Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pengembangan Kualitas SDM pada Milenium ke Tiga

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pengembangan Kualitas SDM pada Milenium ke Tiga"— Transcript presentasi:

1 Pengembangan Kualitas SDM pada Milenium ke Tiga
KAPITA SELEKTA KE.9 Pengembangan Kualitas SDM pada Milenium ke Tiga

2 3. Pokok Bahasan Mengembangkan kualitas SDM Pendidikan dalam menghadapi persaingan pada milenuim ketiga, Gambaran kualitas SDM pada millennium ketiga, dan Upaya pengembangan kualitas SDM Pendidikan

3 SEKILAS TENTANG ASEAN ECONOMIC COMMUNITY (AEC)/ MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
Kerjasama ekonomi ASEAN mengarah kepada pembentukan komunitas ekonomi ASEAN sebagai suatu integrasi ekonomi kawasan ASEAN yang stabil, makmur dan berdaya saing tinggi. MEA yang akan diberlakukan pada Desember 2015, bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan pengembangan budaya.

4 SEKILAS TENTANG ASEAN ECONOMIC COMMUNITY (AEC)/ MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
(b)

5 4 Hal Yang Harus Diantisipasi Dalam ASEAN Economic Community:
SEKILAS TENTANG ASEAN ECONOMIC COMMUNITY (AEC)/ MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) (c) 4 Hal Yang Harus Diantisipasi Dalam ASEAN Economic Community: Ketiga, implementasi AEC juga akan membebaskan aliran tenaga kerja sehingga harus mengantisipasi dengan menyiapkan strategi karena potensi membanjirnya Tenaga Kerja Asing (TKA) akan berdampak pada naiknya remitansi TKA yang saat ini pertumbuhannya lebih tinggi daripada remitansi TKI. Akibatnya, ada beban tambahan yaitu dalam menjaga neraca transaksi berjalan dan mengatasi masalah pengangguran. Keempat, implementasi AEC akan mendorong masuknya investasi ke Indonesia dari dalam dan luar ASEAN. implementasi AEC berpotensi menjadikan Indonesia sekedar pemasok energi dan bahan baku bagi industrilasasi di kawasan ASEAN, sehingga manfaat yang diperoleh dari kekayaan sumber daya alam mininal. melebarnya defisit perdagangan jasa seiring peningkatan perdagangan barang.

6 SEKILAS TENTANG ASEAN ECONOMIC COMMUNITY (AEC)/ MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
(d) PENDUDUK ASEAN 2011 Penduduk ASEAN 2011 No Negara Jumlah Penduduk 1 Indonesia 241,452,952 2 Filipina 86,241,697 3 Vietnam 82,689,518 4 Myanmar 42,720,196 5 Thailand 64,865,523 6 Malaysia 23,522,482 7 Kamboja 13,363,421 8 Laos 5,631,585 9 Singapura 4,353,893 10 Timor Leste 1,019,252 11 Brunei Darussalam 365,251 566,225,770

7 PENDAPATAN PER KAPITA ASEAN 2011
SEKILAS TENTANG ASEAN ECONOMIC COMMUNITY (AEC)/ MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) (e) PENDAPATAN PER KAPITA ASEAN 2011 No Negara Dalam US $ 1 Singapura 57,238 2 Brunei Darussalam 47,200 3 Malaysia 14,603 4 Thailand 8,643 5 Indonesia 4,380 6 Philippines 3,725 7 Vietnam 8 Laos 2,435 9 Kamboja 2,086 10 Burma 1,900 Tingginya kesenjangan ekonomi antar negara ASEAN dapat diukur dari ketimpangan produk domestik bruto per kapita.

8 BAGAIMANA MEMANDANG INTEGRASI EKONOMI ASEAN ?
Global Competition and Cooperation Unprecedented Change PEMERINTAH PELAKU BISNIS Speed and Creativity

9 AEC 2015 dan Kesiapan SDM

10 (WIN): Industrie Und Handelskammer Hochrhein Bodensee (Kadin Jerman) menilai SDM Indonesia belum sepenuhnya siap menghadapi Asean Economic Community (AEC) 2015, kecuali kalau SDM di negara berpenduduk 230 juta ini di asah lagi dan diperkuat melalui sertifikasi profesi. Jan Glockouer  mengatakan salah satu fondasi penting dalam kompetisi kawasan (seperti AEC) adalah kesiapan SDM yang kompeten (dan diakui secara internasional).

