Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pertemuan 5 PENJUALAN CICILAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pertemuan 5 PENJUALAN CICILAN."— Transcript presentasi:

1 Pertemuan 5 PENJUALAN CICILAN

2 Penjualan Angsuran Penjualan angsuran adalah penjualan yang dilakukan dengan perjanjian di mana pembayarannya dilaksanakan secara bertahap.

3 Tahap pembayaran : Pada saat barang-barang diserahkan kepada pembeli, penjual menerima pembayaran pertama yang merupakan sebagian dari nilai penjualan. Pembayaran ini seringkali menjadi uang muka (down payment) penjualan. 2. Sisanya dibayar dalam beberapa kali angsuran sesuai dengan kesepakatan.

4 Pencatatan Transaksi penjualan (barang atau jasa) angsuran, dicatat pada saat terjadinya transaksi sebesar nilai penjualan yang tercantum di dalam faktur penjualan, bukan pada waktu diterimanya angsuran pembayaran.

5 Metode Pengakuan Pendapatan
Laba kotor diakui pada periode dimana transaksi penjualan terjadi. 2. Laba kotor diakui pada periode dimana angsuran pembayaran dilakukan oleh pelanggan.

6 Laba kotor diakui pada periode dimana transaksi penjualan terjadi.
Metode ini mengakui laba kotor seperti pada transaksi penjualan kredit, dimana laba kotor diakui pada periode dimana terjadi penyerahan barang atau jasa kepada pelanggan. Dengan demikian, laba kotor diakui bersamaan dengan timbulnya piutang usaha kepada pelanggan.

7 Laba kotor diakui pada periode dimana transaksi penjualan terjadi.
Metode ini mengakui laba kotor seperti pada transaksi penjualan kredit, dimana laba kotor diakui pada periode dimana terjadi penyerahan barang atau jasa kepada pelanggan. Dengan demikian, laba kotor diakui bersamaan dengan timbulnya piutang usaha kepada pelanggan.

8 Laba kotor diakui pada periode dimana transaksi penjualan terjadi.
Metode ini lebih cocok digunakan di dalam kontrak pembayaran angsuran yang memiliki jangka waktu pembayaran kurang dari satu periode akuntansi.

9 Laba kotor diakui pada periode dimana angsuran pembayaran dilakukan oleh pelanggan.
Metode ini mengakui laba kotor sesuai dengan jumlah uang kas yang diterima di dalam suatu periode tertentu. Metode ini biasanya digunakan di dalam kontrak penjualan yang masa angsurannya lebih dari satu periode akuntansi.

10 Laba kotor diakui pada periode dimana angsuran pembayaran dilakukan oleh pelanggan.
( Alternatif 1 ) Penerimaan pembayaran pertama-tama dicatat sebagai pengembalian harga pokok dari barang-barang yang dijual. Setelah seluruh harga pokok kembali, maka penerimaan-penerimaan selanjutnya baru dicatat sebagai laba usaha.

11 Laba kotor diakui pada periode dimana angsuran pembayaran dilakukan oleh pelanggan.
( Alternatif 2 ) Penerimaan pembayaran pertama-tama dicatat sebagai realisasi keuntungan usaha yang diperoleh sesuai kontrak penjualan, setelah itu pembayaran selanjutnya baru diakui sebagai pengembalian harga pokok barang yang dijual tersebut.

12 Laba kotor diakui pada periode dimana angsuran pembayaran dilakukan oleh pelanggan.
( Alternatif 3 ) Penerimaan pembayaran angsuran dicatat dan diakui sebagai pengembalian harga pokok dan keuntungan usaha sekaligus. Dengan demikian, proporsi antara laba kotor total dari penjualan total yang tercantum di dalam kontrak penjualan tersebut, diakui secara proporsional dengan jumlah angsuran yang diterima setiap kali terjadi pembayaran.

13 Akun Di Dalam Perusahaan Angsuran
Akun ”penjualan angsuran” harus dipisahkan antara tahun yang satu dengan tahun yang lainnya. Akun ”piutang angsuran” harus dipisahkan juga antara tahun yang satu dengan tahun yang lainnya. Akun ”laba kotor yang belum direalisasi” harus dipisahkan antara tahun yang satu dengan tahun yang lainnya.

14 Akun Di Dalam Perusahaan Angsuran
Akun ”penjualan tunai dan kredit” harus dipisahkan dengan rekening ”penjualan angsuran”. Akun ”piutang usaha” yang berasal dari penjualan kredit harus dipisahkan dengan rekening ”piutang penjualan angsuran”.


Download ppt "Pertemuan 5 PENJUALAN CICILAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google