Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SEXUALLY TRANSMITTED DISEASES. Sekelompok penyakit yang ditularkan dengan perantaraan hubungan seksual S.T.D.  V.D. (Venereal Diseases) I.Syphilis II.Gonorrhoe.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SEXUALLY TRANSMITTED DISEASES. Sekelompok penyakit yang ditularkan dengan perantaraan hubungan seksual S.T.D.  V.D. (Venereal Diseases) I.Syphilis II.Gonorrhoe."— Transcript presentasi:

1 SEXUALLY TRANSMITTED DISEASES

2 Sekelompok penyakit yang ditularkan dengan perantaraan hubungan seksual S.T.D.  V.D. (Venereal Diseases) I.Syphilis II.Gonorrhoe III.Soft Chancre IV.Lymphogranuloma Venerea (L.G.V.) V.Granuloma inguinale

3 Venereal Diseases : 1.Trichomonas 2.Chlamydia (N.G.U.) 3.Herpes simplex 4.Candidosis 5.HIV

4 SYPHILIS / LUES / RAJA SINGA Penyebab : Treponema pallidum Order: Spirochaetales Family: Treponemataceae Genus: Treponema

5 Morfologi : Spiral  dengan 4-14 U lekukan yang teratur Pengecatan : a.Impregnasi perak b.Negatif Paling baik : dengan mikroskop lapangan gelap  kuman yang hidup  Bergerak aktif : terdiri dari 3 gerakan :. Undulasi. Cork-screw (pembuka botol). Maju mundur Dark ground microscopy of Treponema pallidum

6 Spiral ini sangat tipis, sehingga hanya nampak bila dilihat dengan : Darkfield illumination : Immunofluorescent Sukar diwarnai dengan aniline dyes Dapat dilihat pada jaringan dengan Levaditi Silver Impregnation Treponema pada umumnya mengadakan reproduksi secara transverse fission

7 Pembiakan : In vivo pada kelinci / intratesticular Treponema pallidum yang : a) patogen untuk manusia tidak dapat dibiakkan pada media buatan, maupun dalam telur yang subur ataupun dalam tissue culture Strain yang : b) Saprofit (Reiter)  dapat dibiakkan in vitro dalam medium tertentu

8 RESISTENSI : Dalam cairan yang cocok, Treponema pallidum tetap motil selama 3-6 hari pada 25  C Dalam darah / plasma, tetap hidup selama 24 jam, 4  C Cepat mati bila kena O 2 di udara Tidak tahan terhadap kekeringan Tidak tahan terhadap - Arsen - Bismuth - Mercury - Penicillin

9 STRUKTUR ANTIGEN Dalam serum penderita lues terdapat 3 macam Ab (Antibodi) : I.Ab yang dapat dideteksi dengan CFT  TES VDRL, WASSERMANN KAHN Ab diikat oleh phospholipida yang berasal dari ekstraksi otot jantung sapi (Cardiolipin)sebagai antigen LecitinCholesterol Presipitasi / Flokulasi

10 Ab terdapat dalam fraksi IgM dan IgG dan disebut sebagai REAGIN (ANTICARDIOLIPIN) Tes untuk mengenali adanya Reagin  STS : (Serologic Test for Syphilis) STS yang positif terdapat juga pada : Lepra Malaria Infectious mononucleosis Lupus erythematosus False positive

11 II. Ab yang hanya terbentuk oleh karena adanya ANTIGEN pada Genus Treponema, yaitu :. Treponema pallidum  lues. Treponema pertenue  frambosia Ab dapat dideteksi dengan cara :. Fluorescent Treponemal Antibody Test (FTA). Treponema pallidum Immobilization (TPI)

12 III. Ab yang terbentuk oleh Treponema pallidum patogen maupun Non patogen (Reiter’s) Reiter Protein Complement Fixation (RPCF) test

13 PATOGENESA : Penularan : hubungan seksual Kuman menembus : Mukosa intak Kulit yang luka Ada 3 stadium : Stadium I Stadium II Stadium III

14 Stadium I : Di tempat masuk : ULCUS  LESI PRIMER : HARD CHANCRE Pembesaran kelenjar lymphe regional Stadium II: (bbrp minggu – bulan) SKIN RASH seluruh tubuh Pembesaran kelenjar lymphe regional Stadium I & II : sangat menular (kuman banyak) Primary syphilis Skin Rash

15 Stadium III : (beberapa tahun) Kerusakan syaraf  neuro syphilis Sistem kardiovaskuler

16 Treponema pallidum dapat menembus plasenta  (Stadium II) I.SYPHILIS CONGENITAL II.LATE CONGENITAL

17 I.SYPHILIS CONGENITAL : Lahir mati Lahir hidup   II.LATE CONGENITAL : Gangguan mental Buta tuli Kerusakan gigi (Hutchinson’s teeth )