11 4 Pilar Asean Economic Community Komunitas Ekonomi ASEAN 2015
Pasar Tunggal dan Basis Produksi Regional Kawasan Berdaya- saing Tinggi Kawasan dengan Pembangunan Ekonomi yang Merata Integrasi dengan Perekonomian Dunia

12 Bahasa Inggris Jadi Bahasa Utama Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015

13 Kursus Bahasa Inggris English Prestige – Indonesia harus menerapkan konsep hambatan non tarif (non tarif barriers language) berupa kewajiban menggunakan bahasa Indonesia dalam era ASEAN Economic Community atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015. Artinya : pemerintah tidak akan memungut biaya apapun bagi warga negara asing yang ingin mempelajari bahasa Indonesia tetapi penggunaan bahasa Indonesia diwajibkan jika warga negara asing tersebut ingin bekerja dan berkarir di Indonesia baik itu sebagai pegawai bank maupun dokter.

14 ” Sudah pasti dalam MEA penggunaan bahasa Inggris sangat dominan, dari fakta yang ada tidak semua masyarakat Indonesia bisa berbahasa Inggris. Selain menerapkan konsep non tarif barriers language, pemerintah juga harus membereskan dua masalah klasik agar Indonesia bisa bersaing dalam MEA, masalah infrastruktur Dari segi infrastruktur, Indonesia masih jauh ketinggalan jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya khususnya jumlah jalan tol kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). sedangkan dari kualitas SDM, tenaga kerja Indonesia masih di dominasi lulusan SMP hingga SMA. (pabrik2)

15 Resiko yang akan dihadapi Indonesia jika kualitas infrastruktur tidak dibenahi adalah:
1.Berkurangnya minat investor asing dalam berinvestasi di Indonesia padahal saat ini Indonesia masih menjadi magnet investasi. bisa saja investor mulai meninggalkan Indonesia karena kualitas infrastrukturnya masih tetap sama dan tidak ada perubahan, 2. jika kualitas SDM tidak ditingkatkan. Resikonya bagi Indonesia adalah Indonesia hanya akan dijadikan sebagai market base bukan sebagai basis produksi.

16 Pengembangan Kualitas SDM pada Milenium ke Tiga
KAPITA SELEKTA KE.9 Pengembangan Kualitas SDM pada Milenium ke Tiga

17 Pendahuluan Pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia dlm menguasai : pengetahuan, keterampilan, keahlian wawasan yang diperlukan dalam era globalisasi adalah kemampuan untuk memandang jauh kedepan, wawasan mutu , serta wawasan inovasi dan perubahan yang sesuai dengan nilai dan sikap yang berkembang dalam masyarakat

18 Bangsa Indonesia menghadapi persaingan dimasa yang akan datang, tersedianya tenaga kerja dengan upah yang murah dan sumber daya alam yang melimpah tidak menjamin daya saing nasional dalam jangka panjang. Akan tetapi, daya saing tersebut, akan semakin baik, bilaman didukung oleh kualitas sumber daya manusia dan kemampuan menguasai teknologi. Oleh karena itu, pengembangan kualitas sumber daya manusia merupakan prioritas utama dalam era persaingan global dan pelaksanaan otonomi daerah.

19 Gambaran Kualitas Sumber Daya Manusia Pada Milenium Ketiga
Salah satu cirri masyarakat pada millennium ketiga adalah masyarakat industri. Masyarakat industri adalah masyarakat yang mendukung proses industrialisasi (Rahardjo, 1996:139). Visi masyarakat Indonesia di tahun 2018 dikemukakan oleh Kartasasmita (1997:43) antara lain sebagai berikut :

20 Visi masyarakat Indonesia di tahun 2018 dikemukakan oleh Kartasasmita (1997:43) antara lain sebagai berikut : Manusia Indonesia yang telah berpendidikan lebih tinggi, lebih sehat, pengetahuan umumnya lebih luas, makin cerdas manusia dan pekerjaannya makin terspesialisasi,, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang makin canggih, makin berdisiplin dan dengan interaksi yang makin intensif dengan dunia internasional Kualitas demokrasi meningkat, kehidupan masyarakat yang transparan, berkembangnya sikap pembaharuan dan kristis masyarakat, meningkatnya kualitas partisipasi masyarakat.

21 Gambaran kualitas SDM Indonesia yang diharapkan pada millennium ketiga adalah :
1. manusia yang sadar ilmu pengetahuan dan teknologi, 2. manusia kreatif, 3. manusia beretika solidaritas. 4. Manusia yang sadar ilmu pengetahuan dan teknologi adalah manusia yang sadar ilmu dalam arti manusia serba tahu dan mereka merasa bahwa proses belajar tidak pernah selesai. Manusia tersebut harus mampu belajar sepanjang hayat (life long learning), karena dunia berubah dengan cepat

22 indikator manusia yang sadar iptek yaitu:
Ada beberapa indikator manusia yang sadar iptek yaitu: (a) kemampuan belajar sepanjang hayat, membuat manusia mampu dua atau tiga karakter sekaligus, (b) manusia mampu mencerna informasi yang bertubi-tubi membanjir dari luar termasuk di dalamnya hasil teknologi canggih dan mampu membuat analisis secara tajam atas segala perubahan, dan (c) mampu berfikir secara kreatif-integratif-konseptual. Kemampuan-kemampuan tersebut ibarat masuknya informasi kepada seseorang sebagai komoditi yang mahal disamping komoditi yang lainnya.

