Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SISTEM GERAK MANUSIA.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SISTEM GERAK MANUSIA."— Transcript presentasi:

1 SISTEM GERAK MANUSIA

2 FUNGSI: Formasi bentuk tubuh : bentuk dan ukuran tubuh Formasi sendi-sendi Pelekatan otot Penyokong berat badan Proteksi Hematopoiesis : pembentukan sel darah Fungsi imunologis Penyimpanan kalsium

3 STRUKTUR TULANG https://www.youtube.com/watch?v=Nm8Gb7Rdnyw

4 Struktur tulang Dari arah luar  dalam :
Periosteum (terdiri dari 2 lembar jaringan ikat : jaringan ikat fibrosa (luar), osteoblas/sel pembentuk sel tulang (dalam) Tulang kompak (lapisan tulang yang halus, padat , sangat kuat dan sedikit berongga, mengandung banyak kalsium fosfat, kalsium karbonat) Tulang spons (lapisan yang berongga dan berisi sum-sum merah) Endosteum (jaringan ikat yang melapisi rongga sumsum) Sumsum tulang (memproduksi sel darah)

5 Jenis sel tulang Tulang dibentuk oleh 4 jenis sel utama: osteoprogenator, Osteoblas, osteosit dan Osteoklas. Osteoprogenator, merupakan sel khusus, yang memiliki potensi mitosis yang mampu berdiferensiasi menjadi osteoblas. Osteoblas adalah sel pembentuk tulang yang turun dari sel osteoprogenitor. Osteoblas juga memproduksi hormon, seperti prostaglandin, untuk bertindak pada tulang itu sendiri.  Mereka memproduksi alkali fosfatase, enzim yang berperan dalam mineralisasi tulang, serta banyak protein matriks.. Osteoblas adalah sel-sel tulang dewasa, dan akhirnya menjadi terperangkap dalam matriks tulang menjadi osteosit, yang merupakan sel-sel tulang dewasa. Osteosit adalah sel tulang dewasa yang berasal dari osteoblas, yang telah bermigrasi ke dalam dan terjebak dan dikelilingi oleh matriks tulang Fungsi utama dari osteoklas adalah resorpsi dan degradasi tulang yaitu membantu untuk merombak tulang ketika menghancurkan sel-sel tulang dan menyerap kalsium. Selain itu, osteoklas membantu untuk menjaga konsentrasi kalsium darah pada tingkat yang optimal.

6 Pada tulang terdapat bagian :
Diafisis ( batang), terdiri dari tulang kompak berbentuk silinder tebal berisi sumsum Epifisis (ujung tulang yang membesar), tersusun dari tulang spons yang diselubungi tulang kompak dan dilapisi rawan persendian (hialin) Ujung permukaan tulang persendian dilumasi cairan sinovial Diantara epifisis dan diafisis terdapat metafisis Diantara metafisis dan episisis terdapat cakram epifisis (bagian tulang yang memiliki kemampuan untuk memanjang)

7 bentuk TULANG

8 Bentuk Tulang Tulang Pipa (Tulang Panjang)
Contoh tulang pipa adalah tulang betis, tulang kering, tulang hasta, dan tulang pengumpil. Terbagi menjadi tiga bagian: bagian tengah disebut diafisis, ujung disebut epifisis, antara epifisis dan diafisis disebut cakra.

9 Penampang melintang tulang panjang dengan bagian-bagiannya

10 Tulang Pipih Tersusun atas dua lempengan tulang kompak dan tulang spons, di dalamnya terdapat sumsum tulang. Berfungsi sebagai pelindung atau untuk memperkuat. Contoh: tulang rusuk, tulang belikat, tulang tengkorak.

11 Tulang Pendek Terdapat pada. pangkal kaki, pangkal lengan, ruas-ruas tulang belakang. Tulang Tak Berbentuk Memiliki bentuk yang tak tertentu. Terdapat di wajah dan tulang belakang.

