Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

DI Kapita Selekta Manajemen Pendidikan

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "DI Kapita Selekta Manajemen Pendidikan"— Transcript presentasi:

1 DI Kapita Selekta Manajemen Pendidikan
Pertemuan Ke.2 DI Kapita Selekta Manajemen Pendidikan

2 REKONSTRUKSI PENDIDIKAN DI INDONESIA:
Paradigma Baru Peningkatan Mutu Pendidikan WAWASAN, LANDASAN, DAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN SERTA PENGEMBANGAN PROFESI GURU

3 Benarkah Mutu Pendidikan Kita Rendah ?

4 Paradigma Baru Manajemen Pendidikan
Dalam kehidupan ini telah banyak perubahan2. Tidak ada yang tanpa perubahan. Untuk itu filsafat jawa spt : alon-alon waton kelakon, nrimo ing pandum, wong sabar duwur wekasane dll, Bagaimana sdr menyikapi pernyataan tsb. untk kondisi yg sekarang ini ?

5 Menuju Pendidikan Masa Depan
Kondisi Saat ini Masa depan Mutu penddikan kita masih rendah Sistem pembelajaran di sekolah belum memadai Krisis moral yang melanda masyarakat kita Pendidikan yang tanggap terhadap situasi persaingan dan Kerja sama global Pendidikan yang membentuk pribadi yg mampu belajar seumur hidup Pendidikan yang menyadari sekaligus mengupayakan pentingnya pendidikan nilai

6 RANGKING SDM INDONESIA BERDASARKAN HDI DIBANDINGKAN BEBERAPA NEGARA TAHUN 1995-2005
2000 2003 2004 2005 Thailand Malaysia Philipina Indonesia Cina Vietnam 58 59 100 104 111 120 76 61 77 109 99 108 74 85 112 83 94 73 84 110 Sumber: UNDP (1995, 2000, 2003, dan 2005)

7 Kualitas SDM Beberapa Negara dekat Indonesia
Human Development Index Rank ( 2004) High human development Medium human development Low human development Australia Jepang Hongkong, China Singapore Korea, Rep Brunei Darussalam 3 9 23 25 28 33 Malaysia Thailand Philippines China Sri Lanka Indonesia Viet Nam India Cambodia Myanmar Papua New Guinea Bangladesh Nepal 59 76 83 94 96 111 112 127 130 132 133 138 140 Pakistan Timor-Leste 142 158

8 COMPETITIVENESS INDEX [ IIMD: 2001 ] index daya saing
01. {100.0} United States 02. {87.66} Singapore 03. {83.38} Finland countries 04. {82.81} Luxemburg 11. {75.87} Australia 18. {64.84} Taiwan 21. {61.73} New Zealand 26. {57.52} Japan 29. {50.03} Malaysia 38. {42.67} Thailand 40. {40.60} Philippines 49. {28.26} Indonesia

9 Sumber : IMD World Competitiveness Yearbook 2006 (Kompas 21-7-2006)
Tingkat Daya Saing * (2005) dan 2006 (1) AS 1 (2) Hongkong 2 (21) Jepang 17 (3) Singapura 3 (11) Taiwan 18 (31) China Daratan 19 (28) Malaysia 23 (39) India 29 (27) Thailand 32 (29) Korea 38 (49) Filipina 49 (60) Venuzuela 61 70.080 64.416 62.598 57.680 49.041 36.051 32.662 90.993 74.231 72.993 71.554 96.866 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 (59) Indonesia 60 Sumber : IMD World Competitiveness Yearbook 2006 (Kompas )

10 EDUCATIONAL PERFORMANCE [ PERC: 2001 ] kinerja penddikn
01. {3.09} Republic of Korea 02. {3.19} Singapore 03. {3.50} Japan countries 04. {3.96} Taiwan 05. {4.24} India 06. {4.27} China 07. {4.41} Malaysia 08. {4.72} Hong Kong 09. {5.47} Philippines 10. {5.91} Thailand 11. {6.27} VietNam 12. {6.56} Indonesia