18 DIAGNOSA : 1. Spesimen : a. Eksudat lesi b. Darah 2. Darkfield Examination 3. Immunofluorescence 4. Serologic Test for Syphilis (STS)

19 A. Non Treponemal Ag Test a. Flocculation Test (VDRL) = Venereal Disease Research Laboratories = b. Complement Fixation (Wassermann, Kolmer)

20 B. Treponemal Ag Test a.Fluorescence treponemal Ab (FTA-ABS) test b.Treponema pallidum Immobilization (TPI) test c.Treponema pallidum Complement fixation Test d.Treponema pallidum hemagglutination (TPHA) test

21 IMUNITAS : Penderita dengan Syphilis aktif  resistensi terhadap super infeksi dengan Treponema pallidum

22 ANTIBODYAg SOURCETESTS PRESENT REACTIVITY I st II nd III th. Non Treponemal “Reagin”. Extract of tissue (Cardiolipin –lecithin- cholesterol) * CFT (Wassermann, Kolmer) * Flocculation (VDRL, Hinton Kahn) 789777. Treponemal. Treponema pallidum Reiter strain. RPCT618572. TPI569492. FTA-ABS. Treponema pallidum. IgM-FTA-ABS859995

23 PENGOBATAN : Benzathine Penicillin G Akut : 2,4 U / single / im Kronis : 2,4 U / 3X / im Neurosyphilis : 20 U / iv / day/ 2-3 mg

24 NEISSERIA

25 Famili : Neisseriaceae Genus : Neisseria Branhamella Moraxella Acinetobacter Kingela

26 Species : Neisseria gonorrhoeae Neisseria meningitidis Neisseria lactamica Neisseria sicca Neisseria subflava Neisseria dentrificans Neisseria mucosa Neisseria cinerea Neisseria flavescens Neisseria elongata Branhamella catarrhalis

27 Neisseria Gonorrhoeae

28 Morfologi : Kokus / Diplokokus; Gram negatif  : 0,6 -1,0 µm Seperti biji kopi / ginjal (sisi yang berhadapan pipih)  Intracellular (PMN) Extracellular

29

30 Tidak motil Kapsul : (+)  fresh isolate (-) Pili  berhubungan dengan - virulensi - tipe koloni Tipe 1,2 : virulen (kultur primer) Tipe 3,4,5 : avirulen (>besar, > kasar, >flat) (subkultur)

31 Sifat biakan : Fakultatif anaerob / aerob Mikroaerofilik  > CO2 : 3-10% (Candle jar) Kelembaban Tidak ada bahan toksik

32 Memproduksi Indophenol Oxydase  tes oksidase (+)  Genus Neisseria Koloni  ditetesi dengan Tetramethyl p phenylene diamine 1%  koloni berubah dari putih abu  merah ungu  hitam Dekstrosa (+) Maltosa (-) Sukrosa (-)  D.D. dengan species lain

33 STRUKTUR ANTIGEN : Pilus Ag Outer Membrane Protein Lipo oligosaccharide (LOS)

34 MANIFESTASI KLINIK : Neisseria gonorrhoae  gonorrhoe Pharyngitis  ♀ / ♂ Urethritis  ♀ / ♂ ♂ : Prostatitis, Epidydimitis  infertilitas ♀ : - Vaginitis - Cervicitis - Salphingitis  PID (Pelvic Inflammatory Disease)  * Ectopic pregnancy * Infertilitas

35 Disseminated Gonococcal Infection (DGI)  * Arthritis * Dermatitis * Peritonitis BAYI : Ophthalmia neonatorum (Blenorrhoe) Tindakan CREDE : AgNO 3 1% GONITIS SEPSIS

36 GEJALA KLINIS : Inkubasi : 2-8 hari Akut : – Burning on urination : Polakisuria – Frequent urination: Poliuria – Discharge : yellow purulent Urethral discharge Vaginal discharge Fever Abdominal pain

37 DIAGNOSA : Diplokokus; biji kopi Gram Negatif Mikroskopis : Fastidious organisme (Nutrisi kompleks) Kultur :Uji kimiawiUji serologi

38 KULTUR Bahan pemeriksaan Daerah Steril (darah, CSF, Synovial) Coklat agar Daerah Kontaminasi (sekret uretra, usap vagina Media selektif : MTM (Modified Thayer Martin) TM (Thayer Martin) New York City Medium Martin-Lewis Medium

39 Media yang rutin dipakai : 1.Coklat agar 2.TM / MTM Inkubasi :  sungkup lilin (candle jar) Lilin Kapas basah

40 Medium TM : ditambah Antibiotik Vancomycin  X Gram positif Colistin  X Gram negatif Nystatin  X Jamur Medium MTM : ditambah Trimethoprim  X Gram negatif

