Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Membangun Motivasi Diri dan Bawahan

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Membangun Motivasi Diri dan Bawahan"— Transcript presentasi:

1 Membangun Motivasi Diri dan Bawahan
Disajikan oleh: Nur Hasanah, SE, MSc

2 Concepts Perilaku individu tergantung pada banyak sekali sifat keturunan yang diwarisi dan dibentuk oleh kekuatan- kekuatan dalam lingkungan keluarga, pendidikan dan pengalaman kerja. Individualitas ini menyebabkan orang berperilaku sebagaimana yang dilakukannya, walaupun perilaku itu tampak tidak logis di mata orang lain.

3 Sebagian besar orang dimotivasi untuk memenuhi lima kebutuhan dasar yang tersusun secara hirarki. Kebutuhan fisiologis untuk bertahan hidup dan kebutuhan keamanan diurutan paling bawah. Kebutuhan untuk bermasyarakat, memperoleh penghormatan dari orang lain dan melakukan pekerjaan yang kita kehendaki (aktualisasi diri) berada di urutan paling atas.

4 Setiap individu meletakkan prioritas yang berbeda atas kebutuhan- kebutuhan tersebut dan prioritas ini selalu berubah dari waktu ke waktu. Begitu suatu kebutuhan telah terpenuhi, kebutuhan itu tidak lagi memotivisir perilaku dan kedudukannya akan digantikan oleh kebutuhan berikutnya yang lebih rendah dan belum terpenuhi.

5 Teori dua faktor mengatakan bahwa tiga tingkat kebutuhan yang lebih rendah – bertahan hidup, keamanan dan bermasyarakat – tidak menjadi motivasi adalah faktor hygiene atau perawatan yang akan menimbulkan kekecewaan bila tidak terpenuhi. Hanya dua kebutuhan tingkat lebih tinggi – yaitu kebutuhan untuk mendapatkan harga diri dan aktualisasi diri – yang benar-benar merupakan pemuas.

6 Motivasi karyawan juga dipengaruhi oleh:
Harapan akan imbalan dan nilai imbalan tersebut. Tingkat upaya seseorang mengejar pencapaian, afiliasi atau kekuasaan dari pekerjaannya.

7 Bila pekerjaan dirancang ulang menggunakan pendekatan partisipatif yang dikonsentrasikan pada manusia, maka karyawan akan memusatkan perhatiannya pada pekerjaan. Konsekuensinya, pekerjaan menjadi lebih menyerupai bentuk pekerjaan yang diinginkan oleh karyawan. Pekerjaan itu jadi memberikan tantangan dan kepuasan lebih besar, sehingga dengan sendirinya dapat berperan sebagai kekuatan untuk memotivasi.

8 Perbedaan tingkah laku
Orang bertingkah laku secara berbeda karena perbedaan latar belakang dan kepribadian yang unik. Setiap orang bertindak dengan caranya sendiri. Reaksi seseorang akan berbeda dengan reaksi orang lain. Untuk memahami hubungan antar manusia, terlebih dulu supervisor harus mengetahui mengapa seseorang melakukan sesuatu, sebelum ia dapat menduga apa yang akan dilakukan seseorang tersebut.

9 Pola efektif motivasi Individu berusaha untuk memenuhi salah satu tingkat dari lima hirarki kebutuhan dasar (hirarki kebutuhan menurut Maslow). Kebutuhan yang paling kuat adalah kebutuhan yang belum terpenuhi.

10 Teori dua faktor-Herzberg
Kepuasan seorang karyawan berasal dari beberapa faktor yang betul-betul memotivasi seperti pekerjaan yang menarik dan menantang, pemanfaatan kemampuan seseorang, peluang untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat, pengakuan terhadap prestasi dan tanggung jawab akan pekerjaannya sendiri. Kekecewaan terjadi bila faktor-faktor berikut tidak dijumpai dalam pekerjaan: upah yang lumayan, hari libur yang memadai, cuti yang cukup lama, jaminan asuransi dan pensiun, kondisi kerja yang baik dan kawan-kawan sekerja yang menyenangkan.

11 Kepuasan dan kekecewaan
Penyelia adalah kekuatan kunci dalam mengupayakan kepuasan kerja karyawan. Pekerjaan dapat memuaskan kebutuhan seseorang. Bila karyawan tidak mendapatkan kepuasan dari pekerjaannya, maka moril mereka akan turun, absensi dan keterlambatan meningkat dan menjadi semakin sulit untuk bekerjasama dengan mereka atau mengajukan perubahan penting.