12 SISTEM RANGKA

13 Pengelompokan Rangka Manusia:
Rangka Aksial : T. Tengkorak, T. Belakang, T. Dada, dan T. Rusuk Rangka Apendikuler : T. Anggota gerak atas dan T. Anggota gerak bawah

14 Tengkorak Tempurung (Kranium) Muka (fasial) Dahi Rahang Atas
Kepala Belakang Rahang bawah Ubun-ubun Pipi Baji Air mata tapis Hidung Pelipis/samping Langit-langit

15 Tulang Belakang Vertebra servikalis Vertebra dorsalis Vertebra lumbalis Sakrum Koksi

16 Tulang Dada dan tulang rusuk
Manubrium Korpus Xiphoid prosesus Costa vera (sejati) Costa spuria (palsu) Costa fluitantes (melayang

17

18 Tulang Rusuk Tulang Rusuk Sejati Tulang Rusuk Palsu Tulang Rusuk Melayang

19 Anggota Gerak Atas Klavikula Skapula Humerus Ulna Radius Karpal Metakarpal Falanges

20 Anggota Gerak Bawah Ischium Illium Pubis Femur Patela Fibula Tibia Tarsus Metatarsus Falanges

21 JENIS TULANG

22 TULANG RAWAN Sifat : Lentur Susunan : sel tulang rawan/kondrosit -> kondroblas Selaput T.Rawan - >perikondrium T. rawan: Hialin, Elastin, Fibrosa

23 Tulang (Osteon) Senyawa penyusun: kalsium dan fosfat -> keras Tulang : Osteosit dan matriks (semen, kolagen, mineral(kalsium karbonat & kalsium fosfat))

24 osifikasi

25 OSIFIKASI

26 OSIFIKASI INTRAKARTILAGO

27 SENDI (hubungan antartulang
DIARTROSIS SINARTROSIS AMFIARTROSIS

28 Hubungan Antartulang pembuluh darah saraf kapsul sendi rongga sendi
periosteum tulang tulang rawan perrsendian bursa membran sinovial

29 Komponen Penunjang: Ligamen, mengikat bagian luar ujung tulang Kapsul sendi, berfungsi untuk menahal ligamen, ada 2 jenis yaitu kapsul sinovial (menghasilkan cairan sinovial )dan kapsul fibrosa (memelihara posisi dan stbilitas sendi). Cairan sinovial, cairan pelumas agar gesekan berjalan lancar, halus dan tidak nyeri. T.Rawan hialin, penutup ujung tulang Bursa, kantong tertutup yang dilapisi membran sinovial terletak di luar rongga sendi.

30 Sinartrosis (sendi mati)  tidak dapat digerakkan
JENIS SENDI Sinartrosis (sendi mati)  tidak dapat digerakkan Adalah hubungan antartulang yang tidak memiliki celah sendi. Dihubungkan dengan erat oleh jaringan ikat. Ada dua tipe sinartrosis, yaitu : Sinartrosis sinfibrosis (sutura)  dihubungkan kartilago fibrosa. Ex : hubungan antartulang tengkorak Sinartrosis sinkondrosis  dihubungkan kartilago hialin. Ex : lempeng sementara epifisis dan diafisis (cakra epifisis)

31 JENIS SENDI Amfiartrosis
Adalah sendi yang dihubungkan oleh kartilago sehingga memungkinkan untuk sedikit gerakan. Dibagi menjadi tiga, yaitu simfisis dan sindesmosis. Simfisis, contohnya pada sendi antartulang belakang dan pada tulang kemaluan. Sindesmosis contohnya, sendi antartulang betis dan tulang kering. Gomposis, gigi yang tertanam di dalam tulang rahang.

32 JENIS SENDI Diartrosis Ciri-ciri diartrosis:
Permukaan sendi dibalut oleh selaput atau kapsul jaringan ikat fibrous. Bagian dalam kapsul dibatasi oleh membran jaringan ikat. Kapsul fibrousnya ada yang diperkuat oleh ligamen dan ada yang tidak. Di dalam kapsul biasanya terdapat bantalan kartilago serabut.

33 Diartrosis Gerak bebas Arah Geraknya: Peluru, segala arah
Putar, Berputar atau rotasi Pelana, rotasi tdk ke segala arah Engsel, Satu arah Luncur, rotasi pada satu bidang datar\ kondiloid

34 Hubungan antartulang yang bersifat diartrosis
v

35 OTOT

36 Fungsi otot Pergerakan Menopang dan mempertahankan postur tubuh Produksi panas

37 Ektensibilitas (kemampuan terulur atau meningkatnya pemanjangan otot,)
1. Karakteristik Otot Kontraksibilitas ( Kemampuan Mengembangkan Ketegangan, yaitu kemampuan otot untuk memendek sehingga berukuran lebih pendek dari ukuran semula. Hal ini terjadi jika otot sedang melakukan kegiatan) Ektensibilitas (kemampuan terulur atau meningkatnya pemanjangan otot,) Elastisitas (kemampuan otot untuk kembali ke panjang normal setelah diulur (distretch). 

