Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Studi kohor Oleh : Mia Audina (

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Studi kohor Oleh : Mia Audina ("— Transcript presentasi:

1 Studi kohor Oleh : Mia Audina (2012104103111
Dhiyaa tsaabitah A. ( ) DIAN TRISNAWARDANI ( )

2 Rancangan penelitian epidemiologi analitik observasional yang mempelajari hubungan antara paparan dan penyakit, dengan cara membandingkan kelompok terpapar dan kelompok tidak terpapar berdasarkan status penyakit. Studi Cohort Prospektif : Faktor risiko diukur pada awal penelitian, kemudian dilakukan follow up untuk melihat kejadian penyakit dimasa yang akan datang. Definisi cohort Studi Cohort Retrospektif : Faktor risiko dan efek atau penyakit sudah terjadi dimasa lampau sebelum dimulainya penelitian. Dengan demikian variabel tersebut diukur melalui catatan historis Pada studi kohort prosapektif, dapat dibedakan menjadi studi kohor prospektif dengan pembanding internal dan eksterna. Studi kohort prospektif dengan pembanding interna, kohort yang terpilih sama sekali belum terpapar oleh faktor risiko dan belum mengalami efek, kemudian sebagian terpapar secara alamiah lalu dilakukan deteksi kejadian efek pada kedua kelompok tersebut. Studi kohort prospektif dengan pembanding eksternal, ada kelompok yang terpapar faktor risiko namun belum memberikan efek dan kelompok lain tanpa paparan dan efek

3 Karakteristik studi kohort
Studi kohort bersifat observasional 1 Pengamatan dilakukan dari sebab ke akibat 6 Menggunakan data sekunder (retrospektif) 2 5 3 Studi kohort sering disebut sebagai studi insidens Terdapat hipotesis spesifik 4 Pemilihan subjek dilakukan berdasarkan status paparannya, kemudian dilakukan pengamatan dan pencatatan apakah subyek mengalami outcome yang diamati atau tidak Terdapat kelompok kontrol

4

5 Kelebihan Sekuens waktu antara faktor risiko dan penyakit atau efek dapat diketahui secara pasti Dapat menghitung dengan akurat jumlah paparan yang dialami populasi Dapat menghitung laju insidensi penyakit, karena penelitian → faktor risiko – penyakit Dapat meneliti paparan yang langka Memungkinkan peneliti mempelajari sejumlah efek atau penyakit secara serentak sebuah paparan Dapat memeriksa dan mendiagnosa dengan teliti penyakit yang terjadi Bias dalam menyeleksi subjek dan menentukan status paparan kecil Hubungan sebab akibat lebih jelas dan lebih meyakinkan. 1.    Pada awal penelitian, sudah ditetapkan bahwa subjek harus bebas dari penyakit, kemudian diikuti sepanjang periode waktu tertentu sampai timbulnya penyakit yang diteliti, sehingga sekuens waktu antara faktor risiko dan penyakit atau efek dapat diketahui secara pasti. Memungkinkan peneliti mempelajari sejumlah efek atau penyakit secara serentak sebuah paparan. Misalnya, apabila kita telah mengidentifikasi kohort berdasarkan pemakaian kontrasepsi oral (pil KB), maka dengan studi kohort dapat diketahui sejumlah kemungkinan efek kontrasepsi oral pada sejumlah penyakit, seperti infark miokardium, kanker payudara, dan kanker ovarium

6 Kelemahan Tidak efisien dan praktis untuk mempelajari kasus yang langka Pada studi prospektif, akan memerlukan biaya banyak (mahal), dan membutuhkan banyak waktu Pada studi retrospektif, membutuhkan ketersediaan catatan yang lengkap dan akurat Validitas hasil penelitian dapat terancam, karena adanya subjek-subjek yang hilang pada saat follow up Dapat menimbulkan masalah etika, karena peneliti membiarkan subjek terkena pajanan yang merugikan

7 Contoh jurnal COHORT Faktor prognostik adalah karakteristik suatu penyakit atau pasien (usia, misalnya) yang mempengaruhi bagaimana penyakit yang sedang dipelajari akan berkembang.

8 Contoh jurnal COHORT

9

10 KESIMPULAN Kadar TNF-α serum awal dapat digunakan sebagai faktor prognostik renjatan pada DBD-TR dan kadar TNF-α serum awal ≥ 24 pg/ml merupakan nilai terbaik untuk membedakan outcome DBD-TR renjatan dan tidak renjatan

11


Download ppt "Studi kohor Oleh : Mia Audina ("

Presentasi serupa


Iklan oleh Google