Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Transparansi Kuliah Kedua Matematika Diskrit

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Transparansi Kuliah Kedua Matematika Diskrit"— Transcript presentasi:

1 Transparansi Kuliah Kedua Matematika Diskrit
Transparansi ini diadopsi dari bahan kuliah Matematika Diskrit di Jurusan Teknik Elektro ITB

2 Hukum-hukum Logika Proposisi
Disebut juga hukum-hukum aljabar proposisi. 1. Hukum identitas : p  F  p p  T  p 2. Hukum null / dominasi : p  F  F p  T  T 3. Hukum negasi : - p   p  T - p   p  F 4. Hukum idempoten : - p  p  p - p  p  p 5. Hukum involusi (negasi ganda) : -  (p)  p 6. Hukum penyerapan (absorbsi) : - p  (p  q)  p - p  (p  q)  p 7. Hukum komutatif : p  q  q  p - p  q  q  p 8. Hukum asosiatif : - p  (q  r)  (p  q)  r - p  (q  r)  (p  q)  r 9. Hukum distributif : - p  (q  r)  (p  q)  (p  r) - p  (q  r)  (p  q)  (p  r) 10. Hukum De Morgan : -  (p  q)   p   q -  (p  q)   p   q Matematika Diskrit Kuliah-2

3 Matematika Diskrit Kuliah-2
Contoh : (1) Tunjukkan bahwa p   (p  q)  p   q ! Solusi : p   (p  q)  p  ( p   q) (Hukum De Morgan)  (p   p)  (p   q) (Hukum distributif)  T  (p   q) (Hukum negasi)  p   q (Hukum identitas) Matematika Diskrit Kuliah-2

4 Matematika Diskrit Kuliah-2
Contoh : (2) Buktikan hukum penyerapan : p  (p  q)  p ! Solusi : p  (p  q)  (p  F )  (p  q) (Hukum identitas)  p  (F  q) (Hukum distributif)  p  F (Hukum Null)  p (Hukum identitas) Matematika Diskrit Kuliah-2

5 Matematika Diskrit Kuliah-2
Teori Himpunan Meski sekilas berbeda, akan kita lihat bahwa logika matematika dan teori himpunan berhubungan sangat erat. Matematika Diskrit Kuliah-2

6 Matematika Diskrit Kuliah-2
Teori Himpunan Himpunan: Kumpulan dari objek (“elemen”) yang berbeda aA “a adalah elemen dari A” “a adalah anggota dari A” aA “a bukan elemen dari A” A = {a1, a2, …, an} “A mengandung …” Urutan dari penyebutan elemen tidak berpengaruh. Seberapa sering elemen yang sama disebutkan tidak berpengaruh. Matematika Diskrit Kuliah-2

7 Matematika Diskrit Kuliah-2
Kesamaan Himpunan Himpunan A dan B dikatakan sama jika dan hanya jika keduanya memiliki elemen yang tepat sama. Contoh : A = {9, 2, 7, -3}, B = {7, 9, -3, 2} A = B A = {anjing, kucing, kuda}, B = {kucing, kuda, tupai, anjing} A  B A = {anjing, kucing, kuda}, B = {kucing, kuda, anjing, anjing} A = B Matematika Diskrit Kuliah-2

8 Contoh-contoh Himpunan
Himpunan “Standard” : Bilangan Cacah N = {0, 1, 2, 3, …} Bilangan Bulat Z = {…, -2, -1, 0, 1, 2, …} Bil. Bulat Positif Z+ = {1, 2, 3, 4, …} Bil. Riil R = {47.3, -12, , …} Bil. Rasional Q = {1.5, 2.6, -3.8, 15, …} (definisi yg tepat akan dibahas kemudian) Matematika Diskrit Kuliah-2

9 Contoh-contoh Himpunan
A =  “himpunan kosong/himp. nol” A = {z} Catatan: zA, tapi z  {z} A = {{b, c}, {c, x, d}} A = {{x, y}} Catatan: {x, y} A, tapi {x, y}  {{x, y}} A = {x | P(x)} “himpunan semua x sedemikian hingga P(x)” A = {x | xN  x > 7} = {8, 9, 10, …} “notasi pembentuk himpunan” Matematika Diskrit Kuliah-2

10 Contoh-contoh Himpunan
Sekarang kita bisa mendefinisikan himpunan bilangan rasional Q: Q = {a/b | aZ  bZ+} atau Q = {a/b | aZ  bZ  b0} Bagaimana dengan bilangan riil R? R = {r | r adalah bilangan riil} Belum ada cara lain untuk menyatakannya dengan lebih baik. Matematika Diskrit Kuliah-2

11 Himpunan Bagian (Subset)
A  B “A adalah himpunan bagian dari B” A  B jika dan hanya jika setiap elemen dari A adalah juga elemen dari B. Yang bisa diformalkan sebagai: A  B  x (xA  xB) Contoh: A = {3, 9}, B = {5, 9, 1, 3}, A  B ? Benar A = {3, 3, 3, 9}, B = {5, 9, 1, 3}, A  B ? Benar A = {1, 2, 3}, B = {2, 3, 4}, A  B ? Salah Matematika Diskrit Kuliah-2

12 Matematika Diskrit Kuliah-2
Himpunan Bagian Aturan-aturan yg bermanfaat : A = B  (A  B)  (B  A) (A  B)  (B  C)  A  C (lih. Diagram Venn) C B A Matematika Diskrit Kuliah-2

