B. PENGHIJAUAN C.PENANGKARAN D.PERKAWINAN SILANG

30 A. PERLINDUNGAN ALAM Pelestarian In-situ Pelestarian Ex-situ
Beberapa bentuk konservasi In situ : Cagar alam yaitu kawasan suaka alam yang memiliki tumbuhan, hewan, ekosistem yang khas sehingga perlu dilindungi. Contoh cagar alam : Cagar Alam Hutan Pinus janthoi di Aceh, Cagar Alam Lembah Anai di Sumbar

31 2. Suaka margasatwa yaitu kawasan suaka alam yang memiliki ciri khas berupa keanekaragaman dan keunikan jenis satwa (hewan) yang untuk kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya. 3. Taman Nasional adalah kawasan pelestarian alam yang memiliki ekosistem asli yang dikelola dengan sistem zonasi. Taman ini biasanya dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budi daya, pariwisata, dan rekreasi alam.

32 4. Taman Wisata Alam yaitu kawasan pelestarian alam dengan tujuan untuk kepentingan pariwisata dan rekreasi alam. 5. Taman baru yaitu kawasan yang didalamnya terdapat potensi satwa buru yang diperuntukkan untuk rekreasi berburu. Contoh : Taman Buru Pulau Pini di Sumut, taman Buru Semidang Bukit kelabu di bengkulu

33 Contoh pelestarian ex-situ
Kebun koleksi Kebun botani Kebun Binatang Kebun Plasma Nutfah

34 PERLINDUNGAN ALAM MELALUI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Peraturan perundangan ini bertujuan untuk melindungi beberapa jenis hewan yang terdapat di Indonesia MELALUI KEPPRES Misalnya Keppres no 4 tahun 1993 yang telah menetapkan beberapa tumbuhan dan hewan asli Indonesia sebagai tumbuhan dan hewan nasional.

35 Thank yoU


Download ppt "KEANEKARAGAMAn HAYATI"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google