Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MENGEVALUASI ARGUMENTASI

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MENGEVALUASI ARGUMENTASI"— Transcript presentasi:

1 MENGEVALUASI ARGUMENTASI

2 Apa itu Argumentasi ARGUMENTASI ADALAH PEMBUKTIAN SEBUAH KESIMPULAN BERDASARKAN ALASAN-ALASAN YANG BENAR DAN PROSES YANG SAHIH

3 Kesejajaran logika dan bahasa
Term Kata Proposisi (term1+term2) Kalimat (kata1+kata2) Argumentasi (proposisi1+proposisi2=kesimpulan) Komposisi (kalimat1+kalimat2+kalimat3+dst)

4 FUNGSI BAHASA TIDAK SELALU SEJALAN DENGAN KAIDAH LOGIKA
FUNGSI BAHASA TIDAK SELALU SEJALAN DENGAN KAIDAH LOGIKA. SEBUAH PENUTURAN BISA JADI SANGAT BAIK, TETAPI TIDAK MEMENUHI KAIDAH LOGIKA. KARENA ITU, SANGAT PENTING UNTUK MEMAHAMI KESESATAN LOGIKA. TUJUANNYA AGAR KITA BISA MEMERIKSA ARGUMENTASI.

5 KESESATAN KESESATAN ADALAH BENTUK KEKELIRUAN ARGUMENTASI SEHINGGA KESIMPULAN YANG DIPEROLEH TIDAK BISA DITERIMA SECARA LOGIS.

6 Jenis Kesesatan KESESATAN KESESATAN FORMAL KESESATAN INFORMAL
MEMBENARKAN AKIBAT KESIMPULAN MENEGASI PREMIS PREMIS-PREMIS BERTENTANGAN MENYANGKAL SEBAB KEBALIKAN PALSU KESESATAN INFORMAL AMBIGUITAS BAHASA RELEVANSI

7 Kesesatan formal JENIS KESESATAN YANG DISEBABKAN KESALAHAN MENGGUNAKAN PROSEDUR HUKUM LOGIKA.

8 1. Membenarkan Akibat KUCING BISA MATI DIGIGIT ANJING. DI SINI ADA KUCING MATI. JADI, PASTI ADA ANJING DI SINI.

9 2. Kesimpulan menegasi Premis
SEGALANYA HARUS PUNYA PENYEBAB. PENYEBAB ITU DISEBABKAN SEBAB SEBELUMNYA. TAPI SEMUA ITU HARUS BERHENTI DI SATU TITIK. JADI, ADA PENYEBAB YANG TIDAK PUNYA PENYEBAB.

10 3. Premis-premis Bertentangan
DIA JUJUR. TAPI KADANG DIA BERBOHONG. DIA AMATIR SEKALIGUS PROFESIONAL.

11 4. Menyangkal Sebab JIKA DIA LAMBAN, MAKA DIA KALAH. DIA TIDAK LAMBAN. MAKA, DIA TIDAK AKAN KALAH.

12 5. Kebalikan Palsu SEMUA KORUPTOR ADALAH PENJAHAT KELAS KAKAP. JADI, SEMUA PENJAHAT KELAS KAKAP ADALAH KORUPTOR. Semua -> tidak bisa dibalik Sebagian -> bisa dibalik Tiada (semua tidak) -> bisa dibalik Sebagian tidak -> tidak bisa dibalik

13 Kesesatan informal KESESATAN INFORMAL ADALAH KESESATAN ISI (MATERIAL) DARI ARGUMENTASI. DALAM PRAKTIKNYA, KESESATAN INFORMAL DIBAGI DUA: KESESATAN KARENA FAKTOR AMBIGUITAS BAHASA DAN KESESATAN KARENA FAKTOR RELEVANSI.

14 AMBIGUITAS BAHASA TERJADI KARENA BAHASA YANG DIGUNAKAN BERSIFAT AMBIGU (TIDAK JELAS). SIAPA DI ANTARA KITA YANG PERNAH MENERIMA “AMPLOP”?

15 1. Kesesatan Aksentuasi TERJADI KARENA PERSOALAN PENEKANAN (AKSENTUASI) PADA BEBERAPA KOSA KATA. DALAM BAHASA, SERINGKALI PERBEDAAN AKSENTUASI MENYEBABKAN PERBEDAAN ARTI. Contoh: Apel (buah) dan Apel (upacara)

16 2. Kesesatan Ekuivokasi TERJADI KARENA KEKELIRUAN PENGGUNAAN TERM (KATA) YANG MEMILIKI ARTI LEBIH DARI SATU Contoh: Pak SBY mengajak rakyat (untuk) bisa Bisa adalah racun Jadi, Pak SBY mengajak rakyat (untuk) racun

17 3. Kesesatan Amfiboli KETIDAKJELASAN MAKSUD KARENA PENYUSUNAN ARGUMENTASI TIDAK BAIK. Contoh: Anak janda yang cantik itu menggoda anak duda yang tampan

18 4. Kesesatan Metaforis KESESATAN AKIBAT MENGANGGAP ANALOGI MENGANDUNG ARTI DENOTATIF. Contoh: Rumah tangga ibarat makhluk hidup. Ayah ibarat kepala. Jika kepala terpisah dari tubuh, maka matilah makhluk itu. Jika ayah mati, matilah rumah tangga.

