Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Altobeli Lobodally, M.IKom

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Altobeli Lobodally, M.IKom"— Transcript presentasi:

1 Altobeli Lobodally, M.IKom
Difusi Inovasi Altobeli Lobodally, M.IKom

2

3

4 Proses Keputusan Inovasi
Rogers menggambarkan The Innovation Decision Process (proses keputusan inovasi) sebagai kegiatan individu untuk mencari dan memproses informasi tentang suatu inovasi sehingga dia termotivasi untuk mencari tahu tentang keuntungan atau kerugian dari inovasi tersebut yang pada akhirnya akan memutuskan apakah dia akan mengadopsi inovasi tersebut atau tidak.

5 Proses Keputusan Inovasi
Untuk memutuskan hal tersebut terjadi melalui selective exposure dan selective perception. Selective exposure ialah kecenderungan seseorang untuk membuka dirinya atas ide-ide yang bertentangan dengan dirinya sehingga ia menyeleksi pesan-pesan datang pada dirinya. Selective perception kecenderungan seseorang untuk menanggapi/memperhatikan segala pesan yang datang pada dirinya sesuai dengan kebutuhannya.

6 Bagi Rogers proses keputusan inovasi memiliki lima tahap, yaitu :
Knowledge (pengetahuan) Persuasion (kepercayaan) Decision (keputusan) Implementation, dan (penerapan) Confirmation (penegasan/pengesahan)

7

8 1. Knowledge Stage Pada tahapan ini suatu individu belajar tentang keberadaan suatu inovasi dan mencari informasi tentang inovasi tersebut. Apa?, bagaimana?, dan mengapa? Sehingga membentuk tiga jenis pengetahuan : Awareness-Knowledge How-to-Knowledge Principles-Knowledge

9 2. Persuasion stage Tahap Persuasi terjadi ketika individu memiliki sikap positif atau negatif terhadap inovasi. Tetapi sikap ini tidak secara langsung akan menyebabkan apakah individu tersebut akan menerima atau menolak suatu inovasi.

10 2. Persuasion stage Persuasion stage bersifat afektif karena menyangkut perasaan individu, karena itu pada tahap ini individu akan terlibat lebih jauh lagi. Tingkat ketidakyakinan pada fungsi-fungsi inovasi dan dukungan sosial akan mempengaruhi pendapat dan kepercayaan individu terhadap inovasi.

11 3. Decision Stage Pada tahapan ini individu membuat keputusan apakah menerima atau menolak suatu inovasi. Menurut Rogers adoption (menerima) berarti bahwa inovasi tersebut akan digunakan secara penuh, sedangkan menolak berarti “not to adoptian innovation”. Rogers menyatakan ada dua jenis penolakan : Active Rejection Passive Rejection

12 4. Implementation Stage Pada tahap implementasi, sebuah inovasi dicoba untuk dipraktekkan, akan tetapi sebuah inovasi membawa sesuatu yang baru apabila tingkat ketidakpastiannya akan terlibat dalam difusi.

13 4. Implementation Stage Rogers menjelaskan tentang perbedaan antara penemuan dan inovasi (invention dan Innovation). Invention adalah proses di mana ide-ide baru ditemukan atau diciptakan. Sedang inovasi adalah proses penggunaan ide yang sudah ada. Rogers juga menyatakan bahwa semakin banyak terjadi penemuan maka akan semakin cepat sebuah inovasi dilaksanakan.

14 5. Confirmation Stage Ketika Keputusan inovasi sudah dibuat, maka si pengguna akan mencari dukungan atas keputusannya ini. Keberlanjutan penggunaan inovasi ini akan bergantung pada dukungan dan sikap individu.

15 Hambatan Terhadap Inovasi
a. Hambatan Praktis Hambatan praktis adalah faktor-faktor penolakan yang lebih bersifat fisik. Untuk memberikan contoh tentang hambatan praktis, faktor-faktor berikut ini akan dibahas: 1) waktu 2) sumber daya 3) sistem .

