Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Lanjutan MOTIVASI KERJA

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Lanjutan MOTIVASI KERJA"— Transcript presentasi:

1 Lanjutan MOTIVASI KERJA
PROCESS THEORY RINI NURAHAJU

2 3 TEORI DARI PROCESS THEORY
1. TEORI HARAPAN (VROOM) 2. MODEL MOTIVASI DALAM KERJA (PORTER DAN LAWLER) 3. EQUITY THEORY (STACY ADAMS)

3 TEORI HARAPAN Atau Expectancy Theory
Asumsi : individu membuat pilihan yang sadar dan rasional tentang perilaku kerjanya. Karyawan secara rasional mengevaluasi berbagai perilaku kerja kemudian memilih perilaku yang mereka percaya akan memberikan reward yang mereka nilai paling bermakna. Ketertarikan pada tugas tertentu tergantung pada kepercayaan individu bahwa penyelesaian tugas akan memberikan hasil yang bernilai.

4 Cara untuk memahami model expectancy theory
1. Hasil (outcomes) : konsekuensi yang telah diantisipasi dan dipersepsi individu akan mengikuti perilaku kerja tertentu, misal penerimaan kelompok, rasa lelah 2. Valensi (valence) : berkenaan dengan menarik atau tidak menariknya hasil yang dinatisipasi individu. Nilainya -1 (hasil yang paling tidak diinginkan) dan +1 (hasil yang paling diharapkan). Misal posisi baru akan bernilai bagi manajer, upah tinggi bernilai bagi karyawan baru

5 3. EffortPerformance (EP) Expectancy : peluang subyektif individu yang usahanya akan secara nyata berpengaruh terhadap kinerja. Derajat kepercayaannya berkisar antara 0 (individu percaya bahwa perilakunya tidak akan berpengaruh terhadap kinerja) sampai 1 (individu yakin bahwa perilakunya akan berpengaruh terhadap kinerja). Misal sales yang merasa yakin (exp 0,8) bahwa kerjanya akan menghasilkan kinerja yang tinggi. Sebaliknya ada orang yang yakin (exp 0,2) bahwa kerja ekstranya hanya sia-sia karena akan sulit menghasilkan kinerja yang tinggi.

6 4. PerformanceOutcome (PO) Expectancy : kepercayaan individu bahwa tingkat kinerja tertentu akan memberikan hasil yang tertentu pula. PO bervariasi dari 0 sampai 1. Misal sales yang yakin (exp 0,8) bahwa kinerjanya yang baik akan diikuti oleh penambahan bonus. Sebaliknya ada seseorang yang yakin (exp 0,2) bahwa kinerjanya yang tinggi tidak akan diperhitungkan dalam pemberian bonus. Menurut teori ini model diatas akan berpengaruh terhadap motivasi. Misalnya jika valence = 1, EP = 0,8 dan PO = 0,9 maka individu tersebut akan memiliki motivasi (1x0,8x0,9=0,72). Menurut model ini ketiga faktor ini harus tinggi agar motivasi individu juga tinggi.

7 Model Porter dan Lawler
Memperbaiki dan melanjutkan model expectancy theory Mereka menyatakan : Hubungan antara valensi dan expectancy di satu pihak dan usaha atau motivasi di pihak lain adalah lebih kompleks daripada teori Vroom Motivasi yang tinggi tidak akan memberikan hasil dalam kinerja jika individu tidak mengetahui dengan jelas usaha apa yang harus dilakukan untuk menggarap tugas tersebut. Kinerja dan kepuasan dapat saja tidak saling berhubungan satu sama lain. Atau hubungan antara kinerja dan kepuasan tergantung pada sejumlah faktor. Kondisi tugas memiliki implikasi dalam hubungan kinerja dan kepuasan

8 Equity theory Adam menggambarkan hubungan kerja sebagai suatu hubungan pertukaran (exchange relationship). Karyawan memberikan input (pendidikan, pengalaman kerja, usaha dll) dan memperoleh output (upah, promosi, status dll) sebagai balasannya Untuk menilai apakah pertukaran yang terjadi merupakan hal yang adil, individu akan membuat perbandingan antara rasio input-output yang diterimanya dengan rasio input-output yang diterima orang lain.


Download ppt "Lanjutan MOTIVASI KERJA"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google