Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PERTEMUAN 2 3 Maret 2017.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PERTEMUAN 2 3 Maret 2017."— Transcript presentasi:

1 PERTEMUAN 2 3 Maret 2017

2 PENGGOLONGAN OBAT Penggolongan obat berdasarkan jenisnya
Ilmu Farmasi : Penggolongan obat secara luas dibedakan berdasarkan beberapa hal, diantaranya : Penggolongan obat berdasarkan jenisnya Penggolongan obat berdasarkan mekanisme kerja obat Penggolongan obat berdasarkan tempat atau lokasi pemakaian Penggolongan obat berdasarkan cara pemakaian Penggolongan obat berdasarkan efek yang ditimbulkan Penggolongan obat berdasarkan daya kerja atau terapi Penggolongan obat berdasarkan asal obat dan cara pembuatannya Diantara banyak penggolongan obat, yang paling populer ialah berdasarkan jenisnya

3 1. Penggolongan obat berdasarkan jenis
Penggolongan obat berdasarkan jenis antara lain : - obat bebas - obat bebas terbatas - obat keras - obat psikotropika dan narkotika. PENGGOLONGAN OBAT berdasarkan Undang Undang dan Peraturan Menteri Kesehatan

4 2. Penggolongan obat berdasarkan mekanisme kerja obat
dibagi menjadi 5 jenis penggolongan antara lain : obat yang bekerja pada penyebab penyakit, misalnya penyakit akibat bakteri atau mikroba, contoh antibiotik obat yang bekerja untuk mencegah kondisi patologis dari penyakit contoh vaksin, dan serum. obat yang menghilangkan simtomatik/gejala, meredakan nyeri contoh analgesik obat yang bekerja menambah atau mengganti fungsi fungsi zat yang kurang, contoh vitamin dan hormon. pemberian placebo adalah pemberian obat yang tidak mengandung zat aktif, khususnya pada pasien normal yang menganggap dirinya dalam keadaan sakit. contoh aqua pro injeksi dan tablet placebo. Selain itu dapat dibedakan berdasarkan tujuan penggunaannya, seperti obat antihipertensi, kardiak, diuretik, hipnotik, sedatif, dan lain lain.

5 3. Penggolongan obat berdasarkan tempat atau lokasi pemakaian
dibagi menjadi 2 golongan : obat dalam yaitu obat obatan yang dikonsumsi peroral, contoh tablet antibiotik, parasetamol tablet obat luar yaitu obat obatan yang dipakai secara topikal/tubuh bagian luar, contoh sulfur, dll

6 4. Penggolongan obat berdasarkan cara pemakaian
dibagi menjadi beberapa bagian, seperti : oral : obat yang dikonsumsi melalui mulut kedalam saluran cerna, contoh tablet, kapsul, serbuk, dll perektal : obat yang dipakai melalui rektum, biasanya digunakan pada pasien yang tidak bisa menelan, pingsan, atau menghendaki efek cepat dan terhindar dari pengaruh pH lambung, FFE di hati, maupun enzim-enzim di dalam tubuh Sublingual : Sublingual : pemakaian obat dengan meletakkannya dibawah lidah., masuk ke pembuluh darah, efeknya lebih cepat, contoh obat hipertensi : tablet hisap, hormon-hormon Parenteral : obat yang disuntikkan melalui kulit ke aliran darah. baik secara intravena, subkutan, intramuskular, intrakardial. langsung ke organ, contoh intrakardial melalui selaput perut, contoh intra peritoneal

7 5. Penggolongan obat berdasarkan efek yang ditimbulkan
dibagi menjadi 2 : - sistemik : obat/zat aktif yang masuk kedalam peredaran darah. - lokal : obat/zat aktif yang hanya berefek/menyebar/mempengaruhi bagian tertentu tempat obat tersebut berada, seperti pada hidung, mata, kulit, dll

8 6. Penggolongan obat berdasarkan daya kerja atau terapi
dibagi menjadi 2 golongan : - farmakodinamik : obat obat yang bekerja mempengaruhi fisilogis tubuh, contoh hormon dan vitamin - kemoterapi : obat obatan yang bekerja secara kimia untuk membasmi parasit/bibit penyakit, mempunyai daya kerja kombinasi.

9 7. Penggolongan obat berdasarkan asal obat dan cara pembuatannya
dibagi menjadi 2 : Alamiah : obat obat yang berasal dari alam (tumbuhan, hewan dan mineral) tumbuhan : jamur (antibiotik), kina (kinin), digitalis (glikosida jantung) dll hewan : plasenta, otak menghasilkan serum rabies, kolagen. mineral : vaselin, parafin, talkum/silikat, dll Sintetik : merupakan cara pembuatan obat dengan melakukan reaksi-reaksi kimia, contohnya minyak gandapura dihasilkan dengan mereaksikan metanol dan asam salisilat.

