Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENDAHULUAN Tingkat kematian anak babi prasapih dapat mencapai 30 – 50%, ini merupakan salah satu faktor penentu yang sering kali menjadi suatu masalah.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENDAHULUAN Tingkat kematian anak babi prasapih dapat mencapai 30 – 50%, ini merupakan salah satu faktor penentu yang sering kali menjadi suatu masalah."— Transcript presentasi:

1

2 PENDAHULUAN Tingkat kematian anak babi prasapih dapat mencapai 30 – 50%, ini merupakan salah satu faktor penentu yang sering kali menjadi suatu masalah yang serius dalam budidaya ternak babi. Tiga hari pertama setelah beranak merupakan masa kritis, sebab anak babi sangat peka terhadap kondisi lingkungan yang berat. Untuk itu dibutuhkan pengetahuan tentang tatalaksana pemeliharaan anak babi prasapih agar pemeliharaan dapat dilakukan dengan cermat, untuk mengurangi jumlah anak babi yang mati. Sumber : Adhy, W, 2010. Tatalaksana Pemeliharaan Anak Babi Masa Menyusu

3 PEMELIHARAAN ANAK BABI BARU LAHIR Anak babi yang baru lahir harus segera dibebaskan dari selaput lendir yang menutupi lobang mulut dan hidung. Sebab sesudah tali pusar putus mereka harus segera bisa bernafas lewat mulut dan hidung. Tali pusar dibiarkan putus dengan sendirinya. Setelah tali pusar ini putus barulah bisa dipotong sepanjang kurang lebih 2,5 cm dan didesinfektan dengan yodium tinctuur 7% atau obat merah, untuk menghindari infeksi. Anak babi yang baru lahir diusahakan segera bisa menyusu, sebab air susu pertama ( colustrum ) penuh dengan zat-zat dan antibiotic yang sangat diperlukan bagi kehidupan anak babi yang baru lahir. Sumber : Adhy, W, 2010. Tatalaksana Pemeliharaan Anak Babi Masa Menyusu

4 PEMELIHARAAN ANAK BABI UMUR 3 – 10 HARI Anak babi umur 3 – 10 hari mengalami masa kritis. Pada saat itu mereka sangat sensitive dan tidak berdaya menghadapi lingkungan yang berat. Sehubungan dengan hal tersebut maka para pertenakan harus betul-betul memberikan perlakuan yang cermat. Pada umur tersebu anak babi : o Mudah kedinginan. o Tertindih induk. o Mudah mati lemas karena kurang susu. Sumber : Adhy, W, 2010. Tatalaksana Pemeliharaan Anak Babi Masa Menyusu

5 PEMELIHARAAN ANAK BABI TANPA INDUK Sering terjadi induk jatuh sakit, atau mati pada waktu melahirkan. Sehingga anak-anaknya tidak bisa diasuh lagi. Apabila ada peristiwa semacam ini maka peternak harus segera bisa mengatasi atau memberikan pertolongan. Mereka bisa ditolong dengan berbagai cara : Dititipkan induk lain. Diberikan air susu sapi. Sumber : Adhy, W, 2010. Tatalaksana Pemeliharaan Anak Babi Masa Menyusu

6 PEMOTONGAN GIGI ANAK BABI Anak babi yang baru lahir giginya sudah tumbuh sempurna, dan tajam. Namun demikian gigi tersebut belum berfungsi, bahkan merugikan induk yang sedang menyusui, ataupun sesama anak babi, karena saling menggigit. Untuk itu perlu adanya pemotongan gigi anak babi. Pemotongan bisa dilakukan dengan menggunakan alat khusus yang berbentuk seperti tang. Apabila lat tersebut tidak ada, bisa menggunakan gunting kecil yang tajam. Sumber : Adhy, W, 2010. Tatalaksana Pemeliharaan Anak Babi Masa Menyusu

7 PEMBERIAN ZAT BESI PADA ANAK BABI Anak babi sampai dengan umur 10 hari merupakan hari- hari yang kritis, terutama terhadap penyakit kekurangan zat besi (anemia). Untuk itu perlu diberi tambahan zat besi. Cara-cara penambahan zat besi yang biasa dilakukan adalah : Diberikan capsul zat besi atau pasta yang diberi lewat mulut pada saat anak babi itu berumur 3 hari, 7 hari dan 10 hari. Diinjeksi dengan sulpha ferros (preparat anti anemia). Diberi mineral tablet yang berisikan zat besi, cobalt pada waktu anak babi berumur 24 jam dan kemudian diulangi pada hari ke-7 dan ke-10. Sumber : Adhy, W, 2010. Tatalaksana Pemeliharaan Anak Babi Masa Menyusu

8 FAKTOR PENYABAB KEMATIAN ANAK BABI Perhatian pemelihara terhadap babi yang melahirkan kurang, sehingga anak babi mati terhimpit atau terinjak induknya. Perlengkapan kandang kurang, misalnya tidak ada kotak, dinding penghalang, sehingga anak babi tidur bersama induknya terimpit badan induknya. Air susu kurang, tidak keluar sama sekali, atau jumlah anak yang lebih banyak dari puting induk. Kekurangan zat-zat makanan, akibat ransum induk yang kurang baik. Sifat buas induk (kanibalis), sehingga anaknya digigit dan dimakan induknya, induk tidak bisa mengasuh anaknya dengan baik. Sumber : Adhy, W, 2010. Tatalaksana Pemeliharaan Anak Babi Masa Menyusu

9 MENGURANGI KEMATIAN ANAK BABI Waktu induknya tidur harus dipisahkan dengan pintu penghalang, atau anak-anaknya ditaruh di dalam kotak. Bila udara dingin diusahakan pemanasan, atau bagi anak babi yang sudah agak besar pada lantai tempat mereka tidur bisa diberi alas dari serbuk gergaji, atau jerami kering. Peternak harus memperhatikan induk-induk yang mempunyai sifat kanibalis, yang kemudian mengafkirnya. Memberi makanan yang gizinya cukup. Menjaga kebersihan kandang. Sumber : Adhy, W, 2010. Tatalaksana Pemeliharaan Anak Babi Masa Menyusu

10


Download ppt "PENDAHULUAN Tingkat kematian anak babi prasapih dapat mencapai 30 – 50%, ini merupakan salah satu faktor penentu yang sering kali menjadi suatu masalah."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google