38 2. Jenis-jenis otot

39 Otot Lurik Berdasarkan cara melekatnya pada tulang, tendon dibedakan sebagai berikut ini. Origo (ujung otot yang melekat pada tulang yang tidak bergerak) Insersio (ujung otot yang bergerak.

40 Otot Polos Otot Jantung
Tersusun dari sel-sel yang berbentuk kumparan halus. Otot polos terdapat di alat-alat dalam tubuh, misalnya pada: dinding saluran pencernaan saluran-saluran pernapasan pembuluh darah saluran kencing dan kelamin Otot Jantung Struktur sama dengan otot lurik, serabutnya bercabang-cabang dan saling beranyaman serta dipersarafi oleh saraf otonom.

41 3. Sifat Kerja Otot Antagonis
Kerja otot yang kontraksinya menimbulkan efek gerak berlawanan. Ekstensor (meluruskan) dan fleksor (membengkokkan). Abduktor (menjauhi badan) dan adduktor (mendekati badan). Depresor (ke bawah) dan elevator (ke atas). Supinator (menengadah) dan pronator (menelungkup). Sifat antagonis kerja otot

42 Sinergis Sinergis adalah otot-otot yang kontraksinya menimbulkan gerak searah. Contohnya pronator teres dan pronator kuadratus

43 4. Mekanisme Gerak Otot

44 4. Mekanisme Gerak Otot

45 Tahapan mekanisme kerja otot
Kontraksi Impuls tiba diujung saraf  pelepasan asetilkolin pada otot  pembebasan ion Ca2+ dari retikulum sarkoplasma ion Ca 2+ terikat pada troponin  daerah aktif tropomiosis terbuka  kepala miosin berikatan dengan aktin membentuk aktomiosin*  Kontraksi *perombakan ATP  ADP + P membebaskan energi sehingga miosin dapat menarik aktin. RELAKSASI Impuls berhenti  Ca2+ dan ATP lepas  Ikatan aktomiosin lepas  serabut otot memanjang  relaksasi

46 5. Sumber Energi untuk Gerak Otot
ATP Kreatin fosfat Glikogen (gula otot) ATP  ADP + P + energi Aktin + Miosin Aktomiosin Kreatinfosfat + ADP kreatin + P + ATP fosfokinase

47 5. Sifat Kerja Otot Antagonis
Kerja otot yang kontraksinya menimbulkan efek gerak berlawanan. Ekstensi (meluruskan) dan fleksi (membengkokkan). Abduksi (menjauhi badan) dan adduksi (mendekati badan). Depresi (ke bawah) dan elevasi (ke atas). Supinasi (menengadah) dan pronasi (menelungkup). Inversi dan eversi

48 Sinergis Sinergis adalah otot-otot yang kontraksinya menimbulkan gerak searah. Contohnya pronator teres dan pronator kuadratus

49 KELAINAN PADA TULANG dan sendi

50 Kekurangan Vitamin D Vitamin D (kalsiferol) adalah vitamin yang diperlukan untuk kalsifikasi (penulangan) pada tulang. Kekurangan vitamin D pada anakanak menyebabkan rakitis, biasanya terlihat kaki berbentuk O atau X. Kecelakaan Memar Fraktura Dibedakan sebagai berikut: Patah tulang tertutup, Patah tulang terbuka, Fisura, bila tulang hanya retak.

51 Kebiasaan Sikap Tubuh yang Salah

52 Nekrosa Gangguan Persendian Terjadi bila selaput tulang rusak.
Dislokasi Ankilosis Terkilir Artritis Artritis gout Osteoartritis Artritis eksudatif Artritis sika

53 KELAINAN PADA otot

54 Kelainan pada Otot Atrofi
Suatu keadaan mengecilnya otot sehingga kehilangan kemampuan berkontraksi. Kelelahan Otot Karena terusmenerus melakukan aktivitas. Tetanus Otot yang terusmenerus berkontraksi (tonus atau kejang). Miestenia Gravis Melemahnya otot secara berangsur-angsur sehingga menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian. Kaku Leher (Stiff) Peradangan otot trapesius leher sehingga leher terasa kaku.


Download ppt "SISTEM GERAK MANUSIA."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google