19 RELEVANSI KESESATAN KARENA ALASAN (PREMIS) DAN KESIMPULAN TIDAK BERHUBUNGAN. SAYA SERING KE PONDOK INDAH MAL KARENA CAT TEMBOKNYA YANG MENARIK

20 1. Argumentum ad Ignoratiam
KEKELIRUAN SAAT SEORANG BERARGUMENTASI BAHWA PROPOSISINYA BENAR KARENA BELUM TERBUKTIKAN SALAH, ATAU PROPOSISI LAWAN BICARA SALAH KARENA BELUM TERBUKTIKAN BENAR.

21 2. Argumentum ad Misericordiam
KEKELIRUAN SAAT SESEORANG MERUJUK PADA BELAS KASIHAN DEMI PENERIMAAN KESIMPULAN YANG DIAJUKAN.

22 3. Argumentum ad Populum KEKELIRUAN BERPIKIR KETIKA SEORANG MERUJUK PADA PENDAPAT ATAU KEPENTINGAN (ORANG) RAKYAT BANYAK DEMI PENERIMAAN SEBUAH KESIMPULAN

23 4. Non causa pro causa SEORANG DIBILANG MELAKUKAN KESESATAN INI APABILA MENARIK KESIMPULANNYA BERDASARKAN PADA ALASAN YANG TAK LENGKAP ATAU BAHKAN TIDAK BERHUBUNGAN SAMA SEKALI. Seorang pembela mengatakan, “mana mungkin klien saya melakukan kejahatan, dia baru saja bercerai dan kehilangan rumah.

24 MEMERIKSA ARGUMENTASI
MEMERIKSA ARGUMENTASI MENGGUNAKAN METODE FATE (FALLACIES, ALTERNATIVES, TRUTH, EVIDENCE): MENGIDENTIFIKASI KESESATAN DALAM HUBUNGAN LOGIS DALAM SEBUAH ARGUMENTASI. MENENTUKAN APAKAH PREMIS PENDUKUNG ADALAH SATU-SATUNYA ALTERNATIF. MENENTUKAN NILAI KEBENARAN PREMIS YANG ADA. MENGEVALUASI BUKTI PENDUKUNG PREMIS YANG ADA.

25 CONTOH KASUS DI SEBUAH PERKAMPUNGAN YANG AMAT PADAT, TERJADI KEBAKARAN. KEBETULAN PEMILIK RUMAH TERSEBUT ADALAH ORANG YANG JAHAT. KALAU KITA MEMBIARKAN RUMAH ITU TERBAKAR, AKIBATNYA RUMAH DI SEKITARNYA AKAN IKUT TERBAKAR, DAN SELURUH PERKAMPUNGAN AKAN TERBAKAR. MAKA KITA TAK BISA MENGAMBIL RISIKO—SIAPA PUN PEMILIK RUMAH TERSEBUT—KITA HARUS MEMADAMKAN APINYA. BUKAN UNTUK MENOLONG DIA, TETAPI UNTUK MENYELAMATKAN SELURUH KAMPUNG. Pernyataan SMI dalam Pansus Century

26 Diagnosa kasus MENGIDENTIFIKASI KESESATAN DALAM HUBUNGAN LOGIS DALAM SEBUAH ARGUMENTASI. Terjadi kesesatan analogi. Menyamakan Century dengan rumah yang terbakar. Dalam argumentasi itu, arti kiasan dianggap arti sebenarnya. MENENTUKAN APAKAH PREMIS PENDUKUNG ADALAH SATU- SATUNYA ALTERNATIF Bisa saja ada alternatif hanya rumah itu saja yang terbakar tanpa merembet ke rumah lain. MENENTUKAN NILAI KEBENARAN PREMIS YANG ADA. Pernyataan rumah kebakaran itu memang benar terjadi. Dilihat secara observasional. MENGEVALUASI BUKTI PENDUKUNG PREMIS YANG ADA. Ada bukti bahwa tindakan penyelamatan itu sebetulnya adalah menolong rumah tersebut, sekalipun premis mengatakan bahwa penyelamatan dilakukan bukan demi rumah tersebut.


Download ppt "MENGEVALUASI ARGUMENTASI"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google