11 CORRUPTION COUNTRY [ PERC: 2004 ] 01. {9.25} INDONESIA
02. {8.90} INDIA 03. {8.67} VIETNAM 04. {8.33} PHILIPPINES 05. {7.33} CHINA 06. {7.33} MALAYSIA 07. {7.33} THAILAND 08. {6.67} SOUTH KOREA 09. {6.10} TAIWAN 10. {3.60} HONG KONG 11. {3.50} JAPAN 12. {0.50} SINGAPORE

12 Dasar penilaian Mutu SDM
2. Life expectancy harapan hidup layak) 1. Adjusted real income /Pendapatan riil sesuai 3. Educational attainment tingkat penddkn Dasar penilaian Mutu SDM

13 Indonesia’s achievements on education lag behind other countries both in terms of access and quality. Figure …. Performance on education -40 -20 20 40 60 80 100 120 Japan Korea Australia Hong Kong Thailand Indonesia Below Level 1 at Level 1 at Level 2 at Level 3 at Level 4 at Level 5 Prestasi Indonesia pada pendidikan l di belakang negara-negara lain baik dari segi akses dan kualitas . Sumber: The World Bank 2005

14 FAKTOR PENENTU KEUNGULAN SUATU NEGARA *)
PERANAN (%) Innovation & Creativity Networking Technology Natural Resources *). Hasil Evaluasi Bank Dunia(1955) terhadap 150 Negara di Dunia

15 Innovation & Creativity
Kita seharusnya belajar dari Jepang. Masyarakat Jepang memiliki 5 karakteristik khusus dalam sikap dan perilaku yang dipandang sebagai akar kekuatan bangsanya dalam mengahdapi globalisasi, yaitu:

16 Innovation & Creativity Jepang
5 Karakteristik 5. Kompetisi, SDM dan produk memiliki keunggulan kooparatif dan kompetitif dalam kehidupan dan tata ekonomi global Emulasi, hasrat untuk menyamai atau melebihi orang lain. Dorongan unt tdk ketinggalan 4 .Kualitas, setiap proses dan hasil produksi di Jepang, mutu menjadi penarik. 3. Futurism, Mempunyai pandangan ke depan 2. Consensus Kmpromi Vs Komprontasi

17 Innovation & Creativity
Pertanyaan: Benarkah Mutu Pendidikan Kita Rendah ?

18 BEBERAPA FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA MUTU PENDIDIKAN
Pendekatan pendidikan kita lebih menekankan pada input dan output serta kurang memperhatikan aspek proses pendidikan; (PBM) Manajemen pengelolaan pendidikan kita cenderung kaku, birokratis dan belum sepenuhnya mampu mengembangkan MBS; (Sen >Des) Rendahnya mutu, profesionalisme dan kesejahteraan guru; (SDM) Kurang sarana dan prasarana pendidikan; Kurangnya partisipasi masyarakat dalam pembiayaan pendidikan.

19 Beberapa unsur yang dapat mempengaruhi Mutu Pendidikan
Kurikulum Isi Pendidikan Proses Pembelajaran dan Evaluasi Kualitas Guru Sarana dan Prasarana Sekolah Buku Ajar Pemerataan Pendidikan Manajemen Pendidikan

20 INDIKATOR PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
Prosentase lulusan Angka mengulang Angka putus sekolah Angka kelayakan mengajar Prosentase kesesuaian guru mengajar Nilai rata-rata lulusan Prosentase kondisi ruang kelas Prosentase fasilitas sekolah Angka partisipasi Satuan biaya Prosentase lulusan yg terserap di sektor lapangan kerja

21 Apa yang bisa kita lakukan?
Carikan Solusinya Yaaaa! Apa yang bisa kita lakukan?

22 REKONSTRUKSI PENDIDIKAN DI INDONESIA:
Paradigma Baru Peningkatan Mutu Pendidikan WAWASAN, LANDASAN, DAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN SERTA PENGEMBANGAN PROFESI GURU

