Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Agung Dwi Cahyo Anif Nur A Arina Dwi S Devi Aulia FR Hidayah Nisa Asri Ati MDR TBC FARMAKOLOGI.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Agung Dwi Cahyo Anif Nur A Arina Dwi S Devi Aulia FR Hidayah Nisa Asri Ati MDR TBC FARMAKOLOGI."— Transcript presentasi:

1 Agung Dwi Cahyo Anif Nur A Arina Dwi S Devi Aulia FR Hidayah Nisa Asri Ati
MDR TBC FARMAKOLOGI

2 MDR TB TB dengan resistensi ganda dimana basil M.tuberculosis resisten terhadap rifampisin dan isoniazid, dengan atau tanpa OAT lainnya 2,9,10,11. TB resistensi ganda dapat berupa resistensi primer dan resistensi sekunder.

3 MDR TB Tersedianya sarana laboratorium yang tersertifikasi khususnya untuk uji resistensi OAT, obat-obat TB lini ke dua yang lengkap dan sumber daya manusia yang terlatih serta sumber dana yang memadai.

4 Batasan MDR TB Mono resistance Multidrug-resistance Poly-resistance
Extensive drug-resistance (XDR) Totally drug-resistance (TDR)

5 Faktor-faktor Pemakaian obat tunggal dalam pengobatan tuberkulosis
Penggunaan paduan obat yang tidak adekuat Pemberian obat yang tidak teratur Fenomena “addition syndrome” Penggunaan obat kombinasi yang pencampurannya tidak dilakukan secara baik sehingga mengganggu bioavailabilitas obat. Penyediaan obat yang tidak reguler, kadang-kadang terhenti pengirimannya sampai berbulan-bulan.

6 Mekanisme Resisten OAT
Terhadap INH Terhadap Pyrazinamide Terhadap Rifampisin Terhadap Ethambutol Terhadap Streptomysin

7 Diagnosis Diagnosis TB resistensi ganda tergantung pada pengumpulan dan proses kultur spesimen yang adekuat dan harus dilakukan sebelum terapi diberikan. Jika pasien tidak dapat mengeluarkan sputum dilakukan induksi sputum dan jika tetap tidak bisa, dilakukan bronkoskopi. Tes sensitivitas terhadap obat lini pertama dan kedua harus dilakukan pada laboratorium rujukan yang memadai.

8 Pelaksanaan WHO guidelines membagi obat MDR-TB menjadi 5 group berdasarkan potensi dan efikasinya. Grup Pertama Terbukti sebaiknya digunakan dan digunakan dalam dosis maksimal. Grup Kedua Semua pasien diberikan injeksi sampai jumlah kuman dibuktikan rendah melalui hasil kultur negative. Grup Ketiga Semua pasien yang sensitif terhadap grup ini harus mendapat kuinolon dalam regimennya d.

9 Pelaksanaan WHO guidelines membagi obat MDR-TB menjadi 5 group berdasarkan potensi dan efikasinya. Grup Kempat Golongan obat ini mempunyai toleransi tidak sebaik obat-obat oral lini pertama dan kuinolon. Grup Kelima Semua pasien diberikan injeksi sampai jumlah kuman dibuktikan rendah melalui hasil kultur negative.

10 Pelaksanaan Dalam pengobatan MDR TB yang dianjurkan oleh WHO (2008).
Regimen harus didasarkan atas riwayat obat yang pernah diminum penderita. Regimen minimal terdiri 4 obat yang jelas diketahui efektifitasnya. Dosis obat diberikan berdasarkan berat badan Obat diberikan sekurnag-kurangnya 6 hari dalam seminggu Lama pengobatan minimal 18 bulan setelah terjadi konversi Apabila terdapat DST, maka harus digunakan sebagai pedoman terapi. DST tidak memprediksi efektivitas atau inefektivitas obat secara penuh Deteksi awal adalah faktor penting untuk mencapai keberhasilan Pengobatan pasien MDR TB terdiri atas dua tahap, tahap awal dan tahap lanjutan. Pengobatan MDR TB memerlukan waktu lebih lama daripada pengobatan TB bukan MDR, yaitu sekitar bulan. Pada tahap awal pasien akan mendapat OAT lini kedua minimal 4 jenis OAT yang masih sensitif, dimana salah satunya adalah obat injeksi. Pada tahap lanjutan semua OAT lini kedua yang dipakai pada tahap awal.

11 Pelaksanaan Evaluasi pada pasien TB MDR
Penilaian klinis termasuk berat badan Penilaian segera bila ada efek samping Pemeriksaan dahak setiap bulan pada fase intensif dan setiap 2 bulan pada fase lanjutan Pemeriksaan biakan setiap bulan pada fase intensif sampai konversi biakan Uji kepekaan obat sebelum pengobatan dan pada kasus kecurigaan akan kegagalan pengobatan Periksa kadar kalium dan kreatinin sepanjang pasien mendapat suntikan (Kanamisin dan Kapreomisin) Pemeriksaan TSH dilakukan setiap 6 bulan dan jika ada tanda-tanda hipotiroid

12

13


Download ppt "Agung Dwi Cahyo Anif Nur A Arina Dwi S Devi Aulia FR Hidayah Nisa Asri Ati MDR TBC FARMAKOLOGI."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google