23 Manusia yang mandiri akan sungguh-sungguh menghidupi kehidupan dan tanpa sikap mandiri manusia akan
(1) hidup terus bergantung, (2) kurang ada gerak untuk memperbaiki kehidupannya, (3) tidak ada keinginan untuk menciptakan peluang, (4) dan selalu menunggu untuk diberi kesempatan

24 Manusia yang memiliki kemandirian dan kreatifitas akan :
(1) memiliki harga diri, (2) memiliki kepercayaan pada diri sendiri, (3) memungkinkan manusia tersebut untuk berprakarsa dan bersaing

25 Upaya Pengembangan Kualitas Sumber Daya Manusia Pada Milenium Ketiga
Dilakukan seseorang dengan pembangunan di bidang pendidikan nasional yang diarahkan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia serta kualitas sumber daya manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif, terampil, produktif serta sehat jasmani dan rohani.

26 SDM yang berkualitas dikembangkan melalui banyak cara antara lain :
(1) melalui pendidikan dasar sampai dengan perguruan tinggi, (2) melalui program pendidikan latihan yang sistematik maupun informasi di tempat bekerja, (3) pengembangan diri sendiri, atas inisiatif sendiri berupaya memperoleh pengetahuan dan keterampilan melalui pendidikan di perguruan tinggi.

27 Tujuan pendidikan tinggi adalah:
menyiapkan mahasiswa menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/ atau professional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan/ atau menciptakan ilmu pengetahuan teknologi, dan/ atau kesenian

28 Paradigma baru dalam pendidikan tinggi adalah :
(1) hasil dan kinerja perguruan tinggi harus selalu mengacu kepada kualitas yang berkenlanjutan, (2) kualitas berkelanjutan yang dilandasi kreativitas, ingenuitas dan produktivitasnya pribadi sivitas akademika dapat dirangsang oleh pola manajemen yang berazaskan otonomi, proses evaluasi.

29 (3). otonomi perguruan tinggi harus senafas. dengan akuntabilitas/
(3). otonomi perguruan tinggi harus senafas dengan akuntabilitas/ pertanggungjawaban mengenai penyelenggaraan, kinerja dan hasil perguruan tinggi, (4). hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang handal dan shaih mengenai penyelenggaraan, kinerja dan hasil perguruan tinggi, diaktualisasikan melalui proses akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional

30 Untuk itu, Hamijoyo (1990:33) mengemukakan lima jurus strategi dasar pendidikan dalam era globalisasi, yaitu : (1) pendidikan untuk mengembangkan iptek, (2) pendidikan untuk mengembangkan keterampilan manajemen dan bahasa asing,

31 3) pendidikan untuk pengelolaan
3) pendidikan untuk pengelolaan kependudukan, lingkungan hidup, keluarga berencana dan kesehatan, (4) pendidikan untuk pengembangan sistem nilai, termasuk filsafat, agama dan idiologi, dan (5) pendidikan untuk mempertinggi mutu tenaga kependidikan dan pelatihan termasuk pengelolaan sistem pendidikan formal dan non formal.

32 Berkaitan dengan era globalisai, John Naisbit (dalam Surya, 1997:17) mengemukakan ada sepuluh kecenderungan pada millennium ketiga adalah : (1) Dari masyarakat industri ke masyarakt informasi, (2) Dari teknologi yang dipaksakan ke teknologi sentuhan tinggi, (3) Dari ekonomi nasional ke ekonomi dunia

33 (4) dari perencanaan jangka pendek ke perencanaan jangka panjang,
(5) dari sentralisasi ke desentralisasi, (6) dari bantuan institusional ke bantuan diri, (7) dari demokrasi perwakilan ke demokrasi partisipatoris, (8) dari hierarki-hierarki ke penjaringan, (9) dari Utara ke Selatan, (10) dari/ atau ke pilihan majemuk.

34 Selanjutnya John Naisbit (dalam Surya 1997:17) mengemukakan delapan kecenderungan besar di Asia yang akan mempengaruhi dunia, yaitu: (1) dari Negara bangsa ke jaringan, (2) dari tuntutan ekspor ke tuntutan konsumen,

35 (3) dari pengaruh Barat ke cara Asia,
(4) dari control pemerintahan ke tuntutan pasar, (5) dari desa ke metropolitan, (6) dari padat karya ke teknologi canggih, (7) dari dominasi kaum pria ke munculnya kaum wanita, dan (8) dari Barat ke Timur.

36 ya STOP DULU SELESAI Sampai ketemu minggu depan


Download ppt "Pengembangan Kualitas SDM pada Milenium ke Tiga"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google