23 PERLU REKONSTRUKSI PENDIDIKAN DI INDONESIA :
Menuju Comminity Based Education – Dari High Based ke Broad Based (berbasis elit ke populis /rakyat PARADIGMA PENDIDIKAN: ORIENTASI PENDIDIKAN: Dari Mata Pelajaran ke Life Skill PRINSIP PEMBELAJARAN: Dari Teaching ke Learning. POLA MANAJEMEN Dari Sentralisasi ke Desentralisasi & MBS

24 REKONSTRUKSI PENDIDIKAN DI INDONESIA:
Paradigma Baru Peningkatan Mutu Pendidikan WAWASAN, LANDASAN, DAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN SERTA PENGEMBANGAN PROFESI GURU

25 KONDISI NYATA SAAT INI ?? 1. MINDSET MUTU PENDIDIKAN BELUM MERATA DI KALANGAN PENDUDUK INDONESIA 2.MINDSET MUTU GURU DAN LULUSAN INDONESIA 3. MINDSET TENTANG MUTU PENDIDIKAN INTERNASIONAL BELUM MERATA DI KALANGAN LEMBAGA PENDIDIKAN 4. PELAYANAN PENDIDIKAN MASIH LEBIH MENGUTAMAKAN KETERJANGKAUAN SAJA daripada MEMENTINGKAN MUTU

26 Peningkatan Keunggulan Negara dan Bangsa Indonesia
Tergantung Insan2 Indonesia masa depan Peningkatan Keunggulan Negara dan Bangsa Indonesia Beriman dan Taqwa Berkarakter mulia Unggul,Cerdas Dan Kompetitif Sebagai Produk Kinerja Guru Profesional yang berkarakter mulia

27 7 Ciri pendidikan masa Depan
1. Berfokus pada pemupukan potensi unggul SETIAP anak. 2. Keseimbangan beragam kecerdasan (Kognitif, Emosi, dan Spiritual) 3. Mengajarkan Life Skills 4. Sistem penilaiannya berbasis portofolio dari hasil karya siswa 5. Pembelajaran berbasis kehidupan nyata dan praktek di lapangan 6. Guru lebih berperan sebagai motivator dan fasilitator agar anak mengembangkan minatnya masing-masing 7. Pembelajaran didasarkan pada kemampuan, cara/gaya belajar, dan perkembangan psikologi anak masing-masing

28 PERLU REKONSTRUKSI PENDIDIKAN DI INDONESIA :
Menuju Comminity Based Education – Dari High Based ke Broad Based (berbasis elit ke populis /rakyat PARADIGMA PENDIDIKAN: 1.ORIENTASI PENDIDIKAN: Dari Mata Pelajaran ke Life Skill (w.2) 2. PRINSIP PEMBELAJARAN: Dari Teaching ke Learning. 3. POLA MANAJEMEN Dari Sentralisasi ke Desentralisasi & MBS Nex 2

29 Tuntutan Perubahan Peran guru dlm pembeajaran
KONVENSIONAL KONTEMPORER Sumber Belajar Instruktur Single – Decision Maker Transformer of Information Penilai hasil belajar Fasilitator Belajar Manajer Belajar Collaborative- Decision Maker Learner- Reseacher Penilaian Proses dan Hasil

30 POLA MANAJEMEN Dari Sentralisasi ke Desentralisasi & MBS
Nex 3

31 DESENTRALISASI PENDIDIKAN & MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
>Siapa yg paling mengetahui urusan sekolah? Mendiknas? Dirjen? Kepala Diknas? Kepala Sekolah? >Siapa yg paling tahu urusan kelas? Kepala Sekolah atau guru? Itulah argumentasi desentralisasi – >Manajemen Berbasis Sekolah………… Sekolah diberi kewenangan mengatur diri: aplikasi kurikulum, dsb….. Tetapi tetap ada standar & koridornya.

32 Dari Sentralisasi menuju Desentralisasi
Sistem pendidikan yang berlaku sampai saat ini bersifat sangat sentralistis, dimulai dari pemberlakuan satu kurikulum secara nasional, sampai dengan peranan pusat yang sangat dominan dalam pengelolaan guru (sekolah negeri). Misalnya, pusat sangat dominan dan menentukan dalam setiap keputusan tentang proses rekruitmen, pengangkatan, penempatan, pembinaan, dan mutasi guru.