12

13 Teori Harapan Kinerja karyawan sangat dipengaruhi oleh harapan tentang apa yang dapat diperolehnya dari pekerjaan, sikap mereka terhadap pencapaian pribadi dan keinginan mereka akan adanya keselarasan di tempat kerja. Perilaku manusia tergantung pada harapan (atau) perkiraan setiap karyawan tentang apa yang akan atau tidak akan diperoleh dari pekerjaannya.

14 Motivasi dalam pekerjaan itu sendiri
Karyawan dapat sangat termotivasi oleh kualitas pekerjaan itu sendiri. Pekerjaan dapat dijadikan motivasi terbesar dengan cara merancang kembali pekerjaan tersebut sesuai dengan pertimbangan yang berorientasi pelaksananya. Rancangan pekerjaan yang berorientasi pada manusia berusaha keras untuk memaksimumkan keterlibatan karyawan dalam perancangan setiap pekerjaan dalam mengupayakan agar pekerjaan mereka efektif dan lebih menarik.

15 Faktor-faktor dari rancangan pekerjaan yang meningkatkan motivasi kerja
Keseluruhan pekerjaan dari awal sampai akhir Kontak secara teratur dengan pengguna atau klien Pelaksanaan beragam tugas dan keterampilan Kebebasan untuk membuat keputusan sendiri Umpan balik langsung dari pekerjaan itu sendiri Kesempatan untuk mengembangkan diri

16 Karakteristik tempat kerja yang dicari orang
Pekerjaan yang menarik dan menantang Menghargai dan mengakui hasil kerja Kesempatan pertumbuhan dan pengembangan karir Memiliki kemampuan finansial dan mampu bertahan lama Menekankan pentingnya manusia

17 Apa yang diinginkan bawahan?
Pekerjaan tidak monoton dan tidak membuang-buang waktu dan usaha Bawahan memiliki otonomi dan wewenang terhadap pekerjaannya serta mempunyai kebebasan untuk merencanakan dan mencari cara mengerjakan yang paling efektif Bawahan tidak diawasi terlalu ketat dan tidak terlalu diperintah Bawahan melihat pekerjaannya sebagai bagian integral dari seluruh perusahaan Umpan balik dari supervisor tidak memalukan bagi karyawan

18 Prinsip Motivasi Motivasi adalah salah satu bagian besar dari gairah bekerja Motivasi memerlukan sasaran/tujuan Pekerjaan yang dikerjakan dengan gairah hasilnya lebih optimal Motivasi sekali tercipta, tidak abadi Motivasi diri sendiri adalah urusan dalam setiap individu , orang lain hanya bisa membantu

19 Ciri khas supervisor yang termotivasi
Mempunyai komitmen total terhadap pekerjaan Selalu bertanggung jawab atas perbuatannya Memikirkan cara terbaik untuk menghadapi setiap situasi

20 Studi kasus: Merancang ulang rumah boneka
The Smithtown Dollhouse Company adalah perusahaan yang memproduksi rumah boneka dari kayu yang merupakan replika dari rumah model kuno. Rumah boneka itu mahal karena bahan yang digunakan dari kualitas yang terbaik dan semuanya dikerjakan dengan tangan. Di perusahaan itu terdapat 20 karyawan yang masing-masing mempunyai tugas berbeda. Ada karyawan yang bertugas memotong kayu dengan gergaji, ada yang mengampelas, ada yang mengecat, ada yang merakit dan seterusnya.

21 Setiap orang bekerja di sebuah ruangan besar di belakang kantor
Setiap orang bekerja di sebuah ruangan besar di belakang kantor. Sebagian besar rumah boneka dijual melalui katalog, tetapi kadangkala pelanggan datang ke Smithtown untuk membeli langsung. Moril di kalangan karyawan produksi rendah, angka kemangkiran dan perputaran karyawan tinggi dan banyak rumah boneka yang sudah jadi masih perlu diperbaiki dan didandani karena cacat.

22 Questions Ada apa dengan rancangan pekerjaan produksinya?
Bagaimana anda merancang ulang semua pekerjaan tersebut agar lebih memberikan motivasi?


Download ppt "Membangun Motivasi Diri dan Bawahan"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google