41 Colonies of a pure culture of N gonorrhoeae growing on a modified Thayer Martin plate

42 C. Uji Kimiawi : 1.Uji Oksidase (Indophenol Oxidase) 2.Uji Katalase 3.Fermentasi gula

43 1. Uji Oksidase : Reagen oksidase : Tetramethyl-p-phenylene diamine dihydrochloride / oxalate p-amino methyl aniline oxalate Neisseria gonorrhoeae : + Neisseria meningitidis : +

44 2. Uji Katalase : Neisseria gonorrhoeae : + Neisseria meningitidis : +

45 3. Fermentasi gula : GulaNeisseria gonorrhoeae Neisseria meningitidis Glukosa++ Maltosa-+ Sukrosa-- Laktosa--

46 D. Uji Serologi :  deteksi Antibodi Fluorescence – Ab – Tehnik CIE (Counter Immuno Electrophoresis) Koaglutinasi Latex aglutinasi

47 PENGOBATAN : Tes kepekaan  Penicillin/Cephalosporin Strain PPNG (Penicillinase Producing Neisseria gonorrhoeae)  Tes PPNG  Iodometri – Penicilline peniciloic acid – Peniciloic acid + Iod (K-J) + amylum  biru Penicillinase

48 PENCEGAHAN : Diagnosa tepat / dini  isolasi  regular treatment Mencegah penularan : 80%  ♀ asimtomatik

49 Neisseria meningitis = meningococcus Morfologi : Kokus berpasangan seperti biji kopi Gram negatif Pili [+] Kapsul [-] / [+]

50 SIFAT PERBENIHAN : Sukar tumbuh pada media sederhana Media yang paling baik : chocolate agar Mikro aerophilik : perlu co2 [ 5 – 10% ]

51 SIFAT BIOKIMIA : UJI OKSIDASE [+] FERMENTASI : a.GLUKOSA [+] b.SUKROSA [-] c. MALTOSA [+] d.LAKTOSA [-]

52 RESISTENSI : PEKA TERHADAP : - BAHAN KIMIA - PEMANASAN - ANTIBIOTIKA PENISILIN 55 C : 30 ‘ MATI RESISTEN TERHADAP SULFONAMIDE

53 STRUKTUR ANTIGEN : Berdasar pada capsular polycharida : 10 serogroup Serogroup a penyakit epidemi Serogroup b, c penyakit endemi Serogroup lain carier VARIASI GENETIK : - S variant / virulen r variant/ avirulen Biakan berulang S variant/virulen r variant/ avirulen Disuntikkan tikus putih

54 PATOGENESA N. MENINGITIDIS : 1. Imunitas baik : - carier / tanpa penyakit [ Naso pharynk ] 2. Imunitas jelek : - meningen [ meningitis ] - kel. Adrenal [acute adrenal insufficiency / water house – friderichsen syndrome) - endotoxin kerusakan pembuluh darah tromboemboli

55 Dx LAB : BAHAN PEM : - DARAH - LIQUOR - SEKRESI NASOPHARYNK PEWARNAAN GRAM KULTUR : CHOCOLATE AGAR

56 PENGOBATAN : - PENICILLIN : DRUG OF CHOICE - ERYTHROMYCIN - CHLORAMPHENICOL SULFONAMIDE : RESISTEN

57 SPECIES NEISSERIA LAIN : SpesiesGlukosaMaltosaSukrosa N. CATARRHALIS (TRACT. RESP) --- N. SICCA (TRACT. RESP) +++ N. FLAVESCENS (TRACT. RESP) ---

58 UJI KIMIAWINEISSERIA GONORRHOEAE NEISSERIA MENINGITIDIS Oksidase++ Katalase++ Fermentasi KH Glukosa Maltosa Sukrosa Laktosa ++ -+ -- --

59 GARDNERELLA VAGINALIS

60 PENDAHULUAN : Berdasarkan karakteristik pertumbuhan & morfologi : Haemophilus (vaginalis)1955 Corynebacterium (vaginalis)1963 Berdasarkan studi hibridisasi DNA : Genus tersendiri : Gardnerella1980

61 Morfologi : Batang pleomorfik 0.5 µm X (1.5-2.5) µm Gram negatif – variable Club forms – metachromatic granules – sering (+) Non motil Kapsul (-)

62 Epidemiologi dan Patogenesis infeksi Gardnerella :  Gardnerella vaginalis : ditemukan pada : Genital tract manusia Urinary tract manusia  Berperan pada bacterial vaginosis pada ♀ : Copious, Malodorous vaginal discharge