33 PARADIGMA PENDIDIKAN: COMMUNITY BASED EDUCATION
?? Untuk menguasai iptkes atau mampu memperoleh kehidupan sukses di masa depan?? MENGAPA ANAK HARUS SEKOLAH?? BERAPA % YG JADI ILMUWAN? BERAPA % YG JADI PRAKTISI? Pendidikan: mengembangkan potensi anak didik agar mampu mengahadapi problema di masa depan. PENDDKN UNTUK SEMUA PROFESI, BUKAN UNTUK JADI ILMUWAN SAJA….

34 HUBUNGAN ANTARA: Kehidupan nyata - mata pelajaran - life skill
Sekolah SEKOLAH UNTUK MENGEMBANGKAN LIFE SKILL: MATA PELAJARAN ADALAH WAHANA UNTUK MENGEMBANGKANNYA

35 BAGAIMANA HUBUNGANNYA DG MAPEL?
KEHIDUPAN NYATA (SEHARI-HARI) KECAKAPAN HIDUP MATA PELAJARAN MAPEL MEMBENTUK KECAKAPAN HIDUP, KECAKAPAN HIDUP TSB YG DIPERLUKAN UNTUK MENGHADAPI KEHIDUPAN. (GRS PUTUS-PUTUS) DLM MERANCANG KURIKULUM, MAPEL DIDASARKAN KECAKAPAN HIDUP, KECAKAPAN HIDUP DIIDENTIFIKASI BERDASARKAN POLA KEHIDUPAN NYATA SEHARI-HARI. (GARIS SOLID)

36 KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI
siswa smp di Wonogiri berbeda dg siswa di Jakarta……. yg penting kompetensinya, bukan mata pelajarannya… … KURIKULUMNYA KBK COMPETENCE: The ability to do some thing KOMPETENSI: Pengetahuan, keterampilan & nilai-nilai dasar yg direfleksikan dlm kebiasaan berpikir dan bertindak. >>>> KOMPETENSI: TINDAKAN/PERILAKU…… Kompetensi KBK Bukan Hanya Penguasaan Konsep Mapel…harus Sampai Life Skill

37 Gurunya sama tetapi hasil belajar siswa tdk sama. mengapa???
PRINSIP PEMBELAJARAN DARI TEACHING KE LEARNING (mengajar ke belajar) satu kelas, Gurunya sama tetapi hasil belajar siswa tdk sama. mengapa??? Dua anak dlm tes IQ hasilnya sama, tetapi hasil belajarnya berbeda??? Siapa yg menentukan hasil belajar??? Guru yg mengajar atau belajarnya siswa ?????

38 Perubahan Paradikma Pembelajaran
KONVENSIONAL KONTEMPORER Teacher Center Oriented Using Simple Media and Methods (Menggunakan Media dan metode sederhana) Subyect –Discipline Approach Learning Product Oriented Single Sources (sumber tunggal) Student Center Oriented Using Multi Media and Methods Subyect – Integrated Approach & Problem Solving Learning Process & Product Oriented Multi Sources

39 YG BELAJAR SISWA, BUKAN GURU
PSIKOLOGI KOGNITIF: ANAK BELAJAR DG MENGKONSTRUKSI SENDIRI PEMAHAMANNYA, BUKAN DIBUATKAN ORANG LAIN. HASIL BELAJAR TERGANTUNG PD KEMAMPUAN DASAR & BELAJAR YG SESUNGGUHNYA… JADI YG PENTING: ANAK BELAJAR APA, BUKAN GURU MENGAJAR APA

40 CTL: MODEL PEMBELAJARAN
Pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) SISWA BELAJAR SERIUS, JIKA SENANG DG APA YG DIPELAJARI & MENIKMATI SITUAI BELAJAR SISWA SENANG BELAJAR, JIKA YG DIPELAJARI TERKAIT DG LINGKUNGANNYA…


Download ppt "DI Kapita Selekta Manajemen Pendidikan"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google