Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Syarat Diterimanya Syahadat (Syuruthu Qabulisy Syahadatain)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Syarat Diterimanya Syahadat (Syuruthu Qabulisy Syahadatain)"— Transcript presentasi:

1 Syarat Diterimanya Syahadat (Syuruthu Qabulisy Syahadatain)

2 Syarat diterimanya syahadat
Ilmu yang menampik kebodohan Keyakinan yang menampik keraguan Keikhlasan yang menampik kesyirikan Kejujuran yang menampik kedustaan Cinta yang menampik permusuhan dan kebencian Penerimaan yang menampik penolakan Pelaksanaan yang menampik pengabaian dan sikap enggan beramal

3 Ilmu yang menampik kebodohan
Ketika syahadat terucap, kita harus memiliki pengetahuan tentangnya. Wajib bagi kita untuk memahami arti dua kalimat itu beserta bersedia menerima konsekuensinya. Orang yang jahil (bodoh) – tidak memahami – syahadatain tak mungkin mengamalkannya.

4 اعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal. (QS. Muhammad: 19)

5 Keyakinan yang menampik keraguan
Istiqamah Pemenuhan atas konsekuensinya Keyakinan yang menampik keraguan Ketika syahadat terucap, kita harus meyakini ucapan itu sebagai sesuatu yang kita imani dengan sepenuh hati tanpa keraguan. Keraguan  kemunafikan Iman yang benar = tak bercampur dengan keraguan sedikitpun tentang Tauhidullah.

6 إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar. (QS. Al-Hujurat: 15)

7 QS. Al-Baqarah: 1-5 Alif laam miim. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab- kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung. Keyakinan kepada Allah SWT menuntut keyakinan kepada firman-Nya yang tertulis dalam kitab yg diturunkan kepada para Nabi dan Rasul. Kitab tsb adalah petunjuk hidup. Salah satu ciri mukmin adalah tidak ragu terhadap kebenaran kitabullah dan Hari akhir.

8 Keikhlasan yang menampik kesyirikan
Ketika syahadat terucap, kita harus memiliki niat yang ikhlas lillaahi ta’ala. Syahadat adalah ibadah, mengikrarkannya harus dengan ikhlas. Syahadatain Riya’ Tak akan diterima oleh Allah SWT

9 وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan terhapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. (QS. Az-Zumar: 65)

10 Kejujuran yang menampik kedustaan
Ketika syahadat terucap, kita wajib membenarkannya (shiddiq) secara jujur tanpa bercampur sedikit pun dusta. Benar Landasan Iman Membenarkan Ketaatan dan amanah Dusta Landasan Kufur Mendustakan Kemaksiatan dan pengkhianatan

11 وَالَّذِي جَاءَ بِالصِّدْقِ وَصَدَّقَ بِهِ ۙ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ
Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (QS. Az-Zumar: 33) أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (QS. Al-Ankabut: 2-3)

12 Cinta yang menampik permusuhan dan kebencian
Ketika syahadat terucap, kita harus melandaskannya dengan rasa cinta. Cinta adalah rasa suka yang melapangkan dada. Ia merupakan ruh ibadah, sedangkan syahadat merupakan ibadah yang paling utama. Cinta Rasa suka yang melapangkan dada = ruh ibadah Syahadat = Ibadah yang utama Beban terasa ringan Syahadat bisa dilaksanakan dengan mudah

13 Manisnya iman HR. Muttafaqun ‘alaih
Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai daripada selainnya Mencintai seseorang ataupun membencinya karena Allah Benci kembali kepada kekafiran sebagaimana benci jika dilemparkan ke dalam api neraka Manisnya iman

14 قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (QS. At-Taubah: 24)

15 قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (QS. At-Taubah: 24)

16 Penerimaan yang menampik penolakan
Mendengar Tunduk Patuh Taat Ketika syahadat terucap, sebagai muslim kita harus menerima semua nilai dan kandungannya. Tak boleh ada keberatan dan keterpaksaan sedikit pun. Tak ada pilihan kecuali Kitabullah dan Sunnah Rasul.

17 وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَن يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُّبِينًا Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (QS. Al-Ahzab: 36)

18 إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَن يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. "Kami mendengar, dan kami patuh". Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. An-Nur: 51)

19 Pelaksanaan yang menampik pengabaian dan sikap enggan beramal
Ketika syahadat terucap, maka kemudian diwujudkan dalam bentuk amal yang nyata. Muslim Siap melaksanakan ajaran Islam Diri, keluarga dan masyarakatnya

20 مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. An-Nahl: 97)

21 Pedoman Al-Qur’anul Kariim
Lembaga Kajian Manhaj Tarbiyah Modul Tarbiyah Islamiyah. Jakarta: Robbani Press


Download ppt "Syarat Diterimanya Syahadat (Syuruthu Qabulisy Syahadatain)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google