16 Hambatan Terhadap Inovasi
B .Hambatan Kekuasaan dan Nilai Bila dijelaskan secara singkat, hambatan nilai melibatkan kenyataan bahwa suatu inovasi mungkin selaras dengan nilai-nilai, norma-norma dan tradisi-tradisi yang dianut orang-orang tertentu, tetapi mungkin bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut sejumlah orang lain. Jika inovasi berlawanan dengan nilai-nilai sebagian peserta, maka bentrokan nilai akan terjadi dan penolakan terhadap inovasi pun muncul.. .

17 CULTURAL STUDIES

18 Cultural studies Berupaya menganalisis praktik budaya guna membongkar praktik kuasa yang terkait dengan produksi makna.

19 Budaya dalam cultural studies lebih didefenisikan secara politik ketimbang estetik. (Stoney)
Objek kajian dalam cultural studies bukanlah budaya yang didefenisikan dalam pengertian yang sempit, sebagai sebuah proses perkembangan estetik, intelektual dan spiritual; melainkan budaya yang dipahami sebagai teks dan praktik hidup sehari-hari. Budaya dalam konteks ini berkaitan dengan budaya pop sebagai kajian terpenting.

20 Stuart Hall (1994) menggambarkan budaya pop sebagai:
“sebuah arena konsesus dan resistensi. Budaya pop merupakan tempat dimana hegemoni muncul, dan wilayah dimana hegemoni berlangsung. Ia bukan ranah di mana sosialisme, sebuah kultur sosialis- yang telah terbentuk sepenuhnya- dapat sungguh-sungguh ‘diperlihatkan’. Namun ia adalah salah satu tempat dimana sosialisme boleh jadi diberi legalitas.

21 Istilah kunci yang kerap dipakai oleh cultural studies adalah membongkar praktik kekuasaan, membongkar hegemoni, ideologi dan budaya populer. Perhatian cultural studies mengenai budaya popular berkaitan dengan: Cultural studies berupaya untuk mengeksplorasi bagaimana dan mengapa bentuk-bentuk budaya tertentu berkembang dan diterima dalam hubungan sosial kontemporer.

22 2. Cultural studies berusaha mengeksplorasi bagaimana hegemoni kelompok dominan, posisi dan fungsinya dalam dunia produksi berkembang dan bergerak (Gramsci, 1971;12). 3. Asumsi tentang betapa perlunya untuk menyingkap bagaimana hubungan hegemoni yang baru bisa dipraktekkan di masa yang akan datang, bagaimana kelompok dan kelas subordinat bisa menjadi bagian dominan dan integral dari hegemoni yang baru.

23 4. Sebagai konsekuensi dari ketiga hal di atas munculnya kecenderungan cultural studies untuk memberikan perhatian pada persoalan politik praktis yang seringkali mengambil tindakan simpatik terhadap praktiktisi budaya yang dapat diidentifikasi sebagai resistensi terhadap hubungan dominasi dan kepemimpinan yang ada.

24 4. Sebagai konsekuensi dari ketiga hal di atas munculnya kecenderungan cultural studies untuk memberikan perhatian pada persoalan politik praktis yang seringkali mengambil tindakan simpatik terhadap praktiktisi budaya yang dapat diidentifikasi sebagai resistensi terhadap hubungan dominasi dan kepemimpinan yang ada.

25 CONTOH JUDUL PENELITIAN DENGAN MENGGUNAKAN CULTURAL STUDIES
NUANSA BUDAYA POPULER DALAM BLUSUKAN JOKOWI DI LIPUTAN 6 SCTV TRANSFORMASI SIMBOLIK HOMOSEKSUALITAS DALAM PROGRAM CS: FILE KOMPAS TV KOMODIFIKASI MUSIK DANGDUT SEBAGAI TAYANGAN POPULER DALAM PROGRAM D’ACADEMY INDOSIAR


Download ppt "Altobeli Lobodally, M.IKom"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google