10 DASAR-DASAR PENGOBATAN
KEGUNAAN OBAT UNTUK MANUSIA DAN HEWAN Menetapkan diagnosis, misal cairan kontras Mencegah penyakit, misal vaccin Mengurangi/menghilangkan penyakit atau gejala penyakit, misal obat utk terapi simptomatik Menyembuhkan penyakit, misal antibiotika Memperindah bagian badan manusia, mis. kosmetik

11 CARA OBAT BEKERJA Secara umum mempengaruhi (metabolisme) sel-sel penderita dan/atau mempengaruhi (metabolisme) sel-sel mikroorganisme/parasit penyebab penyakit Obat ada yang terdapat normal dalam tubuh misal insulin, hormon-hormon (jika kekurangan diberikan dari luar sbg terapi substitusi Kebanyakan obat berupa bahan asing bg tubuh

12 CARA DAN WAKTU PENGGUNAAN OBAT YANG TEPAT
CARA PENGGUNAAN OBAT Obat suntik, obat yang ditelan/diminum, obat yang ditaruh di bawah lidah (sublingual), obat luar, obat kumur, obat rektal, intravaginal, intra uretral, dsb. Cara penggunaan obat yang tepat ditentukan oleh dokter saat menetapkan terapi, disesuaikan dengan penderita serta indikasi penyakitnya dan sifat fisikokimia obatnya

13 WAKTU PENGGUNAAN OBAT Sebelum makan, misal obat maag, obat mual
Sesudah makan, untuk obat yang berefek mengiritasi lambung spt. Asetosal, preparat Fe, Digitalis dll. Sedang/waktu makan, antara lain enzim yang membantu pencernaan Malam/sebelum tidur, misal obat hipnotika, penenang, laksan yg onsetnya 6-8 jam

14 Pagi hari, untuk laksan yg reaksinya cepat spt Magnesii sulfat, diuretik (obat yang merangsang pengeluaran urin) Sesudah buang air besar, misal suppositoria INFORMASI YANG JELAS DAN TEPAT TENTANG CARA PENGGUNAAN OBAT KEPADA PASIEN SANGAT MENENTUKAN KEBERHASILAN TERAPI

15 CARA PENYIMPANAN OBAT Semua obat harus disimpan dlm wadah yg sesuai dg memakai etiket/label yang jelas dimana tercantum nama obat yang terang Kalau obat sudah berubah rupanya dari semula, sudah tumbuh jamur atau warnanya berubah atau perubahan fisik lain yg kentara, sebaiknya obat jangan digunakan lagi karena kemungkinan berbahaya

16 Tempat penyimpanan obat harus aman dari pengaruh suhu, kelembaban udara dan sinar/cahaya
Bahan yg rusak karena pengaruh suhu harus disimpan sesuai dengan petunjuk cara penyimpanannya Bahan yg rusak oleh sinar/cahaya, terutama sinar uv harus disimpan dalam wadah yang tidak tembus cahaya misal botol berwarna Obat beracun harus disimpan dalam lemari terkunci, misal golongan narkotika

17 TANGGAL KEDALUWARSA OBAT
Tanggal kedaluwarsa/expiration date adalah batas waktu dimana jika tanggal tsb dilampaui maka keamanan pemakaian obat sudah tidak dapat dipertanggungjawabkan lagi Suhu penyimpanan sangat berpengaruh terhadap kualitas obat, obat yang disimpan tidak sesuai dengan aturan suhunya, dimungkinkan jauh sebelum tanggal kedaluwarsa dilampaui obat sudah rusak

18 WAKTU PARUH OBAT SELF HALF LIFE ialah waktu dimana daya kerja obat hanya tinggal separuhnya Tiap kenaikan suhu penyimpanan 10°C dapat mengurangi waktu paruh 50% Contoh, obat yg seharusnya disimpan pada suhu 5°C dan mempunyai waktu paruh 4 tahun, jika disimpan pd suhu 15°C maka waktu paruh penyimpanan hanya tinggal 2 tahun

19 DOSIS OBAT PENGERTIAN Dosis adalah jumlah obat yang diberikan kepada penderita dalam satuan (gram, miligram, mikrogram) atau satuan isi (mililiter, liter) atau unit-unit lainnya ( Unit Internasional)

20 JENIS-JENIS DOSIS Dosis lazim, dosis medicinalis, dosis terapetik adalah adalah sejumlah obat yg memberikan efek terapi kpd penderita Dosis toksik Adalah dosis obat yang melebihi dosis terapi sehingga ada kemungkinan keracunan Dosis letalis adalah dosis yang dapat mengakibatkan kematian

21 FAKTOR-FAKTOR YG MEMPENGARUHI DOSIS
FAKTOR OBATsifat fisika, kimia, toksisitas CARA PEMBERIANoral, parenteral (sk, im, iv) FAKTOR PENDERITA umur, BB, jenis kelamin, obesitas, kehamilan

22 ALAT PENAKAR DOSIS UNTUK OBAT MINUM
C = sendok makan = 15 ml Cth = sendok teh = 5 ml


Download ppt "PERTEMUAN 2 3 Maret 2017."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google