63  Fluor albus / Leukorea / Keputihan : keluarnya cairan vagina (vaginal discharge) secara berlebihan  Vaginal discharge homogenous, nyeri (-), gatal (-) infeksi jamur) disebut “vaginosis”  bukan vaginitis Epidemiologi dan Patogenesis infeksi Gardnerella :

64  Infeksi Gardnerella Vaginalis  Radang non spesifik klinis gejala radang vagina (+) penyebab belum jelas diketahui 1982 : diubah jadi : (Bacterial) vaginosis oleh karena Gardnerella vaginalis tak menyerang jaringan subepithelial Epidemiologi dan Patogenesis infeksi Gardnerella :

65  Gardnerella vaginalis sering disertai Bacteroides spp. (anaerobes)  Gardnerella vaginalis menyebabkan post partum sepsis pada ibu dan neonatus  Gardnerella vaginalis sulit dibiakkan dari darah Epidemiologi dan Patogenesis infeksi Gardnerella :

66 Gardnerella vaginalis disetujui sebagai salah satu penyebab S.T.D. karena : 1. ♀ yang sembuh dari penyakit, tetapi partner sexual tidak diterapi  reinfeksi 2.Gardnerella vaginalis dapat diisolasi pada > 90% partner sexual ♀ yang terinfeksi 3.Gardnerella vaginalis jarang ditemukan pada ♀ yang virgin

67 Diagnosis Laboratoris : Spesimen berupa : Usap Cervical Usap Urethral Usap Vaginal Darah : pada wanita dengan postpartum fever dan neonatus dengan sepsis Wanita dengan keputihan

68 I. Mikroskopis :  Sediaan langsung : Vaginal discharge oleskan pada gelas obyek  tetesi dengan normal saline, terlihat (dibawah mikroskop) : Clue cells (epitel squamosa vagina dipenuhi dengan kuman)  presumptive diagnosis Bacterial vaginosis.  Gram : Tak tampak Lactobacillus (flora normal vagina) Banyak : batang pendek, Gram variabel (Gardnerella vaginalis) Menunjukkan adanya perubahan komposisi flora normal vagina

69 II. Kultur : Gardnerella vaginalis – sulit dibiakkan Spesimen kontaminasi dengan bakteri lain Perlu medium semi selektif HBT (Human Blood Tween) agar : medium selektif dan deferensial terbaik untuk Gardnerella vaginalis, tersedia komersial

70 Spesimen : (Genital discharge) dalam 4 – 6 jam Inokulasi ke lempeng agar HBT Inkubasi (5% - 10% CO 2 ) 48 jam Koloni : Convex; opaque, abu-abu dikelilingi zona  –hemolysis Hemolisis (+)  human blood Hemolisis (-)  darah domba

71 Terapi : Metronidazole In vitro susceptible terhadap : Ampicillin, Carbenicillin, Oxacillin, Penicillin, Vancomycin

72 BAKTERIAL VAGINOSIS (BV) AEROBIC VAGINITIS (AV) Suatu keadaan/kondisi dimana terjadi perubahan pada flora vagina

73 Flora Vagina Unik dan kompleks Dalam keadaan normal, komposisinya adalah : – Laktobacillus >> – Dipththeroidal forms – Prevotella – Porphyromonas – Bacteroides – G. vaginalis Organisme Anaerob <<<

74 Perbedaan BV-AV BV – Lactobacillus << – Organisme anerobik >> – IL 1 β AV – Lactobacillus << – Organisme anaerob < dari BV – Adanya organisme aerob patogen dan non patogen – IL 1β, 6,8

75 Diagnosis BV : Kriteria Amsel’s Kriteria Nugent (Nugent score) Spiegel

76 Kriteria Amsel’s 1.Homogenous vagina discharge 2.Ph > 4.5 3.Clue cells + 4.Whift test + 3 dari 4 kriteria (+)  BV definitif Clue cell : sel epitel vagina yang dipernuhi oleh kuman cocobasil Gram variabel.

77 Kriteria Nugent (Nugent score)

78 Spiegel Lactobacillus dominan, with/without G.vaginalis  normal Mix flora (Gram positif, Gram negatif/ Gram variable), lactobacillus <</ (-)  BV

79

80 Diagnosis AV http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1471-0528.2011.03020.x/full

81 Referensi Bailey dan Scott. Diagnostic Microbiology Garcia. Clinical Microbiology Procedure Handbook Murray. Manual of Clinical Microbiology

82 Terima Kasih


Download ppt "SEXUALLY TRANSMITTED DISEASES. Sekelompok penyakit yang ditularkan dengan perantaraan hubungan seksual S.T.D.  V.D. (Venereal Diseases) I.Syphilis II.Gonorrhoe."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google