13 Matematika Diskrit Kuliah-2
Himpunan Bagian Aturan-aturan yg bermanfaat:   A untuk sebarang himpunan A A  A untuk sebarang himpunan A Himpunan Bagian Sejati (proper subset): A  B “A adalah himp. bagian sejati dari B” A  B  x (xA  xB)  x (xB  xA) atau A  B  x (xA  xB)  x (xB  xA) Matematika Diskrit Kuliah-2

14 Kardinalitas dari himpunan
Jika suatu himpunan memiliki n buah anggota yang berlainan, nN, kita menyebut S sebagai himpunan berhingga dengan kardinalitas n. Contoh: A = {Mercedes, BMW, Porsche}, |A| = 3 B = {1, {2, 3}, {4, 5}, 6} |B| = 4 C =  |C| = 0 D = { xN | x  7000 } |D| = 7001 E = { xN | x  7000 } E tak berhingga! Matematika Diskrit Kuliah-2

15 Himpunan Kuasa (Power Set)
2A atau P(A) “power set dari A” 2A = {B | B  A} (mengandung semua himpunan bagian dari A) Contoh: (1) A = {x, y, z} 2A = {, {x}, {y}, {z}, {x, y}, {x, z}, {y, z}, {x, y, z}} (2) A =  2A = {} Catatan : |A| = 0, |2A| = 1 Matematika Diskrit Kuliah-2

16 Himpunan Kuasa (Power Set)
Kardinalitas dari power set : | 2A | = 2|A| Bayangkan setiap elemen didalam A memiliki saklar “ON/OFF” Setiap konfigurasi yang mungkin dari saklar didalam A berkorespondensi dengan satu elemen didalam 2A A 1 2 3 4 5 6 7 8 x y z Untuk A yang memiliki 3 elemen, terdapat 222 = 8 elemen didalam 2A Matematika Diskrit Kuliah-2

17 Matematika Diskrit Kuliah-2
Perkalian Kartesian Suatu n-tupel berurutan (ordered n-tuple) (a1, a2, a3, …, an) adalah sebuah koleksi berurut dari objek-objek. Dua buah n-tupel berurut (a1, a2, a3, …, an) dan (b1, b2, b3, …, bn) disebut sama jika dan hanya jika keduanya memiliki elemen-elemen yang tepat sama dalam urutan yang juga sama, yakni, ai = bi untuk 1  i  n. [jika n=2, disebut sbg pasangan berurut) Perkalian Kartesian dari dua himpunan didefinisikan sebagai : AB = {(a, b) | aA  bB} Contoh: A = {x, y}, B = {a, b, c} AB = {(x, a), (x, b), (x, c), (y, a), (y, b), (y, c)} Matematika Diskrit Kuliah-2

18 Matematika Diskrit Kuliah-2
Perkalian Kartesian Perhatikan bahwa: A =  A =  Untuk himpunan A dan B yg tidak kosong: AB  AB  BA |AB| = |A||B| Perkalian Kartesian dari dua himpunan atau lebih didefinisikan sebagai: A1A2…An = {(a1, a2, …, an) | aiAi for 1  i  n} Matematika Diskrit Kuliah-2

19 Operasi terhadap himpunan
Penggabungan/ Union: AB = {x | xA  xB} Contoh: A = {a, b}, B = {b, c, d} AB = {a, b, c, d} Irisan/Intersection: AB = {x | xA  xB} AB = {b} Matematika Diskrit Kuliah-2

20 Operasi terhadap himpunan
Dua buah himpunan disebut disjoint jika irisan dari keduanya adalah himpunan kosong: AB =  Perbedaan (pengurangan) antara dua himpunan, A dan B, adalah suatu himpunan yang memiliki elemen-elemen didalam A yang bukan elemen B: A-B = {x | xA  xB} Contoh: A = {a, b}, B = {b, c, d}, A-B = {a} Matematika Diskrit Kuliah-2

21 Operasi terhadap himpunan
Komplemen dari himpunan A adalah himpunan yang mengandung semua elemen dalam semesta pembicaraan yang tidak ada di dalam A : A = U - A Contoh: U = N, B = {250, 251, 252, …} B = {0, 1, 2, …, 248, 249} _ _ Matematika Diskrit Kuliah-2

22 Operasi terhadap himpunan
Bagaimana membuktikan A(BC) = (AB)(AC)? Cara I: xA(BC) xA  x(BC) xA  (xB  xC) (xA  xB)  (xA  xC) (hukum distributif untuk logika matematika) x(AB)  x(AC) x(AB)(AC) Matematika Diskrit Kuliah-2

23 Operasi terhadap himpunan
Cara II: Menggunakan tabel keanggotaan 1 berarti “x adalah anggota dari himpunan ini” 0 berarti “x adalah bukan anggota dari himpunan ini” A B C BC A(BC) AB AC (AB) (AC) 1 Matematika Diskrit Kuliah-2

24 Operasi terhadap himpunan
Dari contoh-contoh yang diberikan, maka dapat kita simpulkan bahwa: Setiap ekspresi logis dapat ditransformasikan ke dalam ekspresi ekivalen dalam teori himpunan dan begitu pula sebaliknya. Matematika Diskrit Kuliah-2


Download ppt "Transparansi Kuliah Kedua Matematika Diskrit"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google