Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Manda Malia Ubra ANAMNESIS Kontak / jahitan / gigitan? Sudah berapa lama sejak kejadian? Didahului tindakan provokatif atau tidak? Hewan yang.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Manda Malia Ubra ANAMNESIS Kontak / jahitan / gigitan? Sudah berapa lama sejak kejadian? Didahului tindakan provokatif atau tidak? Hewan yang."— Transcript presentasi:

1 Manda Malia Ubra 102009047

2 ANAMNESIS Kontak / jahitan / gigitan? Sudah berapa lama sejak kejadian? Didahului tindakan provokatif atau tidak? Hewan yang menggigit menunjukkan gejala rabies? Penderita luka gigitan pernah di VAR / tidak? Hewan yang mengigit pernah di VAR / tidak?

3 PEMERIKSAAN FISIK Identifikasi luka gigitan PEMERIKSAAN PENUNJANG Pada awal penyakit, hemoglobin normal dan sedikit menurun pada perjalan penyakit. Leukosit antara 8000-13.000/mm 3 dengan 6-8% monosit atipkal, namun leukositosis 20.000- 30.000/mm 3 sering dijumpai, trombosit biasanya normal. Pada urinalisis dijumpai albuminuria dengan peningkatan sel leukosit pada sedimen. Pada CSS dapat dijumpai gambaran encephalitis, peningkatan sel leukosit 70/mm 3, tekanan CSS dapat normal/meningkat, protein dan glukosa normal.. Pada EEG secara umum didapatkan gelombang lambat dengan penekanan aktivitas dan paroksismal spike. CT dan MRI pada otak normal Isolasi virus sangat baik dilakukan pada minggu pertama dari bahan yang berasal dari saliva, hapusan tenggorokan, trakea, kornea, sampel biopsy kulit/otak, CSS, dan kadang urin.

4 MANIFESTASI KLINIS berlangsung 1-4 hari demam, menggigil, batuk, nyeri menelan, nyeri perut, sakit kepala, malaise, myalgia, mual muntah, diare dan nafsu makan menurun Gejala yang lebih spesifik yaitu gatal dan parastesia pada luka bekas gigitan yang sudah sembuh Stadium prodromal Pada furios penderita menjadi hiperaktif, disorientasi, mengalami halusinasi, atau bertingkah laku aneh. Bila penderita diberi segelas air minum dan mencoba meminumnya akan terjadi spasme hebat otot-otot faring, akibatnya penderita menjadi takut air (hirofobia) yang khas pada rabies. Keadaan yang sama dapat ditimbulkan oleh rangsangan sensorik seperti meniupkan lilin ke muka pasien (aerofobia), atau dengan menjatuhkan sinar ke mata (fotofobia) atau dengan menepuk tangan didekat telinga pasien Stadium neurologis akut Koma dapat terjadi dalam 10 hari setelah tampak gejala rabies dan dapat berlangsung hanya beberapa jam sampai beberapa jam sampai berbulan-bulan tergantung penanganan intensif. Pada penderita yang tidak ditangani, penderita dapat segera meinggal setelah terjadi koma, Stadium koma

5 ETIOLOGI Rabies terjadi akibat adanya infeksi virus rabies, virus Neurotropik darigenus Lyssavirus, dan family Rhabdoviridae. Virus rabies termasuk golongan RNA single stranded. Virus rabies inaktif pada pemanasan, pada temperatur 56derajar C Virus juga mati dengan deterjen, sabun, etanol 45%, solusi jodium

6 PATOFISIOLOGIPATOFISIOLOGI

7 EPIDEMIOLOGI Distribusi rabies tersebar di seluruh dunia dan hanya beberapa Negara yang bebas rabies seperti Australia, sebagian besar Skandinavia, Inggris, Islandia, Yunani, Portugal, Uruguay, Chili, Papua Nugini, Brunai, Selandia Baru, Jepang, Taiwan Jumlah kematian di dunia karena penyakit rabies pada manusia diperkirakan lebih 50.000 orang tiap tahunnya dan terbanyak paada Negara-negara Asia dan Afrika yang merupakan daerah endemis rabies.

8

9 PENCEGAHAN Luka gigitan harus segera dicuci dengan sabun, dilakukan debriden dan diberikan disinfektan eperti alcohol 40-70%, tinktura yodii, atau larutan epherin 0,1% Luka akibat gigitan binatang penular rabies tidak dibenarkan untuk dijahit kecuali bila keadaan memaksa dapat dilakukan jahitan situasi. Penanganan luka Apabila kontak dengan air luir pada kulit luka yang tidak berbahaya, maka diberikan VAR diberikan kombinasi VAR dan SAR apabila kontak dengan air liur pada luka berbahaya Vaksin

10 KOMPLIKASI Berbagai komplikasi dapat terjadi pada penderita rabies dan biasanya timbul pada fase koma Komplikasi sapat berupa peningkatan tekanan intra kranial; kelainan pada hipotalamus berupa diabetes mellitus, sindroma abnormalitas hormone anti diuretic (SAHAD); disfingsi otonomik yang menyebabkan hipertensi, hipotensi, hipertermia/hipotermia, aritmia dan henti jantung Kejang dapat local maupun generalisata dan sering bersamaan dengan aritmia dan gangguan respirasi Pada stadium prodromal sering terjadi komplikasi hiperventilasi dan alkalosis respiratorik, sedangkan hipoventilasi dan depresi pernapasan terjadi fase neurologic akut Hipotensi terjadi karena gagal jantung kongestif, dehidrasi dan gangguan otonomik

11 PROGNOSIS Kematian akibat infeksi virus rabies boleh dibilang 100% bila virus sudah mencapai system saraf. Prognosis rabies selalu fatal karena sekali gejala rabies telah tampk hampir semua selalu kematia 2-3 hari sesudahnya sebagai akibat gagal napas/henti jantung ataupun paralisis generalisata. Berbagai penelitian dari tahun 1986-2000 melibatkan lebih dari 800 kasus gigitan anjing pengidap rabies di Negara endemis segera mendapat perawatan luka, pemberian VAR dan SAR mendapatkan angka survival 100%

12


Download ppt "Manda Malia Ubra ANAMNESIS Kontak / jahitan / gigitan? Sudah berapa lama sejak kejadian? Didahului tindakan provokatif atau tidak? Hewan yang."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google